NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Berbeda

Jiwa Yang Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Denisa Larasati gadis berusia sembilan belas tahun, yang selalu menjadi bahan bulyan oleh semua teman-teman sekolah bahkan teman kerjanya saat ini. Karena ia memiliki tubuh gemuk dengan berat badan tujuan puluh kilogram dan memiliki tinggi badan sekitar seratus lima puluh sentimeter serta wajahnya yang agak berjerawat. Namun itu tak membuatnya insciur sama sekali.

Ia tidak lagi memikirkan bentuk tubuh dan fisiknya karena seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya meskipun hanya sekedar mengagumi.
Berbeda halnya dengan Angela Merkel, seorang gadis cantik berusia dua puluh lima tahun.

Hidup yang sempurna dan glamor tersebut membuatnya menjadi gadis yang manja namun hatinya sangat baik terhadap sesama.

Kesempurnaan tersebut semakin lengkap dengan adanya Alexandra Darbara, kekasih dari Angela Merkel.

Singkat cerita, sebuah kejadian tragis yang melibatkan Denisa dan Angela tersebut membuat jiwa Denisa berpindah pada tubuh Angela.

Lalu bagaimana dengan Angela sendiri?

yuk kepoin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Menyangka

Episode tiga puluh (30)

" Aaaaaaa,,,,,,,, dia!!!"

" Dia kesini pasti mau melamar ku."

" Aaaaaaaa,,,,,, ternyata dia nyata!!!"

Terdengar pekikan-pekikan para wanita di kantin itu yang histeris karena kedatangan Alex ke kampus.

" Gorengan akan membuat wajahmu berjerawat," ucapnya pada Denisa dengan posisi yang masih sama.

" K-kak Alex?!"

Denisa lantas menoleh pada kiri kanannya. Ia baru sadar, ternyata para siswi yang lain banyak yang menatap kagum ke arah Alex. Tentu saja, karena mereka pasti tahu siapa Alex sebenarnya.

Denisa yakin, saat ini Alex pasti merasa tak nyaman karena di tatap sedemikian rupa oleh semua orang. Apa lagi mereka yang tidak makan pun rela datang ke kantin hanya untuk melihat Alex.

Denisa berinisiatif untuk mengajak Alex pergi dari kantin tersebut ke tempat yang lebih nyaman dan sepi.

Ia pun menarik tangan Alex dan meninggalkan kantin kampus. Alex pun menurut tanpa perlawanan, dan bahkan pandangannya tak lepas dari Denisa.

Tak lama sampailah mereka di taman yang tak jauh dari kampus.

Denisa mengajak Alex duduk di sebuah kursi di taman tersebut.

" Kakak kenapa bisa ada di kampus ku? apa sedang ada urusan?" tanya Denisa. Namun sedetik kemudian Denisa tiba-tiba menutup mulutnya seperti orang yang sedang terkejut.

" OMG,,,,,,, apa aku telah lancang membawa kakak ke sini? padahal kakak sedang ada urusan di sana," ucapnya.

Alex lantas terkekeh, dia pun tersenyum dan menatap Denisa.

" Kenapa kau menerka seperti itu? padahal aku tidak mengatakan apa-apa," ucap Alex.

" Aku pikir, begitu. Lagi pula kenapa kakak ke kampus jika tak ada keperluan, benar kan?" ucap Denisa dengan tatapan polosnya.

Alex tersenyum, lalu menunduk dan mengangguk.

" Kau tidak salah, aku ke kampus mu memang ada perlu," jawabnya.

" Kan benar. Pasti aku sudah merusak segalanya ya?" ucap Denisa merasa tak enak.

Alex lantas menggeleng.

" Kenapa begitu?"

" Karena aku perlunya sama kamu."

Nafas Denisa seakan berhenti sesaat mendengar pengakuan Alex. Ia terkejut hingga menahan nafasnya saking senangnya, bahkan hampir saja ia ingin meloncat dari tempat duduknya itu.

" A-aku?" tunjuk nya pada diri sendiri dengan mata berbinar.

