Update Selasa,Kamis + Sabtu pukul 16.00 waktu Indonesia Barat
Yang Xi Xi hantu cantik yang terpikat pada pandangan pertama kali pada seorang pemuda yang datang ke pemakaman untuk mengunjungi makam yang bersebelahan dengan makamnya.
Sejak saat itu ia ingin mencari dan berdekatan dengan pemuda yang membuatnya jatuh cinta dengan berbagai cara unik di lakukannya untuk mendapatkan cinta pemuda yang bernama Chen Sheng atau biasa dipanggil Aseng.
Bagaimana kisahnya? Mari ikuti di novel horor kedua ku.. Jangan lupa untuk favorit, like, vote, rate 5,komen and share.. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
Yang Xi Xi melangkahkan kakinya yang memakai sepasang sepatu kets menaiki tangga menuju ke arah Aseng yang juga berjalan ke arahnya lalu pemuda tampan di hadapannya mengulurkan sekuntum bunga mawar merah kepadanya di anak tangga dibawah Aseng.
"Xi Xi, aku ingin mengatakan sesuatu untukmu di sini, apakah kamu mau mendengarkannya untuk aku? " tanya Aseng tulus menatap Yang Xi Xi.
"Iya.. "
"Xi Xi, aku tidak tahu kapan dan bagaimana aku bisa jatuh cinta kepadamu dan menginginkan kamu menjadi kekasihku? " tanya Aseng dengan nada bergetar menatap gadis yang memakai baju berwarna hitam dan tertutup rapat dengan payung besar warna hitam pula.
"Aseng, tentu saja aku mau menjadi kekasihmu karena aku juga telah jatuh cinta kepadamu... A.. Aku menunggu hari ini tiba kepadaku sekian lama.. " jawab Yang Xi Xi lantang sekali.
"Sungguhkah kamu juga telah jatuh cinta kepada ku dan sudah menunggu aku untuk mengatakan bahwa aku menginginkan kamu untuk menjadi kekasih ku? " tanya Aseng dengan nada serius dan wajahnya gembira kepada Yang Xi Xi yang menganggukkan kepalanya untuk menjawabnya.
"Iya.... " jawab Yang Xi Xi melompat ke pelukan Aseng.
"Xi Xi, kalau begitu kamu harus menerima bunga mawar merah dariku sebagai tanda kamu mau menjadi kekasih ku. " ucap Aseng menundukkan wajahnya untuk menatap sepasang mata indah Yang Xi Xi yang memakai kacamata hitam.
"Iyaaa, tentu saja.. " sahut Yang Xi Xi mengambil sekuntum bunga mawar merah dari Aseng.
Aseng menarik tangannya untuk digenggam erat oleh tangan Aseng yang melayangkan senyuman setampan mungkin untuknya dan mengangkat sedikit cadar hitam yang menutupi wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Aseng... " panggil Yang Xi Xi kaget melihat pria itu jatuh pingsan setelah menciumnya.
"Xi Xi.. Dia itu manusia biasa yang masih hidup.. " kata Leticia yang berlari ke arah mereka berdua dengan memakai payung yang sama besarnya dengan payung milik Yang Xi Xi.
"Ohya?!! Astaga..Aku lupa bahwa manusia biasa masih hidup kalau mencium hantu,maka ia akan terkena hawa negatif kita. " kata Yang Xi Xi cepat mengangkat Aseng dan membawanya pulang ke apartemennya.
Aseng terbangun dari pingsannya dengan kaget menemukan dirinya terbaring di ranjang di dalam kamar yang tidak dikenalnya namun ia segera tersenyum lega setelah melihat kehadiran Yang Xi Xi membawakan nampan berisi mangkuk nasi dan sepiring daging kecap yang di taburi daun bombai juga segelas air putih.
"Aseng, ini Aku bawakan makan malam untukmu semoga kamu suka dengan masakanku. " kata Yang Xi Xi lembut kepada Aseng yang kini duduk di ranjang.
"Wah, tentu saja aku akan suka makanan yang telah kamu masakan untuk ku." kata Aseng yang cepat mengambil sepasang sumpit pemberian dari Yang Xi Xi lalu menikmati makan malamnya dengan tenang.
Yang Xi Xi menatap Aseng dengan tatapan mata sedih dan senang menjadi satu karena hari ini Yang Xi Xi telah menjadi kekasih Aseng namun ia selamanya tidak pernah bisa dicium maupun mencium kekasihnya karena nyawa Aseng yang menjadi taruhannya bila hal itu terjadi.
