NovelToon NovelToon
Jadi Sugar Baby Duda Lapok

Jadi Sugar Baby Duda Lapok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:261.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: rizal sinte

Karena merasa kecewa pada sang papah dan juga sahabatnya sendiri yang memiliki hubungan secara diam-diam di belakangnya.
Kiara pun memutuskan untuk menjadi sugar baby dari sahabat papahnya sendiri untuk ajang balas dendam.

Lalu bagaimana reaksi sang papah setelah mengetahui semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

" Mas, aku tidak mau seperti ini." Febby terus menangis. " sebaiknya kita sudahi saja hubungan kita, aku gak mau kalau sampai Kia marah sama aku ataupun kamu, Mas. Aku gak mau dibenci sama Kia." Febby frustasi.

" Hey sayang dengerin aku." Reza memegang kedua pipi Febby sehingga Febby mau menatap kearahnya.

" Tidak akan ada perpisahan, masalah Kia aku yakin. Cepat atau lambat dia pasti bakalan merestui kita, dan kembali seperti dulu lagi, aku berjanji." ucap Reza meyakinkan.

" Tolong jangan terlalu dipikirkan, kasihan anak kita sayang. Aku gak mau kamu stres gara-gara mikirin ini, itu sangat berbahaya untuknya, apa kamu mengerti?"

Febby mengangguk, jujur saja ia memang sangat stres akhir-akhir ini gara-gara masalah ini sehingga perutnya terkadang terasa sangat sakit sekali.

"Sebaiknya kita kerumah sakit sekarang, aku takut kalian kenapa-napa." cemas Reza.

" Aku gak apa-apa, Mas. Kita langsung pulang saja," tolak Febby. Dirinya sangat lelah, ia ingin secepatnya beristirahat.

" Tidak, kamu terlihat pucat sekali. Aku tidak akan tenang setelah memastikan semuanya baik-baik saja," kata Reza tegas tanpa mau bantahan. Bahkan laki-laki itu sudah melajukan kecepatan mobilnya menuju rumah sakit.

Febby hanya bisa mengalah, ia memilih memejamkan matanya daripada harus berdebat.

Selang beberapa menit mobil Reza sudah terparkir di halaman rumah sakit tempat di mana ia bekerja Febby membuka kedua matanya.

" Kamu yakin mau periksa di rumah sakit ini, Mas. Kalau sampai rekan-rekan kamu tahu bagaimana?" Feby takut jika rekan-rekan kerja Reza mengetahui bahwa laki-laki itu menghamili anak gadis orang di luar nikah.

" Apa pedulinya, ayo turun." Acuh Reza tidak mau ambil pusing.

" Tapi ... apa kamu nggak malu karena memiliki anak di luar nikah? terlebih lagi perbedaan umur kita?" Ucap Feby keluar dari mobil. Febi masih memikirkan reputasi Reza sebagai dokter hebat di rumah sakit ini.

" Kamu jangan mikir kan masalah itu, jangan mikirkan masalah apapun cukup pikirkan diri kamu sendiri dan juga anak kita. Mereka juga tidak pernah memikirkan kamu 'kan. Jadi, jangan diambil pusing," ucapnya santai sambil menuntun Febi berjalan lalu menggandeng nya sangat erat sekali.

Rindu menghela nafasnya panjang, jika sang kekasih sudah berkata begitu ia bisa apa. Feby pun berjalan dengan kepala menunduk lantaran malu diperhatikan oleh orang-orang sekitar.

" Loh bukannya itu dokter Reza ya, tapi siapa yang dia bawa? Apa mungkin anaknya?" Kata salah satu suster saat melihat Reza menggandeng seorang wanita muda.

" Tapi kayaknya bukan deh, aku tahu kok siapa anaknya," jawab temannya yang mengenali siapa anak Reza sebenarnya sementara yang dibawa oleh dokter itu bukan anak yang sering Reza bawa.

" Serius, terus siapa yang dibawa nya ya. Masih muda. Kayaknya sih, masih anak kuliahan," katanya menebak-nebak.

" Entahlah ... ya udah yuk kita lanjut kerja lagian bukan urusan kita."

Banyak yang bertanya-tanya dengan sosok gadis yang dibawa oleh dokter Reza. Ditambah lagi dokter Reza membawa gadis itu ke dalam ruangan dokter kandungan. Tentu semakin banyak pertanyaan dan mereka pun menebak-nebak.

" Dokter Andien tolong periksa dia!" Titah Reza.

" Hey, tapi ini kan bukan jam jadwalku?" Protes dokter wanita tersebut. " Tapi siapa gadis ini?" Jiwa keponya muncul melihat sosok gadis yang datang bersama Reza.

" Mau diperiksa atau tidak? Kalau tidak mau, ya udah saya keluar dari sini," kata Reza galak dengan ekspresi datar bahkan begitu dingin.

