NovelToon NovelToon
Presdir Kejam Dan Istrinya

Presdir Kejam Dan Istrinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: OppaSuga26

BEBAS PROMO

Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.

Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.

Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?

Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hmph!, ibu mertua!

Saat pukulan serta isak tangis Miran terdengar, Andin merasa tak tega, ia menyembunyikan wajahnya di belakang punggung Hans.

Tangan nya meremas celana Hans "Tuan, hentikan itu..."

Walau Andin meminta nya dengan pelan, tapi Hans sengaja menjawab itu dengan lantang agar di dengar oleh Miran.

"Tenang saja Andin, jangan terburu buru!, masih ada 1 menit 27 detik lagi.."

*Yaampun,, Hans ini benar-benar jahat sekali...

"Kasihan.., dia sudah tua.."

Dengan segera Hans menjawab itu "Dan boleh menginjak injak yang muda seperti kamu!, iya kan?!"

Andin masih menyembunyikan wajahnya.

"Sudahi!, istriku takut!"

Mereka bertiga menghentikan itu.

"Aku sebenarnya tak ingin melepaskan mu!, tapi istriku berhati baik dia..."

Pukulan pukulan itu tak melelehkan hati Miran, ia segera bangun dengan sisa kekuatan tubuhnya dan menyeringai licik menatap Andin.

Andin masih terdiam, saat Hans bangun ia juga ikut bangun, dan saat itu pula Miran meliar dan berusaha menggapai Andin, hanya saja tertahan oleh Hans.

Dia hendak mencakar cakar Andin jika dilihat, setelah bersusah payah tak dapat menjangkau Andin, ia memilih mudur dan tertawa;

"Hahaha.. cih!, tak pernah aku sangka jika keponakan ku ini seorang wanita bar yang beruntung mendapatkan pria kaya.."

Kata kata Miran memang lirih tapi penuh penekanan. Andin dari belakang Hans melihat itu, telinga nya tak tuli, ia mendengar jelas yang Miran katakan, air mata pecah begitu saja membasahi pipinya.

Di fikiran Andin, tega teganya Miran mengatakan itu, mengatakan jika Andin menjual diri dan di beli oleh Hans.

Miran tak akan tahu jika Andin harus merelakan kehidupannya demi kehidupan Ayahnya.

Di tinggal ibunya, penyakit Ayahnya yang membuat ia tak bisa merasakan kuliah seperti yang lainnya, juga kandasnya asmara yang ia jalani bersama Alvin... menerima pernikahan ini dengan berat hati, mendapati perlakuan kasar, kata kata kasar, menjadi pelayan..

Genap sudah dengan yang Miran katakan...

Sesak mengganjal di hatinya keluar sebagai isak tangis, tak berpikir panjang, Hans segera membawa Andin keluar dari rumah itu.

"Andin!, keluar dari rumah ini!, masuklah dalam mobil!"

Andin masih mematung disana, Hans menarik kuat pergelangan tangan Andin menggiring langkah kaki Andin keluar dan membukakan pintu mobil untuk Andin.

Di dalam mobil, Andin masih diam, ia melihat ke kaca disana nampak bangunan bangunan yang berjajar indah, tetapi itu hanya alasan Andin tak ingin orang lain melihat ia menangis.

Air mata tak henti mengalir, membuat hidungnya memerah juga alisnya.

Turunlah mereka di depan pintu villa, Hans berjalan lebih awal, sementara di belakangnya Andin masih sibuk menghapus matanya yang lebam dengan punggung tangan.

Bbrruk

Andin menabrak Hans secara tak sengaja karena Hans menghentikan langkahnya tiba-tiba.

Segera Andin menjauh.

"Maaf.."

"Naiklah ke atas!, aku sudah terlambat bekerja karena mengikuti mu!"

Andin patuh ia naik ke atas, ia memutuskan untuk mencuci muka di kamar mandi.

