NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Madu

Terpaksa Menjadi Madu

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Penyesalan Suami / Menikah Karena Anak / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:253.6k
Nilai: 5
Nama Author: sery

Tidak ada yang akan mau menjadi kedua dalam rumah tangga orang lain, apalagi rumah tangga orang yang sangat dikenalnya. Tapi Mikaela terpaksa menjadi yang kedua dalam rumah tangga orang yang dikenalnya tersebut.

Apa yang terjadi?

Apakah Mikaela akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Masa lalu

Happy reading guys

...----------------...

"Aku tidak akan mempermainkannya, bro ," kata Raffi.

"Baguslah! aku akan mendukungmu," kata Antoni.

"Sepertinya sangat sulit untuk mendapatkannya," kata Raffi.

"Jangan patah semangat, Bro. Aku juga menaklukkan sahabatnya, Inara juga sangat sulit. Bukannya yang sulit untuk didapatkan sangat berharga bagi kita . Dan kita harus menjaganya secara hati-hati, agar tidak terlepas dari genggaman," ucap Faiz.

"Betul." timpal Raffi.

"Sekarang kita berteman. Kita harus selalu menjaga perasaan pasangan kita masing-masing," kata Antoni.

Tiga gadis yang berjalan didepan ketiga pria, sesekali mencuri pandang memperhatikan apa yang dilakukan oleh ketiga pria yang ada dibelakang mereka.

"Lihat... Mereka sedang membicarakan apa ? Sepertinya mereka serius sekali bicara?" Kata Inara melihat kebelakang dan melihat ketiganya bicara dan sesekali tertawa.

"Apa mereka membicarakan gadis yang berpakaian kurang bahan itu?" Aira memonyongkan bibirnya menunjuk kearah seorang wanita yang sedang berdiri membelakangi mereka, dan sedikit membungkuk. Sehingga rok mini yang dipakainya sedikit terangkat, mengakibat paha jenjangnya terpampang jelas dilihat.

"OMG... ! Gila... Apa dia mau menunjukkan area terlarangnya?" Mata Mikaela terbelalak menatap wanita tersebut.

"Tidak bisa dibiarkan ini, kita harus membeli kacamata kuda untuk para ketiga pria tersebut," kata Aira.

"Untuk apa berpakaian, jika tubuh yang seharusnya dijaga dari pandangan mata omes terlihat jelas," kata Aira.

Ketiganya berhenti dan menunggu ketiga pria yang masih asyik berbincang dan tertawa sembari berjalan. Ketiganya tidak melihat Mikaela dan temannya berhenti sembari menatap dengan tatapan mata memicing.

"Eem...  " Inara berdehem sembari berkacak pinggang.

"Hei... Ina Sayang, ada apa? Apa sudah letih?" tanya Faiz seraya melangkah mendekati Inara.

Antoni juga bergerak maju menghampiri sang pujaan hati. Raffi tidak mau ketinggalan juga mendekati gadis yang belum bisa diraih hatinya tersebut.

"Apa yang kak Raffi tertawakan?" tanya Mikaela.

"Tertawa? Kapan?" Raffi tidak ngeh dengan pertanyaan Mikaela.

"Kami lihat, Mas Faiz tertawa rame. Apa kalian melihat gadis yang membungkuk, nyaris terlihat area terlarangnya itu?" tanya Inara dengan memicingkan matanya menatap wajah sang kekasih hati. Begitu juga dengan Aira, hanya Mikaela yang tidak. Karena dia merasa tidak mempunyai hubungan yang spesial dengan Raffi, sehingga dia tidak berkewajiban untuk waspada.

"Gadis? Kalian tahu apa yang dikatakan Inara?" tanya Faiz menatap wajah Antoni dan Raffi.

Raffi dan Antoni mengangkat bahu, lalu menggelengkan kepala, menandakan mereka tidak tahu dengan apa yang dikatakan oleh Inara.

