NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17: Darah Dibakar, Luka Parah, dan Penyelamatan Terakhir

Pertarungan sengit itu sudah berlangsung lebih dari setengah jam. Tanah di sekeliling mereka sudah hancur rata, retakan besar menjalar ke segala arah, udara penuh dengan gelombang kekuatan yang membuat pepohonan besar berguncang hebat.

Meskipun Zhou Ming memiliki kecepatan luar biasa, tubuh kokoh, dan teknik yang aneh serta kuat, Tetua Gu tetaplah orang yang sudah mencapai Pembentuk Inti Tingkat 4, memiliki puluhan tahun pengalaman bertarung, serta cadangan energi yang jauh lebih besar dan padat dibandingkan Zhou Ming.

Lama-kelamaan, kelemahan Zhou Ming mulai terlihat. Keringat dingin mengalir deras di dahinya, napasnya mulai agak berat, dan energinya perlahan mulai menipis. Sedangkan Tetua Gu, meskipun juga lelah dan kaget luar biasa karena tidak bisa mengalahkan pemuda di depannya, amarah dan dendam karena kematian anaknya membuatnya semakin gila dan ganas.

Melihat Zhou Ming mulai terdesak, mata Tetua Gu menyala dengan kilatan kejam dan putus asa. Ia tahu, jika pertarungan ini berlanjut terus, ia mungkin akan kalah atau terluka parah sendiri. Ia tidak mau mengambil risiko apa pun, ia harus membunuh pemuda ini hari ini juga, bagaimanapun caranya.

“Anak muda keparat… Kau memaksaku melakukan ini. Kau pantas mati, pantas mati seribu kali!” geram Tetua Gu dengan suara rendah dan kasar.

Tiba-tiba Tetua Gu mundur cepat beberapa langkah, lalu mengangkat kedua tangannya ke dada. Cahaya merah darah yang menyala terang meledak dari tubuhnya, suhu udara di sekitarnya langsung naik drastis, dan aura kekuatannya yang tadinya sudah dahsyat kini melonjak naik lagi dengan kecepatan yang mengerikan!

“TEKNIK TERLARANG: PEMBAKARAN DARAH – PENGORBANAN UMUR!”

Suara berat bergema, Tetua Gu menggertak gigi sampai berbunyi keras, wajahnya memerah padam, urat-urat di leher dan tangannya menonjol jelas.

Teknik ini adalah salah satu teknik terlarang yang paling kejam di dunia kultivasi. Dengan membakar darah sendiri sebagai bahan bakar, penggunanya bisa melipatgandakan kekuatan, kecepatan, dan serangan menjadi tiga kali lipat lebih besar dalam waktu singkat. Namun konsekuensinya sangat berat: setiap kali digunakan, umur hidup penggunanya akan berkurang lima sampai sepuluh tahun sekaligus, dan tubuhnya akan menderita kerusakan permanen yang sulit disembuhkan seumur hidup.

Bagi Tetua Gu, yang sudah berusia lebih dari seratus tahun, mengorbankan umurnya tidak lagi menjadi hal yang ia pedulikan. Yang ada di kepalanya sekarang hanya satu hal: Membunuh Zhou Ming untuk membalas dendam anaknya.

Kekuatan Tetua Gu sekarang melonjak sampai mendekati Pembentuk Inti Tingkat 6! Aura pembunuhannya begitu padat dan mengerikan sampai udara di sekitarnya seolah membeku.

“MATI SAJA!!! HANCUR MENJADI ABU DI BAWAH KEKUATANKU!!!” teriak Tetua Gu dengan suara yang berubah parau dan mengerikan.

Tanpa peringatan, tubuhnya melesat maju secepat kilat, jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, bahkan melebihi kecepatan Langkah Petir milik Zhou Ming! Pedang panjang di tangannya kini diselimuti api merah darah yang membakar udara, menyayat ruang kosong di sepanjang jalurnya.

Zhou Ming terkejut luar biasa, jantungnya berdebar kencang karena bahaya maut yang mendekat dengan cepat. Ia berusaha mengelak sekuat tenaga, tapi kecepatan Tetua Gu sekarang terlalu mengerikan untuk bisa dihindari.

