Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah Keluarga yang pindah kewarganegaraan, karena sebuah pekerjaan yang berada di Indonesia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan 2
Maudy hanya menjadi nyamuk mengikuti kakaknya, sedangkan Deenra dan Aergul asik berdua memilih undangan dan gaun.
Sesekali Deenra menatap Aergul yang sedang fokus pada gambar gaun.
"Uhukkk" suara batuk Maudy
"Sen hastasın tatlım?" tanya Aergul khawatir pada Maudy
(Kamu sakit, sayang?)
"Hayır abla, sadece boğuluyorum" jawab Maudy nyengir
(Tidak kak, hanya tersedak saja)
Deenra tau adiknya hanya pura-pura batuk untuk mencari perhatian
"Ilık su istersen, senin için getiririm" ucap Aergul menatap Maudy
(Kamu mau air hangat, akan kakak ambilkan)
"Maudy suyu kendisi getirebilir mi?" tanya Maudy
(Boleh Maudy yang ambil sendiri airnya)
"Lütfen burası sizin de eviniz yani izne ihtiyacınız yok yetki tamamen sizde" jawab Aergul senyum
(Silahkan, ini juga rumah mu, jadi kamu tidak perlu izin, kekuasaan sepenuhnya ada pada mu)
Maudy meninggalkan kakak-kakaknya, dia juga mulai bete, kakaknya ini seperti sengaja mengulur waktu agar bisa berlama-lama dengan Aergul.
"Sengaja banget dia, pakai dilamain pilih undang" ucap Maudy cemberut kesal
...*****☟☟☟*****...
Maudy mengambil minum di dapur dan bertemu dengan mama nya Aergul yang sedang menyiapkan makanan, dan Maudy pun ikut membantu.
"Call your brother here, we have lunch together" ucap mama Aergul
"Okay ready auntie" jawab Maudy
Tiba lama kemudian, papa nya Aergul datang dan ikut bergabung untuk makan siang bersama.
Keluarga Aergul selalu menyempatkan makan bersama, walaupun lagi banyak pekerjaan sekalipun.
"When are you trying on the wedding dress?" ucap papa Aergul
"Mama asked for their time the day after tomorrow" sahut mama Aergul
"Whenever Deenra is ready" jawab Deenra semangat
Maudy yang melihat tingkah kakaknya diluar kebiasaan dia, hanya menatapnya dengan malas.
"What's wrong with you, Maudy?" tanya papa Aergul senyum
"Nothing, now I know what it's like when we're in love, from the first meeting, you always smile and that smile is very strange to me" jawab Maudy jujur
Papa Aergul dan istrinya hanya tertawa menanggapi ucapan Maudy.
Selesai makan siang bersama, papa Aergul kembali bekerja, dan Deenra berdiskusi dengan Aergul.
Kalau ditanya mana Maudy, dia izin untuk menemani mama nya Aergul membuat kue, untuk cemilan.
"Benimle evlendikten sonra Endonezya'da yaşamak ister misin?" tanya Deenra serius
(Apa kamu bersedia tinggal di Indonesia setelah menikah dengan ku?)
"Her zaman kocamın nerede yaşayacağını takip etmeye çalışacağım, neden herkes bunu soruyor?" jawab Aergul ikut bertanya
(Aku akan selalu berusaha untuk mengikuti kemana suami ku akan tinggal, kenapa semua orang selalu bertanya begitu)
"sadece rahatsız olmandan korkuyorum" sahut Deenra
(Aku hanya takut kamu tidak nyaman)
"Bu doğal bir şey değil mi, özellikle de burada ilk kez yaşadığım için." jawab Aergul
(Bukan kah itu hal wajar, apalagi aku juga pertama kali tinggal disini)
"Rahatsız olursanız, lütfen hemen bana bildirin, sizi her zaman Türkiye'ye de götüreceğim" ucap Deenra serius
(Apabila kamu sudah tidak nyaman, tolong langsung info ya, aku juga akan selalu membawa mu untuk berkunjung ke turki)
"Evet, fazla endişelenme" jawab Aergul tersenyum
(Iya, jangan terlalu khawatir)
"Lama-lama aku pingsan lihat senyum nya itu" ucap Deenra pelan tapi masih bisa di dengar oleh Aergul
"Yarından itibaren Endonezce çalışacağım, daha sonra günlük hayatımızda İngilizce veya Türkçe kullanmak zorunda kalırsak özür dilerim" tutur Aergul masih melihat beberapa majalah gaun pengantin
(Aku akan belajar bahasa Indonesia mulai besok, maaf jika nanti keseharian kita pasti memakai bahasa Inggris atau bahasa turki)
"Endonezce öğrenmek istiyorsan bu iyi bir fikir, günlük dil için hangi dili kullandığın önemli değil" jawab Aergul
(Itu ide yang baik kamu mau belajar bahasa Indonesia, untuk bahasa keseharian tidak masalah pakai bahasa apa saja)
Waktu semakin sore, Maudy merengek minta pulang, dia mulai bete karena diabaikan oleh kakak dan calon kakak iparnya.
