Ditinggalkan calon suami tanpa sebab tepat detik-detik dihari pernikahan membuat Arkana harus terpaksa menggantikan adiknya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai padahal dirinya sendiri sudah memiliki kekasih.
Keyra menerima pernikahan ini lantaran tidak ingin membuat nama keluarganya malu. walaupun keduanya sama-sama tidak saling mencintai tetapi keduanya sepakat untuk bekerja sama saling menerima layaknya sepasang suami istri sampai Keenan ditemukan dan kontrak pernikahan mereka berakhir.
Disaat keduanya sudah sama-sama memiliki rasa nyaman, tiba-tiba Keenan dan kekasihnya Arkan datang secara bersamaan. Lantas bagaimana pernikahan mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Keesokan paginya, perut sudah terasa lapar, perlahan Keyra membuka kelopak matanya dan langsung mendapatkan hidangan laki-laki tampan di hadapannya yang sedang tidur pulas dengan wajah damai.
" Apa ini mimpi?"
Perlahan tangan Keyra menyentuh pipi suaminya dan membelainya lembut. Keyra terus memandanginya dengan takjub karena wajah ketampanan itu adalah suaminya dan dirinya baru saja menghabiskan malam panas dengannya.
Keyra tersipu mengingat kejadian tadi malam, dia kembali membayangkan saat menatap bibir lembut ini menyentuh kulitnya dan melahapnya hingga menyisakan bekas merah yang banyak di tubuhnya.
Ibu jarinya mengusap lembut bibir itu, entah setan pagi apa yang mendorong dirinya untuk mengecup bibir tersebut tanpa izin dari suaminya.
" Keyra kamu sudah gila."
Keyra tersadar lalu dia hendak menjauhkan tubuhnya sebelum reaksi tubuhnya menginginkan lebih. Tapi sayangnya tengkuknya keburu di tahan oleh tangan kekar milik suaminya. Dan sebuh kecupan tadi berubah menjadi ciuman, ciuman yang tiba-tiba menjadi panas, bibirnya pun dilahap habis oleh suaminya itu.
" Emmmm, Mas ..." Keyra mencoba mendorong tubuh suaminya karena dirinya mulai kehabisan nafas.
Akan tetapi apalah daya, suaminya malah semakin memperdalam ciuman itu dan bahkan posisinya sudah berada di atas tubuh Keyra hingga wanita itu dapat merasakan suatu benda keras menusuk -nusuk bagian bawahnya.
" Kamu itu bener-bener meresahkan, Keyra! Setelah menggodaku, dan kamu malah kabur begitu saja hem?" Dengan tatapan seperti orang yang sedang kelaparan.
" Emmm ..." Keyra menyesali perbuatannya yang sudah salah mengganggu predator yang sedang tidur hingga dirinya kembali di makan.
Arkan tersenyum saat melihat wajah merah istrinya saat miliknya sudah kembali menyatu sempurna, wajah yang ingin dia lihat kembali seperti tadi malam membuatnya semakin bersemangat melancarkan aksinya walaupun dalam keadaan perut lapar karena hari sudah pukul 11 menjelang siang dan belum terisi makan sama sekali. Tetapi ia sudah sangat puas dengan sarapan yang begitu nikmat tiada duanya ini.
Arkan terus memompa Keyra sampai perut wanita itu menjadi kembung dalam waktu dekat. Dia akan selalu mengisinya terus dengan tembakan cinta karena sudah menjadi candu baginya.
" Terima kasih, Keyra. Sarapan paginya bener-bener enak," ucapnya setelah mencapai puncak.
Keyra menatap malas suaminya, padahal bagian bawahnya masih sangat ngilu sekali akibat pertempuran semalam yang entah berapa kali. Dan pagi ini kembali di pake lagi, ya walaupun terasa nikmat gimana gitu, tapi tetap saja setelah ia merasa perih, mungkin sedikit lecet di sana akibat terkena gesekan milik suaminya yang besar dan tajam.
" Emmm, tapi kenapa kamu tidak menyingkir dari tubuhku?" Sudah sangat lelah, tapi suaminya itu malah masih betah berlama-lama di atas tubuhnya. " Berat tau ..."
Arkan terkekeh, dia malah menghujam kecupan ke seluruh wajah cantik istrinya. " Biarkan saja dulu seperti ini, aku gak mau benihku keluar sia-sia nantinya. Akan ku pastikan mereka masuk semua dalam rahimmu," ujarnya seraya tanpa dosa.
Ternyata Arkan masih belum mencabut batang singkong miliknya.
" Iya, tapi nanti punyamu kembali membesarkan dan aku sudah tidak ada tenaga lagi untuk melayani kamu, Mas." Keyra mencubit pinggang suaminya gemas.