"Kalian melihat gadis yang berdiri didepan toko itu tadi kan?" kini Aira yang bertanya, dan ketiganya masih dalam mode kebingungan.

"Toko mana? Apa kalian mau belanja lagi? Ayo... Tangan kami masih sanggup menenteng beberapa barang lagi," kata Antoni.

"Bukan hanya tangan saja. Dompet kami mau kalian kosongkan isinya, kami rela," kata Faiz.

"Mas Faiz kira kami mata duitan? Tidak ya...! Kami punya uang untuk belanja... !" kata Inara.

"Kekasih kita tidak mata duitan, Faiz," kata Antoni.

"Kami tidak mata cuan! tapi kalau mau dibayarin, ya tidak nolak.... !" kata Inara dengan dibarengi tawa kecil dari mulutnya.

"Mas Toni melihat cewek yang bajunya kurang bahan tadi kan? Makanya kalian tertawa gembira?" tanya Aira kembali.

"Gadis baju kurang bahan? Apaan itu? Bagaimana baju kurang bahan?" tanya Antoni yang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Aira..

"Baju yang sobek sana sini. saking pendek bajunya, sampai-sampai terlihat bokongnya." tambah Inara..

"Mas lihat kan?" tanya Aira.

"Pasti! Tidak diragukan lagi. Laki-laki mana bisa menolak pandangan mata, melihat barang mulus," kata Mikaela sembari memberikan tatapan mata yang tajam kepada Raffi.

"Cemburu?" tanya Raffi pada Mikaela.

"Oh... Tidak! Untuk apa aku cemburu? Kita tidak ada hubungan," kata Mikaela. lalu mencebikkan bibirnya.

"Kalau tidak cemburu, untuk apa ditanyakan apa kami lihat atau tidak," kata Raffi.

"El tidak cemburu. Aku cemburu! Mas Toni itu milikku ! Mas harus melihatku saja."

"Betul! Aku cemburu. Mas Faiz tidak boleh melirik cewek lain, titik... !" seru Inara dengan tegas.

"Kami tidak ada melihat gadis yang seperti kalian katakan. Betulkan? apa kau ada lihat Faiz ?" Antoni melihat pada Faiz .

Faiz menganggukkan kepalanya.

"Tidak ada gadis seperti yang kalian gambarkan, kami hanya fokus berjalan. Tidak melihat kiri-kanan," kata Antoni.

"Kami tertawakan duri kami sendiri, kami seperti bodyguard tiga gadis cantik," kata Antoni.

"Kalian berada didepan, kami dibelakang seperti bodyguard," kata Faiz juga.

"Betul? Karena itu?" Inara belum yakin dengan apa yang dikatakan oleh Faiz.

"Betul," sahut Faiz.

Aira menghampiri Antoni dan melingkarkan tangannya pada lengan Antoni. "Begini tidak terlihat seperti bodyguard kan ?" tanya Aira.

Ketika Aira dan Inara mengintrogasi Antoni dan Faiz. Mikaela mengangkat ponselnya yang bergetar dan sedikit menjauh untuk menjawab panggilan telepon tersebut,

"Kalau begini seperti sepasang kekasih " senyuman terukir indah dibibir Antoni. Dia senang dengan apa yang dilakukan oleh Aira, karena saat dia berhubungan dengan Annisa dulu, Annisa tidak mau Antoni dekat-dekat jika berjalan atau bergandengan tangan.

Inara juga mengandeng tangan Faiz, hanya Raffi yang tidak.

"Semangat bro, kau pasti akan bisa mendapatkannya," kata Antoni.

"Pepet terus bro," ujar Faiz.

"Semangat pak !" seru Inara juga, begitu juga dengan Aira memberi semangat untuk Raffi untuk mengejar cinta Mikaela.

Mikaela yang sedang menerima telpon tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Antoni dan Faiz.

Selesai bicara, Mikaela kembali ketempat Aira dan Inara dengan wajah yang terlihat sedih.

