NovelToon NovelToon
Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Kutukan sang Xbreed: Silverian & Blackerian

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Perperangan / Kehidupan alternatif / Barat / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arrin Knight

Setelah sekian lama berada di urutan paling akhir Tata Surya Goldinian dan diasingkan oleh para immortal lainnya, Planet Silverian tiba-tiba mendapatkan energi baru, yakni energi gelap yang sangat kuat.
Flerix kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menguasai Galaksi Metal. Namun, kelahiran Keira, seorang Crossbreed, menghalangi ambisinya.
Satu per satu rahasia tentang alam semesta dan dirinya sendiri kemudian terkuak, setelah Keira berusaha untuk mencari tahu siapa pelaku yang sudah mengacaukan kehidupannya.
Ia kemudian bertemu dengan seorang Blackerian yang membuatnya tersadar bahwa ada seseorang yang bermain dengan ruang dan waktu di dalam Galaksi Metal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrin Knight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Buruk yang Meresahkan

Anexta kemudian berdehem dengan agak keras hingga semua orang yang sedang berada baik di halaman depan istana ataupun di luar istana mulai berhenti berbicara untuk memperhatikannya.

Ia menegakkan kepalanya dan menatap ke depan dengan wajah yang serius hingga suasana menjadi sangat tegang di sana.

"Kepada seluruh rakyatku dan semua orang yang sudah meluangkan waktunya untuk bersedia hadir di sini, aku, sebagai ratu dari Planet Palladina, Yang Mulia Ratu Anexta, akan memberikan sebuah pengumuman penting mengenai perang antar planet yang terjadi akibat ulah para Silverian,” serunya.

Ia kemudian menoleh ke samping sebentar, lalu melanjutkan, “Dengarkanlah sebaik mungkin seluruh ucapanku pada hari ini. Yang pertama, mulai detik ini, Yang Mulia Putri Ryena dari Palladina, adikku, dan satu-satunya putri dari kerajaan ini, sudah tidak berhak lagi untuk memakai gelar kerajaannya! Ia bukan lagi penduduk dari Planet Palladina, karena atas kemauannya sendiri, ia sekarang adalah salah satu dari penduduk Planet Silverian.”

Suasana mendadak riuh. Banyak orang yang tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh sang ratu. Xyon langsung berdehem dengan keras, hingga semua orang berhenti berbicara dan kembali memperhatikan Anexta.

“Sebagai seorang kakak, tentu aku akan menghormati keputusannya. Namun, sebagai ratu dari planet ini, aku harus mengambil keputusan tegas kepadanya! Dan pada kesempatan kali ini, aku ingin meminta maaf kepada kalian semua, atas gagalnya diriku sebagai seorang kakak, dalam mendidik adikku sendiri, namun, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Aku meminta pengertian dari kalian agar bisa memberikan aku waktu untuk memikirkan hal apa yang akan kulakukan kepada para Silverian yang sudah mengambil adikku. Demikianlah titah ini aku sampaikan kepada kalian,” seru Anexta lagi dengan wajah yang penuh emosi.

Suasana mulai kembali riuh. Banyak orang yang berbicara satu sama lain, sehingga seluruh istana menjadi sangat berisik, bahkan beberapa pelayan dan pengawal, serta prajurit istana, juga terkejut akan pernyataan itu.

Anexta kemudian memutar badannya dan berjalan masuk ke dalam istana, dengan diikuti oleh pelayan-pelayan pribadinya, sementara kelima jenderal lainnya masih berada di halaman depan untuk memperhatikan situasi, yang ditakutkan akan terjadi kericuhan.

Seluruh orang yang berada di sana, mulai dari rakyat biasa hingga para bangsawan dan pejabat pemerintahan, mulai saling berbicara satu sama lain akan keputusan dari sang ratu.

“Apakah Putri Ryena melarikan diri?” tanya seorang pejabat tinggi pemerintahan.

“Pasti! Ia adalah seorang putri yang sikapnya tidak bisa diperhitungkan hingga mendiang Yang Mulia Raja terdahulu sampai harus melarangnya untuk mengambil tugas-tugas kerajaan!” jawab seorang pejabat tinggi lainnya.

“Hei! Kita tidak bisa lagi memanggilnya dengan gelar tersebut!” seru salah satu bangsawan yang sedang berdiri di belakang mereka.

Mendadak banyak spekulasi macam-macam tentang Ryena yang mulai lantang terdengar, namun, tidak ada satu pun penjelasan yang diberikan oleh Xyon, maupun keempat jenderal bawahannya.

