NovelToon NovelToon
Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:632.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Kyutoria

Arya Wijaya mantan pembunuh bayaran memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kotornya setelah melaksanakan misi terakhirnya.


Dia memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan menjadi pekerja kantor biasa dan menutupi identitas asli sebagai mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Mata Elang.


Tetapi saat pulang dari kantor dihari pertamanya bekerja seorang pria asing tiba-tiba menusuknya tanpa sebab di penyebrangan jalan hingga membuatnya tewas.


Arya Wijaya pria berusia 30- tahun itu akhirnya tewas tetapi keajaiban terjadi di detik-detik kematiannya yang membuat dia bereinkarnasi kedalam tubuh seorang bocah di dunia para pengelola energi Qi, yaitu Dunia Kultivasi.

Berbagai misteri tentang kebenaran sosok dirinya perlahan mulai terkuak seiring perjalanan yang dia lalui di Dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyutoria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perintah Raja Brawijaya (Revisi Lokal)

Ibu Kota Wirabhumi Kerajaan Brawijaya. Di kediaman salah satu Keluarga Wijaya seorang pria tengah duduk bersama istrinya, saat sedang melihat putri kecil mereka yang berusia 3 tahun sedang bermain bersama para pelayan dihalaman rumah.

Meski pasangan suami istri itu memiliki paras seperti orang berusia 30 tahunan, tetapi sebenarnya usia mereka sekarang sudah menginjak 40 tahun.

Pria itu merupakan Kusuma Wijaya salah satu Pangeran Kerajaan Brawijaya, sedangkan istrinya adalah Dewi Devangga, Putri dari Kerajaan Ubud, dan putri mereka bernama Arita Wijaya.

Setelah Kerajaan Brawijaya melakukan penaklukan terhadap Kerajaan Ubud beberapa tahun lalu, yang merupakan Kerjaan terkecil di Benua Nusantara. Kerajaan Ubud sekarang merupakan bagian dari Kerajaan Brawijaya.

Pernikahan antara Kusuma Wijaya dan Dewi Devangga merupakan pernikahan politik untuk mempererat hubungan diantara kedua Kerajaan. Tetapi meski pernikahan mereka berlandaskan politik, Dewi Devangga tampaknya dapat mencintai suami yang telah dia nikahi selama 4 tahun.

Tidak seperti Dewi Devangga yang telah benar-benar mencintai pasangannya, Kusuma Wijaya sampai saat ini belum bisa menerima perasaan wanita itu seutuhnya karena masih terpaku kepada sosok wanita lain yang merupakan istri pertamanya.

Meski begitu Kusuma Wijaya sampai sekarang memperlakukan Dewi Devangga dan Arita Wijaya dengan sangat baik, terlepas dari kenangan bersama keluarga kecilnya dulu.

Suasana hati Kusuma Wijaya menjadi buruk setelah batu Giok kehidupan milik istri pertamanya telah hancur 5 tahun lalu, yang menandakan wanita itu sudah tiada.

Kusuma Wijaya, merupakan Ayah kandung dari Arya Wijaya yang melarikan diri saat terjadi pembantaian di desa 5 tahun yang lalu.

Kehilangan sosok wanita yang sudah menemaninya selama 8 tahun saat menjadi jaminan Kerajaan Pasanggaran, seolah membuat pukulan berat untuk Kusuma Wijaya.

Jika saja waktu dapat diputar kembali Kusuma Wijaya tentu akan mengajak Istri serta Putranya malam itu dan tak mengikuti saran pedagang.

Kusuma Wijaya memandangi batu Giok kehidupan milik Arya Wijaya putranya yang masih bersinar terang sambil tersenyum kecil.

Menyadari suaminya terlihat sedih saat memandangi batu Giok kehidupan milik Arya Wijaya, Dewi Devangga kemudian memberi perhatian kepada Kusuma Wijaya dan menenangkan suaminya itu.

Dewi Devangga sebenarnya memahami perasaan Kusuma Wijaya yang belum bisa menerima dirinya sebagai seorang istri seutuhnya karena masih teringat dan merasa bersalah kepada istri pertamanya.

Tentu Dewi Devangga tak melarang Kusuma Wijaya, tetapi sebagai seorang istri dan wanita Dewi Devangga selalu melakukan berbagai cara, agar Kusuma Wijaya tidak terpaku kepada sosok istri pertamanya yang sudah tiada dengan cara yang halus.

Bahkan jika Dewi Devangga nantinya akan bertemu dengan Arya Wijaya, dia pasti akan memperlakukannya seperti putranya sendiri.

