Ketika cinta hadir pada dua hati yang berbeda keyakinan, mereka terpasung oleh kata Amin yang sama namun dalam tujuan iman yang berbeda.
Seperti apa lika-likunya? novel ini sarat dg pesan moral dan cerita manis anak SMA antara Aluna dan Rae🙏
(Disarankan mampir ke novel sebelumnya, Menikahi Tunangan Adikku, untuk lebih mengenal tokoh-tokoh di dalam novel ini)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. Wajah Es Batu Hati Doraemon
"Om Fan, kita anterin Emma pulang dulu, ya." Aluna berdiri di depan Om Fan, sopir merangkap bodyguardnya yang di kontrak khusus oleh Darel selama Aluna bersekolah di Surabaya bersama Melisa kakaknya.
"Iya, non." Om Fan, laki-laki tinggi besar dengan tubuh berotot sempurna itu, berusia mungkin di pertengahan tiga puluhan menjelang empat puluh. Rahangnya yang kokoh dengan badan tegap membuatnya terlihat begitu matang.
"Tapi om Fan antarkan kami ke suatu tempat dulu."
"Mengantarkan kemana, nona?" Tanya Om Fan, alia naik sedikit. Dia jarang sekali kemana-mana setelah pulang sekolah. Biasanya langsung pulang, jika pun mengantarkan Aluna ke suatu tempat, dia akan menyuruh Aluna minta ijin dulu dengan Tante Melisa.
"Mengantar kami ke tempat Om Fan kemarin mengantarkan titipan om Jordan."
"Ke Ekspedisi itu?" Om Fan bertanya bingung.
"Nona Luna mau berkirim sesuatu?"
"Antarkan saja, cuma sebentar kok om, Luna janji. Ini teman Aluna ada yang mau di kirim..." Aluna mendorong Emma masuk sambil mengedipkan matanya.
"Aku gak mau kirim apa-apa." Sergah Emma dengan suara rendah.
"Hush, nurut aja."
"Gimana dengan sopirku, bentar lagi datang." Emma berbisik pada Aluna.
"Bilang aja, kamu kelamaan nunggu, jadi aku yang antar. Sekalian aku mau mau ketemu mamamu, katanya mantan pacar daddyku, kan?" Aluna melirik pada Emma yang mengernyit dahinya. Kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kamu masih gak percaya, mamaku mantannya daddymu?"
"Bukan soal gak percaya, cuma penasaran aja, selera daddyku itu sekeren apa." Jawab Aluna dengan cuek.
"Jelaslah selera daddymu itu tinggi, secara mamaku dulu mantan model. Lagian, mamimu itu sebenarnya..."
"Sebenarnya apa?" Aluna melotot pada Emma, mengejar nada ragu gadis yang serba tahu urusan masa lalu orangtua mereka itu.
"Mamimu beneran gak pernah cerita soal mamaku?"
Aluna mendelik pada Emma, mendengar pertanyaan temannya itu yang jelas-jelas mengundang kecurigaan itu.
Mobil mereka keluar dari gerbang sekolah perlahan sementara Emma merapikan duduknya menghadap ke depan.
"Nanti sajalah, nanti kamu akan tahu sendiri."
"Tahu apanya?"
"Itu, soal mamaku, mamimu dan daddymu."
"Memangnya kenapa dengan mereka? Ada apa, sih?"
"Aish, itu cinta-cintaan orang jaman purba, gak usah terlalu di fikirkan." Emma mengibaskan tangannya.
"Eh, ngomong-ngomong om sopirmu kok ganteng banget, vibesnya kayak sugar daddy fresh gitu..." Emma menyikut pinggang Aluna yang duduk di sebelahnya, sambil mengerling genit.
Wajah om Fan segera memerah di belakang setir. Emma ngomongnya memang tidak di filter, biarpun dengan suara rendah tetapi tetap saja jelas sampai di telinga om Fan.
"Eh, sembarangan kalau ngomong, kok bisa ya otakmu itu keduluan tua dari umurmu. Fikiranmu itu lho, suka aneh-aneh." Aluna memukul bahu Emma dengan gemas.
