NovelToon NovelToon
Godaan Sang Kakak Ipar

Godaan Sang Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Anak Yatim Piatu / POV Pelakor / CEO / Chicklit
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kitty demplon

Cerita mengandung ***** ******, kisah diambil dari kisah nyata, hanya unsur peran yang sedikit diubah, bukan plagiat ya kakak 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kitty demplon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai ke kantor

Saat sampai di rumah pun alex masih terus membujuk vivi.

tanpa mereka sadar, arini kini tengah menyaksikan drama pertengkaran itu melalui ponsel yang sudah tersambung CCTV.

"kamu itu terlalu banyak alasan lex, mengeluarkan uang buat nasya kamu tidak pernah sayang. tapi untuk ku saja tidak bisa" ucap vivi dengan kemarahan nya.

Alex pun hanya mengacak rambut secara kasar.

"kamu tolong mengerti lah, aku benar benar sedang tidak memegang uang sebanyak itu. jika ada buat apa sih aku menahan nya. kalau untuk masalah nasya, kan arini yang selalu kasih" ucap alex menjelaskan panjang lebar.

"terserah kamu lah! aku capek mau istirahat."

"tunggu vi......" vivi pun terus berjalan ke kamar, tanpa menghiraukan teriakan alex lagi.

arini pun hanya tersenyum miring, tidak menyangka jika alex sampai kalang kabut begitu melihat vivi marah, beda hal nya alex memperlakukan diri nya.

melihat alex akan menuju kamar, arini segera menutup pengintai dari ponsel nya, dia pun tengah pindah ke meja rias seolah tengah sibuk menyisir rambut.

"eh mas, baru pulang? pasti capek banget ya" melihat alex dengan wajah kusut nya.

"lumayan, dek. pekerjaan hari ini menumpuk" jawab nya lesu.

Pekerjaan menumpuk, apa karena kamu di diamkan oleh selingkuhan mu mas? ucap arini bertanya dalam hati.

"ya sudah, sana mas mandi dulu. aku juga ingin ada yang dibicarakan sama kamu."

alex pun langsung menoleh.

"bicara apa dek, besok saja ya! mas capek banget."

"tapi ini penting mas. masalah pengalihan nama itu."

"hah! oke oke, kalau begitu mas mandi dulu ya."

begitu semangat nya alex setelah mendengar hal itu.

hanya butuh waktu lima belas menit, alex pun sudah selesai bebenah diri. kini dia menyusul arini naik keatas ranjang.

tangan nya tengah sibuk membenahi kancing kemeja.

"apa yang ingin kamu bahas dek?" ucap nya membuka obrolan.

arini pun membenahi posisi berbaring nya.

"begini mas! kata notaris, aku perlu turun tangan sendiri untuk mengurus nya."

"maksud nya" alex sama sekali belum paham dengan yang dikatakan arini.

"aku harus terjun ke kantor mas, nanti disana aku akan di pantau kegiatan nya, juga kamu. katanya pengalihan data perusahaan tidak bisa begitu saja di balik nama dengan sembarangan."

alex tentu saja sedikit kaget. arini sudah paham, pasti dia akan kesulitan untuk membagi waktu dengan vivi lagi.

"apa harus itu dek?"

"ya, mas. kalau aku tidak terjun, maka tidak akan segera di urus."

setelah lama berpikir, akhir nya alex pun menyetujui. meski pun keseharian nya di dunia kantor, tetapi bagi alex, dia benar benar buta masalah pemindahan data itu.

"terus kapan kamu akan mulai ke kantor dek?"

"besok mas" jawab arini cepat.

"hah! kenapa harus besok? apa tidak bisa kalau lusa" tentu saja alex panik, karena vivi belum mengetahui nya. bagi alex, semua akan bahaya kalau sampai arini mengetahui nya.

"aku sudah konfirmasi dengan notaris nya, mas. jika besok aku siap kekantor, maka dia akan langsung kesana."

"emm begitu ya! ya baiklah dek kalau begitu."

"besok kita berangkat bareng ya mas! buat ku besok adalah hari pertama aku ke kantor, ya meski pun dulu aku orang kantoran."

"i......iya dek" jawab nya gugup.

Tepat pukul sebelas malam, alex pun mencoba menghubungi nomor vivi, tetapi tidak kunjung aktif. beberapa pesan sudah dia kirimkan, tetapi masih centang satu.

ingin rasanya alex menghampiri ke kamar nya, tetapi dia juga takut, kalau arini sampai tahu.

alex benar benar di buat bingung sendiri, entah harus bagaimana.

