"Luna Adinda Putri adalah Gadis cantik, periang namun ceroboh. Tiba tiba dikejutkan dengan ucapan sang ayah yang akan menjodohkannya dengan seorang anak dari teman masa kecil sang ayah"
Apakah Luna akan menerima perjodohan ini dengan sukarela dan bahagia dengan pernikahannya atau malah sebaliknya ?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30 MCS
Visual
Babang Bima, Beruang kutub yang kadang Labil. Keturunan Indo-Jerman
Dinda, 20 tahun, memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari suaminya.
*****
Matahari sudah menunjukkan dirinya dan cahaya terang nya mulai masuk ke celah celah jendela kamar.
"Eeuughhh" suara lenguhan Dinda. Dia pun menggeliat merentangkan kedua tangannya dan mulai membuka matanya sedikit demi sedikit.
"ya ampun jam berapa ini ? kenapa aku baru bangun," ucap nya yang melihat ke arah jendela kamar yang sudah terang oleh sinar matahari
"good morning sayang," bisik Bima di telinga istrinya dan langsung menarik kembali Dinda kedalam pelukannya. Bima memeluk Dinda dari belakang, karna sejak tadi Dinda tidur dengan membelakangi diri nya.
"Om.." ucap Dinda
"Hem," jawab Bima
"aku mau mandi dulu Om," Dinda mencoba melepaskan tangan Bima yang melingkar di perutnya
"biarkan seperti ini dulu !! aku rindu," Ucap Bima lagi sambil mencium dan menghirup aroma tubuh Dinda
"bohong !!" seru Dinda
Bima pun mengernyitkan dahi nya. Dia membalikkan tubuh istrinya itu agar saling berhadapan. "siapa yang bohong ?" tanya Bima sambil menatap manik mata Dinda yang menurut nya semakin terlihat cantik saat bangun tidur
"tentu saja Om yang bohong !!" jawab Dinda cepat sambil memalingkan wajah nya
"maksudnya ?"
"Om bilang mencintai ku, lalu sekarang om juga bilang merindukan ku, tapi Om tega meninggalkan aku selama lebih dari tiga hari !!" seperti masih ada luka di hati nya, Dinda kembali membahas masalah mereka yang memang belum sepenuh nya selesai.
"Maaf sayang, aku tau aku salah, tapi itu karna aku takut kehilangan kamu," ucap Bima sambil kembali memeluk Dinda "aku sangat terkejut ketika kamu bilang akan pergi ke London untuk melanjutkan pendidikan mu itu, pikiran ku kalut membayangkan kita akan berhubungan jarak jauh. Percayalah aku pernah mengalami nya dan itu tidak berhasil !!"
"Om pernah mengalami nya ? apa dengan wanita yang mengangkat telpon Om waktu itu ?" ucap Dinda kesal ketika kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu saat dia menelpon Bima
"maksud kamu ?" Bima yang memang tidak tau saat di kamar hotel, Angel sempat mengangkat telpon dari istrinya itu
"aku sempat menghubungi ponsel Om waktu itu, tapi yang mengangkat telpon nya seorang wanita," ucap Dinda dengan wajah sedih
**** !! berani sekali dia mengangkat telpon di ponsel ku
Bima pun mengumpat sikap Angel dalam hati.