"Sumpah, baru kali ini aku bener-bener melihat dari dekat, ternyata gosip anak-anak kalau sopir Aluna itu mirip oppa-oppa korea gak bohong." Emma terkekeh. Ocehan Emma tak urung membuat sopir berwajah kaku itu memerah sampai kupingnya.
"Ehm..." om Fan berdehem, membuat Emma segera membekap mulutnya sendiri.
"Non, kita sudah sampai." Ucapan om Fanembuat dua orang itu segera menyadari jika mereka sudah berhenti di depan sebuah kantor ekspedisi jasa pengiriman barang.
"Berhenti di sini." Ujar Aluna.
"Kita ngapain kemari? Apa hubungannya dengan Rae? Dia nyambi kerja di sini di kantor ini? Atau...gimana sih?" Tanya Emma seperti orang linglung.
"Bukan itu..." Aluna menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi lihat ke sana." Aluna menunjuk ke seberang kantor itu. Ke sebuah gang kecil.
"Kenapa di sana?" Emma tak mengerti.
"Lihat plang itu?"
Emma mengikuti arah telunjuk Aluna.
"Panti Asuhan Kasih Bunda"
Tulisan di Plang itu cukup besar dengan penunjuk arah ke dalam gang.
"Kenapa dengan Panti Asuhan itu?" Cecar Emma.
"Dari gang itu aku melihat beberapa hari yang lalu Rae masuk membawa dua kantongan besar makanan pagi-pagi"
"Lalu?"
"Saat ku tanya dengan pegawai tempat agen pengiriman barang itu, dia mengenal Rae dengan baik. Katanya, Rae rutin datang ke panti itu dua kali dalam satu minggu dan memborong semua nasi yang ada di warung seberang itu untuk di bawakan ke anak-anak di panti itu. Setiap jumat pagi dan selasa siang. Dia di sebut sebagai kesayangan anak-anak di panti itu." Kalimat itu di sertai kekaguman yang tak bisa di sembunyikan.
Emma tercengang mendengar pernyataan Aluna, dia tak berkedip menatap temannya itu.
"Kamu gak salah liat orang, kan?" Tanya Emma dengan penuh selidik.
Aluna menggelengkan kepalanya dengan yakin.
"Tapi orang-orang di sekitar situ gak tahu pasti namanya, dia cuman bilang, namanya undur-undur."
"Undur-undur?"
Aluna menganggukkan kepalanya, dia juga bingung dengan nama yang di akui Rae untuk orang-orang di sekitar panti itu.
"Karena itulah, setiap jumat pagi, Rae kadang selalu terlambat ke sekolah ..' Tambahnya setengah berbisik.
"Rae adalah anak yang baik, selama ini aku telah salah faham dengannya. Sikap arogannya, kadang memang aneh, dia sering berkelahi dengan kakak kelas, tetapi selalu ada alasannya, karena dia membela seseorang yang menurutnya di bully atau semacamnya." Aluna menatap pada Emma yang masih melongo kehilangan kata-kata.
"Karena itu aku gak punya alasan lagi untuk membencinya. Meskipun wajahnya dingin seperti es batu tapi hatinya tulus dan suka menolong seperti doraemon..."
Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah
kesayangan othor🤗 i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap
semangat menulis😂🙏🙏🙏
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...
Ibarat sebuah kapal di dalamnya ada 2 nakhoda.. kemana kapal akan dibawa berlayar?
Dan yang paling kasian adalah penumpangnya.. bingung.. dengan arah tujuan.. 😭😭🤔🤔
jgn cengeng Luna..
kl dia keluarga sama2 kuat dgn keyakinan masing2, pasti jln unt bersama ga akan mudah salah satu hrs pindah keyakinan siap kah km. Rea Luna???
ke dlm dunia nyata temenku ada yg gini, setlh pindah keyakinan ada penyesalan yg paling dlm.....
kl salah satu mengalah apakah ortu merestui?
alluna baik
rae baik
keyakinan nya yg berbeda...bingung PKK nya
alluna juga jgn pindah keyakinan yaaaa
Makasih Thor
makanya dr awal klo ada yg Deket sama dia trs beda keyakinan, mending d larang aja takutnya main2 akhirnya jd beneran...
maaf ya Thor..