Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.
Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.
Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.
Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.
Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PYT 30
Amira meminta kedua bodyguardnya untuk mengumpulkan para pelayan di dapur. Maria yang merupakan kepala pelayan terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh nona mudanya.
"Maaf nona Amira, mengapa semua pelayan di kumpulkan seperti ini?" tanya Maria.
"Aku ingin mengumumkan sesuatu kepada semua pelayan." jawab Amira terdengar begitu tegas.
Maria segera melangkah mundur bergabung dengan pelayan lainnya. Wanita gemuk itu jadi tak tenang dengan situasi seperti itu. Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benaknya.
Rose dan Viona juga ikut berbaris bersama dengan pelayan lainnya. Tatapan meremehkan dan penuh kebencian mengarah pada gadis berkursi roda itu.
Amira lalu berbisik kepada Cencen untuk memanggil Anna di kamarnya dan Cencen tampak manggut-manggut lalu bergegas pergi.
Tak berselang kemudian, Anna datang di dampingi oleh Cencen. Penampilan Anna begitu cantik dan anggun dengan gaun mewah dipakainya persis nyonya di mansion itu. Ya memang saatnya dia akan menjelma menjadi nyonya Da Vichi.
Rose dan Viona mengepalkan tangannya melihat kedatangan Anna dengan penampilannya yang sangat-sangat cantik dan berkelas berbeda dengan dirinya yang hanya menjelma sebagai seorang pelayan.
Rere tersenyum melihat Anna, sungguh dia begitu lega melihat Anna tampak baik-baik saja.
"Kakak ipar, kau sangat cantik dan memukau." ucap Amira tersenyum memujinya dan Anna ikut tersenyum manis lalu membungkukkan badannya mencium pipi kanan Amira.
"Terima kasih, Amira." bisik nya sambil mengelus punggung Amira.
Anna akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Mengambil hati Amira tidak lah mudah dan dia akan memanfaatkannya untuk lepas dari jeratan Leo.
Semua pelayan terkejut melihat keakraban mereka layaknya kakak beradik, ditambah penampilan Anna bukan lagi seorang pelayan melainkan seorang nyonya yang harus dihormati.
"Baiklah, aku ingin menyampaikan pengumumannya..." Amira menjeda ucapannya sambil mendongak menatap wajah Anna. Sedangkan Anna juga menatapnya dengan senyuman menghiasi bibirnya.
"Wanita cantik yang berdiri di sampingku adalah nyonya Da Vichi, istri kak Leo. Mulai sekarang kalian semua harus menghormatinya dan melayaninya dengan baik." ucap Amira dengan entengnya.
Seketika semua orang terlonjat kaget mendengar ucapan nona mudanya. Berbagai persepsi mulai bermunculan di benaknya bahwa Anna begitu berani menggoda majikannya hingga berhasil mendapatkan tempat tertinggi di mansion mewah tersebut.
"Baik nona Amira, kami akan selalu siap melayani seluruh anggota keluarga Da Vichi. Saya selaku kepala pelayan turut bahagia atas pernikahan tuan Leo dengan nona Anna, semoga menjadi keluarga yang bahagia." ucap Maria menunduk hormat.
Amira tersenyum mendengar ucapan Maria, begitu halnya Anna yang menganggap wanita gemuk itu sedang melakukan pencitraan kepadanya.
Rose dan Viona tersenyum sinis dan begitu iri kepada Anna yang sudah mendapatkan tempat menjadi nyonya Da Vichi.
"Aku tidak akan membiarkannya bahagia mom." kesal Viona menatap tajam ke arah Anna.
"Jangan khawatir sayang, serahkan semuanya kepada mommy. Tidak lama lagi, semuanya akan berbalik kepada kita." ucap Rose menyeringai licik diwajahnya.
"Aku sangat menantikan waktunya mom. Anna harus hancur." ucapnya tersenyum jahat.
Ibu dan anak itu tak akan pernah puas sebelum melihat Anna hancur dan tak berdaya lagi.
"Sekarang kalian boleh pergi dan lanjutkan kembali pekerjaan kalian yang sempat tertunda." tegas Cencen menyuruh mereka pergi.
Para pelayan segera bubar dan melanjutkan kembali pekerjaannya.
Kemudian Amira membawa Anna ke ruangan favoritnya. Anna begitu takjub berada di ruangan itu, deretan lukisan berjejer indah mampu menyejukkan pandangannya.
"Amira, apa kau yang melukis semua ini?" tanya Anna tercengang.
"Iya kakak ipar, semenjak kegelapan menghampiriku, aku memutuskan menghabiskan waktuku melukis semua yang ada dalam pikiranku. Termasuk lukisan yang satu ini." ucap Amira sambil menarik kain putih yang menutupi lukisannya. Setelah itu tampaklah lukisan yang begitu menakjubkan bagi Anna karena dirinya lah yang menjadi objek lukisan gadis mungil itu.
"Ini hadiah untuk kakak ipar, sejak pertama kali bertemu, aku sudah mengagumi kecantikan kakak ipar" ucap Amira tersenyum dan Anna ikut tersenyum lalu berhambur memeluknya.
"Terima kasih Amira, aku sangat senang dengan hadiah mu. Aku sangat menyukainya." ucap Anna tersenyum tulus dan begitu tersentuh dengan hadiahnya.
