NovelToon NovelToon
Sang Penerus Keluarga

Sang Penerus Keluarga

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Cerita yang mengisahkan perjalanan anak-anak dari keluarga Farda yang kini mulai beranjak tumbuh besar seiring berjalannya waktu dengan cita-citanya masing-masing.

"Alan mawu adi towok ampan, bial bica ekat-ekat wewek antik"

Alan Listyo Farda.

"Membuat bunda bahagia di masa tuanya adalah impianku"

Arnold Listyo Farda.

"Menjadi anak penurut dan selalu ada untuk keluarga"

Anara dan Abella Listya Farda.

Bagaimana mereka bisa menjaga persaudaraan disaat segala permasalahan terus datang? Apalagi dengan perubahan salah satu sifat saudaranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksi Alan 3

Hahaha....

"Lacain tamu, cakit tan?" seru Alan sambil tertawa.

Ternyata Alan menendang tulang kering dari kedua oknum mahasiswa magang yang ada di belakangnya. Setelahnya bahkan Alan juga menggigit tangan mereka karena kesal. Alan tersenyum penuh kemenangan melihat lawannya hanya bìsa mengerang kesakitan.

Andre yang melihat anaknya telah terlepas dari kedua orang pelaku itu tentu saja segera menariknya. Bahkan Andre langsung menyembunyikan Alan dibelakangnya dengan dua orang bodyguard Nenek Hulim menjaganya.

Bahkan Frank dan empat orang bodyguard Nenek Hulim langsung mengamankan dua oknum mahasiswa magang itu. Sedangkan beberapa orang yang termasuk dalam kumpulan mahasiswa magang lainnya akhirnya dipulangkan kembali ke kampusnya.

"Sialan... Kita nggak salah. Kepala sekolah itu saja yang tak becus. Harusnya ayahku yang pantas jadi kepala sekolah di sini," seru salah satu mahasiswa yang diseret paksa oleh Frank.

"Nggak, harusnya ayahku yang pantas." seru rekannya yang berada disampingnya.

Keduanya malah berdebat tak jelas karena ingin orangtuanya sama-sama menjadi kepala sekolah. Padahal sudah jelas kalau orangtua mereka akan terkena imbasnya akibat kejadian ini. Nenek Hulim sebagai penanggungjawab sekolah ini tentu segera memberi perintah pada kepala sekolah untuk memberikan surat pemecatan pada dua orang yang bersangkutan.

"Jangan lupa setelah ini adakan rapat untuk semua karyawan. Entah dari guru, petugas administrasi, TU, dan yang penjaga kebersihan sekalian. Saya akan merombak total semua yang ada di sekolah ini dan siap-siap saja bagi yang main-main dengan saya." ucap Nenek Hulim dengan tegas.

Beberapa guru yang hadir dan kepala sekolah yang ada di sana hanya bisa menelan salivanya kasar. Akibat dari apa yang dilakukan oleh beberapa oknum yang menginginkan kekuasaan dengan cara melibatkan salah satu siswa, membuat semua terkena dampaknya.

"Inat itu. Nenek atu batal pecat talian cemua talo macam-macam. Angan yupa, polici cudah di epan. Ciap-ciap di penjala atau didol," ucap Alan dengan ancamannya.

Bahkan Alan memperagakan dengan tangannya sebagaimana menembak menggunakan pistol. Tentu saja hal ini membuat semua yang ada di sana sedikit terkejut. Raut wajah Alan tak seperti anak kecil karena begitu serius dalam hal menembak. Bahkan Alan juga menyipitkan matanya seakan di depannya itu adalah musuhnya sendiri.

Andre langsung saja mengambil Alan masuk dalam gendongannya. Sedangkan Nadia masih tak menyangka dengan kejadian yang baru saja terjadi. Ia masih terkejut karena alasan mereka melukai anaknya itu ternyata hanya sebuah kekuasaan. Seharusnya tak sampai masuk rumah sakit bahkan sudah lebih dari dua hari anaknya itu belum sadarkan diri.

