Adelia Anderson nama yang sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat karena cerita yang dia buat sungguh menarik minat semua orang untuk membacanya.
sayangnya ketika Adelia sedang dalam perjalanan untuk pergi ke acara jumpa fansnya mobil yang dia kendarai tertabrak oleh mobil yang sedang melaju kencang dan merenggut nyawanya.
tapi Adelia tidak mati dia malah masuk ke dalam tubuh seorang nona muda yang memiliki nama yang sama dengan dirinya, tapi memiliki sikap yang angkuh dan sombong.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon author_anonynmous, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UJIAN SUMMONER
pria yang menabraknya tadi ternyata ada di bidang summoner. "permisi dimana tempat untuk ujian tes masuk bidang summoner?" tanya Adelia kepada pria itu.
Sedangkan pria itu hanya melihat sekilas dan melanjutkan latihannya membuat adelia mendengus sebal.
"Frederick sedang apa kau disini dan siapa gadis itu cantik itu." ucap seorang pria yang baru saja datang dengan nada menggoda dan alis yang di naik turunkan.
sedangkan pria bernama frederick itu lagi-lagi mengacuhkan ucapan pria yang baru datang seperti mengacuhkan Adelia tadi.
"ahk maaf tuan dimanakah tempat ujian tes masuk bidang summoner?" tanya adelia.
"kau bisa masuk kedalam ruangan di ujung kebetulan ada beberapa murid juga yang sedang melakukan tes dan satu lagi jangan panggil aku tuan namaku carlos dan aku masih muda." ucap carlos dengan mengedipkan sebelah matanya kepada adelia.
Adelia hanya tersenyum canggung dan membalas ucapan. "perkenalkan nama saya adelia, kalau begitu saya pergi dulu untuk melakukan tes sampai jumpa lagi nanti." ucap Adelia sebelum masuk ke ruangan ujian.
Saat sudah di dalam ruangan ujian ternyata disana sudah ada 7 orang 2 perempuan dan 5 laki-laki yang sudah berjajar rapi.
"oh apakah kau juga ingin mengikuti ujian tes masuk bidang summoner nona?" tanya guru pembimbing yang sudah berada di depan mereka semua.
"tentu saja tuan, aku ingin mengikuti ujian tes masuk summoner." ucap adelia yakin meskipun sedikit gugup tapi dia tidak memperlihatkan kegugupannya di depan guru pembimbing.
"bagus sekali aku suka keberanian mu itu, siapa nama mu nona?" tanya guru pembimbing itu.
Adelia segera membungkukkan badannya dan memberi salam khas bangsawan. "nama saya Adelia rubyan wishrov, tuan?" Adelia selesai memperkenalkan dirinya.
"panggil saja aku Mr. Ryan, senang bertemu dengan anda nona Adelia." balas Mr. Ryan.
"baiklah kalau begitu kita mulai saja tesnya." lanjut Mr. Ryan dia segera menyingkir ke samping untuk memberikan ruang bagi para murid.
"tes pertama adalah memanggil roh tingkat rendah, di mulai dari sebelah kiri." ucap Mr. Ryan dengan tegas.
jujur saja dia merasa sangat senang karena tahun ini murid yang ingin masuk kedalam jurusan yang di bimbing olehnya lumayan banyak tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya ada 3 bahkan 2 murid saja. Itupun mereka kebanyakan gagal karena mereka tidak bisa memanggil roh tingkat rendah.
semua murid telah berhasil memanggil roh tingkat rendah dengan berbagai jenis mulai dari hewan sampai tumbuhan. "bagus sekali kalian semua lolos tes pertama, kita akan lanjut tes kedua setelah beristirahat sejenak." ucap Mr. Ryan membiarkan mereka istirahat sejenak karena dia tau bahwa menjadi summoner membutuhkan energi yang lumayan banyak serta besar.
seluruh murid yang ikut tes sedang mengisi tenaga mereka mulai dari makan, minum, bahkan bermeditasi. Tetapi berbeda dengan adelia dia malah sibuk membaca buku tentang summoner yang ia pinjam dari perpustakaan akademi.
"apakah kau tidak lelah nona?" tanya salah satu peserta tes kepada adelia.
