NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sosok hitam itu terbang tanpa rasa mengenal lelah, dalam waktu yang tak lama dia sudah keluar dari kota Bunga. untuk sejenak dia beristirahat memulihkan tenaganya.

Sosok itu merogoh kantongnya, dan memegang kitab yang dicurinya dihalaman depan kitab itu tertulis sebuah tulisan tebal.

"JURUS PEDANG SERIBU"

Dia tersenyum puas, karena merasa tak sia-sia, semua usahanya membuahkan hasil meskipun dia terluka cukup parah.

"Aku harus segera kembali, kalau tidak racun ini akan menggerogoti seluruh urat nadi dalam tubuh ku."

Sosok hitam itu kembali meninggalkan tempat istirahat nya dan terbang menuju gunung kemelut

Sosok hitam itu ternyata Petapa muka dua, karena Jaka Srenggi ingin menjadi seorang pendekar pedang, Bargola memutuskan untuk mencuri salah satu kitab pedang terbaik.

Bargola terbang dan sampai di gua tempat tinggalnya saat hari telah larut, dia melihat Jaka Srenggi telah tertidur pulas. Dia tersenyum bahagia. karena akan memenuhi keinginan muridnya.

"Dengan ini aku akan membuatmu salah satu pendekar terkuat di seluruh dunia persilatan. Besok kau akan memulai latihan berat mu. Aku harap kau mampu Jaka Srenggi!" gumam Petapa muka dua.

Petapa muka dua bersila memulihkan kondisi nya, tapi wajahnya menjadi pucat.

"Huakkk!!!"

Cairan kental berwarna hitam langsung keluar dari mulutnya. Petapa muka hitam tersenyum pahit.

"Sepertinya racun kobra sudah masuk ke pembuluh nadiku. Au rasa aku tak akan mampu bertahan cukup lama. Tapi sebelumnya aku harus pastikan jika Jaka Srenggi sudah mampu bertahan di dunia persilatan. Dengan begitu aku akan merasa nyaman di alam sana." ucap Bargola dengan wajah yang bersedih.

Racun dari racun milik Ragil memang telah masuk ke pembuluh nadi Petapa muka dua, itu terjadi karena dia memaksakan tenaga dalamnya waktu terbang, sehingga dia tak menekan pergerakan dari racun kobra milik Ragil.

Jaka Srenggi terbangun karena merasa terganggu karena kehadiran Bargola.

"Guru sudah kembali? Apa guru sudah makan?" tanya Jaka Srenggi

Bargola tersenyum mendengar pertanyaan dan perhatian dari muridnya itu.

"Guru sudah makan Jaka," jawab bargola dengan suara berat.

Jaka Srenggi melihat bargola.

"Apa guru sakit??" tanya Jaka.

"Tidak! guru tak apa-apa! Kau istirahatlah, besok kau akan memulai latihan mu." kata Bargola.

Bargola tak mau memberitahu kondisinya pada Jaka, dia tak ingin pikiran Jaka Srenggi terbebani.

"Baik guru, aku akan istirahat." Jaka Srenggi kembali berbaring dan tertidur.

Lain dengan bargola, bargola mencoba menekan pergerakan racun kobra yang ada dalam tubuhnya.

"Aku harus hidup, meskipun aku akan mati. Tapi aku harus memastikan penerusku." gumam Bargola seperti memiliki semangat baru untuk hidup.

Sementara itu di kota bunga, keributan yang terjadi di rumah mewah itu menjadi buah bibir dikota, penduduk tahu siapa pemilik rumah itu, pemilik rumah itu salah satu orang yang disegani, penduduk tak tahu apa yang telah diambil dari rumah itu.

Penduduk kota juga tak menyangka jika akan ada orang yang berani masuk untuk mencuri ke dalam rumah itu.

Seorang lelaki memakai topeng terlihat duduk di kursi yang seperti singgasana. Di dunia persilatan dia di kenal dengan nama topeng hitam. Dia salah satu dedengkot dari golongan hitam.

"Apa ada yang hilang ketua??" tanya Gopal memberanikan diri.

Sorot mata topeng hitam menatap tajam ke arah Gopal. Topeng hitam menggerakkan tangannya, dan sungguh diluar dugaan tubuh Gopal melayang ke udara dan lehernya seperti di cekik sesuatu yang tak terlihat.

"Akkkhhhhhh!!

