NovelToon NovelToon
Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Istri ideal / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:524.9k
Nilai: 5
Nama Author: Musim_Salju

Banyak yang bertanya kepada Alesha, kenapa diusia yang cukup Matang ini belum ada yang melamar gadis cantik tersebut, apalagi dia gadis yang baik, santun dan juga ceria. Apa dia terlalu pemilih sehingga belum ada satupun lelaki yang berani datang kerumahnya untuk mengkhitbah nya.

Hingga pada akhirnya Alesha dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki yang selama ini tak disangka-sangka datang kerumahnya dengan membawa kedua orang tuanya untuk mengutarakan niatnya, bahwa ia ingin mengkhitbah Alesha untuk menjadikan istrinya, ya dia adalah teman satu sekolah Alesha di bangku SMA yang bernama "Aqiel Afdal Zafi".
Bagaimanakah dengan kehidupan Alesha dan Aqiel setelah menikah? apakah menerima lamaran Aqiel adalah pilihan tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musim_Salju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang (2)

Setelah keluar dari ruangan yang penuh intimidasi itu, dengan segala pertanyaan yang dilemparkan oleh para penguji, akhirnya Arfa lulus dengan nilai terbaik, alias cumlaude.

Walaupun Arfa memang sering nongkrong dengan teman-teman nya, namun tidak bisa di elak kan bahwa ia sangat pintar, tanpa belajar pun ia pasti bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan selama ini, jadi hal yang wajar jika ia bisa melibat habis semua pertanyaan para dosen penguji itu. Bahkan ia mendapat pujian dari seluruh dosen penguji yang ia hormati itu.

"Selamat Arfa, kamu dapat nilai terbaik, dari awal bapak memang yakin kalau kamu akan lulus dengan nilai terbaik." Puji salah satu dosen penguji nya itu.

"Selamat Nak, sebentar lagi kamu akan di hadapkan dengan dunia yang sesungguhnya, persiapkan diri Kamu nak." Ucap dosen penguji yang lain.

Ya, setiap mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan nya, pasti akan menghadapi dunia kerja, dimana profesionalitas akan dibutuhkan, kejujuran serta ke di siplinan di utamakan. Welcome dunia kerja, begitulah kira-kira.

"Terimakasih bapak dan ibu dosen, kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum..." Ucap Arfa menyalami satu persatu para dosen penguji nya yang laki-laki, dan hanya menautkan kedua tangannya di depan dada kepada dosen penguji perempuan.

Saat ia keluar dari ruangan sidang itu, ia di sambut oleh semua teman-teman nya, mereka sangat bangga dengan kelulusan Arfa.

"Selamat bro, lo lulus dengan nilai terbaik, gue bangga bisa jadi teman Lo bro." Ucap salah satu teman seangkatan nya itu.

"Thanks bro." jawab Arfa. Semua teman-teman Arfa yang datang menyaksikan dirinya, memberikan selamat, serta banyak kado yang ia terima dari teman-teman nya.

***

Di tempat Alesha mengajar, seperti biasa tak ada hal yang istimewa, Sandra yang terakhir kali mendorong Alesha sampai membuat Alesha terjatuh dan terluka pun hingga kini tak pernah meminta maaf, ia seolah-olah melupakan begitu saja kejadian itu. Alesha pun tidak terlalu ambil pusing. Ia juga bersikap seperti biasa. Namun, keretakan rumah tangga Sandra yang sudah tersebar dikalangan para guru dan siswa, sampai sekarang masih terdengar desas-desus disekolah Swasta itu.

"Hingga bel pulang berbunyi, Aqiel yang memang selalu menjemput istri tercintanya itu, sudah menunggu di parkiran sekolah.

"Sha, tu suami Lo udah jemput, benar-benar kelihatan banget dia bucin sama lo." Tutur Alena seperti biasa dengan ke julitan nya.

Alesha yang mendengar penuturan sang sahabat hanya senyum-senyum sendiri, memang benar adanya, setiap hari selalu saja sang suami menunjukkan sikapnya nya yang berhasil membuat Alesha tersipu malu dan berdebar-debar.