Adelia yang mendengar suara segera mendongakkan kepalanya ke atas melihat siapa yang memanggilnya, ternyata yang memanggil adalah seorang pria yang melakukan tes pertama dengan sempurna tetapi tidak sesempurna Adelia tentunya.
"aku tidak lelah, aku sudah biasa berlatih memanggil roh tingkat rendah. Jadi tes pertama tidak ada apa-apanya kecuali jika tes kedua, ku dengar itu adalah tes yang paling menyusahkan diantara tiga tes lainnya." ucap adelia dengan pandangan yang kembali tertuju kepada buku yang masih ada di genggamannya.
"ahk sebelum itu perkenalkan nama saya Leon Panetta." ucap Leon.
"Adelia rubyan wishrov." ucap Adelia dingin. Jujur saja adelia belum terbiasa dengan orang baru, di kehidupannya dulu saja Adelia hanya dekat dengan beberapa orang yang bahkan bisa di hitung dengan jari.
"baiklah saatnya tes kedua." ucap Mr. Ryan di dalam keheningan membuat semua peserta kembali berdiri.
"tes keduanya kalian hanya perlu melakukan kontrak dengan roh yang akan kalian panggil, dan roh yang kalian panggil harus berada di tingkat menengah ke atas tidak boleh tingkat rendah." lanjut Mr. Ryan dengan lantang.
Adelia sekarang tau knp tes kedua paling sulit di antara dua tes lainnya, itu karena membuat kontrak dengan roh yang kita panggil tidak mudah apalagi harus tingkat menengah. Mengontrak roh tidak sama dengan mengontrak hewan sihir.
Kalian harus membujuk roh itu agar mau melakukan kontrak dengan kalian tanpa paksaan sama sekali, dan yang paling susah adalah para roh dengan tingkat menengah keatas memiliki harga diri yang tinggi dan jangan lupakan kesombongan serta keangkuhan mereka yang membuat siapa saja kewalahan.
"baiklah tes kedua di mulai!!!" ucap Mr. Ryan dari arah tempat duduk juri.
Seluruh peserta mulai merapalkan mantra mereka masing-masing tanpa ada gangguan sama sekali hingga satu persatu cahaya mulai muncul di depan mereka semua, mereka mulai membuka mata dan melihat para roh yang berada di depannya.
Tapi. Berbeda dengan roh yang Adelia panggil, roh itu seperti masih anak-anak bahkan roh itu dengan mudahnya memanggil Adelia mama hingga membuat semua orang di sana menganga dan jangan lupakan chiyo yang kesal ada orang lain yang memanggil a
delia mama.
"mama.....mama." ucap roh itu. Dan sepertinya roh itu hanya bisa mengucapkan kata mama.
chiyo muncul seketika di depan roh itu dan menggeram marah ke arah roh itu. "tenanglah chiyo tak apa." ucap adelia berusaha menenangkan chiyo yang sedang marah.
"mama." ucap chiyo dengan mata yang berkaca-kaca.
"hey tak apa, tak usah menangis aku akan menjadi mama kalian berdua." ucap Adelia sambil memeluk chiyo dan roh anak kecil itu.
seketika roh anak itu berubah menjadi seekor anak kelinci darah yang terkenal sangat susah di kontrak karena mereka sangat agresif apalagi dengan orang yang baru pertama kali bertemu.
"selamat adelia kau telah berhasil melakukan kontrak dengan roh kelinci darah itu, dan roh yang kau panggil ada di tingkat atas." ucap Mr. Ryan memberikan adelia ucapan selamat begitupun para peserta lain.
"tapi kapan aku melakukan kontrak dengannya Mr?" tanya Adelia bingung.
"saat roh itu mengakui mu sebagai tuannya dan dia ingin mengabdikan hidupnya untukmu saat itulah kalian telah melakukan kontrak, tapi tidak semua seperti itu ada yang hanya menganggap sebagai tuan itu artinya roh itu hanya bisa di panggil tapi kalian tidak melakukan kontrak, seperti roh tingkat rendah yang kalian panggil tadi." jelas Mr. Ryan.
Kini para peserta terkecuali Adelia sedang membujuk para roh agar mau berkontrak dengan mereka.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