Gopal hanya bisa menjerit menahan sakit. Jeritannya begitu keras melengking.

"Bodoh! Bagaimana bisa kalian berdua membiarkannya melarikan diri." ucap topeng hitam dengan suara yang sangat menakutkan

"Bruukkkkk!"

Tubuh Gopal jatuh kelantai sedikitpun tak tertahan, Gopal memegangi lehernya yang terasa sakit.

"Cari orang itu sampai dapat. Bawa kepalanya ke hadapanku!!" perintah topeng hitam.

"Baik! kami mengerti ketua!" jawab Ragil.

"Setan bungkuk! iblis jerangkong! Kalian temani dua orang bodoh itu!" teriak topeng hitam.

Topeng hitam juga mengutus dua kepercayaannya untuk menemukan Petapa muka dua.

"Kami akan mencari dan pasti akan menemukannya ketua. Tapi apa yang hilang ketua??" tanya setan bungkuk.

"Petapa bodoh itu telah mencuri kitab pedang seribu. Aku tak tahu apa maksudnya mencuri itu. Aku sangat yakin kalau dia itu tak menggunakan pedang." kata topeng hitam dengan suara yang tetap berat.

"Kitab pedang seribu!!" desis iblis jerangkong.

"Ingat! Pastikan kepalanya kalian bawa bersama dengan kitab itu. Waktu kalian hanya sebentar. Aku tak mau menunggu lama." kembali topeng hitam memberikan perintahnya.

"Jangan kembali sebelum membawa kepalanya." lanjut topeng hitam.

"Baik, akan kami laksanakan ketua."

Setan bungkuk berdiri dan di punggungnya ada sebuah daging besar, sehingga dia berjalan seperti membungkuk, itulah mengapa dia di sebut setan bungkuk.

Setan bungkuk dan iblis jerangkong berjalan di depan, sementara sepasang maut ada di belakang mereka.

"Aku pikir kalian sudah bisa di andalkan Ragil, ternyata kalian masih bau kencur." ucap setan bungkuk.

"Maafkan kami, kami memang bodoh dan selalu ceroboh"!" jawab Ragil dengan wajah penuh bersalah.

"Kemana kita akan mencarinya? Apa kalian tahu dimana dia tinggal??" tanya iblis jerangkong.

"Tak ada yang tahu dimana dia tinggal, dia selalu berpindah pindah." jawab setan bungkuk.

"Jadi bagaimana cara kita menemukan dia? Sungguh tugas yang memusingkan. Dan sebelum menemukan nya kita tak boleh kembali." kata iblis jerangkong.

"Sebaiknya kita bagi tugas saja, Bagaimana??" tanya setan bungkuk

"Bagi tugas! Aku tak mengerti, jelaskan!" pinta iblis jerangkong.

"Aku dan Ragil akan mencari kearah Utara. Kau dan Gopal kearah selatan. Kita bertemu di gunung kemelut." kata setan bungkuk menjelaskan.

Iblis jerangkong berpikir sejenak sebelum akhirnya dia menatap Ragil dan Gopal.

"Baik, begitu pun jadi, dengan begitu kita memiliki peluang untuk menemukannya. Tapi ingat, siapa pun yang sudah menemukan atau membawa kepalanya kita tetap harus bertemu di sana. Apa pun yang terjadi, kita bertemu di sana." jawab iblis jerangkong yang setuju dengan ide setan bungkuk.

"Baik, kalau kau setuju aku dan Ragil akan berangkat sekarang juga."

"Ayo Ragil!!" ajak setan bungkuk pada Ragil.

Ragil dan Gopal tak ada sedikit pun keberanian untuk menolak, padahal mereka biasanya bertarung bekerja sama, jurus-jurus mereka jurus yang saling melengkapi, tapi untuk kali ini mereka harus terpisah karena kebodohan dari mereka sendiri.

"Sudahlah Ragil, kau jangan bersedih. Aku tahu jurusmu akan melemah jika tak di padukan dengan Gopal, tapi kau harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan mu sendiri. Tak selama nya kalian harus bertarung bersama." kata setan bungkuk yang mengerti apa yang di pikiran Ragil.

Ragil diam dan mulai mencerna maksud dari setan bungkuk.

"Baiklah, ayo!"

Saat matahari mulai meninggi empat manusia dari golongan hitam itu berpencar menjadi dua kelompok. Mencari keberadaan Petapa muka dua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!