Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30 Pria Asing
"Hai Girls... Boleh bergabung? " Sapa pria tampan nan kekar. Dia benar-benar bangga dengan ototnya, dia tidak mengenakan baju, hanya mengenakan celana pantai.
"Tentu saja boleh, " Jawab Soraya terkekeh.
Seorang pelayan membawakan Wine dan melewati mereka.
"Minuman Girls. "
"Tentu ! " jawab mereka riang.
"Kenapa kalian berdiri disini saja. Banyak hiburan lagi di sana dan di bawah. Kalian mau pergi ke lantai dansa? Luangkan waktu kalian, oiya. Kenalkan aku Louis. "
"Aku Soraya, Dia Aylin dan Dia Rebecca. "
"Hai... Come one. Be happy. Apa dua pria di sana pengawal kalian? " Louis mengalihkan pandangan nya ke 2 orang pria yang sedang terbakar api cemburu.
"Hahaha, kau bisa saja Louis. " Rebecca tertawa saat sindiran Louis.
"Nikmati ini semua, Mau berdansa dengan ku. " Louis memberikan telapak tangannya kepada Aylin. Aylin pun memandang Rebecca dan Soraya. Dan mereka meyakinkan Aylin untuk menyambut tanga Louis.
"Lihat, Adik kecil kita sudah mulai menemukan jalan cintanya, " Gumam Soraya kepada Rebecca.
Mike dan Daniel datang menghampiri Soraya dan Rebecaa,
"Siapa dia? "
pertanyaan Mike terlontar begitu saja dan matanya pun langsung saja mengawasi langkah kaki pria yang membawa Aylin.
"Sabar, jangan ikuti mereka. Berikan mereka kesempatan! Dan bagaimana kita berdansa juga. " Soraya menarik tangan Mike menyusul Aylin. Mike pun mengikuti nya.
Daniel merangkul pinggang becca dan membawa ke lantai dansa. Rebecca tersenyum dengan perlakuan itu. Sebuah kemesraan yang ia rindukan kini hadir kembali diantara mereka.
Mereka berdansa, namun tanpa di sadari. Baik mata Mike ataupun Daniel selalu saja mencuri pandang ke arah Aylin yang tampak sedikit canggung berdansa dengan pria asing nya.
"Aylin, kamu cantik. Kemana saja kamu ini, kenapa kita baru bertemu disini. "
"Aah kau Louis, bisa saja. Kenapa kau naik Kapal Pesiar ini, liburan atau bekerja? "
"Sebenarnya, awalnya aku terpaksa naik kapal ini! "
"Lalu sekarang, kau tidak terpaksa lagi? "
"Ya. Malah aku bersyukur, karena bisa berjumpa dengan nona Aylin yang manis dan cantik. "
"Hahaha , kau bisa saja. Gombalan mu yang bertebaran. Pasti banyak wanita yang sudah kau pincut jadi kekasih mu."
"Mmm tidak juga. Buktinya kau kebal. "
"Habisnya kau tampang playboy. Ayo jawab, kenapa kamu naik kapal pesiar ini? "
"Aku ikut keluarga ku yang lagi merayakan pernikahan kakak ku. "
"Oh ya. Selamat untuk kakak mu Louis. "
"Terimakasih Aylin. Malam ini apa kau mau makan malam dengan ku. "
"Emm... Akan ku fikirkan. "
Tepat saat pertukaran pasangan dansa, Aylin berputar dan ia jatuh dalam pasangan dansa bersama Daniel.
"Apa yang kau bicarakan dengan orang asing itu? "
"Apa maksud mu Daniel? "
"Aku cemburu, coba saja Rebecca tidak ada. "
Alunan musik semakin meriah, Semakin banyak yang mengikuti dansa di lantai atas. Lampu lampu semakin gemerlapan menghiasi hari yang semakin malam...
"Kau tidak bisa berkutik di depan istrimu. Bagaimana aku bisa berdua dengan mu Daniel. " Aylin memandang Rebecca yang lagi berdansa dengan Louis. Daniel semakin cemburu saat tatapan mata Aylin menuju ke arah lain. Semakin erat Daniel memeluk pinggang Aylin.
"Aylin, tatap mata ku. Kau harus menemui ku malam ini di gladak. Aku tunggu kamu jam 10 malam. "
Setelah mengatakan itu bertepatan musik berhenti. Dan 1 tema lagu berakhir. Para pengunjung kapal pun bersorak riang. Dan letupan letupan kembang api saling bersahutan.
