NovelToon NovelToon
Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erisna Aisyah

Dia Aisyah, seorang santriwati di pesantren tempatku mengajar. Gadis anggun nan jelita, yang mampu membuatku terpana pada saat jumpa pertama. Bukan karena kecantikan wajahnya yang membuatku kagum, tapi ketaatan pada-Nya lah yang mampu membuatku ingin selalu dekat dengannya.

Cerita ini hanya fiksi ya, hanya merupakan pemikiran dari author. Jangan lupa like, comment, and vote ya. Author akan sangat berterima kasih untuk hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erisna Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Lagu Zaujati

Dengan perasaan panik, aku mencari keberadaan Aisyah. Menyusuri jalan menuju asrama putri, sesuai apa yang Salma katakan tadi.

Aisyah tidak enak badan? Apa mungkin dia sakit? Tapi sakit apa? Padahal sebelumnya kulihat dia baik-baik saja.

Aku pun segera memutar kembali adegan-adegan sebelumnya, sebelum dia berpaling saat kutatap. Ah iya, aku ingat sekarang. Apa mungkin ....

Aku pun segera berlari, menuju asramanya. Sampai di sana, kulihat dia baru saja duduk di teras. Kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dia ... menangis.

Mendengar semua ucapan dalam isaknya, sekarang aku paham kenapa dia seperti ini. Dia, cemburu. Ya, cemburu pada Silvi. Padahal aku tidak terlalu menanggapinya tadi. Bagaimana kalau tadi aku berlebihan padanya? Bisa-bisa batal pernikahan kami.

Tapi, ucapan Aisyah ada benarnya juga. Seharusnya memang aku menjaga jarak darinya, langsung menghindarinya tadi. Tapi apa daya, dia sudah mencegatku lebih dulu. Bahkan aku merasa susah sekali tadi, saat mau mengejar Aisyah.

Ah, dasar Si Centil Silvi. Setiap ketemu dengannya, pasti mendapat masalah. Tidak sekarang maupun dulu, menyebalkan!

"Ustadz, kenapa kamu sekejam ini? Aku ... sakit. Aku benar-benar merasa sakit hati, melihat kau bercengkrama dengan wanita itu. Aku sakit, Ustadz ... aku sakit." Lirih Aisyah, disela-sela isak tangisnya.

Mendengarnya kesakitan seperti ini, rasanya aku sudah tak tahan lagi untuk bersembunyi. Aku pun segera menjawab perkataannya.

"Aku juga merasakannya, Aisyah. Aku juga merasakan sakit itu, kalau kau terus seperti ini."

Kulihat dia segera berdiri, kemudian mencari-cari asal suaraku. Aku pun tetap diam berdiri di sini, di balik pagar pembatas asrama.

Ternyata kalau seperti ini, Aisyah lucu juga ya. Dia begitu terkejut saat melihatku.

"U-ustadz Yusuf?" tanyanya gugup.

Netra kami bertemu, dia pun segera menunduk. Ah, padahal aku ingin sekali melihat tatapannya yang lugu itu. Sabar Yusuf, dia hanya menjalankan sesuai apa yang kau dan ayahnya ajarkan. Hatiku ikut berbicara.

Benar juga. Dia 'kan anak yang shalihah, mana mungkin melanggar larangan yang sudah dibuat.

"Se-sejak kapan Ustadz berdiri disitu?"

"Sejak, seseorang mengatakan kalau aku tega mengkhianatinya. Padahal nyatanya aku tidak seperti itu," jawabku santai.

Dia sepertinya terkejut, matanya sedikit membelalak. Tapi tak berani menatapku, hanya sedikit menunduk lebih dalam lagi. Lalu, terlihat rona itu di wajahnya. Manis sekali. Sepertinya dia malu.

"Aisyah ... kamu kenapa?" tanyaku kemudian, ingin memastikan kalau dia baik-baik saja.

"Saya, tidak apa-apa, Ustadz," jawabnya.

"Kamu ... cemburu?" To the point aku bertanya padanya, satu hal yang mungkin tak patut untuk kutanyakan.

