DILARANG BOOM LIKE!!! kasih jeda waktu minimal 1 menit!
"Jadi orang ketiga tanpa sepengetahuannya dan memilih mundur karena Suami tidak mau melepas pacarnya."
Pernikahan adalah suatu hal yang di impikan sebagian besar manusia dan tentunya mereka mengharapkan pernikahan yang bahagia. Nia, gadis Yatim yang hidup bersama Mamanya dan harus menikah dengan pilihan Mamanya. Pernikahan yang berawal dari perjodohan Ibu mereka membuat mereka tidak bisa menolaknya. Nia pun akhirnya menikah dengan pilihan Mamanya dengan keyakinan apa yang dipilihkan Mamanya tentunya adalah yang tepat.
Suatu ketika ia mengetahui dirinya adalah orang ketiga dalam hubungan Deny dengan wanita lain, Nia memilih mundur dan di jatuhi talak.
Lalu apakah Rumah Tangga Nia dan Deny akan berakhir bergitu saja? Ataukah mereka akan kembali bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kue Manis
19:00
Deny datang ke cafe Mamanya untuk membeli menu baru. Saat itu Deny mengingat Nia sangat suka dengan yang namanya menu baru.
"Apa ini rasanya manis?" tanya Deny pada chef yang ada di dapur.
"Betul, Tuan. Ini menu baru, rasanya lembut dan manis juga nyaman dimulut dan di perut."
Deny mengangguk.
"Buatkan yang baru,"
Setelah melakukan pembayaran, Deny bergegas menuju rumah Nia.
***
"Huufttt pinggangku," keluh Nia sambil memegangi punggungnya. Rino yang baru selesai mengunci pintu segera membukakan pintu mobil untuk Nia.
"Sebaiknya tidak perlu bekerja full day," saran Rino.
"Nanti pekerjaanku tidak cepat selesai," Nia masuk ke dalam mobil.
"Ini juga pengiriman kainnya masih di pending, tadi Mama tanya masalah kainnya." lanjutnya.
Rino menyusul masuk dan memakai sabuk pengaman.
"Aku tidak bisa membantumu mengatasi sakit pinggangmu karena kita beda jenis kelamin." ujar Rino
"Aku tau itu."
"Mau langsung pulang atau mampir ke tempat lain?"
"Pulang saja. Aku lelah. Mataku juga seperti mau buram,"
"Oke,"
***
Mobil Deny masuk ke halaman rumah Nia, bersamaan dengan itu Nia juga baru datang. Deny turun dari mobil dan merasa jantungnya berdegup kencang saat mobil Nia berada di belakangnya. Ia segera turun, seketika raut wajahnya terlihat tidak suka akan kehadiran Rino yang turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nia.
"Mas Deny," dengan suara pelan.
"Aku pulang dulu," sambil menyerahkan kunci mobil.
"Iya, terimakasih. Ongkosnya ada?"
Rino mengacungkan jempol, ia tersenyum pada Deny dan langsung melangkah pergi dari sana.
"Mas," sapa Nia dengan senyum kecut.
"Apa aku mengganggumu?"
Nia menggeleng.
"Sudah lama?" tanya Nia.
"Baru saja datang."
"Oh. Mari masuk, Mamaku juga seperti sudah pulang." sambil melirik ke arah garasi.
"Terimakasih," ucap Deny.
Nia masuk ke dalam rumah di ikuti Deny.
"Baru pulang?" Mama Nia menyambut Nia.
Nia mencium punggung tangan Mamanya.
"Iya, Ma. Ma, maaf kainnya akan datang terlambat. Pengirimannya mengalami kendala."
"Iya tidak apa-apa. Eh, ada Deny. Ayo duduk dulu."
Deny tersenyum.
"Ma, aku ke kamar dulu ya. Pinggangku terasa sangat sakit."
"Iya, istirahatlah."
"Mas, duluan ya. Mas Deny mengobrol saja dulu dengan Mama." Nia tersenyum tipis lalu pergi ke kamarnya.
Setelah masuk ke kamar, Nia bernafas lega.
"Astaga, jantungku." sambil menyentuh dada kirinya.
Jantungnya berdegup kencang saat ia merasakan aroma tubuh Deny tadi. Nia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di ruang tamu, Deny dengan canggung mengobrol dengan Mama Nia.
"Ini (sambil menyerahkan makanan manis yang ia beli tadi), titip untuk Nia."
"Eh? Beli dimana? Kelihatannya sangat manis."
"Itu menu baru di cafe Mama."
"Ooh, apa Nia memesannya? Sudah di bayar apa belum?"
Deny tersenyum.
"Tidak. Itu Deny berikan untuk Nia karena biasanya suka dengan yang namanya menu baru."
"Betul sekali. Setiap restoran atau lainnya yang pernah ia kunjungi lalu ada menu baru, pasti ia akan penasaran. Nia juga suka makanan manis akhir-akhir ini."
"Semoga dia suka,"
"Pasti. Kalau makanan manis dia tidak akan menolaknya. Terimakasih, ya."
Nia yang baru selesai mandi mendapati Mamanya yang sedang mengetuk pintu
"Iya, Ma. Ada apa?"
"Ini ada titipan dari Deny tadi. Menu baru di cafe Mamanya"
"Untukku?"
Mama Nia mengangguk dan menyerahkan kue manis itu pada Nia.
"Dia sudah pulang kah?"
"Sudah baru saja. Ya sudah, Mama mau ke kamar."
"Mama tidak mau mencicipinya juga?"
"Itu untuk cucu Mama saja," sambil tersenyum.
"Terimakasih Ma. Mama tidak memberitahukan kehamilanku pada Mas Deny kan?"
"Tenang, Mama tidak mengatakan apapun kok."
***
Nia duduk di sofa sambil membuka mika kue yang Deny bawa.
"Aromanya aku suka," gumamnya pelan.
Nia menggigitnya sedikit.
"Kyaaa! Enak!"
Tidak butuh waktu lama kuenya sisa 1 gigitan saja. Nia mengambil Hp dan berniat membuka kontak WhatsApp Deny yang ia blokir karena ingin mengucaplan terima kasih.
Jempolnya akan mengklik tulisan Buka Blokir namun ia urungkan.
"Jika aku membukanya, Lila dan Mas Deny pasti akan bertengkar lagi," ucapnya dengan suara serak.
Nia meletakkan kembali Hp nya dan memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya, ia mengunyah kue manis itu sambil menitikkan air mata.
"Kamu pasti kuat," ucap Nia sambil mengelus perutnya.
seperti nya perempuan tdk punya harga diri...pengarang nya seperti ini..y...
🤔🤔
jangan lupa follback