Bagas Pramudya telah menyukai Kinanti semasa mereka masih duduk di bangku SMA di kampung halaman mereka.
Setelah mereka berpisah dan sama sama sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Bagas rupanya masih menyimpan rasa pada Kinanti. Meski Bagas sudah tau semua kisah hidup sahabat karibnya tersebut.
Gigih dengan cintanya pada Kinan. Bagas meyakinkan Kinanti agar mau menerimanya setelah ia tau kini Kinan telah sendiri.
Sedangkan Kinan sendiri masih dalam rasa trauma menjalani kehidupan rumah tangganya setelah gagal dengan pernikahannya yang pertama.
Bagaimana Bagas meyakinkan Kinan untuk mau menikah dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat tulus Bagas
"Tujuanku memilihmu adalah karena kita sudah tahu satu sama lain. Dan terlebih aku ingin melindungi mu. Dan menjagamu dengan keikhlasanku. Karena kamu sangat berarti bagi diriku Kinan." Bagas berucap dengan begitu serius pada Kinan.
"Dan Shafira, dia masih kecil. Dia juga masih membutuhkan figur seorang ayah. Meskipun aku bukan Ayah biologisnya. Aku siap untuk menjadikan figur Ayah untuk Safira. Dia anak yang baik, anak yang sangat lucu dan juga pintar. Aku sangat kasian dalam usianya yang masih masih sangat muda, masih anak anak, tapi dia sudah tidak bisa mendapatkan kasian sayang dari ayah biologisnya."
"Terima kasih untuk semua kebaikan yang sudah kamu berikan kepadaku Bagas. Aku tahu niatanmu itu sungguh mulia, dan aku sangat mengapresiasinya."
"Semua orang pasti akan berusaha dan merencanakan semua yang terbaik bagi diri mereka masing-masing. Bagiku merencanakan masa depan bersamamu adalah pilihanku. Aku sangat berharap Kinan."
"Aku sudah kenyang. Hari ini aku berniat untuk ke makam bapak dan ibu. Jadi aku mohon pamit ya, terima kasih untuk sarapannya." ucap Bagas sambil pamitan.
Kemudian ia berdiri untuk pamitan kemudian Kinan pun ikut berdiri dan mengantarkan Bagas sampai ke pintu.
Sepeninggal Bagas dari rumahnya. Kinan semakin deg-degan dan juga was-was. Hampir saja ia tadi mengutarakan tanggapan atas semua yang sudah ia pikirkan semalaman.
Bukannya Kinan belum yakin, hanya saja keberaniannya belum siap untuk menyatakan apa yang sudah ia pikirkan kepada Bagas tadi.
Saat hatinya sudah menyatakan bahwa ia mau menerima lamaran Bagas dan siap untuk menjalani rumah tangga bersamanya. Tapi bibirnya sepertinya masih tertutup rapat dan belum kuasa untuk mengutarakan isi hatinya.
"Kenapa aku jadi segugup begini sih. Tidak biasanya aku menjadi segugup ini berada di depan Bagas. Biasanya aku menjadi orang yang sangat terbuka dan bisa bercanda pada Bagas. Tapi sekarang kenapa aku jadi segan padanya."
"Jika aku sampai menolaknya, aku benar-benar menjadi orang sangat bodoh. Jika aku menolaknya pasti bapak dan ibu akan merasa sangat kecewa padaku. Sebenarnya sudah tidak ada alasan bagiku untuk menolak Bagas. Tapi jujur saja, rasa ketidak enakan ku padanya begitu besar. Dan aku masih merasa minder terhadap Bagas."
"Sore ini Bagas mau balik lagi ke Jakarta. Apa yang harus aku lakukan. Apa sebaiknya aku segera memberitahu Bagas tentang keputusanku."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di sebuah tempat pemakaman umum. Bagas yang pada hari itu berniat untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya menaburkan bunga dan juga mengirimkan doa kepada kedua orang tuanya.
Selain mengirimkan doa dan juga menaburkan bunga ke makam kedua orang tuanya. Bagas juga membersihkan beberapa rumput liar yang saat itu mengelilingi kuburan kedua orang tuanya.
Ini adalah tahun ke 5 Bagas kehilangan kedua orang tuanya dalam tragedi kecelakaan yang menimpa Bapak dan ibunya ketika itu.
Menjadi seorang yang sebatang kara tidak lantas membuat Bagas menjadi hancur saat di tinggal kedua orang tuanya.
Bagas tumbuh menjadi seseorang yang tegar yang dan begitu bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.
Walau di lubuk hati yang paling dalam. Bagas sebenarnya begitu merasa kesepian dengan kehidupannya.
Tetapi kedekatannya dengan orang tua Kinanti membuat hidup Bagas merasa lebih berarti karena sosok kedua orang tua Kinanti sudah Bagas aanggap sebagai orang tua sendiri.
Sebab itulah Bagas begitu berusaha dan berjuang untuk bisa mendapatkan hati Kinan. Agar Kinan bisa menjadi istrinya dan ia bisa memiliki sebuah keluarga ya utuh dan lengkap seperti dahulu. Karena ia sudah menjadikan kedua orang tua kita pengganti kedua orang tuanya yang sudah tiada.
kinan d cfita yh judul nya apa to
ambil lah dia jangan sampai jadi orang ketiga untuk kesekian 🤭