“Hei, Jenderal Senior Xyon, sebenarnya apa yang sedang terjadi, mengapa mendadak Ryena meninggalkan planet ini dan memutuskan untuk menjadi seorang Silverian?!” tanya seorang pejabat tinggi pemerintahan yang sedang berdiri di sebelah kiri halamanan istana, dengan nada tinggi.

Xyon tidak menggubrisnya.

“Apakah ini berarti planet kita sudah terancam juga oleh para Silverian itu?!” tanya seorang bangsawan.

“Jangan-jangan, Planet Silverian sudah mencuri energi baru dari planet lainnya, dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan mereka! Ini berbahaya!” seru salah seorang pejabat rendah.

Xyon menghela nafas panjang, namun sama sekali tidak menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan baik oleh para pejabat, bangsawan, maupun warga biasa yang masih berada di sana.

Sementara itu di dalam kamar pribadinya, Anexta terlihat sedang duduk di atas ranjang, dengan wajah yang terlihat sendu. Namun setelah beberapa saat, ia justru tersenyum sinis.

“Ryena yang polos, terima kasih sudah memberikanku alasan untuk menghancurkan para Silverian itu,” gumamnya.

Hatinya dipenuhi oleh dendam yang amat besar, karena kedua orang tuanya yang tewas dibunuh oleh Flerix, tentu hal ini membuat Anexta murka.

“Usiaku memang sudah tidak muda, namun, begitu aku menjadi seorang ratu, justru masalah seperti ini yang harus kuselesaikan. Sebenarnya apa yang sudah terjadi kepada mereka, para Silverian itu pada dahulu kala? Mengapa Jenderal Senior Xyon sama sekali tidak mau menjelaskan masalahnya?” tanya Anexta kepada dirinya sendiri.

Di halaman depan istana, orang-orang mulai membubarkan diri dari sana, dan kembali berjalan ke segala arah. Setelah situasi sudah dirasa kondusif, Xyon kemudian melangkah masuk ke dalam istana. Keempat jenderal tersebut mengikutinya dari belakang, hingga Xyon mulai merasa kesal.

Ia mendadak menghentikan langkahnya begitu ia tiba di sebuah lorong istana, hingga Nordian, Arex, Sey, dan Weim terkejut dan menabrak satu sama lain. Xyon kemudian menoleh ke belakang dengan wajah yang serius sambil menatap mereka berempat.

“Kalian, Arex, Sey, lakukanlah patroli di luar tata surya Goldinian!” seru Xyon.

“Baik! Baiklah, Xyon!” balas Arex dan Sey dengan wajah yang terlihat terkejut.

Mereka langsung berlari ke arah yang berlawanan untuk menjalankan perintah dari sang jenderal senior barusan, sementara Weim dan Nordian terlihat masih berada di belakang Xyon hingga sang jenderal senior itu mulai menggelengkan kepalanya.

“Pergilah kalian, berpatrolilah di sisi galaksi yang berbeda,” ucap Xyon.

Nordian mendadak memperhatikan raut wajah pria tua itu, lalu bertanya, “Xyon, apakah energi cinta itu begitu mengerikan?”

Xyon menghela nafas panjang, lalu menjawab pelan, “Cinta adalah energi mortal, Nordian. Kau bisa merasakannya namun kau tidak bisa menggunakannya. Energi yang percuma, sia-sia. Kau tidak mungkin menggunakan perasaanmu ketika sedang berhadapan dengan musuh, bukan? Kau pasti akan menggunakan tangan dan otakmu untuk mengalahkannya, bukan dengan cinta dan perasaan.”

“Xyon, maafkan aku. Ini semua salahku. Akulah yang membawa Putri Ryena untuk masuk ke dalam istana ini dan mendiang Yang Mulia Permaisuri justru mengangkatnya sebagai putrinya sendiri. Ini semua adalah kesalahanku. Aku seharusnya bisa menjaga Putri Ryena dengan lebih ketat…,” ucap Weim, namun, Xyon langsung berdehem untuk memotong ucapannya.

“Tidak. Ini adalah ulah para Silverian itu. Kau tidak bisa lagi memanggil Ryena dengan gelar itu, Weim. Lagi pula, kedua orang tua kandungnya hanya menitipkan dirinya kepadamu agar tidak ikut dieksekusi mati pada waktu itu, jadi, ini semua bukan salahmu. Kita sebaiknya fokus dengan para Silverian tersebut,” balas Xyon.

“Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Planet Silverian? Aku mendengar mereka menyebutkan tentang energi gelap, namun sejauh yang aku ketahui, tidak ada satu immortal pun di dalam galaksi ini yang berani menggunakannya sebagai kekuatan kosmik,” ucap Nordian.

