NovelToon NovelToon
Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:250.5k
Nilai: 5
Nama Author: sayang aku ga?

Mohon maaf, karya sedang dalam revisi agar semakin lebih baik.

--------------------

SINOPSIS :
Hanssel Adamson merupakan pria casanovo yang awalnya tidak menyukai sekertaris kunonya yang menyebalkan. Siapa sangka dia justru mendadak bucin pada Karennina yang ternyata sudah memiliki putra dari pernikahan sebelumnya yang telah gagal.

Siapa yang tahu ternyata Karennina merupakan wanita yang berasal dari keluarga ternama negeri tetangga. Demi menyelesaikan misinya dia menyamar sedemikian rupa untuk menutupi status sosial serta keterlibatannya dalam jaringan hitam.

Yuks kepoin kisah mereka!!!

---------
Please give me some appreciation, don't forget to smash Like, comment, vote, gift and love! Saranghae ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 - Sedikit Lagi, kenyataannya...

“Kamu kenapa…” suara Rangga nyaris berbisik, tangannya terulur, mengusap pelan rambut Nina yang kusut berantakan.

Di bawah cahaya temaram bar, Nina menunduk. Wajahnya tersembunyi di balik kedua telapak tangan yang bertumpu di meja. Bahunya berguncang pelan. Tangis itu terasa sunyi, tapi menyesakkan.

Rangga menghela napas, mencoba menahan getir yang merayap di dadanya. Dia geser bangkunya lebih dekat, menangkup wajah Nina yang terasa dingin dan basah oleh air mata.

“Sudah ya… Kamu nggak boleh minum lagi.” suaranya parau. “Kamu tahu sendiri, kamu nggak kuat alkohol. Kenapa kamu nyiksa diri kamu sendiri begini, huh?”

Nina tak menjawab. Matanya merah dan sembab. Dia hanya menggeleng pelan, seperti anak kecil yang bingung mau bicara apa.

“Masih soal Erick?” Rangga bertanya lagi. Tapi hatinya tahu jawabannya bukan itu. Sudah lama Erick hanyalah bayangan samar dalam hidup Nina. Ada yang lebih dalam dan lebih melukai.

Dia menarik tubuh Nina yang limbung ke dalam pelukannya. Menahan tangis yang tak bisa dibantu, memeluk erat wanita yang begitu dia cintai, tapi tak pernah bisa dia miliki sepenuhnya.

“Ngomong dong… Please, Nina…” bisiknya lirih di telinga perempuan itu. Tapi Nina hanya memejamkan mata, bibirnya gemetar menahan isak. Tanpa banyak kata lagi, Rangga segera membawa Nina pergi. Tubuh kecil itu ia topang penuh hati-hati keluar dari bar dan masuk ke dalam mobilnya.

Pria itu membawa Nina menuju apartemennya, dia tidak mungkin membawa pulang ibu yang tengah mabuk dan dalam keadaan paling rapuh darinya.

“Untung Jimmy udah tidur...”

Rangga menutup pintu pelan setelah meletakkan Nina di atas ranjang. Dia melepas sepatu Nina, kemudian mengambil selimut dan menyelimutinya dengan lembut.

“Beruntung kamu punya Jimmy… Anak yang begitu pengertian.”

Dia menatap wajah Nina yang kini tenang dalam tidurnya. Tapi wajah itu mengisyaratkan kepedihan. Ada bekas luka dalam dan air mata yang belum sempat kering.

Rangga duduk di tepi ranjang, mengusap pipinya dengan punggung tangan. “Kapan… kapan kamu bisa membuka hatimu buat aku, Na…?”

Pria itu beranjak keluar kamar, Rangga menenggak birnya, satu-satunya pelarian yang dia izinkan malam itu. Terdengar denting gelas di atas meja, disusul dengan keheningan panjang yang hanya diisi oleh suara kipas angin di langit-langit ruangan.

Sampai akhirnya, ponselnya berdering. Dia mengambilnya dan membaca nama di layar. Pesan dari teman lama yang mengundangnya dalam jamuan makan malam menyambut kedatangannya di kota.

