NovelToon NovelToon
Penghangat Ranjang Suami Orang

Penghangat Ranjang Suami Orang

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / PSK / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Momoy Dandelion

Sekelompok preman datang setelah acara pernikahan sederhana digelar oleh Aditya dan Syahnaz. Mereka mengancam akan menyita rumah itu jika Aditya tidak mampu melunasi hutang dalam waktu tiga hari.

Mendengar masalah yang menimpa menantunya, ibu Syahnaz jatuh pingsan. Ternyata dia terkena serangan jantung. Dokter menyarankan agar segera melakukan tindakan operasi agar penyakit ibu Syahnaz tidak semakin parah.

Aditya teringat perbincangan atasannya di kantor yang sedang mencari seorang wanita untuk dijadikan simpanan dan melahirkan seorang anak. Aditya dengan gilanya memaksa Syahnaz menjadi PSK demi melunasi hutangnya dan biaya perawatan ibu di rumah sakit.

Akibat tidak punya jalan keluar lain, Syahnaz terpaksa menyetujui. Ia dijual kepada Jendra, pengusaha kaya yang menginginkan seorang wanita untuk menjadi penghangat ranjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelayan Khusus Tuan Jendra

Jendra memandangi Syahnaz yang masih terbaring di sampingnya. Ia menikmati paginya dengan mengecek pekerjaan melalui tablet di tangan.

Semalam rasanya ia sangat puas bercinta dengan wanita itu. Ia kembali merasa bersemangat penuh dan bergairah setelah sekian hari tidak mendapatkan asupan kehangatan dari wanitanya.

Syahnaz sampai lemas memuaskannya. Entah berapa kali ia mengulang percintaan dari mulai di kamar mandi hingga beralih ke tepat tidur. Wanita itu sampai dibuat kelelahan olehnya.

Tok tok tok

Terdengar suara pintu diketuk.

"Masuk!" seru Jendra.

Mamita datang membuka pintu sembari mendorong meja berisi makanan yang hendak diantar ke dalam kamar. Ia menghentikan langkah karena terkejut melihat Syahnaz yang tengah tertidur di atas ranjang majikannya.

Dari penampilan keduanya yang tidak berpakaian dan hanya mengenakan selimut untuk menutupi badan, ia paham jika semalam sudah terjadi sesuatu. Apalagi di lantai ada pakaian yang berserakan. Ia ragu untuk masuk ke dalam.

"Masuklah, kenapa di situ terus?" tanya Jendra dengan nada yang santai. Ia seakan tidak terganggu jika seisi rumah mengetahui hubungannya dengan Syahnaz memang seperti itu.

"Baik, Tuan. Saya membawakan sarapan untuk Anda," kata Mamita.

"Terima kasih. Letakkan saja di dekat sini," pinta Jendra menunjuk ke arah sampingnya.

Mamita mengangguk. Ia kembali berjalan dan mendorong meja berisi makanan itu ke sebelah Jendra.

"Apa Tuan sudah tidak mabuk?" tanya Mamita memastikan.

"Ah, aku sudah tidak mabuk," jawab Jendra.

Semalam ia memang sangat lelah dan akhirnya mengantuk. Entah mengapa saat melihat Syahnaz ada di dekatnya, ia kembali terbangun dan mendapatkan kesadarannya. Tapi, kelakuannya semalam yang cukup brutal ada pengaruhnya juga dari minuman. Sampai Syahnaz ia buat tidak kuat untuk bangun.

 "Saya membawakan minuman yang cocok untuk menghilangkan mabuk, Tuan. Khawatir nanti Anda tidak bisa bekerja dengan baik di kantor," ujar Mamita.

"Baiklah, nanti aku akan meminumnya. Bisa minta tolong membereskan kamar ini? Juga di bagian kamar mandi lumayan berantakan," pinta Jendra.

Mamita melirik ke arah Syahnaz yang masih tertidur di atas ranjang. Bagian paha wanita itu terbuka akibat selimut yang tersingkap. Juga bagian dada atas yang tidak sepenuhnya tertutup.

"Kamu sedang melihat apa, Mamita?" tegur Jendra seraya mengusap wajah tenang Syahnaz saat tertidur.

Mamita merasa kikuk karena ketahuan. "Ah, tidak, Tuan. Saya akan membereskan semuanya," katanya seraya langsung melakukan apa yang Jendra minta.

