Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Anthony Versus Piere
"Mbah Dini mau tanya...mengapa sejak datang kemarin hingga kini Dini sama sekali tidak mendengar suara azan berkumandang di tempat ini??" kata Dini.
Juan juga baru menyadari pertanyaan kakaknya seputar suara azan itu.
Suara azan hanya berkumandang terdengar dari kejauhan di luar hutan pinus...tapi di sekitar lingkungan mereka tak mendengar suara azan sama sekali.
"Di sini sudah berkali direncanakan untuk di buat mushola hanya dananya belum terealisasi, lagi pula warga di sini masih sedikit, kebanyakan mereka tinggal di luar hutan pinus." Bisik si embah.
"Cepatlah azan...supaya mereka cepat pergi dan mamak, mbah lanang serta Sifa cepat kembali!!" kata Juan.
"Mbah sejak kapan teror seperti ini berlangsung??" tanya Dini.
"Sepertinya sejak pak RT yang dulu meninggal dunia, lalu kini kedudukan RT digantikan oleh pak Tabrani, hanya saja pak Tabrani dan istrinya sekarang sering kekota mengurus bisnis mereka di sana." Kata embah.
"Ada berapa kepala keluarga di desa ini mbah??" tanya Juan.
Sepertinya kurang lebih sepuluh atau dua belas kepala keluarga deh dan rumah mbah ini yang paling jauh karena saat dulu datang kemari, mbah sama mamak kamu dapatnya ya di sini, lalu mamak kamu mendapat pekerjaan di kota, akhirnya kalian semua ikut dengan mamak kalian!!" kata si mbah.
"Allahu Akbar Allahu Akbar....!!"
"Alhamdulillah....suara azan sudah berkumandang dari kejauhan mbah...subuh telah tiba itu artinya mereka semua telah pergi!!" kata Dini.
Mereka kembali mengintip keluar rumah dan benar saja, di luar sudah sepi tak ada mahluk menakutkan yang berkeliaran lagi.
"Kita Sholat dulu yuk...sholat berjamaah, Juan jadi imamnya ya!!" kata mbah yang dibalas anggukan kepala oleh Juan.
"Sudah azan nak Bian, kita sholat berjamaah dulu ya...baru kami semua pamit pulang!!" kata paman Said.
"Baik paman, ayo!!" kata Bian.
Karena Naomi dan Piere bukan seorang muslim jadi mereka menunggu di luar.
Sifa menangkap kegelisahan dari gerak gerik Piere sejak terdengar suara azan tadi.
"Anthony kamu pergilah dulu!!" kata Sena pelan dan di tanggapi oleh anggukan kepala oleh Anthony.
"Kamu istirahat saja di kamar ya...aku akan buang air kecil dulu!!" alasan Piere pada Naomi lalu dia pergi keluar lewat pintu dapur.
"Takut juga mahluk sepertimu mendengar suara azan itu??" sapa Anthony tiba-tiba sudah ada di belakang Piere.
"Aku putra raja kegelapan tak pernah takut pada apapun!!" geram Piere menatap Anthony dengan pandangan sinis.
"Aku tidak memberi tahu tentang siapa kamu kepada Sena dan lainnya bukan karena aku takut padamu atau kepada ayahmu, tetapi karena aku tidak ingin melanggar kesepakatan antara bangsamu dan roh seperti kami untuk tidak saling mencampuri urusan satu dengan yang lain!!" jawab Anthony memandang tak kalah tajam pada Piere.
"Dengar Anthony, dulu seratus tahun yang lalu ayahku pernah membuatmu mati, dan jangan sampai kini ayahku akan membuatmu musnah kembali untuk selamanya!!" kekeh Piere.
"Ayahmu membuatku mati dengan curang, memfitnah bahkan mengejarku dengan bantuan cecunguk-cecunguknya, karena ayahmu hanya seorang pengecut!!" kata Anthony.
"Jaha*nam!!" rutuk Piere sangat marah mendengar Anthony menghina ayahnya.
"Lho kok marah??? memang begitu kenyataannya??" kata Anthony semakin membuat Piere bertambah marah.
"Diam kamu roh bang*sat atau aku yang akan memusnahkanmu!!" kata Piere marah sekali.
"Oh ya?? memusnahkan aku?? sungguh?? atau hanya omong besarmu saja!!" ejek Anthony.
"Betul-betul kamu ya Anthony!! kamu membuatku marah dan muak, dasar roh busuk!!" hujat Piere.
"Mungkin aku hanya roh...tapi setidaknya aku tidak busuk seperti kalian dari dunia kegelapan, kamu, ayahmu dan kelompokmu, menyebar teror meminta tumbal, kalian mengabulkan permintaan dan akhirnya kalian memanfaatkan mereka untuk membawa tumbal sebagai persembahan!!"