Sekali lagi Alex mengangguk dengan wajah meyakinkan.

" u-untuk apa?"

Denisa tergagap dan seakan tak mampu memikirkan apa yang akan ia ucapkan. Bahkan otaknya di buat ngebleng dengan senyuman tulus dari Alex.

Mimpi apa Denisa semalam hingga Alex sengaja ke kampus hanya untuk mencarinya?. Mungkin saat menjadi Angela dulu, Denisa tak terkejut jika Alex sengaja mencarikannya seperti ini. Tapi saat ini dia adalah Denisa, wanita kelas bawah yang bertubuh gemuk dan jauh dari kata sempurna.

Hatinya jadi bertanya-tanya dan sedikit parno. Sebab, tak mungkin Alex mencarinya jika tak ada urusan penting. Tadinya dia juga berpikir bahwa Alex menemuinya karena kemaren sempet berkenalan dan mungkin hanya sekedar menyapa saja.

Apa Denisa berbuat kesalahan ya? pikir Denisa.

" Tidak untuk apa-apa."

" Hah?!"

Denisa ternganga karena tak mengerti. Keningnya juga berkerut heran.

" Lalu?"

" Karena aku sedang membutuhkan mu saat ini," jawab Alex dengan suara lirih, namun masih dapat di dengar oleh Denisa yang jaraknya memang tak begitu jauh.

Denisa mematung untuk sesaat. Ia seakan masih mencerna setiap ucapan Alex.

(Apakah aku tidak salah dengar? atau saat ini aku sedang bermimpi? Hahhh,,,,,,,,aku tidak menjadi Angela lagi kan seperti kemaren?! gawat!!)

Denisa segera melirik tubuhnya untuk memeriksa apakah dirinya bertukar jiwa kembali dengan Denisa.

Denisa menghembuskan nafas lega karena ternyata pemikirannya salah.

Hatinya semakin bertanya-tanya, kenapa Alex mengatakan itu padanya. Denisa pun sampai tidak sadar kalau dia mengeluarkan ekspresi lucu karena sedang berbicara dalam hati, dan itupun di perhatikan oleh Alex tanpa Denisa ketahui.

( Hah,,,,,,,tapi kenapa kak Alex mengatakan itu padaku? dia tidak sedang demam kan?)

Tiba-tiba Denisa melirik ke arah Alex dengan sorot mata tajamnya, lalu menempelkan telinganya di kening Alex untuk memeriksa suhu tubuhnya.

Alex menatap heran pada Denisa yang bersikap aneh itu, alisnya sampai bertautan dengan satu sama lain.

" Tidak panas," ucapnya.

" Memangnya saya kenapa sampai di periksa begitu?" tanya Alex heran.

" Takutnya kakak sedang sakit."

" Kenapa begitu?"

" Ya,,,,,aneh saja. Kenapa kakak membutuhkan ku dan bukan Angela saja?" ucapnya tertunduk malu sambil memainkan jemarinya.

" Memangnya tidak boleh?"

" Bukannya tidak boleh, tapi kan kita juga baru kenal," ucapnya dengan wajah polosnya.

" Yakin kalau kita baru kenal?" ucap Alex sambil memicingkan matanya.

" Aku memang sudah lama kenal dengan kakak, tapi kan kakak baru kenal dengan ku kemaren."

Alex menyeringai, lalu menatap lurus ke depan.

" Siapa bilang? kita sudah lama kenal kok," jawabnya.

" Hah?!!"

Alex tersenyum dan menatap kembali ke arah Denisa.

" Bukankah kau yang meyakinkan ku, bahwa jiwa mu dan jiwa Angela tertukar? jadi,,,,,, aku harus percaya atau tidak tentang hal itu?"

" A,,,,,,,,emmm,,,,, jadi kakak masih meyakini bahwa aku ini Angela?"

Denisa tergagap, ia pun menjawabnya sambil tertunduk.

Di luar ekspektasinya, ternyata Alex malah menggeleng. Dan itu artinya Alex mengetahui bahwa jiwa mereka sudah kembali pada tubuh masing-masing.

