Lima tahun yang lalu, Alex dipaksa untuk mengorbankan diri demi keluarganya. Lima tahun yang lalu, pemuda dengan masa depan gemilang itu dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri. Tunangan dan orang-orang terdekat berpaling darinya dan melabelinya sebagai aib dari keluarga Wealthy, keluarga terkaya dan paling berpengaruh di dunia.
Namun mereka yang berpaling tidak mengetahui rencana Alex untuk membalas mereka. Dengan sistem dalam kendalinya, ia akan menjadi sosok tiada tanding yang akan menuntut balas kepada mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaze Riku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Cindy segera menggelengkan kepalanya, "Tidak, saya sebagai keturunan wanita di keluarga Wang sama sekali tidak memiliki akses untuk mempelajari teknik ini."
Alex mengerutkan keningnya mendengar ini namun tidak berkomentar apa-apa. Dari jawaban Cindy, ia sudah bisa menebak bahwa keluarga Wang juga memegang prinsip yang sama seperti kebanyakan keluarga lain dalam hal mewariskan pusaka ke keturunan mereka.
Cindy yang masih penasaran pun bertanya lagi, "Brian jika kamu tidak keberatan, bisakah kamu mengajarkan saya sedikit ? Sedari kecil saya hanya menyaksikan kakek dan ayah saya melakukannya dan saya selalu penasaran."
Alex dapat merasakan gadis ini murni penasaran dengan teknik ini. Namun, Alex sama sekali tak memiliki kemampuan untuk mengajarkan gadis ini karena apa yang keterampilan kultivasi tunjukkan hanyalah tingkat tenaga dalam tubuh Paul yang terus merosot dan juga hasil dari keterampilan penilaian. Hal-hal yang terkait pengaturan kadar oksigen dan infus tadi merupakan masukan dari Deep Blue setelah Alex memberikan input terkait kondisi Paul.
"Tentu, namun ini tidak mudah. Anda harus memiliki pemahaman atas qi dalam tubuh seseorang," jawab Alex menggunakan referensi dari novel fantasi timur yang pernah dibacanya dahulu saat sekolah.
Cindy mengerutkan keningnya mendengar Alex membahas tentang qi dan matanya menyipit penuh kecurigaan. Sebagai keturunan dari timur tentu ia juga pernah membaca novel-novel fantasi timur yang selalu mengedepankan kepahlawanan dan penguasaan kultivasi dari orang-orang timur.
"Qi ? Mengapa itu terdengar seperti apa yang ada di novel ?" tanya Cindy sedikit curiga dan Alex segera mengetahui bahwa siasatnya menggunakan referensi dari novel sangatlah salah mengingat lawan bicaranya adalah seseorang yang merupakan blasteran orang timur.
Namun Alex tetap menjaga ketenangannya membalas, "Beberapa hal dari novel juga terinspirasi dari kehidupan nyata."
Pemuda itu tak memberikan kesempatan Cindy untuk membalas dan segera mengusulkan, "Bagaimana jika anda memeriksa dari sisi sains dan ilmiah untuk menilai apakah saran saya tadi tepat ?"
Cindy menerima usulan ini dan mengambil stetoskop dan pulse oximetry. Pulse oximetry ini merupakan alat untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Cara penggunaannya juga sangat simpel, alat ini hanya perlu dijepitkan pada salah satu jari tangan pasien. Selain itu, dengan perkembangan teknologi alat ini juga dapat menunjukkan data detak jantung pasien. Namun, Cindy untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti tetap menggunakan stetoskopnya untuk langsung memeriksa denyut jantung dari Paul. Hasilnya membuat Cindy melongo. Apa yang disarankan Alex benar-benar tepat sasaran!
Semua hasil ini dapat Alex capai hanya dengan memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangan pasien. Metode seperti ini benar-benar mengerikan dan membuat Cindy mengutuk takdir yang membuatnya terlahir sebagai perempuan.
Setelah mengkonfirmasi hal ini, Cindy buru-buru melepas stetoskop dan pulse oximetry dan meminta maaf pada Alex, "Maafkan saya telah meragukan anda Brian."
Alex mengibaskan tangannya, "Tidak ada masalah. Hal ini sudah sewajarnya, saya juga yang dahulu belajar dari universitas sulit menerima sesuatu yang sulit dijelaskan secara ilmiah seperti ini."
Cindy menganggukan kepalanya dengan cepat. Sebelum ia sempat bertanya lebih banyak lagi, seorang staff keamanan membuka pintu tersebut dan menegur mereka, "Apakah ada masalah ? Kalian telah menghabiskan waktu lebih dari 15 menit."