“Ok… Gue ke sana sekarang.” katanya singkat, mencoba terdengar stabil.

Sebelum keluar, dia kembali ke kamar, membuka sedikit pintu dan melirik Nina sekali lagi, memastikan wanita itu tidur nyenyak. “Aku pergi sebentar ya…”

Pintu tertutup perlahan, tanpa berpikir berat Rangga meninggalkan wanita pujaannya untuk sekedar benar-benar beristirahat dengan tenang.

***

Di kediaman megah keluarga Adamson.

Lampu gantung kristal bergemerlap di tengah aula yang luas. Suara denting gelas berpadu dengan alunan musik klasik yang mengalun lembut. Di antara kerumunan tamu elit, suara nyonya besar Rossie terdengar lantang namun penuh pesona.

"Kamu makin cantik aja, Rin!" puji Rossie dengan senyum manis namun sarat makna.

"Tante bisa aja," balas Catherina dengan senyum sopan yang penuh kehati-hatian.

"Hanssel harusnya bersyukur punya kamu." Suara Rossie meninggi sedikit, sengaja diarahkan ke putranya yang berdiri tak jauh dari mereka. Matanya tajam, menusuk langsung ke Hanssel.

"Hanssel!" Kali ini suaranya tegas. "Sudah cukup kamu bermain-main di luar sana. Saatnya kamu berpikir serius untuk masa depan keluarga kita."

Hanssel menarik napas panjang. Ia menyandarkan tubuh pada pilar marmer di dekatnya, mencoba tetap tenang di tengah tatapan sosialita yang memperhatikan gerak-geriknya.

"Ma… Aku masih muda." Suaranya berat, menahan gejolak yang sejak tadi mendidih. "Menikah bukan prioritasku. Aku punya tanggung jawab besar, ada proyek strategis yang baru saja perusahaan kita dapatkan."

"Bagus. Masukkan Catherina ke dalam proyek itu!"

Hanssel menoleh cepat. Matanya menatap tajam ibunya. "Untuk apa, Ma?! Dia cuma seorang model. Sedangkan perusahaan kita bergerak di bidang teknik sipil dan konstruksi!" Bentaknya spontan, membuat beberapa tamu yang mendengar langsung saling bertukar pandang.

Catherina terdiam, wajahnya mengeras spontan, namun ia menahan diri. Ini bukan tempat untuk meledak. Tapi hatinya tercabik. Seumur hidupnya ia menunggu Hanssel menyambut cintanya. Kini, pria itu bahkan mempermalukannya di depan publik.

Jangan-jangan… Dia sudah jatuh cinta pada wanita lain?! pikirnya penuh luka.

"Selain modeling, aku juga seorang desainer," sahut Catherina lembut, penuh kehormatan. Nada suaranya menenangkan, seolah menyapu udara yang tegang. Tamu-tamu yang mendengarkan seketika terpukau.

Hanssel mencibir pelan. "Aku lihat dulu... kalau memang ada lowongan yang cocok."

"Terima kasih, Hanss..." Catherina tersenyum manis, merangkul lengan Hanssel mesra, seperti tak terjadi apa-apa. Tapi matanya menyimpan kepedihan.

Di taman belakang, cahaya remang dari lampu gantung taman memantul di mata air mancur. Rangga dan Catherina duduk di bangku batu berukir, menyendiri dari keramaian pesta.

"Gue denger lo langsung dapet beberapa kasus besar dan langsung menang," kata Catherina, membuka percakapan.

"Biasa lah..." Rangga tertawa kecil. "Merendah untuk meroket!"

Tawa Catherina lepas. Tapi Rangga hanya tersenyum tipis. Matanya menatap jauh ke arah jendela kaca, di mana Hanssel terlihat berdiri sendiri, menyendiri di tengah pesta mewah.

Hanssel memainkan ponselnya dia mengirim pesan pada istrinya sebagai permintaan maaf. Saat ini dia tidak bisa menghubunginya bahkan menemuinya. Hanssel sungguh frustasi dengan keadaannya.