TRANG!!!

Pedang merah itu menghantam langsung ke badan Tombak Yin Yang yang Zhou Ming angkat untuk menahan serangan. Kekuatan yang datang itu begitu besar sampai Zhou Ming merasa seolah ditabrak oleh gunung yang bergerak.

Tangan Zhou Ming terasa pecah tulangnya, seluruh tubuhnya terangkat melayang, lalu terlempar mundur puluhan meter jauhnya, menghantam dinding tebing batu yang keras dengan keras.

DUMMM!!!

Dinding batu itu langsung retak besar dan runtuh tertimpa tubuh Zhou Ming. Darah segar langsung menyembur deras dari mulutnya, rasa sakit yang tajam dan menyiksa menjalar ke seluruh tulang dan organ dalamnya. Ia terluka parah!

Jubah Perang Sisik Naga yang sangat kuat itu kini robek besar di bagian dada, kulit di bawahnya terluka parah, darah merah segar mengalir deras membasahi pakaiannya. Tulang rusuknya patah beberapa batang, organ dalamnya terguncang dan terluka hebat.

Zhou Ming mengerang kesakitan, berusaha keras menahan rasa pusing yang mau membuatnya pingsan. Ia berusaha bangkit, tapi kakinya gemetar hebat, tubuhnya terasa berat dan lemah, energi di dalamnya kacau balau dan hampir habis.

Tetua Gu mendarat di tanah, napasnya berat dan terengah-engah, wajahnya terlihat tua dan lelah seketika akibat pengurangan umur, tapi matanya tetap menyala penuh dendam dan kegilaan. Ia melihat Zhou Ming yang terluka parah dan hampir tidak berdaya, lalu tertawa keras dengan nada kejam dan bahagia.

“Hahaha! Bagus! Bagus sekali! Akhirnya kau jatuh juga! Kau hebat sekali anak muda, sampai memaksaku menggunakan teknik terlarang ini. Tapi sekarang… semuanya sudah berakhir! Kau tidak punya harapan lagi!”

Tetua Gu melangkah maju perlahan, setiap langkahnya membuat tanah berguncang. Di tangannya, pedang merah itu masih menyala terang, siap untuk menghancurkan Zhou Ming sepenuhnya.

Zhou Ming mengerahkan sisa kekuatannya, mencoba mengangkat Tombak Yin Yang, tapi tangannya gemetar hebat, senjata berat itu jatuh kembali ke tanah dengan bunyi keras. Ia tahu, sekarang ia benar-benar berada di ambang kematian. Kekuatan musuhnya sekarang terlalu jauh di atas kemampuannya, ia sama sekali tidak punya peluang untuk melawan atau mengelak lagi.

Namun di saat kritis itu, wajah Zhou Ming tiba-tiba terbayang wajah Yue’er yang cerah, suara tawanya yang riang, dan pesan yang gadis itu ucapkan sebelum ia berangkat: “Kakak harus pulang dengan selamat ya, aku akan tunggu Kakak di sini!”

“Tidak… Aku tidak boleh mati di sini… Yue’er masih menungguku… Aku berjanji akan melindunginya selamanya… Aku tidak boleh meninggalkannya sendirian…” batin Zhou Ming dengan tekad yang masih membara di tengah rasa sakit dan keputusasaan.

Mata Zhou Ming tiba-tiba tertuju pada benda kecil yang tergantung di lehernya, yang tersembunyi di balik jubah yang robek itu: Jimat Teleportasi Darurat!

Itu satu-satunya harapan hidupnya sekarang!

Di saat yang sama, Tetua Gu sudah berdiri tepat di depannya, mengangkat pedang tinggi-tinggi, siap menebas kepala Zhou Ming menjadi dua bagian.

“PERGI MATI!!!” teriak Tetua Gu dengan suara menggelegar.