"Wow... Indahnya! "
Aylin memandang ke atas langit, gemerlap warna warni kembang api menghiasi langit malam di tengah lautan. Ada rasa bahagia menyelimuti hatinya saat memandang langit.
"Kau senang? "
"Oh Kak Mike. Iya, aku belum pernah melihat ini semua. Sangat indah. Menakjubkan. "
"Siapa pria asing itu? "
"Kenapa? Dia kenalan baru. Namanya Louis. "
"Jangan mudah terlalu dekat dengan orang asing, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa! "
Aylin tersipu saat mendapatkan perhatian Mike.
"Ternyata kau bisa juga khawatir tentang ku. Ku perhatikan kau sudah berubah. Tidak memanggil ku lagi dengan ejekan seperti dulu. "
Mike langsung mengalihkan pandangannya, dia tidak ingin berlama-lama memandang Aylin. Mata nya tak kuat untuk beradu tatap.
"Ya, jika aku mengejek mu dengan sebutan itu, nanti orang lain akan salah faham. "
"Hey Aylin. Ayo kita mengganti baju dan bersiap untuk Makan malam di restoran. Kata pelayan, di sana banyak menu yang luar biasa enak. " Soraya langsung menarik Aylin pergi meninggalkan Mike.
"Hey, ku tunggu kalian di restoran! " teriak Mike kepada mereka berdua yang sedang berlari kecil.
"Seperti nya kalian juga harus bersiap, Aku duluan." Mike berlalu dari Daniel dan Rebecca.
"Ayo sayang, kau harus berhiad dengan cantik. " Peluk Daniel kepada Rebecca.
...■□■□■□■□■...
Makan malam tiba.
Mike duduk dengan gelisah di kursi restoran. Kadang berdiri kadang duduk. Dia selalu menatap pintu masuk restoran. Ia pandangi pengunjung yang dagang, namun batang hidung Aylin belum saja terlihat.
"Hey sayang Mike! Kenapa kau gelisah? " Soraya menyapa Mike yang memperlihatkan wajah yang cemas dengan kakinya yang bergoyang tak karuan.
"Apa kau pergi sendirian? Dimana Aylin? "
"Lo... Bukannya dia lebih dulu pergi dari ku. Dia belum sampai kesini? "
"Tidak. Aku akan mencarinya. " Mike mau berdiri namun tangannya dihalangi oleh Soraya.
"Biarkan saja, sebentar lagi dia akan datang. Tenang lah. Tidak baik seorang Kakak terlalu mengekang adiknya seperti itu. Aylin pun perlu bernafas bebas. "
Mendengar apa yang dibicarakan Soraya, memang ada benarnya. Mike pun terduduk kembali.
Rebecca dan Daniel pun dagang berdua. Mereka makan makan bersama, namun kegelisahan Mike tampak jelas terlihat. Ia tidak bisa membendung nya lagi.
"Aku ke toilet sebentar. " Mike pamit namun sebenarnya ia pergi mencari Aylin. Ada perasaan yang tidak bisa ia katakan kekhawatiran yang ada dilubuk hatinya itu membuat nya cemas. Dia berlari menuju kamar.
"Aylin, Aylin... Apa kamu di sana, jawab aku? " Ketukan di pintu berkali-kali. Ketika memutar gagang pintu kamarnya, ternyata tidak terkunci. Terbuka begitu saja. Ia pun masuk dengan bergegas.
"Aylin! " ia bergegas menuju kamar mandi. Namun sunyi, tidak ada siapapun. Lalu ia menuju pintu kamar dan pergi keluar.
"Aku harus mencari pria asing itu. " Dengan bergegas Mike pergi ke gladak atas. Namun ia juga tidak mendapati Aylin, ia sudah panik. Hatinya kalut. Sampai dia bertanya-tanya ke pelayan. Namun tidak ada yang melihag Aylin.
"Dimana kau Aylin, ini pasti terjadi sesuatu dengan mu. "
Mike kembali ke Restoran. Dia menghampiri mereka yang masih asyik mencicipi makan malam.
"Aylin tidak ada di mana-mana. "
"Apa maksud mu? "
"Aylin menghilang, siapa nama orang asing itu. "
"Louis! " Jawab Soraya.
"Cari dia. Jika terjadis sesuatu kepada Aylin. Aku bunuh dia. "
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