Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab 30
Penjagaan ketat buat bumil
"mas" panggil zia disela sela perjalanan
"ya sayang?" jawab fandi
"ke mall yuk" ajak zia
"baiklah" ucap fandi
kemudian fandi mengemudikan mobil nya menuju mall, karna tidak bawa supir, jdi dia sendiri yg menyetir. Setelah perjalanan 10 menit, akhirnya mereka sampai dimall yang terbesar di Indonesia
"sebentar ya, jangan turun dulu" ucap fandi
"emangnya kenapa mas?" tanya zia
"sudah jangan turun dulu" ucap fandi
"iya mas"jawab zia
fandi turun dari mobil dan langsung menuju kebagasi untuk mengambil kursi roda
"silahkan turun tuan putri" ucap fandi seraya membuka pintu mobilnya yang lain
"terima kasih mas" ucap zia kemudian turun
"sini duduk disini, biar mas yang dorong" ucap fandi menunjuk kursi roda
'lah, dari mana dia dapat kursi roda ini' batin zia
"aku kan ga sakit mas, jadi gak usah pakai kursi roda segala" ucap zia
"mas gak mau kamu kecapean sayang" ucap fandi dengan lembut
"tapi aku gak bakal kecapean mas" jawab zia
"kamu masih hamil muda, gak boleh kecapean" ucap fandi.
zia pun akhirnya mengalah dan memilih duduk di kursi roda. Kemudian mereka berjalan kedalam mall.
"mas, kesana mas" tunjuk zia ke toko susu
"baiklah sayang" jawab fandi mendorong kursi roda menuju kearah toko susu
"selamat datang tuan dan nona" ucap pegawai toko itu
kemudian mereka mencari susu yang mereka cari
"mbak, ini yang rasa pisang gak ada ya?" tanya zia kepada pegawai saat memegang susu ibu hamil
"maaf, tidak ada nona" jawab pegawai itu
"ohh gitu, yauda mbak makasih ya" ucap zia
"sama sama nona" jawab pegawai
"ck, ini harganya terlalu murah. Cari yang mahal" ucap fandi
"murah dari mana sih mas, ini itu udah mahal" ucap zia
"tidak sayang, itu masih murah" ucap fandi
"mbak mbak" panggil fandi
"iya tuan? ada yang bisa saya bantu?" jawab pegawai
"tolong ambilkan susu ini, yang paling mahal. Saya mau 10 kotak ukuran besar", ucap fandi
"maaf, kalau boleh tau yang usia berapa bulan?" tanya pegawai
"usia 1 sampai 6 bulan mbak" jawab zia
"baik, tunggu sebentar tuan dan nona" ucap pegawai kemudian berlalu untuk mengambil susu yang dipesan fandi
"mas, nanti kalau kemahalan gimana?" tanya zia
"gapapa sayang, aku mau yang terbaik buat kamu dan juga buat calon anak kita" jawab fandi seraya mengelus kepala zia
"iya mas" jawab zia
"permisi tuan, ini susu yang tuan minta" ucap pelayan sambil membawa paper bag elegan, yang berisi susu berukuran besar
"terima kasih" ucap fandi mengambil paper bag lalu mendorong kusir roda berjalan keluar dari toko
"hmm kemana lagi ya mas" ucap zia
"mas, tau mau kemana" ucap fandi
"kemana mas?" tanya zia
"ada deh" jawab fandi, Fandi pun mendorong kursi roda zia ke sebuah toko sepatu
"k-kok kesini mas? aku kan engga lagi mau beli sepatu" ucap zia saat mereka menuju kesana
"ssttt, gapapa sayang. Mas pengen beliin kamu sepatu" ucap fandi
"silahkan tuan dan nona" ucap pelayan
"tolong ambilkan sepatu yang paling mahal dan terbaru. cepat!! sebelum 5 menit, kalian sudah harus kembali ke sini lagi"ucap fandi
"baik tuan" jawab pelayan, lalu pergi untuk mengambilkan sepatu
"ini tuan sepatunya" ucap pelayan itu sambil meletakkan sepatu yang berbagai macam model keluaran terbaru
"mau yang mana sayang?" tanya fandi
"bentar ya mas, aku pilih dulu. Soalnya semua cantik cantik" ucap zia
"baiklah" jawab fandi
kemudian mata zia tertuju pada satu high heels berwarna putih dilapisi permata yang mengelilingi sepatu tersebut. Sehingga siapapun yang memakainya akan terlihat elegan
"itu mas" tunjuk zia
"itu aja sayang?" tanya fandi
"iya mas" jawab zia
"baiklah" ucap fandi
"sebentar ya tuan dan nona, biar saya kemas terlebih dahulu" ucap pelayan
"ya silahkan" jawab fandi
"makasih ya mas" ucap zia
"sama sama sayang" jawab fandi
"ini tuan sepatunya" ucap pelayan memberikan paper bag
"ya terima kasih" jawab fandi mengambilnya
kemudian fandi mendorong zia untuk keluar toko
"mas, gak bayar?" tanya zia
"tidak" jawab fandi
"kenapa?" tanya zia
"emm, nanti mas bayar. Sekarang kita makan dulu ya, kamu pasti sudah lapar" ucap fandi mengalihkan pembicaraan
"iya mas" jawab zia
tanpa sepengetahuan zia, hampir sepenuhnya toko yang ada di mall tersebut adalah milik alfandi termasuk toko sepatu yang mereka datangi.
"taraaa, sudah sampai" ucap fandi
"silahkan tuan dan nona" ucap pelayan saat mengarahkan tempat duduk. Sebenarnya fandi sudah memesan bangun vip, namun zia menolaknya karna dia lebih suka yang biasa biasa aja
"ih liat tuh, cantik cantik kok cacat sih" bisik pelanggan lain namun masih bisa didengar oleh fandi dan juga zia
"ih, kalau gue jadi cowoknya, gue malas banget tuh sama cewe cacat" bisik yang lain
"cowo nya kok bodoh sih. ganteng ganteng kok milihnya yang cacat" bisik yang lainnya lagi
kemudian fandi berjalan kearah meja mereka dan menggebrak meja merek dengan sangat keras sehingga mencuri perhatian pelanggan yang lain
'grubakk'
"istri saya itu tidak lumpuh. Dia sedang hamil, dan tidak saya biarkan untuk kecapean. Kalau kalian tidak suka, congkel saja mata kalian itu yang bisanya ngeliat orang lain dari luar tanpa melihat kebenaran!!!" ucap fandi sambil melihat tajam kearah mereka dan mereka pun tidak bisa berkata kata. Mereka diam membisu dengan badan yang bergetar hebat
"mas, udah mas. Yuk kita pulang aja" ucap zia berjalan kearah fandi dan memegang tangan suaminya
"kalian lihat!!!! istri saya bisa berjalan dan tidak lumpuh. Dan beruntungnya saya memiliki istri yang sangat baik dan bukan seperti kalian. Cih menjijikan!!!" ucap fandi dengan penuh emosi kemudian pergi dari tempat itu dan diikuti zia
"kita makan ditempat lain aja ya sayang" ucap fandi lembut
"hmm, kita makan dirumah mama aja ya mas. Aku lagi pengen banget masakan mama" ucap zia sambil tersenyum
"baiklah sayang" jawab fandi mengelus rambut zia dan mengandeng tangan zia berjalan kearah mobil lalu melajukan mobilnya menuju kerumah sang mama.