Saat pedang itu baru saja turun setengah jalan, Zhou Ming dengan sisa tenaga yang terakhir, tangan kirinya bergerak cepat meraba lehernya, lalu dengan sekuat tenaga ia menekan permukaan jimat itu.

“AKTIFKAN: TANDA LOKASI 1 – RUANG TENGAH GUA!”

WUUUUUUUUUM!!!

Cahaya biru menyilaukan meledak keluar dari tubuh Zhou Ming, gelombang kekuatan ruang waktu menyebar seketika. Pedang tajam Tetua Gu hanya menghantam tanah kosong, memotong batu menjadi dua, tapi tubuh Zhou Ming sudah lenyap seketika dari tempat itu, meninggalkan hanya sisa cahaya biru yang perlahan menghilang.

“APA?!!! DI MANA DIA?!!!” teriak Tetua Gu kaget dan marah, matanya melotot mencari ke sekeliling, tapi tidak ada jejak Zhou Ming sedikit pun.

Ia mengamuk hebat, memotong pepohonan dan batu di sekitarnya dengan amarah yang meluap-luap, tapi sia-sia saja. Zhou Ming sudah hilang, lari menyelamatkan diri di tempat yang paling aman dan tersembunyi di dunia ini.

Di sisi lain, di dalam gua yang aman dan nyaman…

Yue’er sedang duduk di ruang tengah, sedang mempelajari dasar Teknik Raja Naga dengan tekun, wajahnya penuh konsentrasi. Namun tiba-tiba, tanpa ada alasan apa pun, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang dengan tidak wajar, rasa cemas dan gelisah yang besar tiba-tiba menyeruak di dadanya, membuatnya tidak bisa duduk diam lagi.

Yue’er langsung berdiri tegak, wajahnya pucat pasi, tangan kecilnya meremas dada bagian kiri dengan kuat.

“Kenapa… kenapa rasanya dadaaku sakit sekali… Kenapa rasanya ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kakak Zhou Ming?!!” serunya dengan suara gemetar ketakutan.

Indra batinnya yang merupakan keturunan naga murni memberinya peringatan jelas: Orang yang paling ia cintai dan percaya sedang berada dalam bahaya maut yang sangat besar!

Yue’er berlari cepat keluar ke pintu depan gua, matanya menatap tajam ke arah kedalaman hutan tempat Zhou Ming pergi, matanya berkaca-kaca penuh rasa takut dan cemas.

“Kakak… Kakak jangan apa-apa… Tolong cepat pulang… Aku takut… Aku sangat takut…” bisiknya dengan suara terisak, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Ia ingin sekali berlari masuk ke dalam hutan untuk mencari Zhou Ming, tapi ia ingat pesan tegas Zhou Ming: Jangan keluar dari batas formasi pelindung. Ia tidak berani melanggar perintah itu, takut malah menjadi beban atau bahaya bagi dirinya sendiri dan bagi Zhou Ming.

Yue’er hanya bisa berdiri di sana, gemetar ketakutan, matanya terus menatap ke arah hutan, berdoa sekuat hatinya agar Zhou Ming aman dan segera kembali. Rasa cemas itu semakin besar, semakin tajam, sampai ia merasa seolah-olah hatinya sedang dicengkeram erat oleh tangan raksasa yang dingin.

Di saat Yue’er hampir menangis karena terlalu cemas, tiba-tiba di tengah ruang tengah gua, cahaya biru terang kembali menyala dengan keras.

Yue’er menoleh cepat, dan apa yang ia lihat membuat darahnya seolah membeku di tubuhnya, teriakannya tertahan di tenggorokan.

Di lantai batu, tubuh Zhou Ming muncul perlahan, lalu jatuh lemas ke tanah dengan bunyi berat.

Seluruh tubuhnya penuh darah, pakaiannya robek besar, wajahnya pucat seputih kertas, napasnya sangat lemah dan terputus-putus, luka besar di dadanya masih mengeluarkan darah segar yang deras, mewarnai lantai batu yang bersih menjadi merah pekat.

“KAKAK ZHOU MING!!!”