Mereka lalu mengobrol bersama, saling berbagi cerita tentang pengalaman yang pernah mereka lalui.
🍁🍁🍁🍁
Seperti biasa Leo mendatangi perusahaannya dan berada di ruangan khusus yang tersembunyi hanya untuk memeriksa komputer servernya dan mulai mengotak atik di dalamnya memeriksa seluruh email client yang masuk di komputer servernya.
Leo memiliki keahlian mampu meretas atau menghack data-data para client nya tanpa diketahui sedikitpun, karena Leo selalu bermain aman. Keahlian itu dia dapatkan saat menjadi anak jalanan dan bertemu orang-orang yang hebat dalam dunia IT.
Jack senantiasa mendampinginya dan ikut membantunya jika mendapatkan masalah.
"Jack"
"Iya tuan"
"Selidiki Gerald." ucap Leo dingin dengan sorot mata tajam. Sepertinya Leo mendapatkan hal baru orang yang dipercayai nya memimpin perusahaannya.
"Apa yang terjadi tuan?" tanya Jack.
"Aku belum bisa memastikan. Baru saja aku mendapatkan konfirmasi tentang transaksi penarikan di negara xxx dengan nominal yang tinggi." jawab Leo dengan sorot mata tajam.
"Sangat mencurigakan, aku tidak akan pernah mengampuninya jika memang itu benar adanya tuan" tegas Jack tak main-main.
"Hemm."
Leo mengepalkan tangannya, jika orangnya berkhianat maka tak ada ampun baginya.
"Setengah jam lagi jadwal keberangkatan anda ke negara Z." ucap Jack.
"Hemm, persiapkan dengan baik." Leo meraih botol air mineral lalu meminumnya dengan sekali tegukan.
"Baik tuan." Jack segera menghubungi seseorang perihal keberangkatan mereka.
Sementara Leo kembali sibuk dengan ponselnya. Raut wajah Leo berubah kesal membaca salah satu artikel perihal kepulangan musuh bebuyutannya.
"Jadi dia kembali, ini sangat menarik. Aku begitu menunggu kejutannya." sinis Leo menyeringai licik.
🍁🍁🍁🍁
Malam harinya...
Tepatnya malam ini, Keynand membuat rencana untuk melakukan penyerangan ke markas besar kelompok The Black Devil. Anak buahnya sudah dia kumpulkan dan hanya menunggu aba-aba darinya penyerangan pun akan terlaksana.
"Lakukan sekarang juga." ucap Keynand di ujung telepon pada orang kepercayaannya.
Keynand duduk tenang di dalam mobilnya sambil melihat ke arah bangunan tiga lantai yang merupakan markas besar kelompok mafia The Black Devil.
Sementara anak buahnya mulai turun dari mobil dan langsung menyerang dengan tembakan membabi buta kepada anggota The Black Devil.
Anggota The Black Devil berlarian keluar dari bangunan itu saat menyadari markasnya di serang. Aksi baku tembak pun kembali terjadi. Bunyi ledakan terus menggema di tempat tersebut.
Leo yang baru saja mendarat di negara Z berdengus kesal saat mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa markas mereka di serang.
"Berani juga dia bermain-main dengan ku."
"Jack, perintahkan pasukan khusus kita untuk kembali menyerang balik kelompok The Lion." tegas Leo dan bergegas masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya ke hotel.
Jack hanya mengangguk sebagai jawabannya dan segera melakukan perintah tuannya.
Tak berselang kemudian, Keynand meminta anak buahnya yang masih tersisa untuk segera mundur dan meninggalkan tempat tersebut.
"Arrgghhh, sial. Leoo!!! aku tidak akan mengampuni mu." teriak Keynand dengan amarah menggebu-gebu karena rencananya gagal total.
Keynand duduk di kursi kebesarannya lalu mengambil foto Anna di dalam lacinya. Keynand menatap intens foto Anna yang terlihat cantik dan sempurna di matanya.
"Aku pastikan akan membawamu di sisiku Anna. Bagaimana pun caranya."
"Tunggulah waktunya, semua akan berbalik kepadaku." ucap Keynand tertawa misterius.
Sementara Leo sendiri tersenyum puas berada di kamar hotelnya sambil menikmati pemandangan pusat kota lewat jendela raksasa.
Baru saja Jack memberikan kabar untuknya bahwa pasukan The Lion memilih mundur.
"Kalian hanya tikus kecil yang cari masalah denganku."
Leo mengalihkan pandangannya saat mendengar ponselnya berbunyi di atas meja. Leo mendekat dan mengambil ponselnya. Tertera nama Amira di layar ponselnya dan Leo segera menggeser ikon berwarna hijau untuk menjawab panggilan masuk dari adiknya.
"Ya halo."
"Kak Leo dimana?" tanyanya di ujung telepon.
"Aku di negara Z. Memangnya ada apa Amira?" tanya balik Leo.
"Ya sayang sekali, padahal aku hanya ingin memberikan kejutan untuk kak Leo malam ini." ucap Amira kecewa di ujung telepon.
"Lain kali saja kejutannya, beristirahatlah." ucap Leo dan segera mengakhiri panggilannya secara sepihak.
Bersambung.....