NovelToon NovelToon
HOLD ME ON [COMPLETED]

HOLD ME ON [COMPLETED]

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Elza Veronika

Dicintai dua orang yang mereka adalah kakak beradik membuat Arra bimbang bukan main. Awalnya ia jatuh cinta dengan sang adik, namun kebersamaan Arra dengan sang kakak, Edo Ajiwasita, membuat cinta itu lambat laun tumbuh.

Edo yang terlalu mencintai sang adik, lebih memilih mengalah, meskipun Arra protes dan merasa di permainkan.

Bagaimana kisah mereka? Apakah benar Edo ikhlas melihat gadis yang ia cintai bersanding dengan sang adik? Atau ada jalan lain yang membuat mereka bisa bersatu?

Spin off dari Novel pertama saya di platform ini "CINTA JAS PUTIH"

Sangat disarankan untuk mampir kesana sejenak supaya tahu awal mula kisah ini berawal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelulusan Edo

Hari ini menjadi hari bersejarah bagi Edo, tepat di hari ini dia akan dilantik menjadi dokter, diambil sumpahnya dan tentu saja ia akan punya tittle baru.

Mama papa dan Aldo sudah berkumpul di kostnya hari ini. Mereka akan menghadiri pengambilan sumpah dokter Edo. Rasanya hari ini Edo benar-benar bahagia! Sangat teramat bahagia! Usahanya selama ini membuahkan hasil.

Ia lulus dan dapat gelar S.Ked-nya, lulus Koas dan kemudian lulus UKMPPD one shoot sekaligus. Itulah yang membuat ia hari ini bisa diambil sumpah jabatannya!

"Siap, Do?" mata Adnan berkaca-kaca melihat Edo yang sudah tampak sangat gagah dengan jas hitamnya itu.

Edo hanya mengangguk dan tersenyum, semua ini ia persembahkan memang untuk laki-laki di hadapannya itu bukan? Yuri sudah begitu cantik dengan kebayanya, Aldo pun sama, ia memakai kemeja batik lengan panjang.

Dan setelah ini, kisah baru Edo akan dimulai. Dengan gelar baru, kewajiban baru tentunya. Apapun itu Edo siap, hanya satu yang tidak ia siap, yaitu harus pergi dari kota ini dan membiarkan Arra seorang diri.

***

Arra bersama kedua orangtuanya menanti di depan auditorium, ia sudah begitu cantik dengan dress batiknya. Sementara kedua orangtuanya kadang berbincang dengan beberapa sejawatnya yang kebetulan juga bertemu di sini.

Dan acara pun selesai, Arra bergegas meraih boneka panda dengan snelli dan dan selempang bertuliskan dr. Edo Ajiwasita itu. Setelah itu ia juga meriah buket mawar merah besar yang sudah ia siapkan untuk Edo.

Arra celingak-celinguk mencari sosok Edo, Yudha dan Lili pun juga mencari dimana sosok Edo berserta keluarganya. Dan Yudha yang pertama menyadari keberadaan mereka.

"Nah itu mereka!" guman Yudha sambil menunjuk Adnan yang tengah menjabat tangan Dekan fakultas kedokteran UGM itu.

Arra bergegas melangkah dengan boneka dan bunga mawar di tangannya itu. Edo yang begitu tampan dan gagah itu langsung bisa menyadari kehadiran Arra, senyumnya mengembang sempurna.

"Selamat Dokter Edo, selamat menyandang gelar baru!" guman Arra sambil menyodorkan boneka dan bunga itu.

Edo menerima bunga dan boneka dari tangan Arra, senyumnya merekah. Matanya tampak berkaca-kaca menatap Arra yang masih tersenyum manis menatapnya itu.

"Terima kasih banyak, Arra!" guman Edo sambil menyeka air matanya.

"Oh ya satu lagi," Arra merogoh tas selempang nya, mengambil sebuah kain beludru panjang dari dalam tas itu.

Arra bergegas berjinjit dan memakaikan sash beludru bertuliskan nama dan gelar dokter Edo. Edo tersenyum, ia menatap bunga dan boneka dari Arra itu, kenapa gadis itu begitu manis?

"Buat ku nggak ada?" tanya Aldo yang sejak tadi berdiri di samping kakaknya.

"Belum, kamu belum lulus!" jawab Arra yang kemudian di susul tawa dari mereka yang ada di sana.

Edo menghela nafas panjang, ada Aldo. Itu artinya ia harus rela sedikit 'panas' melihat Arra dekat dengan sang adik. Ia harus bisa mengendalikan diri, apapun itu ia harus kuat bukan?

***

"Sudah jadi dokter nih ya?" goda Yudha ketika malam itu mereka diundang Adnan sekeluarga makan malam di salah satu resto itu.

"Iya Alhamdulillah om, rasanya lega banget," jawab Edo sambil tersenyum.

"Tentu, om pernah ada di posisi mu," Yudha memotong steak di hadapannya.

"Internship mau kemana, Do?" tanya Lili yang tampak sangat antusias dengan acara malam ini.

"Pengennya tetap di Jogja, Tante."

"Nggak pengen balik Solo?" Lili menatap Edo dengan seksama.

"Belum, kasian Arra kalau di Jogja sendirian," jawab Edo apa adanya yang sontak membuat senyum di wajah Lili makin mengembang.

Yudha tertegun, ia menatap Adnan yang juga sedang menatapnya itu. Sejenak kemudian mereka menghela nafas panjang bersamaan.