Yue’er menjerit histeris ketakutan, lalu berlari secepat kilat ke arahnya, jatuh berlutut di samping tubuh Zhou Ming yang lemah itu. Ia memegang bahu Zhou Ming dengan tangan gemetar, air mata langsung mengalir deras di pipinya.

“Kakak! Kakak bangun! Apa yang terjadi?! Kenapa kamu terluka parah begini?!! Kakak jangan mati… Jangan tinggalkan aku… Aku mohon!!” tangis Yue’er pecah, suaranya penuh kepanikan dan rasa sakit yang luar biasa.

Zhou Ming perlahan membuka matanya yang berat, melihat wajah Yue’er yang penuh air mata dan ketakutan di depannya. Ia berusaha tersenyum lemah, tangan kanannya yang gemetar mengangkat perlahan, menyeka air mata di pipi gadis itu dengan lembut.

“Aku… aku baik-baik saja… Yue’er… jangan menangis… Aku… aku sudah pulang… aku sudah aman…” suaranya sangat lemah, hampir tidak terdengar, darah segar kembali keluar dari mulutnya saat ia berbicara.

Yue’er menggelengkan kepala kuat-kuat, air matanya semakin deras mengalir. Ia melihat luka mengerikan di dada Zhou Ming, melihat darah yang terus keluar, rasa sakit di hatinya rasanya jauh lebih sakit daripada jika dirinya sendiri yang terluka.

“Tidak baik-baik sama sekali! Kakak terluka parah sekali! Darahnya banyak sekali! Apa yang melukaimu? Siapa yang berani melukaimu begini?!” teriak Yue’er dengan suara campuran tangis dan amarah yang samar muncul di nadanya.

Ia ingat, Zhou Ming adalah orang terkuat yang pernah ia kenal, orang yang bisa mengalahkan binatang buas raksasa dengan mudah. Tapi sekarang, orang yang ia kagumi dan percaya itu terbaring lemah, hampir tidak bernyawa di depannya. Rasa takut, sedih, dan marah bercampur menjadi satu, membuat emosi polos Yue’er kacau balau.

Zhou Ming merasa kesadaran mulai menghilang, rasa sakit yang hebat membuatnya mau pingsan. Sebelum matanya tertutup rapat, ia hanya bisa berkata lemah dengan suara pelan:

“Jangan… jangan keluar… di sini aman… aku cuma perlu… istirahat…”

Setelah kalimat itu selesai, mata Zhou Ming tertutup rapat, kepalanya jatuh lemas ke samping, dan ia pingsan sepenuhnya di pelukan Yue’er.

“Kakak!!!” jerit Yue’er histeris, memeluk tubuh Zhou Ming yang lemas itu erat-erat, gemetar hebat ketakutan.

Di dalam hatinya yang polos, rasa takut kehilangan orang terpentingnya itu begitu besar, sampai tanpa ia sadari, tanda lahir berbentuk sisik naga di dahinya bersinar terang luar biasa, aura panas dan kuat yang belum pernah muncul sebelumnya perlahan mulai menyembur keluar dari tubuh kecilnya…

Namun Yue’er terlalu panik dan cemas untuk menyadarinya. Yang ada di kepalanya sekarang hanya satu hal: Menyelamatkan nyawa Zhou Ming, bagaimanapun caranya!

Ia mengerahkan seluruh pengetahuan dasar yang baru saja ia pelajari, mengerahkan energi hangat di tubuhnya, lalu dengan cepat dan panik mencoba menahan darah yang keluar dari luka Zhou Ming, sambil terus menangis dan berbisik memohon agar Zhou Ming tetap hidup bersamanya.

Suasana di dalam gua yang biasanya damai dan bahagia itu kini penuh ketakutan, kepanikan, dan rasa sedih yang menyayat hati.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
novel aneh Thor..disitu ga bisa ngitung kok poin 5 bisa beli barang yg harga nya 20 poin
Bang Jun: maaf sahabat pembaca,autor kurang konsen pas nulis episode ini😁.sebagai ganti nya autor akan usahakan cerita selanjut nya lebih baik,dan lebih teliti kembali🙏
total 1 replies
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!