Sama-sama memiliki kekasih saat dijodohkan, Danar dan Wulan membuat kesepakatan agar tetap pada kehidupan mereka masing-masing meski terikat dalam hubungan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30. APA JADINYA?
"Jadi Kau menyuruh mereka yang membeli Gudeg ini?" Tanya Wulan setelah pintu ruang rawatnya yang baru saja dilewati oleh Erick dan Dinda, tertutup.
Danar hanya mengangguk sambil menyuapi istrinya makanan yang sampai membuat mereka harus datang ke Jogja.
Makanan yang terbuat dari nangka itu, begitu pas di lidah Wulan, ini adalah pertama kalinya ia mencicipi makanan ini dan ternyata rasanya sangat enak.
Sementara diluar ruangan, Erick dan Dinda duduk di satu kursi panjang yang sama namun, jarak keduanya cukup jauh karena mereka duduk di masing-masing sudut kursi itu.
Erick menoleh menatap Dinda kala bisikan Danar beberapa saat lalu kembali terngiang di telinganya.
'Sepertinya dulu kita salah pacari orang. Tapi sekarang jodohku yang sebenarnya sudah bersamaku, sekarang giliran Kamu.'
Dan Erick paham betul apa yang dimaksud oleh Danar, ini sama persis dengan permintaan paman tadi pagi.
'Bagaimana kalau Paman jodohkan saja kalian berdua, mau kan? Mau dong, sama-sama jomblo kok, sama-sama pernah patah hati juga. Kenapa gak kalian satukan saja hati kalian yang patah itu biar menyatu.'
"Apa lihat-lihat?!"
Erick tersentak dan langsung mengelus dada saat ketahuan oleh Dinda sedang menatapnya.
"Galak amat. Bisa modar Aku kalau jadi suaminya, mana udah diancam lagi burungku mau dijadikan Gudeg."
Erick sampai bergidik ngeri sambil mengusap-usap kedua lengannya membayangkan hal itu, apalagi setelah tahu sisi lain Dinda yang ternyata galak.
Sekali lagi Erick menoleh menatap Dinda, ia sedikit lega karena ternyata Dinda menyandarkan kepala sambil memejamkan mata.
'Kalau diperhatikan Dinda sebenarnya cantik, cocok sih bersanding sama Aku yang juga tampan ini. Cuma masalahnya Dinda mau gak sama Aku? Ah pasti mau, dicoba aja dulu yang penting usaha dulu dari pada Aku jomblo terus.' Erick terkekeh geli dalam hati.
Perlahan Erick pun menggeser duduknya mendekati Dinda, dan Dinda yang merasakan kursi yang di duduki nya bergerak ia pun langsung membuka mata.
"Astaga Erick!" Dinda terkejut dan langsung mengelus dada karena Erick sudah berada di sampingnya.
"Em, Din Aku mau ngomong sesuatu." Kata Erick sambil tersenyum menampakkan deretan giginya yang sedikit menguning.
"Ngomong apa?" Tanya Dinda.
"Em, tadi Danar bisikin Aku sesuatu dan menurut Aku itu ada benar nya,"
Dinda hanya diam saja meski dirinya ingin tahu, ia tidak mau bertanya yang kemungkinan akan di jawab Erick, kamu nanya? seperti yang lagi viral itu.
"Kamu gak mau nanya gitu? Apa yang Danar bisikan sama Aku?" Dan akhirnya Erick yang bertanya.
"Terserah Kamu, mau cerita atau enggak." Jawab Dinda dengan acuh.
Erick pun menghela nafasnya sejenak, kemudian ia menegakkan posisi duduknya sambil berdehem. Ya elah udah kayak mau pidato aja.
Dan Dinda menunggu Erick untuk bercerita meskipun ia tidak ingin bertanya.
"Gini, Danar bilang dia dan Aku sepertinya dulu salah memacari orang. Dan kata Danar lagi, sekarang dia sudah bersama jodohnya yang sebenarnya, dan sekarang tinggal giliran Aku. Kamu ngerti kan maksudnya?" Tanya Erick di akhir kalimatnya.
Beberapa saat Dinda masih diam, tatapannya lurus menatap ke depan. Ia bukan tidak mengerti apa yang dibicarakan Erick, hanya saja ia sedang memikirkan sesuatu. Apa jadinya jika ia bersama Erick, laki-laki yang senasib dengannya yang sama-sama ditinggal nikah.
.
.
.
.
Yang baru, FEBRUARI tapi 🤗
Sekuel RAHIM 500 JUTA.
Kejadian di kamar hotel malam itu, mengharuskan Kanaya merelakan hubungannya dengan sang kekasih, dan terpaksa menikah dengan laki-laki yang telah merenggut paksa kehormatannya yang merupakan kakak sepupu dari kekasihnya.
"Biarkan Aku menikahinya, bagaimana jika dia hamil?" (Keenan)
"Jika dia tidak sampai hamil, lepaskan dan kembalikan padaku!" (Damar)
Pernikahan yang didasari keterpaksaan itu membuat Kanaya semakin membenci suaminya. Akan tetapi, kesabaran sang suami menghadapi sikapnya membuat Kanaya akhirnya bimbang antara memilih suami atau mantan kekasih yang masih dengan setia menunggunya.
Kemana kah hati Kanaya akan berlabuh?