"kenapa Om jadi diam sekarang ? Om tau, setelah itu aku bahkan tidak berani menghubungi ponsel mu lagi, aku takut akan mendengar suara wanita lagi saat menelpon mu !!" air mata Dinda mulai menggenang. "Bisa di bayangkan ? istri mana yang tidak berpikiran macam macam saat menghubungi ponsel suami nya tapi yang mengangkat malah suara wanita"
"Maaf sayang, aku tidak tau kalau dia yang mengangkatnya," ucap Bima
deg
"Dia siapa ? Oh jadi memang benar ada wanita lain yang bersama Om selama Om pergi !!" Dinda mulai bangun dan duduk sedikit menjauh dari posisi suami nya
"Maaf kan aku !! aku juga tidak tau kenapa dia ada disana, kamu bisa tanyakan pada Riko dan Diki, mereka sahabat ku, dan mereka juga yang menemani ku selama aku di Bali," ucap Bima yang juga ikut bangun dari tidurnya
"kalau Om yang ada di posisi aku saat itu, saat Om menghubungiku ternyata ada laki laki lain yang mengangkat telpon dari mu di pagi buta, dimana sebagian orang mungkin belum membuka matanya, apa yang akan Om lakukan ?" tanya Dinda pada Bima
"itu tidak akan terjadi !! karna aku tidak akan membiarkanmu pergi tanpa aku, bahkan aku tidak akan pernah mengizinkan mu dekat dengan pria mana pun selain aku !!" tegas Bima
"Ck. sudahlah, Om tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan !!" Dinda berdecak dan segera beranjak dari duduk nya
Bima pun segera menarik tangan Dinda, menahan nya untuk tidak pergi
"apa lagi ?" tanya Dinda sambil menatap tajam ke arah Bima
"duduk dulu, kita selesaikan semuanya sekarang !!" tegas Bima
"apa yang belum selesai ? bagiku semua sudah selesai !! Om dan aku sepertinya memang tidak ditakdirkan untuk bersama," Dinda sekuat tenaga menahan air matanya
Deg.. Hati Bima tiba tiba terasa sesak, tidak percaya dengan apa yang di dengar nya
"Om pernah bilang, kalau Om tidak mau terlibat lebih jauh denganku, jadi mulai sekarang sebelum semuanya berjalan semakin jauh, kita akhiri saja sampai disini !!" ucap Dinda lagi sambil meneteskan air mata yang susah payah di tahan nya
"Tidak !! aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai aku mati. Kamu selamanya akan menjadi milikku !!" Bima mendekat ke arah Dinda dan langsung memeluknya
"aku lelah Om, aku capek !!" Dinda kembali menangis di pelukan Bima
"sungguh aku tidak tau kalau dia yang mengangkat telepon dari mu waktu itu, aku mabuk berat, bahkan kedua sahabatku itu yang membawa aku ke kamar hotel, Maaf sayang !!" Bima semakin mengeratkan pelukan nya "aku janji, ini tidak akan pernah terjadi lagi !!"
Dinda tidak membalas lagi perkataan Bima. Ingin percaya tapi begitu sulit.
"sebentar, aku akan menghubungi kedua sahabat ku itu agar kamu percaya !!" Bima melepaskan pelukan nya dan berjalan menuju meja tempat ponsel nya di letakkan
"Tidak perlu Om," ucap Dinda
"Perlu, karna aku tau kamu belum percaya pada ku !!" Bima segera menghubungi kedua sahabatnya itu melalui sambungan video call
Tuutt Tuutt .. Tidak lama Riko yang mengangkat lebih dulu
**** !! kenapa harus si somplak ini yang mengangkat duluan
"Wow, ada angin apa si putra mahkota menghubungi ku pagi pagi !! mana pake acara video call segala lagi, hahaha" ledek Riko
"Mata kau rusak atau apa ? aku tidak hanya menghubungimu tapi Diki juga, lagi pula ini juga sudah bukan pagi lagi !!" jawab Bima dengan memutar bola matanya malas "sudahlah, aku ingin kau menjelaskan apa yang terjadi di Bali waktu itu !!"
"kejadian apa ?" tanya Riko bingung "aku harus menjelaskan pada siapa ?" dia semakin bingung karna di layar ponselnya itu hanya menampilkan wajah Bima
Ck, Bima berdecak sambil melingkarkan tangannya di bahu Dinda yang kini duduk bersebelahan dengannya di sofa kamar. Memposisikan kamera di ponselnya agar istrinya itu bisa terlihat juga oleh Riko.
"oh my Lord, ternyata bidadari beneran ada di dunia ini !!" ucap Riko seketika setelah melihat wajah Dinda dilayar ponselnya
Dengan kesal Bima langsung mematikan sambungan telepon nya.
"ko di matiin ?" Dinda bingung karna Bima tiba tiba memutus sambungan video call dengan salah satu sahabatnya itu
"Tidak perlu !!" Bima menjawab singkat pertanyaan Dinda
"kenapa ? kata nya tadi aku harus mendengarkan penjelasan sahabat Om itu," ucap Dinda yang memang tidak mengerti
"aku tidak mau ada laki laki lain yang memuji mu !!" Bima sambil memalingkan wajah nya
"Om cemburu ?" tanya Dinda penasaran
"Tentu saja, kau itu istriku, dan hanya aku yang boleh memujimu !!"Bima kembali memeluk tubuh istrinya
Setelah pelukan nya terlepas, Bima mendekatkan wajahnya dengan wajah Dinda. "No, tidak ada ciuman atau yang lain nya, sebelum masalah kita benar benar selesai !!" jari Dinda membentuk angka satu dan meletakkan nya tepat didepan bibir Bima.
...
...
...
...
...