" Aku tau, kalian sudah pulih," jawabnya.

Denisa menatap terkejut pada Alex.

" Dari mana kakak tau?"

" Dari sifat dan panggilan kalian yang membedakannya."

" A,,,,,A,,,,,, la-lalu, kenapa kakak malah mencari ku, dan bukan bersama Angela? bukankah dia sudah kembali sekarang?"

Pertanyaan itu terulang kembali. Entah mengapa rasanya begitu sakit setiap mengucapkan nama Angela dan menyandingkannya dengan nama Alex.

Alex tertunduk sedih, lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskan nya dengan kasar.

" Aku mempunyai masalah dengan Angela, dan saat ini aku sedang membutuhkan mu. Jangan tanya apa alasannya, yang jelas saat ini aku sedang membutuhkan pelukanmu, boleh kan?" mohon Alex.

Seolah terhipnotis, Denisa pun mengangguk tanpa syarat.

Seolah mendapat angin segar dari Denisa, Alex pun segera memeluk Denisa. Sedangkan Denisa sendiri masih tak bergeming. Matanya tak berkedip seolah masih tak percaya dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

Sedangkan di apartemen Alex, Angela seakan tak bisa di kendalikan. Ia mengamuk dan melemparkan semua barang-barang yang ada di kamarnya ke sembarang arah. Tak jelas apa penyebab Angela seperti itu. Tadi setelah tak lama Alex pergi, Angela langsung berteriak histeris dan melemparkan barang-barangnya. Dia tak mengatakan apapun selain berteriak tak jelas.

Ansel, Septian dan yang lainnya sampai bingung mengatasinya. Jeje pun sampai menangis ketakutan karena melihat Angela seperti orang yang sedang kesurupan.

Ansel sudah menelpon Alex beberapa kali, namun tetap tak ada jawaban dari yang bersangkutan. Entah apa yang dilakukannya sampai tak mendengar dering ponselnya sendiri.

" Kamu dimana sih bang? angkat telponnya!!"

Ansel menggerutu dan sangat kesal terhadap Alex yang tak mau mengangkat ponselnya.

Ansel sudah kehabisan akal untuk menghubungi Alex, dia pun mencari kontak Dokter pribadi dan menghubungkannya.

Tak lama Dokter yang mereka hubungi pun tiba. Dokter Iwan segera menyuntikkan obat penenang kepada Angela, dan tak lama setelah itu Angela tak sadarkan diri.

Semuanya bisa bernafas lega sekarang. Namun berbeda dengan Ansel yang masih sangat kesal terhadap Alex. Ia berniat setelah Alex pulang nanti, dia akan memberinya pelajaran.

" Lihat saja kau bang!!" ucapnya sambil meremas tangannya hingga nampak urat-urat tangannya.

1
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
ada dua setrep, gunakan yang ini - jangan ini _
Shizi🦁🦁
kata namun jangan di letakkan di tengah, bisa ganti tapi ya beb, kita sama2 belajar.
Shizi🦁🦁
usahakan dalan 1 paragraf, jangan ada dua kata yang sama, kalau gak penting.
Bulan Rindu
Terimakasih banyak say🥰.
Bulan Rindu
🤣🤣 mirip siapa hayo 😂
Lina Zascia Amandia
Wkwkkww mirip siapa ya aktor Korea yg rambutnya gondrong.... sy lupa nama tp ingat wajah.... orangnya macho...
Lina Zascia Amandia
Wahhhhh sudah bagus dr tata bahasanya sama tanda baca setelah dialog tag..... semakin terasah Kakak inj...... keren.... ceritanya juga menarik
Bulan Rindu: Terimakasih🥰🥰❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
semangat...
Shizi🦁🦁
iklan mendarat
Shizi🦁🦁
"Apa yang terjadi, Angel?"

semangat beb, sedikit masukan
Bulan Rindu: Makasih masukannya beb❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Semangat Othor... jgn kendor up date biar cpt naik lencana..
Bulan Rindu: siap🥰.
Makasih udah mampir ❤️
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Aduhhhh bertengkar nih Ayah Bapak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!