Senja Aprillia Farnanda, gadis cantik yang kerap kali dapat perlakuan tak pantas dari teman-temannya. Diumurnya yang masih sangat kecil, ia sudah merasakan perceraian orang tua dan tontonan tidak baik dari kedua orang tuanya yang bertengkar. Gadis itu menjadi pendiam, gelap dan selalu murung. Belum lagi saat ia harus menerima tekanan dari teman-temannya yang tak menyukainya.
Namun dari sisi hangat seorang anak lelaki yang menghibur, Senja dapat tersenyum kembali dan mulai melupakan kisah hidupnya yang kelam. Berselang saat ia mulai tenggelam dalam kisah persahabatan yang ia jalin bersama seorang anak lelaki itupun berakhir. Ibundanya meminta agar rumah pemberian ayahnya itu disewakan dan mereka pindah ke Bandung, semata-mata agar mereka melupakan kejadian tragis itu.
Langit Prasetya Prawiradinata, seorang anak lelaki yang tumbuh ceria semenjak kehadiran gadis kecil yang selalu menangis. Ia sangat menyayangi gadis itu, sebab karenanya ia menjadi pribadi yang lebih hangat dan ceria. Setelah sebelumnya ia ditinggal oleh orang tersayang, papanya.
Dibawah pohon rindang itu ia duduk dikursi taman yang biasa ia duduki bersama gadis kecil itu. Namun sampai jingga datang, Senja tak kunjung menampakan diri. Hingga ia pun pulang dengan perasaan hancur dan kecewa.
Berhari-hari ia datang mengunjungi taman itu. Sampai pohon rindang yang biasa menyejukan tempat itu, daun-daunnya telah menguning, melepaskan diri dari tempatnya bergantung dan akhirnya pasrah biar angin yang membawa daun- daun itu pergi. Sama halnya dengan Langit, tanggal di kalender itupun membawa Senja pergi.
Apakah mereka menyadari bahwa selama ini mereka dekat dan bertatap muka setiap hari?
Mau tau kenapa judulnya masa lalu dan takdirku? Ikuti alurnya ya? Semoga kalian suka😁
Since Des 2019📌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hani Aprilliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
...
...
...Setiap kali Senja tersenyum, aku rela. Meski Langit 'kan menghitam setelahnya....
...~Langit~...
Bruk
Ah salah sasaran. Bukannya tertangkap, bola itu malah mengenai kepala gadis itu. Ia jatuh dengan posisi duduk dan memegang kepalanya yang sakit.
"SENJA!" panggil dua orang yang berlari dari Arah kanan dan kiri.
Senja mendongak, menatap kedua orang itu bergantian, mereka menjulurkan tangan kepada Senja. Kak Arkan dan Langit? Ada apa dengan mereka? Seketika kepala Senja semakin sakit.
"Gu.. gue bisa sendiri." Senja pun bangkit sendiri
Teriak seseorang. "SENJA ARE YOU OKE?" Suara berat itu ternyata berasal dari pelatih basket.
"Ya Pak!" teriak Senja.
Senja menatap keduanya sekilas, kemudian berlari berkumpul dengan Lia dan yang lain. Baik Langit maupun Arkan saling bertatapan, tatapan sinis.
Untuk Arkan, itu wajar-wajar saja. Namun Langit? Ah, sudahlah. Terlihat Lia menyikut Senja. Ia tahu maksud Lia, Jangankan Liani, Ia saja masih kebingungan akan kejadian tadi.
Pertandingan pun dilanjutkan.
Sayangnya, ikhtiar dari 5 siswi SMA Tirta Bangsa tersebut dibuahi kekalahan, walaupun hanya berbeda 2 point. "Aish! Masuk lagi!"
"Yey!"
"Huh! Yey!"
Tim SMA Citra Bangsa 10 itu pun mengerumuni siswi yang baru saja memasukkan bola basket ke ring di detik-detik terakhir.
Ada hembusan nafas kekecewaan dari siswi dan siswa SMA Tirta Bangsa. "Gara-gara dia pasti!" gerutu Tiara.
"Udahlah Ti, lagian mereka memang jago, ini bukan salah siapa-siapa." Temannya menenangkan Tiara.
Tidak ada yang salah. Namun perkataan Tiara itu sangat menyindirnya, apa ini salahnya? Senja menghela nafas, padahal ia yang menghasilkan banyak point untuk basket SMA Tirta Bangsa.
"Senja?" panggil seseorang yang berlari ke arahnya.
"Permainan yang bagus!"
"Kita kalah kak, apanya yang bagus?" tanya Senja kepada Arkan.
Ia pun memegang kedua pundak Senja dan menatap lekat, untuk meyakinkan gadisnya memang sudah bekerja keras. "Berapa bola yang kamu masukin?" tanyanya.
"Sembilan," jawabnya singkat.
"Kamu punya sembilan, sedangkan orang lain? kakak liat mereka cuma punya tiga atau lima."
"Beneran?"
Arkan berdeham. "Kamu pemenang dalam perolehan point." Katanya disusul senyum manisnya. "juga pemenang dihati kakak."
Senja mencubit pelan pinggang Arkan. Gombal! Seraya tertawa bersama di tengah lapangan.
****
^^^🔇2⃣📶📶90%🔋^^^
...10.00...
...Sen, 27 Maret 2016...
...Senja Aprillia Farnanda...
🎵 BTS _-_ Make It Right ⏯
💬 412 Pesan baru
My IM3, 111, 808, INDOSAT, 0815890286,
📞 081617592***, 082267890***, Kak Arkan (3),
~Lock screen Senja~
****
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun mulai.