Xyon menghela nafas pendek kali ini, lalu berkata, “Energi gelap menguasai tujuh puluh persen alam semesta, dan tentu saja, jika mereka bisa mengendalikannya, ini bukanlah hal yang bagus untuk kita. Energi cahaya bukanlah tandingan untuk energi gelap. Energi cahaya hanya sebagian kecil saja yang ada di alam semesta ini. Sepertinya kita akan mendapatkan lawan yang kuat kali ini. Bersiaplah.”

1
Mr. Wilhelm
Ughhh ... Keknya bakal lebih bagus chapter awal kenalin kita MCnya dan karakterisasi dia dripada WB seabreg kek gini. Bnyak bnget informasi yg disodorin tanpa memberi waktu reader buat cerna, apa sih premis dari novel ini
Mr. Wilhelm
Ughhh pusing aku chapter pertama langsung dikasih wb seabreg /Drowsy/
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
mirip seperti plugo, ini ceritanya kyk nya lumyn menarik.. tapi sayangnya tidak di lanjot
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: pluto*
total 1 replies
Pengembara Virtual
mak tolong tempat tinggal ku mahu di seranngg
Arrin Knight: SERAAAANGGG!!!

*bawa pedang*
*bambu runcing*
total 1 replies
Pengembara Virtual
Apa mungkin 'dulu' ada sesuatu yang membuat para hadirin jadi terintimidasi dan segan, aku mikirnya malah pemimpin planet palladian dlu itu sangat mendominasi seperti diktat*r 🗿
Arrin Knight: Ada, di bab Masa Lalu nanti saya ceritakan.
✌️
total 1 replies
Pengembara Virtual
Aku tidak ingin ada perang berdarah lainnya pembunuh itu diundang.. 🤔
Arrin Knight: Kan asik perang brdrh terus, Kak.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Makasih buat up-nya hari ini, semoga besok masih diberikan umur buat baca bab selanjutnya ❤
Arrin Knight: Saya doakan yg terbaik utk kamu ♥️♥️
total 1 replies
Pengembara Virtual
jadi keinget om om kumis kotak
Arrin Knight: KUMIS KOTAK AKWOOWKOWKWOWKWKWK 😹😹😹
total 1 replies
Pengembara Virtual
Arena.. hmm?
Arrin Knight: Aduh, namanya jangan dibalik dong 😹😹😹😹
total 1 replies
Nori^
🤟🤟🤟🤟
Nori^: Pulu Pulu Pulu Pulu Pulu
total 2 replies
Ca Aa
Thanks buat update-nya hari ini. Makasih udah nemenin lemburku dengan bab baru iniii
Arrin Knight: Kamu kok lembur mulu?
Waduh~

Terima kasih sudah membaca, Qaqa~
total 1 replies
Ca Aa
Makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Mulai besok aja, deh.
Pengen cepet dikelarin.
😹
total 1 replies
Ca Aa
Telat lagi buat baca, nih gara-gara lembur. Astaga naga🔥
Arrin Knight: Baca bisa kapan aja, Kak.
Asal rebahan.

😹
total 1 replies
Ca Aa
Nah, sampai sini, saya udah penasaran. Jadi, semoga besok khilaf update 3 bab💗
Ca Aa: Kembali tidur ajaa
total 2 replies
Ca Aa
Bukan KAI kan? jajaja
Arrin Knight: OAKAWOKAOWKWOWKWKWKWK ASTOGE 😹😹😹

Ini saya riset dari Jepang, mereka mau bikin, loh.
total 1 replies
Ca Aa
Hmm
Arrin Knight: Mari ngopi, Kak.
☕☕☕
total 1 replies
Ca Aa
Aih, gemesnyaa
Ca Aa: Bener
total 2 replies
Ca Aa
Baru pulang kerja, aih, lembur karena atasan saya yang agak syalan. Menyebalkan.

Btw, makasih udah up 3 bab
Arrin Knight: Tampaknya setelah ini, saya hiatus dulu, mau menikmati ranjang.
😹😹
total 3 replies
Ca Aa
Aku kira hari minggu bakal libur update, makasih loh ya, Kak
Arrin Knight: Nak, ini ada 400 bab-an. Kalau saya gak update, bisa capek itu karakter saya nungguin konflik selanjutnya.
😹😹😹😹

Lupa harusnya tadi pagi update.
total 1 replies
Ca Aa
Iya, itu kesalahan kamu.
Arrin Knight: Aowkwowkwowkkwkwk 😹😹😹
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!