Sungguh Nadia masih tak terima dan tak masuk di akalnya. Mereka sama sekali tak mempunyai perasaan karena harus mengorbankan nyawa hanya demi kekuasaan semata. Arnold berjalan kearah bundanya yang sedari tadi berdiri mematung. Arnold menggenggam tangan Nadia membuat wanita itu tersentak.

"Terkadang manusia terlalu serakah hingga membuat oranglain terluka demi sebuah keinginan. Padahal apa yang mereka inginkan itu hanya sementara, namun entah mengapa malah seakan diperebutkan," ucap Arnold dengan bijaknya.

"Papa, Nenek... Walaupun kalian mempunyai kekuasaan tinggi, jangan semena-mena ya sama yang dibawahnya. Biar mereka nggak dendam atau iri atas kekuasaan yang dimiliki," lanjutnya sambil tersenyum.

Andre dan Nenek Hulim yang mendengar ucapan Arnold itu menganggukkan kepalanya mengerti. Bahkan Nenek Hulim langsung memeluk cucunya itu dengan erat. Ia takkan pernah menyalahgunakan kekuasaannya ataupun iri atas pencapaian oranglain. Semuanya sudah sesuai dengan porsinya masing-masing jadi tak perlu iri.

"Ayo kita pulang," ajak Nadia yang langsung diangguki kepala oleh keluarganya.

Nenek Hulim meminta setengah bodyguardnya untuk berjaga di sekolah ini. Bahkan mereka juga mengawasi orang-orang yang terlihat mencurigakan. Sedangkan rapat akan diadakan setelah makan siang ini, sehingga Nenek Hulim ingin menjenguk Abel ke rumah sakit dulu. Semua siswa di sekolah itu akhirnya dipulangkan lebih awal karena ada rapat penting itu.

"Tok ni ndak adi ada embak-embakan ya?" tanya Alan dengan penasaran.

"Pelurunya habis, dek." ucap Arnold memberi alasan.

"Mana ada lho talo polici kehabican pelulu," kesal Alan yang merasa dibohongi.

Mereka hanya bisa terkekeh pelan mendengar apa yang diperbincangkan oleh Alan dan Arnold itu. Papa Nilam harus menunggu Nilam untuk pulang dari sekolah, sedangkan Anara kini telah ada di gendongan bodyguard Nenek Hulim. Nadia tak kuat kalau harus menggendong anaknya yang besar itu.

***

"Halo cucu nenek..." sapa Nenek Hulim pada Abel yang masih tertidur di atas brankar tempat tidurnya.

Ah lebih tepatnya Abel masih belum sadarkan diri semenjak operasinya beberapa hari yang lalu. Menurut dokter, ini reaksi yang wajar. Pasalnya operasi besar itu dilakukan pada kepala gadis cilik itu. Yang terpenting, kondisi tubuhnya stabil dan tak mengalami gejala yang membahayakan.

"Nenek datang bawa oleh-oleh banyak lho. Kamu harus segera bangun, takutnya nanti oleh-oleh yang nenek bawa malah disembunyikan sama Alan semua." lanjutnya sambil terkekeh geli.

Nenek Hulim mengelus lembut rambut Abel dengan sebelah tangannya. Sedangkan tangannya yang lain menggenggam erat telapak tangan Abel yang terbebas dari infus. Alan yang tadinya sedang duduk di atas karpet yang ada di ruang rawat inap Abel itu sontak saja berdiri.

Alan mendekat kearah Nenek Hulim kemudian menatap kesal pada Nenek Hulim. Nenek Hulim yang melihat hal itu hanya bisa menahan tawanya. Apalagi melihat raut wajah Alan yang tampak begitu lucu.

"Alan tuh ndak celakah ya, nenek. Alan talo apat oleh-oleh ya agi-agi cama yang lainna," kesal Alan memprotes apa yang diucapkan oleh Nenek Hulim.