Padahal aku dan Nina sedang menikmati kebahagian dan kebersamaan kami dalam sebuah keluarga yang hangat. Nina aku sungguh merindukanmu. Apa kamu sudah tidur bersama Jimmy? Apa kamu merindukan aku juga?

"Bro!"

Hanssel hampir menjatuhkan ponselnya saat mendengar suara Rangga di belakangnya.

"Sialan, kaget gue!"

"Yang kagetan biasanya mendem rahasia," goda Rangga sambil menyenggol bahu sahabatnya.

"Catherina tadi peluk lo, lo datar banget. Kenapa, bro?"

Hanssel menatap langit malam sejenak, sebelum akhirnya menghembuskan napas panjang.

"Gue sendiri bingung... Apa yang sebenarnya gue rasain buat Catherina sekarang."

"Gue ngerti sih," Rangga menyandarkan punggungnya ke tiang pagar. "Dulu dia ninggalin lo, lebih milih dunia gemerlapnya daripada keseriusan lo. Tapi sekarang takdir malah muter balik ke dia lagi."

"Itu dia masalahnya. Gue kayak dipaksa balik ke masa lalu yang udah gue kubur dalam-dalam."

Rangga mengerutkan dahi. "Tapi lo juga bilang lo udah nikah, ama sekretaris lo, serius?"

Hanssel menatap Rangga. Tatapannya tak main-main. "Iya. Gue nikahin dia diam-diam. Gue… Sayang sama dia."

Suasana hening. Bahkan suara musik dari dalam rumah pun seolah menghilang.

Rangga menunduk. Ia tahu sahabatnya terlalu dalam kalau sudah jatuh cinta. Walau dikenal playboy, Hanssel tak pernah bermain-main dalam urusan hati.

"Bro... Kalo sampe nyokap lo tau… bisa gawat. Lu tahu Rossie nggak main-main soal pernikahan dan reputasi keluarga."

"Gue tahu." Hanssel mengepalkan tangan. "Tapi kali ini... gue nggak mau nyerahin cinta gue demi gengsi keluarga."

Rangga menatapnya, lalu mengangguk pelan. Untuk pertama kalinya, dia melihat Hanssel bukan sebagai pewaris Adamson yang dingin dan arogan… tapi sebagai seorang pria yang sedang berperang dengan hatinya sendiri.

"Dia hamil?" tanya Rangga dengan wajah annoyingnya.

"Belum!"  Hanssel memijit pelipisnya, ekspresi panik bercampur frustrasi.

"Bangsat!!" rutuk temannya cepat. "Lu bisa tidur sama siapa aja, apa lu ga takut penyakitan, ha?!" Rangga setengah bercanda tapi tetap khawatir.

"Gue juga ga sebarangan, gila!" Hanssel memelototi sahabatnya. "Makanya, kond*m dijual di rak depan Alphamart tuh bukan hiasan doang, bro!"

Rangga ngakak sambil mengangkat tangan tanda menyerah. Hanssel mendecak pelan, lalu menghembuskan napas berat. "Tapi... sama dia, gue ga pernah make pengaman." Suaranya lebih pelan, nyaris seperti pengakuan dosa.

"Buset!" Rangga mendekat. "Gila... berarti lo beneran jatuh, ya? Sampai segitunya?"

Hanssel menunduk sebentar, lalu mengangguk sambil tersenyum tipis. "Gue ga tahu kenapa… tapi tubuh dia... candu banget, bro. Bukan cuma itu. Cara dia lihat gue. Sentuhan dia. Bahkan... diamnya."

"Busyet dah…" Rangga menggeleng-geleng. "Gue penasaran sih, siapa cewek yang bisa bikin lo jatuh kayak begini. Biasanya lo yang bikin cewek kayak kerupuk kena kuah, langsung lemes terus ditinggal!"

Hanssel ngakak, lalu refleks merogoh saku celananya. "Sabar, gue tunjukin fotonya."