"Walaupun aku hanya roh, aku tidak pernah menjahati siapapun, tidak pernah menyakiti dan melukai siapapun karena kita memang berbeda, semasa hidup aku dilahirkan dan di besarkan di lingkungan yang baik dan di kelilingi oleh orang-orang yang baik bahkan matipun jika bukan karena perbuatan ayahmu, aku tidak akan.mati dengan cara seperti ini."
"Tetapi sebaliknya dengan ayahmu, semasa hidup kejahatan dan kekejamannya sudah seperti iblis bahkan dia sampai rela menggadaikan dan menyerahkan jiwanya menjadi pengabdi iblis dan rupanya semua sepak terjangnya menurun kepadamu, Piere!!" kata Anthony panjang lebar.
Ha...ha...ha
"Wajar kami meminta tumbal dari semua yang telah kami kabulkan untuk setiap permintaan mereka maka kami meminta tumbal sebagai korban persembahan dari mereka."
"Karena kebanyakan mereka yang mengikuti kami adalah manusia-manusia serakah yang haus akan harta dan kekuasaan." Kata Piere sambil tertawa bangga.
"Dasar iblis...kalian mengiming-imingi mereka dengan janji manis dan kemudian semakin kalian sesatkan langkah mereka."
"Ya iyalah...pada dasarnya sifat manusia yang utama itu adalah serakah dan kami hanya memanfaatkan kelemahan mereka itu untuk menjadi kekuatan kami agar kami semakin mempunyai banyak pengikut."
"Dasar iblis...aku tidak peduli dengan semua yang telah kalian perbuat, tetapi jauhi Sena dan keluarganya atau aku sendiri yang akan menghancurkan kalian!!" geram Anthony.
Plok...plok...plok
Besar sekali nyalimu berkata seperti itu, apakah kamu tidak takut kami memusnahkanmu?? sehingga kamu tak bisa lagi bersama dengan kekasihmu baik yang dulu ataupun kekasihmu yang sekarang??" seringai mengejek Piere.
"Sudah kubilang jangan ganggu dan jauhi kekasihku juga keluarganya, kau dengar??" teriak Anthony lalu menyerang Piere.
Wushhhh...braak
Piere yang dalam keadaan belum siap saat mendapat serangan seperti itu tentu saja sangat kaget dan juga marah besar saat sosoknya terlempar menghantam pohon besar di belakangnya.
"Roh salah kaprah...kamu mau cari gara-gara denganku?? boleh!!" kata Piere bangun dari jatuhnya dan langsung menghantam Anthony dengan sinar hitam dari telapak tangannya.
Tetapi Anthony yang sudah siap sedari tadi melesat cepat dan tau-tau sudah berada di depan wajah Piere lalu....
Plak...
Anthony menghantam dengan telak wajah tampan Piere hingga pemuda iblis itu berteriak antara sakit dan marah.
"Sial kamu roh kepa*rat...tunggu pembalasanku!!" teriak Piere dengan kemarahan yang luar biasa.
Tetapi belum sempat dia melancarkan serangannya untuk membalas Anthony...
"Piere...Piere...kamu di mana??" terdengar suara teriakan Stella dan Naomi mencarinya.
"Gadis-gadis manusia sialan...mengganggu saja kerjanya mereka ini!!" kata Piere bertambah marah.
Anthony yang melihat itu hanya tertawa mengekeh.
"Kamu dicari oleh para kekasihmu, mau kamu apakan mereka berdua?? mau kamu hamili supaya pengikut kalian bertambah banyak??" ledek Anthony lalu melesat pergi meninggalkan Piere kembali ke rumah pak RT untuk menemui kekasihnya.
"Piere...kamu kenapa?? Apa yang terjadi sama kamu??" tanya Naomi sambil berlari lalu memeluk kekasihnya sementara Stella memandang tak suka pada kelakuan Naomi yang menurutnya terlalu lebai
Stella adalah adik sepupu dari Naomi, entah mengapa sejak pertama dia melihat Piere itu ada rasa tak suka di hatinya pada pemuda itu, batinnya menangkap ada sesuatu yang tak beres pada pemuda itu tetapi dia tidak tau itu apa.
Mereka berdua memang berlainan keyakinan. Orang tua Stella seorang muslim tetapi tidak membuat kedekatan mereka terganggu justru mereka saling menyayangi dan Stella tak ingin kakak sepupunya itu jatuh cinta pada pemuda yang salah, itulah sebabnya dia selalu ketus pada orang lain jika itu berhubungan dengan sepupunya seperti keributan kecilnya dengan Sifa pada malam menjelang subuh tadi.
*
*
***Bersambung....
Halo-halo reader...ayo monggo mampir dan dibaca novelku ini dari bab satu di jamin seru ya😊😊 jangan lupa dukungannya ya🙏🙏