NovelToon NovelToon
Gairah Membara Seorang Wanita Simpanan CEO

Gairah Membara Seorang Wanita Simpanan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Kaya Raya / CEO
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Initial Be

"Tandatangani kontrak ini, maka seluruh utang keluargamu lunas dan ibumu akan mendapatkan perawatan terbaik malam ini juga."
Bagi Viona (23 tahun), dunia ini tidak pernah ramah. Demi menyelamatkan nyawa ibunya dari ancaman rentenir kejam, dia terpaksa membuang harga dirinya sedalam mungkin. Di bawah guyuran hujan badai, dia menjual kebebasannya kepada seorang pria asing yang ternyata adalah penguasa bisnis paling ditakuti di ibu kota—Arkan Mahendra (29 tahun).
Arkan adalah pria berwajah dewa yang berhati es. Baginya, Viona hanyalah mainan eksklusif yang dia beli untuk memuaskan obsesi dan gairahnya. Hubungan mereka adalah rahasia mutlak. Di siang hari, Viona hanyalah staf administrasi biasa yang tak terlihat. Namun di malam hari, dia adalah wanita yang terkurung dalam pesona membara sang CEO dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Initial Be, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Jejak yang Terhapus dan Kenyataan di Balik Kegelapan

Malam kian larut saat kereta api ekonomi yang ditumpangi Viona Adeline perlahan bergerak meninggalkan Stasiun Pasar Senen. Bunyi gesekan roda besi dengan rel berdentang ritmis, mengiringi pelarian nekatnya dari ibu kota. Dengan kemeja longgar yang membungkus tubuh rampingnya dan sebuah tas ransel tua di pangkuan, Viona menyandarkan kepalanya pada kaca jendela kereta yang dingin.

Air matanya sudah mengering, meninggalkan jejak perih di pipinya yang pucat. Pikirannya masih berkecamuk hebat mengingat rahasia besar yang baru saja terbongkar. Dokumen di rumah sakit tadi membuktikan bahwa Arkan Mahendra telah merencanakan pertemuan mereka sejak awal melalui surat jaminan utang almarhum ayahnya. Dan yang paling menghancurkan batinnya adalah janin yang kini mulai tumbuh di dalam rahimnya. Dua garis merah di alat tes kehamilan itu menjadi rahasia paling sakral sekaligus paling berbahaya yang harus ia sembunyikan dari sang CEO posesif.

Viona mengusap perutnya yang masih rata dengan tangan yang gemetar. “Aku tidak akan membiarkanmu tumbuh di bawah bayang-bayang pria kejam itu, Sayang,” bisik Viona dalam hati, memantapkan tekadnya untuk menghilang tanpa jejak.

Sementara itu, di lantai teratas Gedung Mahendra Group, badai kemarahan sedang berkecamuk di ruang kerja sang CEO utama. Suasana malam yang sunyi hancur berantakan oleh pecahan gelas kristal yang dihantamkan Arkan Mahendra ke lantai marmer.

Pria berusia 29 tahun itu berdiri di dekat jendela besar dengan napas yang memburu memotong keheningan malam. Rahang tegasnya mengeras sempurna, menampilkan ekspresi frustrasi dan kepanikan yang luar biasa pekat. Di atas meja kerjanya, terletak surat pengunduran diri Viona dan gelang berlian yang dilemparkan wanita itu di lobi kantor sore tadi.

"Bagaimana bisa seorang wanita biasa menghilang begitu saja dari radar kalian dalam hitungan jam?!" bentak Arkan dengan suara baritonnya yang menggelegar rendah, menatap tajam ke arah kepala tim pencari dan sekretaris utamanya.

"Maaf, Tuan Arkan," ucap kepala keamanan dengan menundukkan kepala dalam-dalam, menahan aura intimidasi yang begitu pekat dari sang atasan. "Nona Viona sengaja mematikan ponselnya dan tidak menggunakan rekening bank pribadinya sama sekali. Ia bahkan sudah memindahkan ibunya dari rumah sakit dengan bantuan ambulans swasta yang tidak terdaftar di jaringan rekanan kita."