Deenra pun terpaksa menyetujui keinginan adiknya, dari Maudy ngambek lebih repot membujuk nya.
Setelah berpamitan pada keluarga Aergul, Deenra mengajak adiknya ke salah satu mall terkenal di jakarta.
"Untuk apa kita kesini?" tanya Maudy bingung
"Kita mau kencan" jawab Deenra senyum
"Kencan apaan" ucap Maudy tidak paham
"Kakak tau kamu kesal dan merasa diabaikan tadi, makanya kakak ingin mengganti kesalahan kakak dengan cara mengajak kamu kencan" jawab Deenra selalu tersenyum pada adiknya
"Siapa yang tidak badmood, kalian bermesraan aku hanya gigit jari" ucap Maudy cemberut
"Kita akan selalu menghabiskan waktu bersama sebelum kakak resmi menikah, kakak juga takut waktu kakak tidak banyak dengan mu, apalagi kakak juga akan kuliah keluar bersama Aergul" jawab Deenra menggandeng tangan adiknya
"Tapi kakak harus tetap sayang pada ku jika sudah menikah" ucap Aergul
"Kasih sayang dan cinta kakak tidak akan pernah luntur untuk mu dan juga mama, jangan cemas" jawab Deenra
Deenra mengajak makan malam ditempat yang indah bersama Maudy, kenangan seperti ini akan selalu ada di dalam ingatan.
Setelah puas kencan bersama, mereka kembali kerumahnya, waktu juga sudah semakin malam.
"Kalian darimana saja?" tanya mama Deenra
"Habis menghabiskan waktu bersama" jawab Deenra senyum
"Anak mama jadi murah senyum semenjak dijodohkan" ucap mama Deenra mengelus kepala anaknya
"Itu karena dijodohkannya dengan kak Aergul, coba dengan wanita lain, belum tentu kakak sering senyum begitu" sahut Maudy
"Pintar sekali, jawaban mu" ucap Deenra tertawa
Beberapa hari sudah berlalu semuanya melakukan aktifitas seperti biasa, Maudy mulai sibuk untuk mencari sekolah untuk melanjutkan pendidikannya, Deenra pun sama sibuk mengurus pendaftaran kuliah serta pernikahan yang hanya beberapa hari lagi
Semua dijalani dengan rasa syukur, dan masalah pun kadang datang silih berganti.
Aergul juga sudah mulai paham sedikit beberapa kata bahasa Indonesia, awalnya Aergul sangat kesulitan tapi dia memiliki keinginan yang tinggi untuk belajat agar bisa mengimbangi suaminya.
Mama dan mama nya Aergul sibuk mencicipi makanan untuk acara pernikahan anak tersayangnya.
Kalau papa dan papa Aergul seperti biasa hanya sibuk bekerja, dan menyerahkan semua urusan pada sang istri.
Deenra dan Aergul akan menggelar acara pernikahan disalah satu ballroom hotel, dekorasi yang dipilih perpaduan jawa dan modern.
Aergul tertarik melihat gaun-gaun adat jawa dan dia penasaran ingin menggunakannya di hari spesial.
Deenra tidak banyak komentar, dia senang jika Aergul tertarik dengan seni dan budaya Indonesia.
Keluarga besar yang dari Turki dan beberapa negara lainnya sudah mulai berkunjung ke Indonesia, mengingat pernikahan hanya tinggal hitungan hari saja.
Deenra dan Aergul pun sudah dilarang keluar rumah untuk berpergian, tidak lupa juga Deenra sudah memberitahu sahabatnya tentang hari pernikahan mereka.
Ali, Gunawan dan Rudy akan menjadi pagar bagus, kalau bahasa Indonesianya.
...*****☛☛☛*****...
...Bersambung🙏😊...
bs memainkan berbagai macam akat musik
mang olang kaya gk kaleng2an , buat les main alat musik sekali pertemuan aja 500rb, begitu mudah y buang uang