Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Bunda sama ayah jangan lupa nanti datang ya keacara puisinya Nizam," ucap Nizam membuat Kanya dan Adit mengangguk sembari tersenyum.
Setelah sarapan Nizam dan Adit pun berangkat bersama. Sedangkan Kanya dan Aura membantu bi Retno membersihkan rumah.
"Mba Kanya duduk aja, mba udah kelihatan pucat banget, atau gimana kalau kita kerumah sakit," ucap Aura membuat Kanya langsung menggeleng.
"Tidak Ra, saya harus datang keacara puisinya Nizam, dia pasti nungguin saya," ucap Kanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9.00 dan acara puisi Nizam mulai jam 9.30, Kanya pun segera bersiap-siap. Saat dia berada ditangga rumah hendak turun, entah kenapa kepalanya lagi-lagi sakit dan Kanya mimisan lagi.
"Ya Allah, tolong jangan kamu sekarang, aku mohon," ucap Kanya sembari terus memijat kepalanya dan kakinya pun sedekit demi sedekit melangkah, tapi tak lama dia merasa lemas sehingga Kanya pun terjatuh, untung saja dia berada ditangga terakhir.
"Mba Kanya!!" teriak Aura yang hendak menuju kamarnya dari dapur dan malah melihat Kanya tergeletak didepan tangga dengan darah dihidungnya.
"Ya Allah nyonya Kanya," ucap bi Retno.
Aura dan bi Retno pun sama-sama membawa Kanya kerumah sakit dengan taxi online yang mereka pesan.
Sesampainya disana, Kanya langsung ditangani oleh Dokter, sedangkan Aura dia sangat berharap keadaan Kanya baik-baik saja.
"Nyonya Aura kenapa bisa nyonya Kanya pingsan?" tanya bi Retno yang juga cemas.
"Saya nggak tau bi, mungkin penyakitnya kambuh," ucap Aura tanpa sadar apa yang diucapkannya
"Penyakit apa non?" tanya bi Retno membuat Aura segera menutup mulutnya, dia tersadar akan ucapannya yang salah.
"Hmm, saya salah bicara bi. Bibi bisa jagain Kanya disini dulu, saya harus ke sekolah Nizam, dia ada pertandingan puisi," ucap Aura.
"Iya bisa nyonya," ucap bi Ratna dan Aura pun segera pergi menuju sekolah Nizam karena 5 menit lagi pertandingannya dimulai.
Ya Allah mudah-mudahan aku sampai tepat waktu, kasihan Nizam, dia pasti berharap mba Kanya datang, batin Aura.
Saat Aura sampai disana berpapasan dengan nama Nizam yang disebut bu guru untuk membawakan puisinya. Nizam pun dengan gantengnya naik keatas panggung, matanya mencari keberadaan ayahnya dan dia tersenyum senang mendapati ayahnya memberikan dia jempol, Nizam melihat kesisi lain tapi ternyata bundanya tidak ada, dia malah mendapati Aura yang tersenyum menyemangatinya.
"Ini puisi buat ayah dan bunda, sebelum membacakan pusinya, Nizam mau bilang, Nizam sayang ayah, bunda," ucap Nizam di mikrofon. Adit yang mendengarnya pun tersenyum bahagia, tapi ada rasa sangat kecewa dalam hatinya terhadap Kanya yang tidak datang hari ini, Adit sudah berusaha menghubungi hp Kanya tapi tidak aktif, sedangkan Aura, gadis itu juga tersenyum mendengar perkataan Nizam.
Mba Kanya harus sembuh dan lihat betapa pintarnya anak yang mba lahirkan, batin Aura.
Pada saat bersamaan ditempat yang berbeda saat Nizam mengucapkan kata itu, tangan Kanya bergerak dan jantungnya tidak stabil. Dokter pun segera memeriksa keadaannya kembali dan keadaan Kanya memang semakin memburuk dari kemarin.
Nizam pun membacakan puisinya sambil mengingat kenangan-kenangannya dengan bunda dan ayahnya.
PUISINYA.
Ku lihat dari garis kelopak matanya yang mulai berkerut
Ku tahu bahwa mareka selalu memerhatikan ku di waktu kecil hingga kini
Ku lihat dari raut wajahnya yang mulai keriput
Ku tahu bahwa mereka selalu menasehati ku di waktu kecil hingga kini
Ku lihat dari tubuh nya yang mulai membungkuk
Ku tahu bahwa mereka selalu mendidik ku Di waktu kecil hingga kini
Ku lihat dari atas mahkota kepalanya yang mulai memutih
Ku tahu bahwa mereka selalu memikirkan keadaan ku di waktu kecil hingga kini
Bunda… Ayah… Terima kasih kalian telah mendidik dan mengajarkanku
Tidak mungkin bagiku untuk membalas jasa mu
Tapi aku janji akan selalu mejadi yang terbaik Bagimu
Dari sekarang sampai selamanya
Ya Tuhan..
Ku bersyukur pada Mu, Engkau telah menciptakan orang tuaku
Tempat utama Berbagi hati ini dikala sepi dan gundah
Ku ingin membahagiakan keduanya
Hingga senyum terakhir mereka
Ku ingin membahagiakan keduanya
Hingga nasihat terakhir mereka
Bunda… Ayah… Terima kasih atas segala yang telah kalian berikan kepada ku
"Sekian terimah kasih, i love you ayah bunda," ucap Nizam lalu turun dari panggung.
"I love you too pangerannya ayah," gumam Adit.
Saat Nizam membacakan puisinya, bersamaaan dengan kondisi Kanya yang mulai stabil kembali, tapi mulai dari hari ini, Kanya harus terus menjalankan kemoterapi dua kali seminggu, jika tidak, maka Dokter pun tidak bisa menjamin kesembuhannya.
_____________________________
Puisi yang dibacain Nizam itu, aku ambil dari google ya readers, bukan buatan sendiri😅
Jangan lupa like, komen, dan votenya.....
Makasih.
Salam manis Aini Nabila😘
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.