Arkan mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Sifat posesif dan kontrol isunya yang tinggi runtuh total malam ini. Kepergian Viona secara tiba-tiba membuat ruang penthouse mewah yang biasa mereka tempati terasa sangat kosong dan hampa. Rasa penyesalan yang mendalam mulai merayap di dadanya, mencoreng ego angkuhnya yang selama ini menolak mengakui keberadaan hati. Pria itu memejamkan mata kelamnya, membayangkan tatapan penuh kebencian yang dilayangkan Viona sebelum pergi.

"Cari dia sampai ke ujung dunia sekalipun!" desis Arkan dengan nada suara yang sangat berbahaya. "Kerahkan seluruh informan dan jaringan bisnis kita. Jika ada yang menyembunyikannya... pastikan mereka menerima konsekuensi mengerikan dariku."

Saat tim keamanan bergegas keluar untuk melaksanakan perintah mutlak tersebut, Clarissa tiba-tiba melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah anggun dan senyuman kepuasan yang dingin di bibirnya. Wanita konglomerat itu berjalan mendekati Arkan, mengabaikan pecahan kaca yang berserakan di lantai.

"Kenapa kau masih memikirkan wanita simpanan murahan itu, Arkan?" tanya Clarissa dengan nada meremehkan yang memicu ketegangan konstan di antara mereka. "Dia sudah pergi, dan itu bagus untuk nama baik keluargamu. Sekarang, fokuslah pada konferensi pers pertunangan kita besok pagi. Dewan direksi sudah menyetujui segalanya."

Arkan membalikkan tubuhnya perlahan, menatap Clarissa dengan pandangan sedingin es yang siap membunuh. Langkah kakinya memangkas jarak di antara mereka, memancarkan aura dominan yang membuat senyuman Clarissa mendadak pudar.

"Kau pikir kau sudah menang, Clarissa?" bisik Arkan tepat di depan wajah wanita itu, suaranya terdengar sangat rendah dan mengintimidasi. "Kau sengaja membongkar rahasia dokumen akuisisi itu untuk mengusir Viona. Tapi ingat satu hal... pertunangan ini hanyalah transaksi bisnis di atas kertas. Jika sampai terjadi sesuatu pada Viona karena ulahmu, aku tidak akan segan-segan menghancurkan seluruh aset bisnismu hingga tidak tersisa sepeser pun."

Clarissa tersentak mundur, terkejut melihat bagaimana Arkan begitu terang-terangan membela wanita simpanannya di depan tunangan resminya sendiri. Patah hati dan gengsi membuat Clarissa mengepalkan tangan, menahan amarah yang membakar dadanya.

Hari berganti minggu, dan waktu terus berjalan membawa perubahan besar dalam pelarian Viona. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Viona akhirnya memilih untuk menetap di sebuah kota kecil di luar pulau jawa. Kota yang tenang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota dan jangkauan kekuasaan Mahendra Group.

Dengan sisa tabungan pribadi yang ia miliki, Viona menyewa sebuah rumah kecil berpekarangan asri dan memindahkan ibunya ke klinik perawatan lokal yang lebih terjangkau. Untuk menyambung hidup dan membiayai pengobatan ibunya, Viona mulai bekerja sebagai pembuat kue rumahan, memanfaatkan keahlian terpendamnya. Gaya penampilannya berubah total; ia tidak lagi mengenakan kemeja kerja kantor atau gaun malam mewah pemberian Arkan. Kini ia hanya seorang wanita mandiri berpenampilan polos dengan celemek masak yang menutupi perutnya yang kian hari kian membuncit.

Meskipun hidup dalam ketenangan semu, ketakutan bahwa rahasia kehamilannya akan terbongkar selalu menghantui malam-malam sepinya. Setiap kali ia melihat berita di televisi yang menampilkan wajah tampan Arkan Mahendra sebagai pengusaha sukses, dadanya selalu berdenyut nyeri akibat rasa angst dan patah hati yang belum sepenuhnya sembuh.