"Xi Xi... " panggil Aseng menyodorkan sepasang sumpit berisi nasi dan daging kecap ke mulut Yang Xi Xi. "Ayo, kamu juga harus makan malam bersama denganku. " imbuhnya tersenyum.
"Ehh, ya, baiklah. " kata Yang Xi Xi dengan halus sambil menerima suapan makanan dari Aseng.
Ketika Yang Xi Xi sedang melamun setelah Yang Xi Xi menerima suapan makanan darinya. Aseng menggunakan kesempatan itu untuk mencium bibir Yang Xi Xi berulang kali sampai Yang Xi Xi kaget sekali melihat bibir Aseng membiru usai menciumnya.
"Ehhh... "
"Kenapa kamu menghindari ciumanku? Apakah kamu tidak suka sebelum Aku menikah dengan mu? " tanya Aseng dengan tatapannya kepada Yang Xi Xi.
"Iya.. Aku bukan gadis modern yang bebas untuk dicium pacarnya dengan bebas sebelum Aku bisa menikah dengan mu. " jawab Yang Xi Xi dari pintu kamar kepada Aseng.
"Oke, Aku akan melamarmu segera kepada Papa dan mama mu yang katamu tinggal di desa kecil di kota Jiangsu.Oh,namun sebelum itu Aku akan mengajakmu untuk berkenalan dengan Mama dan adikku di desa leluhur Chen dalam waktu dekat ini." kata Aseng menatap penuh cinta yang tulus kepada Yang Xi Xi sambil turun dari tempat tidur untuk mendekati Yang Xi Xi lagi.
"Aseng hari sudah malam sebaiknya kamu cepat pulang ke asrama atau apartemenmu agar kita tidak akan mendapatkan masalah serius dengan masyarakat sekitar karena kita belum menikah. " kata Yang Xi Xi halus mengingatkan peraturan jam malam berkunjung di apartemennya kepada Aseng.
"Oh,baiklah Xi Xi. Aku pulang dulu sebelum aku akan menjemput kamu di sini untuk kita berdua bisa pergi kuliah bersama-sama. " kata Aseng dengan nada kasih kepada Yang Xi Xi sambil membuka pintu kamar lalu diantarkan ke pintu depan oleh Yang Xi Xi.
Sesudah Aseng pulang. Yang Xi Xi melihat raut di wajah tetangganya terlihat kusut dan merana sekali sehingga ia merasa iba dan menyapa Liu Dan dengan sopan dan hangat.
"Hallo, selamat malam Dan Dan. Kamu kenapa lagi? " sapa Yang Xi Xi.
"Aku sudah dengar tentang Liu Fung yang telah menyedot hawa kehidupan Qiao Qiao istri dari Ase sampai meninggal dunia, dan hal ini sangat meresahkan Aku yang memikirkan keselamatan Liana yang masih di incarnya itu. " kata Liu Dan yang keresahannya bisa dilihat oleh sepasang mata Yang Xi Xi.
"Iya, Aku harus mencari cara untuk membunuh nya sekali lagi untuk kebaikan kita bersama juga Aku harus menghukumnya atas penyerangannya terhadap Ase kemarin malam yang untungnya di selamatkan oleh Leticia dengan tepat waktu di depan toko buku Fan tempat kerja kami." kata Yang Xi Xi memutuskan untuk memikirkan cara untuk mengatasi Liu Fung.
"Oh, dia sungguh keterlaluan.. Aku harus dapat menghukumnya juga.. Tapi, bagaimana caranya? Aku cuma seorang manusia biasa, Xi Xi..? " ucap Liu Dan yang salah masuk rumah yaitu masuk ke apartemen Yang Xi Xi bukan ke apartemennya sendiri.
"Makan malam dahulu untuk mu supaya otakmu bisa selaras dengan hatimu. " jawab Yang Xi Xi menaruh mangkuk berisi nasi dan sepiring lauk pauk di meja makan depan kursi yang diduduki oleh Liu Dan.
"Terimakasih Yang Xi Xi kebetulan Aku sudah merasa lapar sekali karena seharian ini Aku belum makan apa-apa saking pusingnya kepala ku memikirkan hantu berengsek itu. " kata Liu Dan sambil makan malam yang telah disediakan oleh Yang Xi Xi untuknya.
"Iya, sama-sama Dan Dan.. Ayo makanlah yang banyak dan tenang ya karena kamu tidak sendiri untuk menghadapi Liu Fung karena kamu ada Aku sahabat mu. " kata Yang Xi Xi tersenyum ramah sekali kepada Liu Dan untuk sahabatnya itu tenang.
Bersambung!!
baru sempat mampir, maklum lah sibuk diluar nyari kehidupan....🙏🙏🙏