" Ck, kau itu sangat menyebalkan." Jika sudah begini mau tidak mau dokter Andien pun menuruti permintaan Reza.

" Adek manis silakan berbaring di sini ya," perintahnya pada Feby. Ya akan memulai memeriksa perut Febi dan juga detak jantungnya.

" Apa ada keluhan?" Tanya dokter Andien.

" Terkadang perut saya terasa sakit dok," jawab Febi jujur. Reza menatapnya tajam lantaran gadis itu tidak mengatakan apapun padanya. Febby sampai tidak berani menatapnya ia alihkan pandangannya ke arah lain.

" Kita USG ya." Faktor tersebut mengambil alat. Reza pun mendekat.

" Kenapa kamu tidak bilang," ujarnya. " Maaf." Cuman itu yang bisa Feby katakan. Reza menghela nafasmu mencoba untuk sabar.

Saat dokter Andien memulai USG kandungan Feby Reza Toto berdiri di samping kekasihnya bahkan menggenggam tangannya dan menatap layar monitor di mana di sana ada makhluk kecil yang bernyawa bersemayam di dalam perut kekasihnya itu yang masih sebesar biji jagung.

" Ini janinnya, perkembangannya cukup bagus. Kamu jangan terlalu banyak pikiran, itu yang membuat perut kamu terasa sakit karena hormonnya."

Kedua mata Feby terus menetap kelahiran monitor yang memperhatikan makhluk kecil yang masih belum berbentuk itu kedua matanya berkaca-kaca tidak menyangka bahwa ada bayi di dalam perutnya.

" Usianya memasuki 8 Minggu, dedek bayinya sangat kuat dan detak jantungnya juga normal. Tolong jangan terlalu banyak pikirannya, dibawa rileks aja. Nanti saya akan kasih vitamin dan penguat kandungan. Apa kamu ada keluhan mual?"

" Iya Dok, saya terus mual bahkan sampai badan Saya lemas dan saya juga sering mengalami pusing apa itu normal?" Tanyanya. Dokter antin pun tersenyum walau ia meletakkan alat USG karena sudah selesai kemudian mengelap perut Febi dengan lembut menggunakan tisu.

" Tidak apa-apa itu adalah hormon kehamilan, kamu banyak-banyak istirahat ya dan makan makanan yang sehat. Nanti saya kasih obat pereda mual dan juga pusing."

Feby mengangguk paham, Reza yang sedari tadi hanya diam mendengarkan saja kemudian ia membantu kekasihnya itu bangun dari tempat tidur pasien. Sementara dokter Andien sudah kembali duduk ke tempatnya dan mencatat sesuatu.

" Tolong duduk sini, Saya mau mencatat data kamu." Titah dokter Andien. Feby pun menurut.

Dokter Andien pun menanyakan nama lengkap umur dan juga nama suami.

" Nama suaminya siapa?" Feby terdiam dia bingung ingin menjawab apa.

" Saya," jawab Reza lantang. Dokter Andien terkejut sementara Febi hanya diam saja.

" Dokter Reza jangan main-main ini penting untuk dicatat dalam buku KIA atau buku yang berwarna pink khusus untuk ibu hamil dan anak," ucapnya menganggap omongan Reza itu hanyalah guyonan saja.

" Saya tidak bermain-main dokter Andien, saya adalah suaminya dan anak itu adalah anak saya. Catat saja cepat dan jangan banyak tanya," ujarnya tegas.

" Apa? Jadi kamu sudah menikah? Kapan?"

" Dokter Andien!" tegur Reza mulai kesal.

" Oh, oke-oke." Dokter Andien pun menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak kepo.

" Ini resep obatnya tolong ditebus ya. Dan ini juga bukunya kalau mau periksa tolong dibawa, ya." Dokter Andien menyerahkan sekretaris berisi resep obat dan juga buku berwarna pink kepada Feby.

" Iya dok, terima kasih." Feby pun berdiri dan iya keluar dari ruangan dokter Andien. Begitupun juga dengan Reza yang mengikutinya dari belakang namun tiba-tiba lengannya ditarik oleh dokter Andien.

" Kamu jahat sekali kenapa menikah tidak mengundang ku," ucap dokter Andien merajuk. Mulutnya terasa gatal jika tidak bertanya.

Reza kembali menghela nafasnya panjang. " Aku sudah nikah siri berapa bulan yang lalu, nanti acara resepsinya saya bakal mengundang seluruh dokter atau seluruh pegawai dan juga pasien di rumah sakit ini," jawab Reza kemudian ia keluar dari ruangan dokter Andien menyusul kekasihnya tersebut.

" Idih orang kaya mah bebas," candanya sambil mengantar Reza keluar dari. Reza tidak menjawab oleh yang menggandeng tangan Feby menuju apotek untuk menebus obat. Dokter Andien terus memperhatikan mereka.