Mamita memunguti pakaian yang tercecer di lantai. Ia beralih ke arah kamar mandi dan memasukkan pakaian tersebut ke dalam keranjang pakaian kotor. Dilihatnya di area bathtube, ada pakaian pelayan milik Syahnaz yang berserakan di sana. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala. Baru kali ini ia melihat kegilaan majikannya sendiri.

"Apakah Tuan benar-benar hanya ingin melampiaskan hasratnya pada gadis muda itu? Atau jangan-jangan Tuan sudah jatuh cinta padanya? Lalu, bagaimana dengan Nyonya Elisa?" gumam Mamita. Ia sangat khawatir jika perasaan Jendra akan berubah dan mengusir Elisa dari rumah itu.

Mamita membawa keluar keranjang berisi pakaian kotor itu dari kamar mandi. Ia kembali melihat Jendra yang masih bergumul dengan Syahnaz, wanita yang sempat dijadikan pelayan selama beberapa minggu.

Jendra mengabaikan keberadaannya, sampai berani membelai mesra Syahnaz di hadapannya.

Mamita merasa tidak tahan, ia ingin segera pergi dari sana.

"Mamita ... Tolong bawakan pakaian pelayan yang baru untuk Syahnaz. Miliknya semalam basah kuyup saat membantuku mandi," pinta Jendra sembari memainkan rambut Syahnaz.

"Apa? Kenapa pakaian pelayan, Tuan? Bukankah di lemari ada banyak pakaian untuk Nona ...."

"Jangan memanggilnya Nona!" tegas Jendra. Ia memotong perkataan Mamita.

"Panggil saja dia Syahnaz. Dia akan menjadi pelayan di rumah ini seperti yang lain," ucap Jendra.

Mamita sama sekali tidak paham dengan kemauan Jendra. Awalnya Syahnaz datang di sana harus diperlakukan secara istimewa. Namun, sekarang Jendra ingin membuat wanita muda itu menjadi pelayan di rumah. Padahal semalam mereka baru saja tidur bersama. Ia kira hukuman Jendra pada Syahnaz sudah berakhir.

"Dia akan tetap tinggal di kamar belakang, kecuali jika aku menginginkannya untuk menemaniku tidur di sini. Kamu juga bisa memberinya pekerjaan seperti pelayan lain. Tapi, jangan terlalu banyak membebaninya pekerjaan. Karena dia juga harus punya banyak tenaga untuk melayaniku," kata Jendra.

"Bagaimana kalau Nyonya sampai tahu?" tanya Mamita khawatir.

Rania sangat menyayangi Syahnaz dan berharap wanita itu bisa melahirkan cucunya. Jendra juga berani membuat Syahnaz menjadi pembantu selepas Rania pergi ke luar negeri.

"Mama akan lebih lama tinggal di luar negeri untuk mengurusi keponakannya. Jadi, tidak masalah, biarkan Syahnaz melakukan juga tugas rumah di sini."

"Baiklah kalau begitu, akan saya bawakan pakaian pelayan yang lain," kata Mamita. Ia tidak berani lagi membantah permintaan Jendra.

***

Mamita berdiri di halaman belakang menghadapi para anak buahnya yang lain. Ia merasa perlu untuk mengumpulkan mereka semua dan memberi pengumuman.

"Kalian pasti tahu aturan bekerja di sini adalah pura-pura buta dan tuli. Apapun yang terjadi di rumah ini, jangan sampai terdengar keluar dari tembok rumah. Kalian pasti sudah tahu apa akibatnya jika ada salah satu di antara kita yang membuat Tuan Jendra kecewa. Dia tidak akan membiarkan orang itu hidup tenang di luaran sana," kata Mamita.

"Memangnya kenapa dengan Tuan Jendra, Mamita? Kok sepertinya serius sekali?" tanya Indah, salah satu pelayan yang sangat penasaran.

"Seperti yang kita tahu, Tuan Jendra yang membawa Syahnaz ke rumah ini. Tuan juga yang menyuruh dia tinggal di paviliun belakang sebagai pelayan. Perlu kalian tahu, meskipun pakaiannya nanti sama dengan kita, posisinya tetap berbeda. Dia pelayan khusus Tuan Jendra. Kalian tidak boleh sembarangan bicara. Apa kalian paham?"