Hingga suatu hari, saat usia kandungannya memasuki bulan keempat, sebuah kebenaran baru yang menjadi plot twist paling mengerikan kembali mendatangi hidup Viona.

Sore itu, setelah menyelesaikan pesanan kue, Viona berniat membersihkan kamar ibunya yang sedang tertidur lelap. Saat memindahkan lemari kayu tua, sebuah kotak besi berkarat milik almarhum ayahnya yang sempat ia bawa dari Jakarta tidak sengaja terjatuh, membuat isinya berhamburan di lantai marmer yang berdebu.

Viona berlutut untuk memungut kertas-kertas tersebut. Namun, perhatiannya teralih pada sebuah buku harian usang bersampul kulit hitam milik ayahnya. Dengan rasa penasaran yang membuncah, ia membuka lembar demi lembar catatan harian tersebut hingga matanya terpaku pada halaman terakhir yang ditulis semalam sebelum sang ayah wafat.

Di halaman itu, tertulis sebuah kenyataan yang membalikkan seluruh fakta yang selama ini ia ketahui.

“Maafkan Ayah, Viona... Ayah telah melakukan dosa besar pada keluarga Mahendra. Ayah tergiur keuntungan instan dan melakukan korupsi serta penggelapan dana proyek manufaktur milik Mahendra Group sebesar puluhan miliar rupiah. Ketika aksi Ayah terbongkar oleh Arkan Mahendra, Ayah tidak punya pilihan lain selain menyerahkan aset tanah dan menandatangani surat kesepakatan jaminan untuk menutupi kerugian perusahaan mereka agar Ayah tidak dijebloskan ke penjara. Arkan tidak pernah menghancurkan bisnis Ayah; dialah yang mencoba menutupi aib Ayah dari dewan direksi lain demi menghormati masa lalu hubungan kerja kita. Ayah yang pengecut memilih pergi karena tidak sanggup menahan rasa bersalah ini...”

Buku harian itu terlepas dari genggaman Viona.

Wajah Viona seketika memucat sempurna, dan dunianya seolah kembali runtuh dengan cara yang berbeda. Kebenaran yang sesungguhnya ternyata jauh lebih kelam dari apa yang diucapkan Clarissa di kantor waktu itu. Arkan Mahendra bukan iblis yang menghancurkan keluarganya demi kepuasan pribadi; pria posesif itu justru adalah orang yang menanggung kerugian akibat kesalahan ayahnya dan mencoba menjaga martabat keluarganya di balik ikatan kontrak tersebut. Skenario pertemuan mereka didasari oleh usaha Arkan untuk menagih janji jaminan, namun pria itu memilih memperlakukannya sebagai wanita simpanan eksklusif untuk melindunginya dari kejaran hukum dewan direksi yang ingin memenjarakan seluruh anggota keluarganya.

Rasa bersalah yang teramat besar dan penyesalan mendalam kini berbalik menghunjam jantung Viona secara utuh. Ia telah memaki, membenci, dan meninggalkan pria yang diam-diam telah melindunginya dari balik kegelapan.

Viona mendekap perutnya yang membuncit rapat-rapat, air matanya luruh kembali membasahi lantai. “Ya Tuhan... apa yang telah kulakukan pada Arkan?” tangis Viona pecah dalam kesunyian rumah kecilnya, menyadari bahwa pelariannya kini didasari oleh kesalahpahaman besar yang teramat kejam. Di saat yang sama, ia tahu, takdir di antara sang CEO posesif dan dirinya kini telah terikat lebih jauh melalui kehadiran anak di dalam rahimnya yang tidak pernah Arkan ketahui.

1
Aysah Meta
Ya tuhan Buu..bisanya kau nolak anak mu,Viona!!Banyak hal sdh dia lalui..Krn km,dia melakukan ini semua.
bener sih kecewa sama perbuatan anak,tapi semua itu buat nyambung hidup mu.
Aysah Meta
Akhirnyaa up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!