" Pantes aja banyak dokter yang ditolaknya, ternyata tipe dokter Reza bukan kaleng kaleng," ucapnya sambil jalan-jalan kepala. Ya baru mengetahui fakta bahwa Reza menyukai daun muda pantas saja banyak dokter atau wanita dewasa yang ditolak saat mengatakan cinta padanya.

" Apa kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Reza saat keduanya sudah berada di dalam mobil.

" Aku lagi tidak mau makan apapun, aku cuma lelah butuh istirahat."

" Tapi kamu harus makan sesuatu setelah itu minum obatnya," kata Reza.

" Tapi aku belum laper apa nggak bisa nanti saya aja minum obatnya." Feby tidak berbohong iya belum terasa lapar dan malas makan apa-apa.

" Nggak bisa, kamu harus makan sesuatu dan langsung minum obatnya." Tegas Reza memaksa tanpa mau di bantah lagi.

Febby menghela, lagi-lagi ia harus mengalah. " Tapi dikit aja ya," pintanya. Reza mengangguk setuju. Setidaknya ada makanan sedikit yang masuk ke dalam perut kekasihnya itu, karena ada janin yang harus diberikan nutrisi.

" Beli makanan nya di bungkus aja ya, aku sangat lelah pengen segera istirahat."

" Baiklah. Tapi lain kali tolong hubungi aku kalau terjadi sesuatu sama kamu maupun anak kita. Aku gak mau kamu diam saja seperti waktu itu. Apalagi berhubungan dengan dengan anak kita, aku turut andil bertanggungjawab, apa kamu mengerti."

" Dan satu lagi, jika kamu kepengen makan apapun tolong hubungi aku. Jika kamu ngidam pengen makan apa di waktu malam atau subuh sekali pun kamu tetap hubungi aku, paham."

Sebagai laki-laki dewasa yang sudah berpengalaman, tentu Reza ingin selalu ada saat dibutuhkan.

" Iya Mas, iya. Aku berjanji bakalan selalu hubungi kamu kalau ada apa-apa. Maaf ya sudah buat kamu khawatir, dan terima kasih karena sudah mau bertanggungjawab."

" Aku mencintaimu, Febby. Aku bertanggungjawab bukan hanya karena adanya anak kita. Walaupun dia belum hadir sekali pun aku akan selalu bertanggungjawab padamu." Reza mengecup punggung tangan Febby.

" Tolong jangan buat aku khawatir. Aku bisa gila kalau sampai kamu kenapa -napa." Febby tersenyum mendengarnya.

" Iya Mas, aku juga mencintaimu." Kemudian Febby menyandarkan kepalanya di lengan Reza yang sedang mengemudi. Namun Reza tidak mempermasalahkan itu lantaran ia juga menyukainya, toh masih bisa menyetir dengan satu tangan asal kecepatannya pelan saja.

1
Eci cia
banyak iklan promosi kurangi iklannya
Eci cia
ceritanya seru tapi banyak iklan promosi jadi badmood baca
Qaisaa Nazarudin
Nah pria yg gini yg aku suka,Walau pernah Nikah tapi tidak menjadikan Teh Celup sebagai pelampiasan setelah menduda..
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA tapi OBSESI.. WANITA2 didalam Novel mengerikan sekali ya,Semuanya nekad2 banget..
Qaisaa Nazarudin
Akibat kelamaan Jomblo, Sekali nya dapat pacar malah daun muda..Gimana gak khilafnya...😅😅
Qaisaa Nazarudin
Waahh Jangan2 papa kamu Nikah nih...😂
Bunda
nyimak🙏
Teuku Muhammad Farid Fahrezi
Aku sebel kali ceritanya campur aduk gini.
Bunda Daviq Alfarizi
banyak cerita lain yg nongol, membingungkan
Sri Susanti
hadeh kenapa campur aduk sih
Lawang Malang
gak jelas banget ini bikin kecewa
Anhy Salewa
knp papax kia brbohong demo wanita
Nur Asma
kenapa banyakan promo sih kan jadi melenceng jauh dari novel aslinya ihh agak gimana juga nih author nya
Siti Rohani
loncat ksana kesini critanya.. kyk kodok aja😞
Jaeniusmi Avtar
ko eps ny bda" si?
Heni Diana
jadi gx bagus terlalu banyak selingan
Fitri Newzelen
cara bacanya gimna kk, ceritanya di selang seling jadi gak fokus ke 1 cerita padahal seru loh 🥺
Eka Yuniastuti
ga asik baca nya thor😏
Yulleanz Yuniie
kenapa cerita nya di campur campur sihhh
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ga tau kenapa aku tuh suka bangt sama novel yang judulnya sugar baby,udah banyak sekali yang aku baca ceritanya om om terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!