Arkan tertawa. " Kamu cukup rebahan saja kalau begitu, biarkan suami mu ini yang bekerja." Menggoda dengan tatapan nakal.
Keyra memutar bola matanya malas. " Lalu kapan kamu memberikan ku makan? Perutku lapar, Mas. Sudah ah, sana minggir. Aku mau mandi."
Arkan terpaksa harus mencabut batang singkong milikinya. Mendengar kata lapar Arkan lupa jika mereka memang belum sarapan pagi ini, ia tidak mungkin membuat anak orang kelaparan karena nafsunya, bukan?
" Maafkan aku, nanti kita pesan makanan saja supaya cepat ya." Sambil mengecup kening istrinya lembut, Arkan bangkit dari tempat tidur. " Tunggulah sebentar, aku menyiapkan air hangat untukmu." Dia bergegas pergi ke kamar mandi dengan tubuhnya yang polos.
Keyra menutup seluruh tubuhnya dengan selimut lantaran malu, wajah merah melihat tubuh polos suaminya yang nyatanya sangat menggoda itu. Tidak bisa di pungkiri lagi jika dirinya sangat menikmati permainan suaminya tadi.
*
Setelah selesai mandi dan sudah berpenampilan cantik, Keyra keluar dari kamar meninggalkan suaminya yang sedang mandi setelah selesai menyiapkan baju Arkan tentu nya.
Keyra membuka pintu dan tersenyum saat makanan yang di pesan suaminya sudah datang. " Terima kasih ya Pak." Sambil menyerahkan beberapa lembar uang kertas pada kurir tersebut dengan ramah.
" Sama-sama Mbak, ini kembaliannya." Hendak menyerahkan kembalinya pada Keyra.
" Tidak usah, buat kamu aja untuk beli makan siang nanti." Keyra menolak dan malah memberikan kembali uangnya pada sang kurir dengan ikhlas.
" Terima kasih banyak ya Mbak, semoga makanannya sesuai dengan selera anda." Keyra mengangguk seraya tersenyum menanggapinya.
Setelah kurir pergi barulah Keyra menutup pintu apartemennya. Dia berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan mereka, eh salah ... Karena jam sudah pukul 12 lewat, berarti ini bukan lagi sarapan namanya, melainkan makan siang. Wajar saja perutnya sudah sangat lapar sekali, karena sudah melewatkan jam makan paginya.
Keyra sedang memindahkan makanan kedalam piring. Arkan baru keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah. Keyra menelan ludahnya dengan susah payah, suaminya itu memang sangat menggoda, dia terlihat sangat tampan setelah selesai mandi. Ah sial, bisa-bisanya pikirannya kembali traveling. Keyra buru-buru mengalihkan pandangannya.
" Makanannya sudah datang?" Tanya Arkan, laki-laki itu sudah duduk di kursi.
" Emmm, ayok makan." Yang tadinya berdiri, kini Keyra menarik kursi dan duduk tepat di hadapan suaminya. Keyra meletakkan sendok dan garpu ke piring makanan Arkan, kemudian dia mengambil sendok dan garpu untuk dirinya sendiri.
" Makan kamu boleh?" Canda Arkan menahan senyumnya. Sekarang laki-laki itu memiliki hobi baru.
" Mas ..." Dengan mata melotot, bisa-bisanya suaminya itu mengatakan hal yang membuat pikirannya kembali traveling di depan makanan. Oh siapapun tolong lah, Keyra tidak ingin melewatkan jam makan siangnya lagi.
" Hehehe, bercanda sayang. Yaudah mari kita makan."
Blush ... Wajah Keyra langsung seketika berubah merah mendengar kata ' sayang ' jantungnya langsung berdebar, ia mati-matian agar tidak tersenyum baper di depan suaminya itu.
" Hari ini kamu mau ikut aku ke rumah sakit?" Tanya Arkan di sela-sela makannya.
" Key ..." Karena tidak mendengar jawaban, Arkan memanggilnya.
" Eh, iya. Kamu ngomong apa?" Gara-gara kata-kata sayang yang terus terngiang-ngiang dalam pikirannya, Keyra menjadi tidak terlalu mendengar jelas ucapan suaminya itu.
Arkan tersenyum menatapnya, dia melihat ada suatu menempel di samping bibir istrinya itu Arkan mengambil selembar tisu lalu mengelapnya sambil berkata. " Kamu lagi mikirin apa, hem?"
Oh tidak, wajah Keyra kembali bersemu merah. Dan detak jantung kembali berpacu dengan kecepatan tinggi seakan mau meledak. Suaminya itu sangat pandai membuat jantungnya tidak stabil.
" Jantung, kuharap kamu masih baik-baik saja disana."
wes ganti critone ?