Sembari melangkah kan kaki menuju parkiran bersama sang sahabat, tiba-tiba saja ada salah satu siswi yang menabrak Alesha.

"Astaghfirullah," kaget Alesha hampir saja terjatuh.

Aqiel yang dari kejauhan memang melihat siswi itu lari-larian dan dan tak melihat ke arah jalanan, segera berlari menghampiri sang istri.

"Maaf Miss, saya tidak sengaja saya terburu-buru," ucap siswi itu merasa bersalah. Alesha hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

"Cinta, kamu nggak pa-pa?" tanya Aqiel yang langsung menarik sang istri ke dekapannya.

"Miss Alesha nggak pa-pa?" Tanya Danar yang tiba-tiba sudah ada di depan Alesha. Bersamaan dengan Aqiel.

Kejadian ini membuat kecanggungan antara mereka. Terlebih Alena hanya melirik bergantian ke arah Alesha, Aqiel dan Danar. Kejadian apa ini? Sungguh di luar nalar, kalau Aqiel wajar saja khawatir, karena ia suami Alesha, kalau Danar? Kenapa dia harus sekhawatir itu, padahal ada suami Alesha di situ.

"Hhmm... " Alena berdeham memutus kecanggungan.

"Aku nggak pa-pa mas, Alhamdulillah ada mas tadi yang langsung narik tangan aku." Jawab Alesha menatap lekat netra sang suami.

"Alesha langsung menyalami sang suami, dan mencium punggung tangan sang suami takzim. Aqiel balas mengecup sekilas kening sang istri, tak memperdulikan beberapa pasang mata yang memperhatikan perlakuan manis nya kepada kekasih halalnya itu.

Danar yang baru menyadari kecanggungan yang ia buat, dan melihat keromantisan dua sejoli itu, membuat ia tak tahan berlama-lama disana. Ia segera pamit undur diri.

"Bu Alena, Miss Alesha dan Mas...." ia menggantung ucapannya.

"Saya Aqiel," jawab Aqiel mengulurkan tangan nya.

"Danar mas," balas Danar menerima uluran tangan Aqiel.

"Kalau begitu saya permisi," ucap Danar langsung melangkahkan kaki menuju kendaraan roda empat milik nya.

"Sha, Qiel, kalau gitu gue duluan deh, Assalamu'alaikum." tutur Alena meninggalkan pasutri yang masih setia dalam tatapan penuh arti itu.

"Wa'alaikumsalam," jawab mereka segera.

"Ayo cinta," ucap Aqiel menuntun jalan sang istri, Alesha hanya menurut saja.

Kini pasutri itu sudah di perjalanan menuju mall terbesar di Jakarta itu.

"Sayang, teman mengajar kamu tadi kok mas lihat aneh ya." Ucap Aqiel tiba-tiba.

"Aneh gimana maksudnya mas?" tanya Alesha kurang paham.

"Sebelum kita bertemu lagi, dia pernah nggak sih dekati kamu cinta?" tanya Aqiel kepo maksimal.

"Dulu pernah sih nolongin perbaiki motor ku sewaktu mogok, dan dia ngajak dinner gitu sebagai balasannya, ya aku nggak pernah terima ajakan nya mas, karena aku nggak mau jalan berdua dengan lelaki yang bukan mahram." Jawab Alesha jujur.

Aqiel kini paham dari sikap Danar tadi di sekolah, namun ia tak melanjutkan lagi pembahasan mengenai teman satu profesi istri cantiknya itu.

"Kita sudah sampai cinta, ayo turun tuan putri." ucap Aqiel lalu turun lebih dulu, dan membukakan pintu mobil untuk istrinya seperti biasa.

"Terimakasih pangeran," jawab Alesha ikut memainkan peran. Akhirnya mereka berdua terkekeh bersama.

