NovelToon NovelToon
Dikejar Om Ceo Posesif

Dikejar Om Ceo Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sitifauzia

Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.

gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikejar om ceo posesif, Bab 30

Penjagaan ketat buat bumil

"mas" panggil zia disela sela perjalanan

"ya sayang?" jawab fandi

"ke mall yuk" ajak zia

"baiklah" ucap fandi

kemudian fandi mengemudikan mobil nya menuju mall, karna tidak bawa supir, jdi dia sendiri yg menyetir. Setelah perjalanan 10 menit, akhirnya mereka sampai dimall yang terbesar di Indonesia

"sebentar ya, jangan turun dulu" ucap fandi

"emangnya kenapa mas?" tanya zia

"sudah jangan turun dulu" ucap fandi

"iya mas"jawab zia

fandi turun dari mobil dan langsung menuju kebagasi untuk mengambil kursi roda

"silahkan turun tuan putri" ucap fandi seraya membuka pintu mobilnya yang lain

"terima kasih mas" ucap zia kemudian turun

"sini duduk disini, biar mas yang dorong" ucap fandi menunjuk kursi roda

'lah, dari mana dia dapat kursi roda ini' batin zia

"aku kan ga sakit mas, jadi gak usah pakai kursi roda segala" ucap zia

"mas gak mau kamu kecapean sayang" ucap fandi dengan lembut

"tapi aku gak bakal kecapean mas" jawab zia

"kamu masih hamil muda, gak boleh kecapean" ucap fandi.

zia pun akhirnya mengalah dan memilih duduk di kursi roda. Kemudian mereka berjalan kedalam mall.

"mas, kesana mas" tunjuk zia ke toko susu

"baiklah sayang" jawab fandi mendorong kursi roda menuju kearah toko susu

"selamat datang tuan dan nona" ucap pegawai toko itu

kemudian mereka mencari susu yang mereka cari

"mbak, ini yang rasa pisang gak ada ya?" tanya zia kepada pegawai saat memegang susu ibu hamil

"maaf, tidak ada nona" jawab pegawai itu

"ohh gitu, yauda mbak makasih ya" ucap zia

"sama sama nona" jawab pegawai

"ck, ini harganya terlalu murah. Cari yang mahal" ucap fandi

"murah dari mana sih mas, ini itu udah mahal" ucap zia

"tidak sayang, itu masih murah" ucap fandi

"mbak mbak" panggil fandi

"iya tuan? ada yang bisa saya bantu?" jawab pegawai

"tolong ambilkan susu ini, yang paling mahal. Saya mau 10 kotak ukuran besar", ucap fandi

"maaf, kalau boleh tau yang usia berapa bulan?" tanya pegawai

"usia 1 sampai 6 bulan mbak" jawab zia

"baik, tunggu sebentar tuan dan nona" ucap pegawai kemudian berlalu untuk mengambil susu yang dipesan fandi

"mas, nanti kalau kemahalan gimana?" tanya zia

"gapapa sayang, aku mau yang terbaik buat kamu dan juga buat calon anak kita" jawab fandi seraya mengelus kepala zia

"iya mas" jawab zia

"permisi tuan, ini susu yang tuan minta" ucap pelayan sambil membawa paper bag elegan, yang berisi susu berukuran besar

"terima kasih" ucap fandi mengambil paper bag lalu mendorong kusir roda berjalan keluar dari toko

"hmm kemana lagi ya mas" ucap zia

"mas, tau mau kemana" ucap fandi

"kemana mas?" tanya zia

"ada deh" jawab fandi, Fandi pun mendorong kursi roda zia ke sebuah toko sepatu

"k-kok kesini mas? aku kan engga lagi mau beli sepatu" ucap zia saat mereka menuju kesana

"ssttt, gapapa sayang. Mas pengen beliin kamu sepatu" ucap fandi

"silahkan tuan dan nona" ucap pelayan

"tolong ambilkan sepatu yang paling mahal dan terbaru. cepat!! sebelum 5 menit, kalian sudah harus kembali ke sini lagi"ucap fandi

"baik tuan" jawab pelayan, lalu pergi untuk mengambilkan sepatu

"ini tuan sepatunya" ucap pelayan itu sambil meletakkan sepatu yang berbagai macam model keluaran terbaru

"mau yang mana sayang?" tanya fandi

"bentar ya mas, aku pilih dulu. Soalnya semua cantik cantik" ucap zia

"baiklah" jawab fandi

kemudian mata zia tertuju pada satu high heels berwarna putih dilapisi permata yang mengelilingi sepatu tersebut. Sehingga siapapun yang memakainya akan terlihat elegan

