Novel ini dalam tahap revisi.
Seorang wanita yang d tinggalkan saat sedang mengandung oleh pacar nya. Sampai akhirnya bertemu kembali 10 tahun kemudian yang membuat nya harus memulai perjalanan cinta nya kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir dari perjalanan
Sebenarnya Doni hanya pura pura tertidur saat Iren mendekatkan wajah tepat di depan wajah Doni.
Dia merasakan hembusan nafas Iren, mencium wangi tubuh nya yang membangun kan nalurinya sebagai seorang laki laki. Sampai akhirnya dia sudah tidak tahan lagi dan mengecup bibir indah Iren.
Sesaat setelah dia melepaskan kecupan kecil nya, Doni membalikan badan nya membelakangi Iren.
Iren membelalakan mata nya, jantung nya terasa berdetak kencang. Dia pergi meninggalkan Doni yang tertidur membelakangi dirinya.
''Apa dia sedang ngelindur..''
Gumam nya.
Sementara itu Doni yang masih pura pura tertidur berusaha memejamkan matanya.
'Kenapa gue ngelakuin itu?'
Tanya Doni dalam hatinya.
Doni membuka mata,dia sudah tidak melihat Iren berada di ruangan itu, akhirnya dia duduk dan memegang dadanya yang terasa berdebar.
Tak lama kemudian Iren pun kembali ke ruangan itu, yang sontak membuat Doni langsung membaringkan badan nya untuk kembali berpura pura tidur.
''Udah ga usah pura pura tidur lagi,aku tau ko kamu sebenarnya udah bangun'' Ucap Iren sembari melintas di depan Doni.
Doni terdiam,muka nya merah padam. Akhirnya dia duduk kembali, mengurungkan niat nya untuk berbaring.
'Yah... ketauan deh'
Ucapannya dalam hati.
Iren duduk di teras rumah nya, menghirup udara segar yang tidak bisa dia dapat kan sewaktu masih di Jakarta.
Doni menghampiri dan duduk di samping Iren,keduanya terasa canggung mengingat kejadian tadi ,awal nya mereka saling memalingkan wajah, meskipun mereka duduk berdampingan.
''Aku boleh tanya sesuatu tidak?'' Tanya Iren.
''Tanya apa..'' Jawab Doni.
''Aku gak ngerti dengan apa yang di maksud oleh Mamih kamu,katanya aku boleh tinggal di rumah kamu bareng Putri? Maksud nya gimana ya? Tinggal di rumah kamu sebagai ART apa gimana?'' Tanya Iren panjang lebar.
Doni tersenyum tipis mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Iren.
''Bukan sebagai ART tapi sebagai Nyonya Rumah'' Jawab Doni.
''Maksud kamu?'' Iren makin tidak paham dengan yang di ucapkan Doni.
''Sebenarnya... Jenny membatalkan acara pernikahan kita'' Jawab Doni.
Sontak Iren pun kaget.
''Lho... Kenapa di batalkan?''
''Aku juga tidak tau,dia hanya berpesan sama aku agar aku bisa membina keluarga yang utuh dengan kamu, demi kebahagiaan Putri'' Doni menjelaskan panjang lebar kepada iren.
''Aku sungguh tidak menyangka Jenny akan sebaik ini pada Putri'' Ucap Iren penuh haru.
''Iren... dari dulu sampai sekarang,di hati aku hanya ada kamu,bahkan setelah 10 tahun kita berpisah pun aku masih tidak bisa membuka hati aku untuk wanita lain,mungkin inilah akhir dari perjalanan cinta yang pada akhirnya kembali ke pemilik sesungguh nya... Maukah kamu menjadi pendamping hidup aku Iren,menjadi pelabuhan terakhir cinta aku...?'' Entah dari mana Doni mendapatkan kata kata romantis seperti itu,semuanya mengalir begitu saja dari mulut nya.
Iren masih diam membisu, jantung nya di buat berdebar dengan kata kata puitis yang dia dengar,wajah nya mendadak merah merona,dan hatinya serasa melayang ke udara lepas.
''Heeyyyy...'' Doni mencoba menyadarkan Iren yang terlena dengan rayuan maut nya.
''Kamu pandai menggombal ya?'' Ucap Iren menyembunyikan kegugupan nya.
''Itu bukan rayuan gombal,itu sungguh sungguh keluar dari hati aku yang paling dalam'' Doni mencoba meyakinkan Iren.
''Kamu ga usah terburu-buru menjawab Iren, aku akan memberikan kamu waktu sampai besok'' Ucap nya lagi.
Lalu dia menunjukan kalung hati yang dulu menjadi simbol cinta mereka.
''Kamu masih ingat kan kalung ini? kalau kamu menerima pinangan aku,besok sebelum aku pulang ke Jakarta aku ingin melihat kamu memakai kalung ini,tapi kalau kamu tidak menerima pinangan aku,kamu tidak usaha memakai nya'' Ucap Doni yang hanya di balas dengan tatapan syahdu oleh Iren.
''Baik Doni,aku akan memberikan kamu jawaban nya besok...'' Jawab Iren.
''Ibu...'' Putri memanggil Iren dari dalam rumah,dia berjalan menghampiri kedua orang tua.