Aqiel selalu setia menggenggam jari jemari mungil sang istri, Alesha tentu dengan senang hati menerima perlakukan kekasih halalnya itu. perlakuan manis sang suami selalu membuat diri nya nyaman. Mereka melangkahkan kaki menuju pintu masuk mall itu.

"Mas, menurut mas Arfa aku kasih kado apa ya mas?" tanya Alesha meminta pendapat suami tampannya itu.

"Bagaimana kalau sepatu cinta? Mas lihat Arfa senang memakai sepatu merek A," tutur Aqiel yang memang sepeka itu.

"Mas sampai tau Arfa menyukai sepatu merek itu? Mas ternyata memang benar-benar perhatian ya." Ucap Alesha bergelayut manja di lengan sang suami.

"Cinta, yang berhubungan dengan kamu, pasti mas akan perhatikan," jawab Aqiel menatap lekat manik nan indah sang istri.

"Terimakasih mas, mas memang suami terbaik." Jawab Alesha mengacungkan satu jari jempolnya ke hadapan sang suami.

"Sama-sama cintaku, kamu juga istri terbaik nya mas, istri Sholehah nya mas, bidadarinya nya mas." Puji Aqiel yang selalu berhasil membuat sang istri salah tingkah.

"Mas jangan menatap aku begitu, aku kan malu kalau mas tatap begitu." Tutur Alesha memalingkan wajahnya. Melihat tingkah sang istri seperti itu, selalu saja membuat Aqiel gemas dengan istri mungilnya itu. ia mengecup sekilas pipi sang istri.

"Mas, ini tempat umum, malu mas." Ucap Alesha mencebikkan bibirnya. Aqiel yang mendengar keluhan sang istri hanya balas tertawa.

"jangan tertawa dong, mas selalu saja begitu," ucap Alesha lagi.

"oke-oke, maaf ya cinta ku, mas salah," jawab Aqiel segera agar sang istri tak lagi ngambek.

Namun, di saat dua sejoli yang sudah halal itu saling bercanda ria, ada seseorang dari kejauhan memperhatikan mereka.

.

.

To Be Continued

1
Nenie Chusniyah
luar biasa
Dyah Oktina
ah...so sweet nya kalian...😍❤️❤️
Dyah Oktina
MasyaAllah.. anak2 ibu alice sama bapak anggara sholeh & solehah.. idaman banget..😍❤️❤️
Dyah Oktina
agaknya emang cerita dirimu ya thor.. 👍🏻💪🏻💪🏻😍😍😍❤️
Dyah Oktina
kok ainun...alesha thor..🤭
Dyah Oktina
aqil...suami idola banget... kayaknya hanya ada d dunia halu kali ya..andai ada d. dunia nyata mungkin 10.000:1
Dyah Oktina
alena yg duluan nikah blm hamil... harus sabar ya alena...sdh d duluin sama alesha
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
allesha yg d goda...bukan amora yg d goda
Dyah Oktina
alesha sm aqile...bukan sama anggara thor
Dyah Oktina
jangan sedih...saya aja nikah umur 30thn..🤭
Heryta Herman
Arfa keren...
Heryta Herman
krna cinta membuat mata hatimu buta karin...dan yg ada pada perasaanmu bukan cinta tapi obsesi...
Heryta Herman
jangan ada pelakor ya thor...
aku cukup benci klo baca kisah atau novel sllu ada pelakor...
Ar_line🩷
keren
Dewi Nurani
gimana adiknya mau ikut wong kakanya romantis²an depan orang lain bikin risi aja
panggil cinta terasa geli , mendingan panggil sayang aja
Dewi Nurani
bukannya baper malah risi
Dewi Nurani
didepan umum panggil istri cinta gak banget deh , lebay akut , berlebihan
Dewi Nurani
guru rasa preman
Dewi Nurani
thor jangan jadikan lingkungan sekolah jadi tempat gibah dan buli apalagi pelakunya para pendidik , itu akan merusak citra sekolah
walau cuma cerita tp kita pembaca suka kebawa suasana
Musim_Salju: Pengalaman pribadi kak, hihi/Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!