Namun sebelum ia bisa membuka galeri—

"Rangga! Hanssel! Kuy join game Truth or Dare!!" teriak salah satu teman mereka dari tengah keramaian.

Momen itu langsung buyar.

"Oke, on the way!" seru Rangga sambil berdiri cepat dan menepuk bahu Hanssel.

Hanssel hanya tersenyum kecut, kembali menyimpan ponselnya dalam saku celana. Tapi dalam hatinya, ada getaran yang tidak biasa. Wajah Nina masih jelas tergambar dalam benaknya.

Apakah ini hanya candu... atau cinta yang nggak bisa gue akui bahkan ke diri gue sendiri?

Bersambung…

1
Aunty
bru mulai baca ni kak
Sayang Aku Gak?: Terima kasih sudah mampir di cerita receh othor kak 🥰🥰🥰

jangan lupa mampir di karya lainnya...
Ada Gadis Kecil milik Mr. Mafia, ini tentang Farah dan Keenan yang gak kalah seruuu 🥰😬
total 1 replies
Wina Rti
seru bagus ceritanya
Sayang Aku Gak?: Terima kasih kak sudah mampir 🙏🌹🌹
total 1 replies
Toko john 125
😭😭😭 so sweet,, tisyu mana....???? 😭😭😭😭
Toko john 125
Keenan emang tiada tanding, tiada banding, bikin merinding 😁😁😁
Toko john 125: akoh donk 🤭🤭
total 2 replies
Toko john 125
biarin aja napa klo mirip namanya juga keluarga, yg penting jangan cengos kaya Keenan 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤣🤣🤣 ini cerita bikin ampun DJ Semakin lama semakin seru 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
mau di sini, mau di sana, di mana2 Keenan emang Jagonya di Jaringan hitam 😎😎😎
Toko john 125: kan enak nya sambil nyanyi 😁🤭
total 2 replies
Toko john 125
hehehe,,, Karen emang HEBAT,, demi kebenaran & keadilan ada ya bini yg jebak lakinya sendiri 😁😁😁
Toko john 125: mantul 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
seru bangettttttt
Toko john 125
aseeeeek,,, pesta lagi 😁😁😁 pasti bakal dibikin kacau lgi sm duo Kaviandra ini 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ trouble maker 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
jadi di sini Farah udah jdi sekertaris pribadi Karen ya,, trus Farah sm Keenan belum.ada kontak Fisik, goood,, Lanjut... 😉😉
Toko john 125: oke,, lanjuuut... 💪💪❤❤
total 2 replies
Toko john 125
🤣🤣🤣🤣🤣🦏🦏🦏
Toko john 125
hohoho,,, tuan Hansel cemburu berat gingkat dewa 😂😂😂😂😂
Toko john 125: gimana atuh da Karen direbutin sm orang2 elite 🤑🤑🤑
total 2 replies
Toko john 125
😂😂😂 mantap,, paling suka nih yg mengacaukan pesta orang 🤭🤭🤭
Toko john 125: e beneran lo kak, di sini Keenan ga jaim 😚😚🥰
total 2 replies
Toko john 125
assseeeekk... 💃💃💃
Toko john 125
hayo mama,, anaknya nakal tuh 😁😁😁
Toko john 125
huuuhhhffft,,, bikin tegang 😱 mudah2an rencana caterina gagal...
Toko john 125: absolutely ❤❤❤🥰
total 2 replies
Toko john 125
itulah yg namanya cinta tak ada logika. Teu kaharti tapi nyata 😔
Toko john 125: rahasiz umum ya 🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
calon bakal babang Jade nih 🥰🥰
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ mungkin karena di dunia novel ga ada bidan 🤣🤣🤣
total 4 replies
Toko john 125
panas,, panas,, panas,, panas,, hati ini 😡
pusing,, pusing,, pusing,, pusing,, kepala ini 🤕
Toko john 125
aaaaaarrrgh,,,, 😍😍😍 akhirnya si ayang kasep ku nongol 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!