"itu mas" tunjuk zia

"itu aja sayang?" tanya fandi

"iya mas" jawab zia

"baiklah" ucap fandi

"sebentar ya tuan dan nona, biar saya kemas terlebih dahulu" ucap pelayan

"ya silahkan" jawab fandi

"makasih ya mas" ucap zia

"sama sama sayang" jawab fandi

"ini tuan sepatunya" ucap pelayan memberikan paper bag

"ya terima kasih" jawab fandi mengambilnya

kemudian fandi mendorong zia untuk keluar toko

"mas, gak bayar?" tanya zia

"tidak" jawab fandi

"kenapa?" tanya zia

"emm, nanti mas bayar. Sekarang kita makan dulu ya, kamu pasti sudah lapar" ucap fandi mengalihkan pembicaraan

"iya mas" jawab zia

tanpa sepengetahuan zia, hampir sepenuhnya toko yang ada di mall tersebut adalah milik alfandi termasuk toko sepatu yang mereka datangi.

"taraaa, sudah sampai" ucap fandi

"silahkan tuan dan nona" ucap pelayan saat mengarahkan tempat duduk. Sebenarnya fandi sudah memesan bangun vip, namun zia menolaknya karna dia lebih suka yang biasa biasa aja

"ih liat tuh, cantik cantik kok cacat sih" bisik pelanggan lain namun masih bisa didengar oleh fandi dan juga zia

"ih, kalau gue jadi cowoknya, gue malas banget tuh sama cewe cacat" bisik yang lain

"cowo nya kok bodoh sih. ganteng ganteng kok milihnya yang cacat" bisik yang lainnya lagi

kemudian fandi berjalan kearah meja mereka dan menggebrak meja merek dengan sangat keras sehingga mencuri perhatian pelanggan yang lain

'grubakk'

"istri saya itu tidak lumpuh. Dia sedang hamil, dan tidak saya biarkan untuk kecapean. Kalau kalian tidak suka, congkel saja mata kalian itu yang bisanya ngeliat orang lain dari luar tanpa melihat kebenaran!!!" ucap fandi sambil melihat tajam kearah mereka dan mereka pun tidak bisa berkata kata. Mereka diam membisu dengan badan yang bergetar hebat

"mas, udah mas. Yuk kita pulang aja" ucap zia berjalan kearah fandi dan memegang tangan suaminya

"kalian lihat!!!! istri saya bisa berjalan dan tidak lumpuh. Dan beruntungnya saya memiliki istri yang sangat baik dan bukan seperti kalian. Cih menjijikan!!!" ucap fandi dengan penuh emosi kemudian pergi dari tempat itu dan diikuti zia

"kita makan ditempat lain aja ya sayang" ucap fandi lembut

"hmm, kita makan dirumah mama aja ya mas. Aku lagi pengen banget masakan mama" ucap zia sambil tersenyum

"baiklah sayang" jawab fandi mengelus rambut zia dan mengandeng tangan zia berjalan kearah mobil lalu melajukan mobilnya menuju kerumah sang mama.

1
누르 알리야 하지카( Alya_Hzqh )😉😆😁
author org Malaysia yaaa
Yuna Ajje
kasih pelajaran dulu ...jangan langsung mau balikan
Yuna Ajje
emang udah mlm pertama ya ?
yu M
lanjut
Wanda Nur
wah2 da pelakor datang.... mkin seru
Wanda Nur
brantas aja su plakor
Wanda Nur
ceritaya teryata mkin seru aja.......
Wanda Nur
masih biasa blum seru
Johanah Tata
ceo kok bodoh banget, tolong thor jadikan zia dan anaknya sebagai orang yang cerdas, tegas, tegar, mandiri, sukses dingin tanpa tersentuh... jadikan fandi bangkrut sebangkrut-bangkrutnya biar dia nyesel... buat cerita yang berbobot thor. dengarkan komen pembaca biar menghasilkan karya yang lebih bagus... semangaaaat
Alifa Alya
lanjut up kk, kalau boleh kasih saran jangan terlalu banyak konflik ya kk😊
Isha Atmini
jangan mudah luluh untuk kel zia. kasih ujian yg berat dl ma fandi. biar tau gmn jagaistri terutama perasaannya..
Isha Atmini
kasih pelajaran ma fandi.. katanya pintar tp lemah ....sdh 2x pertama sampai zia koma. dan ini yg ke 2 itu kesalahan fandy..
Muh Hafizh Rifaah
ada pelakor ya.tinggal sj tau suami.masih muda banyak kok yang antri
ßĕvïňă
lanjut thor plisssss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Tantri Yati
jauh jauh dari kata pelakor dong thor
yu M
udah pasti dah hamidun ini mah
Fitri Winaza
intip dulu
Noormayunita
lnjut
Aini: okeyy kaa
total 1 replies
Abhimanyu Raghav
up donk thor 👍👍👍
Rudi Yanto Alfandi
arghhh goob luck next ka lanjutan nya udh ga sabar wkwk
Aini: okee ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!