Alex melihat Cindy yang kelabakan karena teguran ini segera menggantikannya untuk menjawab, "Maafkan kami. Saya masih sangat baru di sini sehingga harus merepotkan nona Cindy untuk memperkenalkan alat-alat yang harus saya gunakan pada shift berikutnya. Tolong berikan kami lima menit lagi."
Staff keamanan itu bertukar tatap dengan rekan di sampingnya dan membalas, "Tidak masalah."
Dengan itu, staff keamanan itu menutup pintunya lagi.
Cindy yang melihat bagaimana Alex dapat berprilaku sangat tenang dan dapat mengatur situasi tidak dapat menahan kekagumannya dan rasa bersalahnya, "Maaf Brian karena saya tidak dapat menahan rasa penasaran saya kita menjadi ditegur."
Alex mengibaskan tangannya lagi dan segera menuju ke sisi ranjang rawat Paul, "Itu bukanlah masalah besar. Untuk tidak membuang waktu lagi mari kita atur kembali kadar oksigen dan infus pasien ini."
Cindy buru-buru mengikuti Alex dan membantunya untuk mengganti persediaan oksigen dan infus sesuai dengan dosis yang lebih sesuai. Kali ini Alex tak membutuhkan Deep Blue untuk membantunya menghitung dosis yang tepat karena Cindy dengan telaten melakukannya berdasarkan hasil pemeriksaanya tadi.
Keduanya mengangguk puas dan segera meninggalkan ruang rawat tersebut. Normalnya mereka hanya perlu memeriksa pasien setiap satu jam sekali dan dilakukan secara bergiliran. Namun karena aksi Alex barusan, Cindy memohon untuk mengikuti Alex bahkan saat bukan shiftnya untuk mengamati secara langsung proses Alex memeriksa Paul.
Alex sama sekali tak berdaya untuk menolak gadis ini. Pemuda ini sama sekali tak menyangka usahanya untuk meyakinkan Cindy agar dapat meninggalkan shift gadis tersebut kepada dirinya malah berbalik membuat gadis tersebut memperhatikan tindakannya secara seksama. Oleh karena itu, dalam pengamatan gadis yang cermat ini, Alex tak berani melanjutkan rencananya untuk memasang berbagai perangkat pelacak di ruangan rawat tersebut.
Cindy yang sama sekali tak menyadari niatan dan rencana Alex terus mengamati setiap gerak gerik pemuda tersebut dengan seksama. Tatapan matanya yang biasa lembut berubah menjadi tajam untuk dapat memahami rahasia dari teknik yang tak dapat dipelajarinya karena terlahir sebagai perempuan dalam kehidupan ini. Untuk beberapa shift ke depan, Cindy hanya berani melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan mengamati proses yang dilakukan Alex. Sebagai anggota keluarga Wang yang bangkit karena adanya pembelajaran teknik pengobatan ini, Cindy paham bahwa teknik pengobatan ini tak akan semudah itu untuk diajarkan ke orang lain. Tak berlebihan untuk mengatakan jika Cindy ingin mempelajari teknik ini dari Alex, Cindy harus siap jika Alex mensyaratkan Cindy untuk menikahinya. Tentunya Cindy tak akan menerima syarat ini dan hanya bisa kembali puas dengan pengetahuan medis baratnya.
Pada satu jam terakhir sebelum shift mereka berakhir, Cindy yang tak bisa menahan rasa penasarannya lagi mencoba menyentuh pergelangan tangan Paul dan menutup matanya. Secara samar, gadis itu dapat merasakan betapa lemahnya denyut nadi dari kakek tua ini. Ia berusaha fokus dan terus merasakan denyut nadi tersebut. Namun, sama seperti saat pelajaran olahraga di sekolah dulu, apa yang ia rasakan hanyalah denyut nadi yang samar dan lemah ... bagaimana bisa sesuatu seperti ini bisa digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah lainnya ? Ini benar-benar tidak ilmiah!
Alex juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera memasang alat perekam suara dibalik dipan ranjang rawat Paul. Setelah memastikan bahwa alatnya terpasang dengan baik dan terhubung dengan Deep Blue, Alex dengan puas menyatakan bahwa misinya untuk tidak tidur hari ini sudah sangat sukses. Setidaknya nanti setelah Gwen mengetahui tindakannya malam ini, ia masih dapat memberikan alasan untuk menghindari ceramah dari kekasihnya tersebut.
jelaskan yg penting2 saja jangan sampai panjang2 jadinya percakapannya kuranh