Tepuk tangan dulu! Yey! 👏🏻
Pertandingan yang lain masih berlangsung, namun penonton memilih untuk berkumpul di lapangan seluas stadion. Wkwk. Mereka mulai menyiapkan diri karena takut histeris, kejang-kejang, dan sesak nafas.
Play dulu!
🎶~Boy With Luv~BTS~🎶
Seorang MC mulai berbicara untuk pembukaan perlombaan tersebut. "ARE YOU READY LADIES AND GENTLE MAN?" Ucapnya mengarahkan micnya kepada penonton
"I'M READY!" Seantero lapangan berteriak.
Kita intip belakang layar yuk?
Semua sibuk mempersiapkan diri. Arkan, sang leader, ia tampak mengenakan jaket jeans.
Langit, ia nampak mengenakan kemeja putih.
Arif menggunakan jaket jeans berwarna gelap.
Falah, ia terlihat menggunakan kemeja putih tak dikancing satu pun dan membiarkan kaos berwarna merahnya terlihat.
Eri, ia nampak menggunakan jaket blink yang di dominasi warna biru.
Irfan, ia menggunakan jaket berwarna merah dan Rizky, ia memakai jaket berwarna biru.
Wah, kira-kira ini dance apa ya my? Army pasti tau nih😅
Irfan menghampiri Senja. "Dek? Udah siap, kan?" tanyanya dengan hati-hati. Sebab ia tahu, Senja adalah gadis dari sahabatnya.
"Iya Kak, siap."
"Lo? Udah siap kan? Lo harus stay di depan!" perintahnya kepada adik kelas yang lain, yang juga diberi tugas untuk mendokumentasikan perlombaan itu.
Irfan memilih Senja, karena suruhan Arkan. Sebab kalau bukan begitu, gadisnya itu akan duduk dibelakang. Dengan Senja menjadi photographer, maka ia akan melihat aksi kekasihnya itu di barisan paling depan.
Semua peserta dibiarkan melihat peserta lain, bertujuan untuk mengukur potensi masing-masing member. Arkan nampak ketakutan, ia berkali-kali menelan salivanya dan menghela-hembuskan nafasnya. Seseorang menyentuh bahunya.
"Semangat!"
Ia menoleh, "Hm, makasih," jawabnya singkat.
Ia mempoutkan bibirnya, gadis itu bukan gadisnya, melainkan sahabat kecilnya. Oppi terlihat menatap sinis ke arah Senja yang berdiri tak jauh dari mereka berdua. Langit yang berada di samping Senja itu pun menatap Oppi tajam dan sesekali melihat rawut wajah Senja yang sama sekali tak nyaman.
Senja terseret entah kemana. Seseorang menarik lengannya. "Eh Langit, mau kemana?"
Namun ia terfokus pada jalanan. Sampai akhirnya ia menemukan tempat duduk. "Duduk!" titahnya.
"Eh tapi, kan-.."
"Jangan protes! Gue di sini."
Senja tertegun. Lelaki ini, mengapa ia sangat peka terhadap perasaannya?
Sementara itu, pastinya Arkan mencari gadisnya. Ia celingukan mencari. Di culik adik tirimu. Wkwk. Sampai akhirnya timnya terpanggil.
"Ya untuk sekolah urutan nomor 14, mulai siapkan diri di depan!"
Keenam member STB berjalan ke tengah lapangan duluan, sedangkan Arkan ia masih diluar lapangan. Jangan tanyakan riuhnya bagaimana, karena kaum senioritas tahu akan kelihaian Arkan dalam melakukan aksi dancenya. Sungguh menawan Arkan ini, ia bukan hanya memiliki fans di sekolahnya, melainkan sekolah lain.
Lihat aja yaa!
...
...
"Arkan!"
Ya, Arkan mulai dengan bersiul. Penonton terdengar histeris.
Namun saat Langit bernyanyi, semua lebih histeris lagi.
"STB!"
"STB!"
"Aaaa Langit!"
Semua meneriakan nama itu. Sesekali ada yang meneriakan nama member STB yang lain. Bukan hanya Arkan, ternyata Langit pun banyak penggemarnya.
Mereka meliuk-liuk dan bergerak kaku mengikuti alunan musik. Lagu itu berhenti dan meninggalkan mereka dengan nafas yang ngos-ngosan.
Setelah Irfan berbalik, terlihat Arkan yang jatuh. Arkan jatuh dengan topangan satu kaki dan tangannya. Ia terlihat memegang dadanya yang sesak. Kamera yang dipegang gadis itu terjatuh. Syok, khawatir, ia pun berlari ke arah Arkan dan meninggalkan kameranya yang hancur.
"Kak!"
Namun Arkan tetap dengan nafas sesaknya.
"Arkan kambuh, duh.. Pi?" teriak Irfan memanggil Oppi, itu sedikit membuat Senja kecewa. Untuk apa Irfan memanggil Oppi?
...****...
...🔱...
Kasihan guru nya,pasti capek dan bosen lihat mereka telat Mulu
eh salah kagak masuk nominasi
Yuk mampir di novel perdanaku
" 100 hari pertama menjadi janda"
Kisah novel yang diadaptasi dari pengalaman pribadi. Perjuangan mempertahankan kewarasan dari cengkraman kesulitan ekonomi pasca diceraikan oleh suami. mendapatkan tekanan mental dari keluarga mantan dan masyarakat.
100 hari pertama harus dilalui seorang janda agar ia dapat benar-benar bangkit menjadi pribadi yang baru dan siap menjalani hari berikutnya.
Ikuti kisahnya ya🤗 jangan lupa like dan comment untuk mendukung penulis❤️ terimakasih