"Guys... aku tidak bisa ikut kalian nonton," kata Mikaela,

'Hah... ! kenapa?" tanya Aira.

"Ada apa El? apa ada masalah di toko?" tanya Inara.

"Ada apa Ela?" tanya Raffi yang melihat raut wajah Mikaela tidak secerah tadi, kini wajahnya dibaluti mendung.

"Bunda baru beri kabar, mbak Nisa masuk rumah sakit."

"Nisa." gumam Antoni dalam hati, mengikuti mendengar Nisa sakit.

"Mbak Nisa? Mbak Nisa kan sedang hamil? apa melahirkan?" tanya Inara.

"Ngaco ! Mbak Nisa baru hamil tiga bulan," kata Aira.

"Maaf guys," kata Mikaela.

"Mbak Nisa sakit apa?" tanya Inara.

"Aku belum tahu pastinya, mbak Nisa sakit apa. Aku balik ya," kata Mikaela.

"Ayo aku antar," kata Raffi.

"Kak Raffi tidak mau ikut nonton?" tanya Mikaela.

"Tidak! bisa-bisa aku jadi nyamuk di antara pasangan lagi kasmaran," kata Raffi.

"Bye guys... maaf ya," kata Mikaela.

"Bye.... !" balas Aira dan Inara.

Mikaela dan Raffi bergegas masuk kedalam lift untuk keluar dari dalam mall.

"Bagaimana?" tanya Faiz.

"Bagaimana apanya?" balik tidak Inara.

"Jadi nonton kita?" tanya Faiz.

"Jadilah... sudah sampai sini koq batal. Ayo.... !" Antoni menarik tangan Aira membawanya pergi.

"Mas tidak apa-apa?" tanya Aira saat keduanya sedang membeli tiket.

"Kenapa denganku?" tanya balik Antoni.

"Mbak Nisa.... "

"Dia masa laluku!" potong Antoni.

Wajah Antoni keras, saat menyebut Annisa hanya sebagai masa lalu.

next...

Jangan lupa untuk like komentar dan vote..🙏

1
pena_sf:)
anisa kelewat gelo pasien RSJ
pena_sf:)
nisa orang gila
Evy
Dikira Rafi sudah meninggal.eh ternyata bohong ya...
Evy
Mika jadi janda kembang... semoga nantinya bahagia dan mendapatkan jodoh lagi...
Evy
Akhirnya...
Evy
setelah jadi istri orang kaya...Anisa menjadi sombong dan lupa diri... dari mana dirinya berasal...
Evy
Mungkin Antoni itu kaya..tapi tidak suka menonjolkan diri...mau mencari cinta sejati..jadi selalu hidup dalam kesederhanaan...
Evy
Desain Grafis...
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Miftahul Jannah Maulida
kapan up kak othor ???
Sery: besok KK
total 1 replies
Miftahul Jannah Maulida
belum launching yah kak??? aku selalu menunggu kelanjutan ceritanya yah kak othor....
jangan bikin aku penasaran terus tiap hari buka ini novel 😘😊 di tunggu secepatnya kak
Sery: ntar kk, mau namatkan disebelah dulu, /Pray/
total 1 replies
Rina Yulianti
mana lanjutannya ko ga ada ...judulnyaudah saya ketik tPi ga muncul2
Sery: belum launching kk ✌🏻 istirahat dulu kk
total 1 replies
Mifmif Ainan
di tunggu karya terbaru nya
Rina Yulianti
lanjut thor
Miftahul Jannah Maulida
di tunggu yah kak author novel nya mikaela 🙏🏻🥰
Cici
TRIms Thor. nunggu rilis
Viela
kapan.rilisnya kk
Sery: Nunggu selesai cerita yang aku update di platform sebelah, kak..🙏
total 1 replies
lily
tunggu kelanjutannya
Rina
jangan cepat luluh El
Rully
Tamat? tunggu kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!