"Masa sih? Kok itu makanan yang tadi nenek bawa semuanya sudah ada di depan Alan? Pasti mau kamu sembunyikan ya," tuduh Nenek Hulim sambil menunjuk kearah cemilan yang berada di atas karpet.

"Nenak caja. Dikilana Alan nih batalan muat pelutna talo matan cemuana apa. Nenek angan cuka uduh cembalanan ya, pitnah tuh beldosa." ucap Alan menakut-nakuti Nenek Hulim.

Nenek Hulim begitu senang karena waktunya yang hanya beberapa jam sebelum rapat itu ditemani oleh Alan dan keluarganya. Berada bersama mereka membuat pikirannya itu sedikit lebih santai. Akhirnya dengan pasrah Nenek Hulim hanya menganggukkan kepalanya daripada nanti diomeli terus-terusan.

"Kak Bel, ayo angun. Belain Alan dong. Nenek cuka uduh Alan cembalangan lho ini, Kak Bel ndak kacian apa cama aku?" ucap Alan yang langsung menggoyangkan kaki kakaknya itu.

"Jangan seperti itu, nak. Nanti Kak Abelnya terkejut lho" ucap Nenek Hulim dengan menjauhkan tangan Alan dari kaki Abel.

"Alan kecal. Kak Bel ndak angun-angun" ucap Alan dengan mencebikkan bibirnya.

Nenek Hulim tahu kalau Alan itu melakukan hal ini untuk mengusir perasaan rindunya pada sang kakak. Tak lupa juga dengan mata Alan yang terlihat berkaca-kaca. Nenek Hulim segera menarik tangan Alan untuk masuk dalam pelukannya.

Huaaaa...

1
ceuceu
sebenarnya suka sama alan,tapi ga suka aj ga adab aklaknya minus sm guru oragtua nyaut mulu
ceuceu
udah gitu langsung balik?
ngapain jauh" kabur ke LN cuma sebentar,sayang duit masuk sekolah cuma sehari/Facepalm/
ceuceu
yah klw lamgsung ketemu percuma kabur ke luar negri
ceuceu
Kirain rivan masih dirumah alan,ibunya krja jd Art,taunya udh di LN.
ringgal zunai sm aga yg ga ada kabat ceritanya di novel ini,pdhl papa reza sayang bgt sm zunai.
ceuceu
heran kok andre kurang sayang ya sama alan,pdhl anak kandungnya.
beda perlakuan nya sm alon abel anara dia sayang bgt perhatian.
nikah sm nadia jg krn buat jd babby sister aj andre mah.
ceuceu
hukum di konoha memang bisa di beli.
ga ada alasan wlw di bawah umur anak SMK klw sudah membuat orang kritis harus di penjara.
ceuceu
the best nenek hulim
ceuceu
ga gitu alan ga mikir tindakan nya yg pecicilan ga tau tempat
ceuceu
makanya alan jgn tengil,liat sikon dmn banyak omong tengilnya di terapkan,masa lg di kroyok banyak omong ga liat sekitar
ceuceu
sabar abel menghadapi adikmu yg ajaib/Facepalm/
ceuceu
ya ampun alan gemesin/Drool/
ceuceu
lope sekebon alan/Heart//Rose/
ceuceu
ajaib alan/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
Arnold alan sama" baik ga tegaan jg/Heart/
ceuceu
gemessiin alan/Drool//Grin/
ceuceu
abel wllw ga tinggal bareng sama anet tp ga ambil sifatnya.
anara malah ambil sifat anet
Joe JV BITREXGO
cerita yang menarik dan menghibur...
tetap semangat thor...💪💪💪
Sativa Kyu
👍👍👍
Atze Atze
itu...bunuh saja si Dania... anjing goblok itu . cewek
Atze Atze
iya...ih bukan mahram pegang tangan segala... dalam Islam itu tidak ada pacaran Thor... lebih mendidik kek.. Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!