Para pelayan terlihat saling berpandangan. Mereka memang merasa kurang nyaman dengan keberadaan Syahnaz di sana.

"Mamita, Anda yang paling lama bekerja di sini. Bukankah ini salah membiarkannya tetap tinggal sementara Tuan Jendra sudah beristri?" sahut Lana.

"Aku sudah bilang, Lana. Di sini kita harus menjadi buta dan tuli kalau mau tetap bekerja di sini. Jangan sekali-kali mencampuri urusan mereka. Tugas kita hanya bekerja. Mengerti?" tanya Mamita.

Mereka mengangguk, tak berani lagi membantah senior di rumah itu.

"Satu hal lagi, jangan sampai ada di antara kalian yang berharap bisa seperti Syahnaz, menjadi kesayangan Tuan Jendra. Kalau ada yang seperti itu, siap-siap aku usir dari rumah ini!" tegas Mamita.

Ia benar-benar berusaha mengingatkan anak buahnya karena beberapa kali sempat mendengar mereka membahas tentang Syahnaz. Padahal sebelum mereka menandatangani kontrak kerja di rumah itu, jelas dilarang untuk berkomentar tentang keputusan pemilik rumah.

Anak buahnya sangat berharap bisa dilirik oleh Jendra. Sayangnya, Jendra bukan tipe lelaki yang mudah tertarik dengan sembarang wanita. Bahkan butuh waktu tiga tahun untuk membuat lelaki itu bisa memutuskan untuk kembali berhubungan dengan seorang wanita.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Meiriyana
bagus
|•n͜͡k͜͡`
maaf u/ sekelas penulis label platinum ending seperti ini mengecewakan🙏🙏 aslinya bagus cm langsung d hempas minus d endingnya
Katherina Ajawaila
Bener mm Rania, Syahnez ngk salah, udh bagus dapat calon ibu buat mengandung masih ori berpendidikan. malah SMP di buat pelayan. mmg nya Elisa waktu di nikahin juga mah ordinil
ribet aja 🥺 bener mm Rania 😲
Katherina Ajawaila
mesti Elisa sadar diri juga dr kekurangan dia selama 3 thn koma, mana ada laki" yg bisa setia selain laki" itu pastor atau biksu 🤭
Katherina Ajawaila
mau aja Jendar di perad sm adytia, laporin pemerasan biar msk prodeo🤑
Katherina Ajawaila
Syahnez tinggal aja sm mm Rania, toh Elisa ngk pernah kmm Rania dan mm Rania juga ngk suka sm Elisa 😣
Katherina Ajawaila
samgkingnan hot nya Hendra ngk pakai perasaan main tancap gas aja kejadian kan untungnngk keguguran dan gimana tuh Elisa🥺
Katherina Ajawaila
semoga Syahnez bisa tertolong ya thour, kasihan 🤭
Katherina Ajawaila
makanya jd org itu berfungsi apa aja Elsa. jd suami ngk nyimpamg🤑
Katherina Ajawaila
pasti Syahnez lg hamil, so pasti ya thour 🤭
Katherina Ajawaila
kasihan. Syahnez, minta berhenti aja Syan, liana kelewatan mulut nya ikut campur urusan rmh tangga org. ngk pantes x
Katherina Ajawaila
bagus lah Bian, tinggal Syahnez aja yg harus menyadari siapa sebenernya Afitya, kere tapi sombong, sok orkai pada hal mokondo 😡
Katherina Ajawaila
laki" Toxic pada ngk jelas 😲
Katherina Ajawaila
seperti Syahnez hamil makanya Hendra yg ngidam 🤭
Katherina Ajawaila
kamu. suami ngk tau diri enak" an. makan uang lendir ngk malu pecundang.rnjijikan 🤭
Katherina Ajawaila
aditya bangsa makan darah istri suami pecubdangb, kere aja belagu trima situ jablaiimu😡
Katherina Ajawaila
Aditya menang banyak foya" dgn jablai nya dia sama tujh uang" . Syahnez uangnya mending di ksh k. ibu mu aja yg 50 jt.
Katherina Ajawaila
dasar laku" pada buaya, pantes aja julikannya buaya buntung 😣
Katherina Ajawaila
suami durhaka bisa" nya uang hsl jual istri di buat maksiat main. perempuan nakal
😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!