Andin tak bisa menghentikan air matanya, disana ia terus menangis, kedua tangannya menutup mulutnya, matanya terpejam dan ia duduk melipat lutut, dalam tangisnya jelas terputar waktu kehidupannya yang terdahulu, ia merindukan suasana itu, jujur baginya dalam hati sudah tak muat lagi sudah begitu sesak.

*Aku bukan wanita seperti itu... aku tak pernah menjual diri demi uang... Ayah tak mendidik aku seperti itu... hiks hiks hiks

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Andin mengepang rambutnya di depan kaca besar kamar Hans sembari menikmati pemandangan.

Seseorang menghentikan motornya jauh dari gerbang villa, dan Andin dapat melihat itu.

"Eh, siapa itu..?"

Orang itu membuka helm nya dan menaikkan satu tangannya melambai lambai kepada Andin.

"Kak Alvin?!" Ujar Andin bersemangat.

Alvin menggunakan bahasa isyarat agar Andin mau turun menghampiri dirinya.

Andin hanya menggeleng sebagai jawaban.

Tak mau menyerah, Alvin menggerak gerakkan tangan kedua tangannya seperti melahap makanan lalu menunjuk ke depannya.

"Makan.., di luar?, hah!.. warung bang mamat!"

Alvin mengangguk melihat dari kejauhan sepertinya Andin mengerti.

Dengan penuh semangat Andin turun dan keluar menemui Alvin, memang semenjak Velly tinggal di villa, kunci tak lagi di pegang oleh Hans, Velly sendiri lah yang memaksa agar Hans meninggalkan kunci villa di tangannya.

Andin berlarian kecil menuruni anak tangga, saat sudah keluar dari gerbang besar Andin berjalan mengendap endap dan

Dooorr

Alvin menjingkat saat Andin mengejutkan nya.

"Andin, kamu ini.."

"Maaf kak, kita ke warung bang mamat?"

"Umm!" Alvin mengangguk.

Andin di bonceng Alvin dengan sepeda motor matic nya, tak terlalu besar juga tak terlalu kecil tetapi sangat nyaman saat digunakan.

Saat diatas motor mereka berdua bergurau riang begitu pun saat makan bakso. Bercerita ini dan itu tertawa karena hal kecil, mungkin tanpa disadari, Andin telah mendapat bahagianya setelah kesedihan tadi.

Tak hanya makan, bahkan mereka juga berkeliling naik motor mendatangi tokoh tokoh kecil, kalau Andin suka maka Alvin akan membayar nya.

Ini adalah sebuah kebetulan saat Andin dan Alvin memilih pakaian, disana juga ada Vivian yang sedang membayar di kasir.

Vivian menurunkan kaca matanya

*Tunggu!, gadis itu.. sepertinya aku pernah bertemu..

Menarik resleting tas nya dan mengeluarkan kartu debit nya.

*Itu... bukankah gadis itu... hah!!, dia istri Hans bukan??

"Nona, ini kartu nya"

Saat Vivian melirik gerak Andin dan Alvin, pegawai itu mengembalikan kartu debit Vivian sehingga membuat Vivian bingung akan menjawab apa, dia hanya tersenyum dan mengambil kantung belanjaan nya.

Vivian tersenyum seolah ia mendapat rencana bagus.

*Ckckck.. gadis ini.. lihat bagaimana aku menghancurkan rumah tangga mu itu..

"Hai"

Andin dan Alvin berbalik.

"Siapa?" Tanya Alvin.

"Andin kamu mengenal dia?"

"Tidak, tapi sepertinya pernah bertemu,," Ucap Andin pelan.

"pffutt, mana mungkin kamu sudah lupa, ayolah astaga.."

"Kamu..."

Andin masih mencoba mengingat ingat.

"Sudah sudah, kalau tahu namaku juga tak akan merubah fakta"

"Fakta?"

"Bisa bisanya kamu meninggalkan Hans dan berkencan ria dengan pria lain.."

Andin tetap diam ia mengerutkan alisnya tak mengerti.