Seorang wanita cantik yang terlihat anggun berjalan menghampiri Kusuma Wijaya dan Dewi Devangga. Meski wajahnya ditutup menggunakan cadar, kecantikannya masih dapat terlihat.

Wanita itu merupakan Nyonya Anjani Damayanti Istri utama dari Putra Mahkota Kerajaan Brawijaya. Putra Mahkota sendiri merupakan ayah kandung Kusuma Wijaya hasil dari hubungan bersama salah satu selirnya yang tidak lain adalah ibu Kusuma Wijaya sendiri.

Alasan Kusuma Wijaya menikah dengan Dewi Devangga merupakan salah satu faktor agar dirinya dapat diakui dan diangkat oleh Nyonya Anjani Damayanti menjadi anaknya.

Meski Kusuma Wijaya terkenal sangat setia kepada pasangannya, tetapi dia terpaksa mengambil langkah untuk menikahi Dewi Devangga sesuai keinginan Nyonya Anjani Damayanti, agar dapat meneruskan gelar Putra Mahkota jika sewaktu-waktu ayahnya naik tahta menjadi Raja Kerajaan Brawijaya.

Pangeran Kusuma Wijaya mendapat julukan Sri setelah melakukan upacara pengangkatan dimana dirinya kini telah sah menjadi putra Nyonya Anjani Damayanti dan kelak meneruskan gelar Putra Mahkota.

Gelar sebagai Putra Mahkota adalah langkah awal untuk jika ingin menjadi seorang Raja dimasa depan. Faktor utama Kusuma Wijaya sangat berambisi menjadi Raja dimasa depan, tak lain karena ingin balas dendam setelah istrinya tewas dan putranya hilang dalam gejolak politik antara Kerajaan Brawijaya dan Kerajaan Pasanggaran.

Nyonya Anjani Damayanti sendiri belum memiliki keturunan bersama Putra Mahkota saat ini karena faktor yang belum bisa dijelaskan, tetapi meski begitu Putra Mahkota sangat mencintai Nyonya Anjani Damayanti yang sudah mendukungnya dari awal sampai sekarang.

Hanya tinggal menunggu waktu sampai Raja Brawijaya turun tahta dan digantikan oleh Putra Mahkota, dengan begitu Nyonya Anjani Damayanti akan menjadi Ratu Kerajaan Brawijaya yang baru dan dapat mengatur setiap langkah yang diambil oleh Raja baru.

"Apa yang sedang kalian berdua lakukan disini?" Nyonya Anjani Damayanti bertanya dengan yang terkesan datar saat menemui Kusuma Wijaya dan Dewi Devangga.

Kusuma Wijaya dan Dewi Devangga buru-buru menyambut kedatangan Nyonya Anjani Damayanti dengan sopan.

"Kami berdua sedang menemani Arita bermain. Apa ada yang bisa aku lakukan sampai Ibu datang langsung menemui ku?" Kusuma Wijaya berkata sambil tersenyum sopan.

Nyonya Anjani Damayanti mengangguk dan memberitahu alasan dirinya menemui Kusuma Wijaya. "Ayahmu meminta kau ikut untuk menemaninya bertemu dengan Raja. Kau bisa pergi sekarang biar aku menemani istri dan putrimu bermain, Kusuma."

Kusuma Wijaya sempat merasa bingung tetapi dia tak bertanya lebih lanjut dan pamit kepada Nyonya Anjani Damayanti sebelum pergi menemui ayahnya yang akan bertemu dengan Raja.

Kusuma Wijaya bertemu dengan pria yang terlihat berusia 53 tahun tetapi sebenarnya usianya jauh lebih tua. Dia tak lain adalah Putra Mahkota saat ini, yaitu Dharma Wijaya ayah kandung dari Kusuma Wijaya.

Keduanya kemudian bersama-sama menemui Raja Brawijaya yang berada dikamar kediaman.

Dharma Wijaya dan Kusuma Wijaya kini duduk menghadap Raden Wijaya di kamarnya, untuk membicarakan mengenai mimpinya yang berkaitan dengan ramalan Jayabaya.

"Dharma... Apa kau memiliki keturunan yang belum mengikuti ujian kedewasaan?" Raden Wijaya bertanya dengan santai sambil meminum teh.

Dharma Wijaya yang ditanya kemudian berusaha mengingat keturunannya yang terbilang cukup banyak karena dia memiliki lebih dari 10 selir.