"Tante terima kasih banget sama kamu, Do. Sudah mau direpotkan sama Om dan Tante buat jaga Arra," guman Lili tulus, anak laki-laki ini benar-benar bisa dipercaya, dan Lili sudah sangat jatuh hati pada sosok itu.

"Ah ... Edo tidak merasa direpotkan, Tante, jangan sungkan."

Yudha meletakkan sendoknya, ia meneguk minuman pesanannya. Rasanya dadanya begitu sesak melihat Edo dan semua pembicaraan itu. Sebagai laki-laki ia tahu betul bagaimana perasaan Edo, terlebih sejak tadi Arra dan Aldo begitu lengket, tertawa dan bersenda gurau bersama.

Adnan pun demikian, entah mengapa nafsu makannya mendadak lenyap. Ia memikirkan Edo, memikirkan perasaan Edo. Apa yang harus dia lakukan sebagai orangtua? Adnan tau Edo cemburu! Ia cemburu melihat Arra begitu dekat dengan sang adik.

"Om doakan kamu dapat wahana di Jogja ya, Do," Yudha tersenyum, matanya menatap Edo begitu lembut.

Edo tersenyum, bukankah memang itu doanya? Ia sangat berterima kasih jika banyak yang mendoakan hal yang sama untuknya itu.

Ia masih ingin bersama Arra, ia masih ingin berada di sisi gadis itu dan berusaha mencuri hati Arra, itu misinya bukan? Sejenak ia melirik Arra yang tampak sedang mengobrol akrab dengan Edo, mereka tengah membahas entah apa sambil menunjuk layar ponsel mereka masing-masing.

Edo menghela nafas, harusnya ini jadi malam paling bahagia buat Edo, kenapa ia malah jadi dongkol macam ini? Edo kembali menghela nafas lalu kembali fokus pada piringnya.

Adnan dan Yudha saling pandang, tentu sebagai laki-laki mereka tahu betul apa arti tatapan dan sikap Edo itu. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa bukan?

***

"Mama papa nginep di kost Arra kan?" tanya Arra ketika mereka pulang dari undangan makan malam keluarga Adnan.

"Tentu, ini sudah cukup malam dan papa agak ngantuk nih," Yudha tersenyum, melirik gadisnya itu dari kaca mobil.

"Yess, Arra pengen tanya beberapa materi blok nih sama papa dan mama," guman Arra gembira.

"Boleh deh boleh, selama mata papa masih bisa diajak kompromi tapi," Yudha terkekeh, apa sih yang enggak buat kebanggaannya itu?

Mereka sudah sampai di halaman kost Arra, Arra bergegas turun lalu naik ke lantai atas, ia memutar kuncinya dan membuka pintu kamar kostnya.

Lili tersenyum melihat betapa rapi kamar kost putrinya itu. Meja belajarnya tertata begitu rapi dan bersih. Di meja rias sudah ada seberapa skincare? Ahh rupanya gadisnya sudah mulai beranjak dewasa.

Mata Lili tertegun melihat beberapa camilan dan roti di meja yang berada di dekat almari itu.

"Stock camilan Arra banyak ya?" guman Lili sambil menyentuh beberapa roti dan camilan itu.

"Oh itu, biasa kak Edo yang beliin, tiap antar Arra pulang selalu dibeliin cemilan, roti tawar plus selai juga buat sarapan."

Yudha tertegun, astaga Edo bahkan sampai segitunya pada Arra? Yudha tersenyum kecut, benar-benar sosok laki-laki yang baik.

"Kak Edo sering kesini?" Lili coba memancing, bagaimana pun ia tidak mau sampai Arra diapa-apakan oleh Edo sekalipun.

"Sering, kan antar jemput Arra, Ma."

"Masuk ke kamar Arra?"

"Oh nggak pernah, seingat Arra kak Edo masuk ke kamar kan pas dulu mama sama papa antar Arra pas pertama kali ke Jogja itu aja, selebihnya nggak pernah."

Yudha tersenyum, sungguh Edo benar-benar sosok yang bisa dipercaya. Dalam hati Yudha berharap bahwa kelak anak itu lah yang menikahi putrinya. Karena entah mengapa hati Yudha sudah begitu mantab pada sosok itu.

1
Nuning Nuning
d ujung senja pindah kemana y kak
Nur Koni
msh ada waktu dokter edo krn arra msh blm 17 thn dia msh anak2 .... kencangkan jalur langit d 1/3 mlm
Nur Koni
udah baca ulang tp msh suka terharu smp nangis klu liat perjuangan arra....
ary rachmawati
serasa kejadian sungguhan ... 😭😭😭
ary rachmawati
😍😍😍😍😍 baru nemu
dementor
pending terus mpnya author sampe novel ini selesai.. 🤣🤣🤣🤣
dementor
lagi halu sepertinya author.. pintu kemana saja.. #doraemonnobita#
dementor
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
dementor
mau dibawa kemana by armada band..
dementor
kalau saya pilih yang nomor 3 saja.. adakan?????
dementor
sabar papa adnan.. Allah bersama orang2 sabar..
dementor
apa kabar ya author tentang baspret & nindi ya??
dementor
lagu joko tingkir ngombe dawet..
dementor
sabian mana nih?? sabian gambus apa??
dementor
#arraedo.. 😘😘😘😘
dementor
#arraedo..
dementor
🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
dementor
AKB.. itu nama elo arra.. nggak nyadar ya??
dementor
yang Tim arra & edo.. silahkan merapat!! 😘😘😘😘
dementor
arra & edo.. 😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!