"Ini, di dalam ponsel ini!, aku merekam bagaimana kamu berkencan riang dengan pria lain, lihat bagaimana aku mengirimkan video ini kepada Hans"

Vivian meninting ponsel nya dan di tunjukkan ke Andin, ia kemudian pergi setelah mengatakan itu, tetap saja Andin masih diam karena ia tak mengerti apa yang Vivian katakan.

"Kencan ria??" Lirih Andin.

Mereka berjalan jalan hingga sore hari, saat tepat jam tiga barulah Alvin mengantar Andin pulang.

"Andin?!!" Teriak Alvin saat Andin sudah sampai di ambang gerbang.

Andin berbalik

"Byeee" Alvin bicara sangat pelan dan melambaikan tangan berulang.

Andin tersenyum lebar, ia membawa satu kantung belanjaan besar masuk ke dalam rumah.

🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵🍵

Saat perjalanan pulang, Hans menghentikan mobilnya ketika ia melihat seseorang keluar dari minimarket bercanda gurau.

Laju kendaraan Hans mulai melambat karena di depan sudah lampu merah.

*Wanita itu...

Hans mengerutkan keningnya ketika ia sulit mengenali wanita dan suaminya yang menyebrang jalan.

*Ayolah, menghadap lah kesini sebentar...

Hans semakin geram, ia merasa familiar denagn kedua orang itu, dan mungkin ini sudah takdir.

Tas wanita itu terjatuh dia membungkuk mengambil nya, karena angin yang bertiup kencang sehingga wajah wanita itu tak lagi tertutup oleh uraian rambut.

Walau nampak dari samping dan sebentar, mata Hans langsung di penuhi dengan amarah yang sudah lama hilang, ketika melihat wanita itu adalah Ezila ibu Andin.

Supir menancap gas tapi dengan segera Hans memerintahkan agar mengikuti mereka.

"Tunggu!, ikuti kedua orang itu!"

"Baik tuan"

Ezila dan Ayah Hans menaiki mobil yang terparkir di tepi jalan.

*Apa apaan ini!, bagaimana mungkin! dia... dia... berani sekali dia menampakkan wajahnya di sini!!

Hans mengepal tangan dan memukul kuat di samping ia duduk.

Mobil Hans terus mengikuti mobil Ezila yang ada di depan, setelah cukup lama akhirnya mobil itu menurunkan kecepatan nya, belok ke kanan dan berhenti di salah satu apartemen.

"Hmph!, ibu mertua!, disini rupanya.. lihat bagaimana menantu mu ini memberikan kejutan!"

-------------------------

BERSAMBUNG...

1
Siti Aminah
seru thor....smga makin seru ke part berikut ny
Siti Aminah
masih nyimàk...
Nova Fitriyanti
jijik gw
DumaWati Panjaitan
semangat ya sukses selalu
DumaWati Panjaitan
lanjut
Sri Wahyuni
lululila🤭😂😂😂
Yansri Harwita
masak iya istri menerima saja anak suami dari i kekasih ny tanpa ada perlawanan, gk masuk akal sih menurut ku, andin terlalu sabar dan hans gk pantas utk di jadikan panutan, masak iya kalah sama seorang vivian, percuma dong orang kaya tapi begitu aj nurut, kalau aku jadi andin, aku gk akan terima
Syafa Marwah
sedih baca kisahnya andin..
senja
kkta ktanya kya gmna gtu.. ..
Sibollo
mulai cemburu tu andin🤭
Sibollo
ko 2x
Sibollo
andin blum bsa menjelaskan semua Alvin bersabarlah
Sibollo
lanjut
Sibollo
sbar andi
Sibollo
Ya Allah bukan salah andin eehh di kenah karmax😣🥺
Sibollo
sabar yaa andin
Ryegar sormin channel
ya
Nelli Susilawati
next
Rinaa
😍
Rohayati Aye
hhhm mulai ngartiiii😂😂😂 jngn kejam" nti ky novel"yg lain.ujung"nya buciiin😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!