Ah, besok pagi pasti vivi juga akan membaca pesan ku. lebih baik aku sekarang istirahat, ucap alex.

Mata yang sudah terasa sangat berat, tak sampai sepuluh menit, dia sudah terlelap, dengkuran halus keluar dari mulut nya dengan nafas teratur.

***

pukul enam pagi, arini pun masih berkutat di kamar menyiapkan keperluan nya ke kantor. tidak seperti biasa yang selalu sibuk di dapur.

di jam tujuh, seisi rumah bersamaan turun ke bawah menuju ke ruang makan.

Bu windi pun membelalakan mata, saat melihat meja makan masih kosong.

"ini kenapa tidak ada makanan apapun. heh arini! kenapa tidak masak. ini lagi, mau kemana kamu pagi pagi sudah berpakaian rapi!" ucap nya sambil melotot.

"loh mas! memang kamu belum bicara sama ibu ya?" bukan nya menjawab pertanyaan mertua nya, arini malah bertanya kepada alex.

"belum sempat, dek. kan kamu memberitahu sudah malam."

"heh, arini! saya yang bertanya, kamu malah mengajak bicara alex, benar benar menantu tak berguna!"

Entah kenapa bu windi tidak menyukai arini, kegiatan arini setiap hari bahkan sampai tidak di anggap. bahkan dia juga tidak menyadari, jika dia hanyalah menumpang di sini.

"bu, sudah. alex memang belum memberi tahu ibu kalau arini mulai sekarang akan ngantor" ucap alex menjelaskan.

"APA!" bu windi dan vivi menjawab bersamaan, mereka benar benar di buat terkejut oleh penjelasan alex.

"kamu jangan bercanda lex! buat apa arini kerja. dirumah juga sudah punya kegiatan" sambung bu windi tak terima.

"bukan tanpa sebab arini ke kantor lagi, bu. tetapi ada yang harus arini selesai kan" jawab arini.

"halah! urusan apa pula. kalau kamu sampai kerja lagi, lalu siapa yang akan bantu ibu membersihkan rumah sebesar ini ?" ucap nya sewot.

"ya ibu saja lah. atau kalau gak, nanti kita bagi tugas. dirumah kan banyak perempuan, jadi sebelum semua berangkat aktifitas harus beberes rumah terlebih dahulu" ucap arini sambil melirik kakak ipar nya.

"ngapain lihatin aku begitu, aku ini disini tamu" vivi seolah tahu jika ucapan arini ditujukan kepadanya.

"ya seharus nya sebagai tamu itu tahu diri, mbak. bukan malah tuan rumah dijadikan babu" arini menjawab dengan santai.

seketika vivi pun langsung terdiam, dia benar benar terpojok tidak bisa menjawab ucapan arini.

kedua tangan nya hanya bisa mengepal.

Sialan, awas saja kamu rin. tunggu semua harta mu pindah ke tangan alex. akan segera ku tendang kamu! batin nya dengan penuh emosi.

"lalu ini, mau sarapan apa?" gerutu bu windi masih kesal.

"roti panggang saja bu, nanti siang kan ibu bisa memasak. atau beli saja didepan."

mau tidak mau mereka pun sarapan roti, bagi alex tidak masalah karena dia pun memang terbiasa sarapan dengan roti.

lagi lagi vivi pun di buat terkejut saat arini akan pergi bersama alex. dia benar benar di buat malu saat arini menegur nya. pasal nya vivi akan menaiki tempat duduk sebelah pengemudi dan arini sudah menyerobot duluan.

"loh mbak kok seperti sudah terbiasa saja berangkat bareng mas alex ya? gak ada omongan main mau masuk saja."

"ah ya itu, rin. kemaren aku sudah bilang sama alex jika mau ikut bareng."

"mbak mau bareng kita ya? kalau mau hayu duduk belakang mbak."

mau tidak mau akhir nya vivi pun ikut bersama mereka.

hati nya benar benar bergemuruh, saat melihat pemandangan di depan nya.

Arini memang dengan sengaja ingin membuat panas hati kakak ipar nya.

dia terus mengajak alex bersendau gurau, sesekali dia akan memegang lengan alex dengan manja.

1
Ulufi Dewi
JANGAN DIGANTUNGIN............. 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Ulufi Dewi
AYO SMANGAT THOR
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Diana Sari
greget bacanya, aku kalau punya mertua gitu udah ku cabein mulutnya
Hendrik Hendrik
jangan sampai pelakor merdeka nanti endingnya
ALin Aries
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!