"Maaf ayah... Semua keturunanku sudah mengikuti upacara kedewasaan. Memangnya ada apa?" Ucap Dharma Wijaya dengan heran.

Raden Wijaya menghela nafas sambil menggelengkan kepala. Dia tak menjawab pertanyaan dari Dharma Wijaya melainkan mengingat kembali sosok anak kecil yang dia temui di mimpinya.

Raden Wijaya berpikir jika anak kecil yang dia temui di mimpinya jika benar-benar ada maka sekarang sudah berusia sekitar 10 tahun.

Sorot mata Raden Wijaya yang tajam kemudian terarah kepada Kusuma Wijaya saat melihat pria itu mengangkat tangannya.

"Kau?" Raden Wijaya bertanya-tanya siapa pria itu karena sangat jarang bertemu dengan generasi muda dan tak mengenali Kusuma Wijaya, yang merupakan cucunya sendiri.

Kusuma Wijaya yang peka kemudian menjelaskan dirinya merupakan seorang pangeran yang pernah menjadi jaminan selama 8 tahun untuk Kerajaan Brawijaya di Kerajaan Pasanggaran.

Raden Wijaya tentu tak terlalu tertarik dengan cerita Kusuma Wijaya saat menjadi jaminan untuk Kerajaan Brawijaya di Kerajaan Pasanggaran. Dia kemudian langsung menanyakan intinya saat Kusuma Wijaya mengangkat tangan sebelumnya.

Kusuma Wijaya kemudian menjelaskan alasan mengapa dirinya mengangkat tangan kepada Raden Wijaya.

"Saat menjadi jaminan Kerajaan Pasanggaran, saya menikah dengan gadis didesa setempat dan memiliki seorang putra. Tetapi 5 tahun lalu desa itu diserang oleh sekelompok orang tak dikenal dan membuat istri saya tewas, sementara putra saya hilang sampai sekarang."

Kusuma Wijaya lalu menunjukkan batu Giok kehidupan milik Arya Wijaya kepada Raden Wijaya dan menjelaskan kalau putranya itu jika masih hidup berusia 10 tahun sekarang seperti anak yang Raden Wijaya cari.

Mendengar berita tersebut membuat Raden Wijaya merasa senang dan meminta Giok kehidupan milik Arya Wijaya dari Kusuma Wijaya untuk disimpannya.

Kusuma Wijaya tentu tak berani melarang apalagi saat melihat ekspresi bahagia Raden Wijaya yang sudah lama telah hilang.

"Arya... Arya Wijaya... Dharma aku minta buat satu unit pasukan untuk mencari anak itu." Perintah Raden Wijaya dengan tegas.

Dharma Wijaya tentu merasa bingung mengapa ayahnya ingin mencari keberadaan cucunya yang hilang sejak 5 tahun lalu, karena Raden Wijaya tak memberi penjelasan. Tetapi dia tentu tak bisa menolak perintah ayahnya dan mengiyakan pembentukan unit pasukan khusus.

1
Alfa
revisi lokal??????
Joni Asmal
ya samo2 athor, terima kasih telah menyajikan novel yg baik ini
Anonim
mls BCA klo ceritanya pakai topeng menyembunyikan identitas ...Uda basi bgaat
lestari
mulai pembantaian ayo semangat
Eneng Bariono
Heeemmm
Fatha M
mana ada tradisi orang Indonesia menyumpit atau memakai sumpit...
Karya Sujana
pendatang baru hadir
boooom
Jhonny Afrizon
ruwet,
Jhonny Afrizon
kenapa orang di sekitar MC pada gila bego ceroboh,hah
Jhonny Afrizon
emang gak bisa di jinakin apa tu betina,sodok aja pake rudal MC,biar nyaho thor🤭🙏🙏
Jhonny Afrizon
kumpulan orang orang bego,si putri sok cantik katanya udah tambah kuat nyatanya sama aja bego nya
Jhonny Afrizon
makin konyol
Jhonny Afrizon
robocop,hahaha
Jhonny Afrizon
lama lama ni cerita jadi banyak tindakan konyolnya,meskipun MC pasti selamat karna keajaiban,tapi tidak harus bertindak konyol thor
ANDI BUDIAWAN SSOS MM
mantul
Jhonny Afrizon
Arya Wijaya alias Ying Jihan😂😂😂
Toyib Sr.
yah mengecewakan
Ade Eka Putra
mantap bos
hasim asngari
om otor MC nya buta hati....hahahhaa
Mhmd Ridho
kenapa gak up lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!