Dia mendongak, pandangan kami bertemu lagi. Ada keterkejutan disana, kemudian dia mulai menggerakkan bibirnya.

"Ti-tidak. Sa-saya hanya kurang enak badan," jawabnya gugup, sambil memalingkan wajah.

Manis sekali dia. Tak terasa, bibirku mulai tersenyum, memandangi si pipi merah delima itu.

"Tidak apa-apa kalau kau cemburu. Karena itu berarti, kau benar-benar mencintaiku," ucapku.

Mendengar perkataanku, dia mendongak lagi. Menatapku penuh tanya.

"Tapi, jangan sampai berlarut seperti ini. Itu, membuatku merasakan sakit yang sama. Sebaiknya, kamu tanyakan dulu padaku, jangan membuat kesimpulan sendiri. Tidak baik kalau terus bersu'udzon seperti ini." Lanjutku kemudian.

Dia pun terlihat mengulum senyum, kemudian mengangguk.

"Maafkan saya, Ustadz," ujarnya.

"Tidak apa-apa. Lain kali jangan seperti ini lagi, ya," pintaku.

"Baik, Ustadz. Tapi, Ustadz belum menjelaskan, siapa wanita itu." Lirihnya, sambil mengedarkan pandangan entah kemana.

"Oh, dia ya? Dia itu Ning Silvi, putri Almarhum Kyai Ilham, guru waktu pertama kali aku mondok dulu. Dia memang seperti itu, sedikit kecentilan. Padahal aku tidak pernah menggubrisnya, baik dulu maupun sekarang. Tidak seperti wanita di depanku ini, kalem dan selalu menyejukkan hati," jawabku jujur.

Ah, lihat. Pipinya memerah lagi 'kan.

Dia pun mengulum senyum lagi. Kemudian kami saling terdiam, merasakan debaran yang sama. Kemudian saling melirik, lalu berpaling lagi. Bisa bayangin 'kan, seperti apa kami sekarang? Jangan tertawa.

"Oh iya, Ustadz tidak ikut marawisan?" tanyanya, memecah kesunyian.

"Ikut-lah."

"Kok, masih disini?"

"Lagi nungguin calon istri," jawabku, dia pun tersenyum.

"Ayo!" Ajakku.

"Kemana?" tanyanya.

"Mau lihat calon suamimu manggung tidak?"

Dia tersenyum lagi, "Oh, iya ya. Ayo!"

Kami pun segera melangkah menuju aula pesantren. Aku berjalan mendahuluinya, takut kalau ada yang melihat dan berprasangka buruk. Saat sudah sampai di aula, aku pun segera bergabung bersama yang lainnya. Sedangkan dia pergi entah kemana, mungkin menemui Salma dan temannya yang lain.

"Kang, dari mana saja? Kami dari tadi mencarimu kemana-mana, tapi tidak ada," tanya Farhan, saat aku baru bergabung dengannya.

"Tadi ada sedikit urusan, maaf ya," jawabku.

"Ya sudah, Kang, cepat naik ke atas panggung sana, Kang Adnan sama Kang Syarif sudah nungguin dari tadi. Ini tinggal lagu Zaujati, Kang Yusuf yang jadi vocal." Ujarnya, aku pun segera naik ke atas panggung, kemudian duduk di samping Kang Adnan dan juga Syarif.

Pada saat posisiku sudah benar, perpaduan berbagai alat musik dalam marawis pun terdengar. Begitu merdu dan juga indah alunannya. Aku pun segera menyanyikan lagu itu.

.

Uhibbuki mitsla maa anti, Uhibbuki kaifa maa Kunti

Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu

Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti

Apapun yang terjadi dan kapanpun, Engkaulah cintaku

Zaujatii, Antii habiibatii anti

Duhai istriku, Engkaulah kekasihku

Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti.

Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti

Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang.

Kita satu tujuan untuk selamanya

Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti

yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti

Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu.

Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu disana

Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti

Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti

Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu.

Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum

Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti.

Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti

Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras.

Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan

Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-il hubbi maa 'isyti.

Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti

Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya.

Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan

Fa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati.

Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti

Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku.

Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia

Ahmed Bukhatir - Zaujati

.

Kulirik wajah Aisyah yang berseri, mendengar laguku yang memang tertuju padanya. Aisyahku ... kunantikan kau menjadi zaujati yang sesungguhnya. Menjadi bidadariku, penawar lelah letihku, pengobat rindu dan kesedihanku.

Aisyah, Ana ... Uhibbuki. Fillah.

***

Bersambung

1
Cah Dangsambuh
alamaaaaaaak langsung ngejungkel deh dah di ubun ubun tiba tiba ada penghalang🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
pak ustadz ngajak bicara selain pada murid pada hatinya juga hehe baguuuuus bet
Cah Dangsambuh
awal yg bagus aku langsung suka pa lagi ini pasti banyak ilmu yg di tebar ,,,maaf baru baca soanya baru nemuin 🙏🙏🙏
Nurfa Vita
koq gk ada kelanjutan ya thoor...yusuf aisyah
Nurfa Vita: untuk cerita yusuf ada lanjutan apa ndak thor
total 2 replies
Kontri Onti
ko paragrafnya diulang ulang thor ..maaf kalau langsung mungkin jadi ga bolak balik bacanya
Erisna Aisyah: ini tulisan pertama saya kak, dua tahun lalu, jadi masih berantakan😁
sekarang saya sedang fokus menulis di aplikasi Fizzo. Judul yang sudah tamat, "Dipaksa Menikah" dan "Dipaksa Menikah 2"
untuk yang saat ini sedang saja tulis dan sedang berlangsung, judulnya Pesona Si Gadis Desa ☺
silakan mampir jika berkenan...
total 1 replies
Qeyfa Alisya
assalamualaikum
Erisna Aisyah: waalaikumsalam
total 1 replies
Hida Hida
perjuangan untuk mendapatkan Aisyah aja susah,tp kenapa harus poligami...aku paling ga suka cerita ustadz yang poligami... meskipun di boleh kan tp unsur pertama kebanyakan mereka yang berpoligami itu karena nafsu 😑
Raina Wahab
jangan ada poligami yaa thor ,,,please 🙏🙏
Erisna Aisyah
mampir juga di karyaku yang baru dengan judul HIJRAH (Ajari Aku Mengenal-Nya) 😊
affiyahmikayla
aisyah nangis kh🤣
affiyahmikayla
waduh
affiyahmikayla
lanjuutt thorr
Zaskia Nada
Masyaallah baru tadi ana minta untuk lanjutin ceritanya eh alhamdulillah mbaknya langsung up lagi ceritanya,pokoknya semangat yh mbak untuk lanjutin ceritanya😊
Erisna Aisyah: Alhamdulillah😇 kebetulan stok part sudah ada, jadi begitu ada penyemangat bisa langsung up. tapi mohon maaf, untuk part selanjutnya mungkin agak lama. lagi nyoba nulis cerbung lainnya🤗😊
total 1 replies
affiyahmikayla
semangat up thoorr😍
Erisna Aisyah: makasih🤗
total 1 replies
Zaskia Nada
pliss mbak lanjut ceritanya,walaupun upnya mau berapa bulan lagi insyaallah akan saya tunggu😊
Erisna Aisyah: insya allah, kak 😊 makasih buat sarannya😍
total 1 replies
Evi Andriani
Iyo yg lain solusinya 😩😩😩😩😩
Koleksi Azzahra
Jngan poligami dong thor
Ada solusi terindah thor selain poligami.
Siti Maimunah
lnjt
Noer Soeryantie
paling males beginini kalau baca sekitaran ustadz ustadzah...POLIGAMI terrrooossss...ga ada apa kalau cari solusi selain harus menikah lagi...bye bye lah ...jadi males baru mau di faforitin eh malah suruh POLIGAMI....maaf ya..
Hamzasa
baru baca..suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!