Putri pun duduk di pangkuan Doni,mereka benar benar sudah terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.
***
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan keras di pintu rumah Iren.
Doni yang tertidur kursi ruang tamu langsung terbangun mendengar suara tersebut. Begitupun dengan Iren yang langsung keluar dari kamar nya menghampiri sumber suara.
''Iren... buka pintu, ini aku suami kamu...'' Terdengar suara Bayu dari luar rumah.
Doni pun panik mendengar Bayu berada di luar rumah Iren.
Akhirnya dia memberanikan diri membuka pintu karena takut Bayu akan membangunkan seisi kampung dengan teriakan nya pada tengah malam.
Ckleeek...
Doni membuka pintu rumah.
''Kamu... Ngapain kamu malam malam di rumah istri orang'' Ucap Bayu yang langsung melayangkan tinju nya di wajah tampan Doni.
Doni pun jatuh tersungkur ke lantai karena keras nya pukulan Bayu. Bahkan Bayu terus melayangkan pukulan nya sampai tiga kali hingga membuat wajah Doni lebam dan darah segar keluar dari bibir nya.
Iren kaget melihat Doni yang sedang di berondong pukulan oleh Bayu,dia berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan mereka.
Sementara itu Doni hanya pasrah membiarkan Bayu melampiaskan kemarahan nya,dia tidak ingin melukai tangan nya sendiri hanya untuk membalas pukulan Bayu,bagi seorang Dokter,tangan adalah bagian tubuh yang paling berharga yang tidak boleh terluka sedikit pun.
''Bayu cukup...'' Ucap Iren mendorong tubuh Bayu jauh ke depan pintu.
''Kenapa kamu membawa laki laki lain masuk ke dalam rumah saat suami kamu tidak ada Iren..?'' Tanya Bayu.
''Kamu lupa ya,kita sudah bukan suami istri, kamu sudah meng talak aku Bayu, kita sudah bercerai secara agama, dan secepat nya aku akan segera mendaftar kan perceraian kita ke pengadilan agama'' Jawab Iren dengan nada tinggi.
''Aku minta maaf Iren,aku sadar aku tidak bisa hidup tanpa kamu dan putri,aku akan berusaha keras untuk membahagiakan kalian berdua,aku janji'' Jawab Bayu.
''Kamu terlambat mas,aku telah menerima pinangan Doni,setelah aku selesai mengajukan surat cerai dan menyelesaikan masa iddah ku,dia akan langsung menikahi aku'' Iren menjelaskan,dia juga sudah memakai kalung simbol cinta dari Doni di leher nya.
''Apa...? Kamu bercanda kan?'' Ucap Bayu tak percaya dengan perkataan Iren.
''Kamu lihat kan kalung ini..? Ini adalah bukti kalau aku menerima Doni sebagai pendamping hidup aku yang baru'' Iren menunjukan kalung di leher nya.
Bayu diam membisu,dia menundukkan kepalanya.
''Sekarang aku mohon kamu pergi dari rumah aku,aku tidak mau Putri sampai bangun karena mendengar keributan kamu.'' Iren mengusir Bayu.
Bayu pun akhirnya pergi,menyisakan sejuta penyesalan dalam hati nya,mengapa dulu dia meninggal kan Iren dan juga Putri begitu saja.
Doni meringis kesakitan memegang wajah nya yang lebam,ada sedikit darah yang keluar sisi kiri bibir nya.
''Kamu itu lo ada yang mukul ko diam aja,bukan nya di lawan'' Ucap Iren sembari mengompres handuk hangat di wajah Doni.
''Bukan nya ga mau ngelawan,aku cuma ga mau tangan aku terluka,kamu tau kan bagi seorang Dokter tangan adalah bagian tubuh yang paling berharga,kalau tangan aku sampai terluka aku ga bisa melakukan operasi pada pasien..'' Doni menjelaskan.
Iren hanya diam mendengarkan penjelasan Doni. Tangan masih mengompres luka di wajah nya dengan sedikit di tekan hingga membuat Doni meringis kesakitan.
''Aaawwww...'' Doni meringis.
''Pelan pelan dong'' Ucap Doni.
''Maaf maaf aku ga sengaja,sini aku tiup..'' Jawab Iren sembari mengerucutkan bibir nya hendak meniup luka yang ada wajah Doni yang langsung di sambut dengan kecupan mesra dari bibir Doni.
''Ikh kamu,lagi sakit juga masih sempat sempat nya...'' Ucap Iren dengan tersipu malu.
''Aku senang Iren,kamu telah menerima pinangan aku,aku berjanji akan membahagiakan kamu dan putri,menebus semua yang tidak bisa aku lakukan selama 10 tahun ini'' Ucap Doni.
Kedua tangan Doni menyentuh pipi mulus Iren,mendarat kan ciuman mesra di bibir mungil nya,iren menyambut ciuman Doni dengan penuh gairah,melingkarkan tangan nya di leher Doni,mereka saling memautkan bibir dan bermain lidah memutarkan kepala mereka menikmati gejolak cinta yang seolah baru kembali setelah 10 tahun berkelana.
***
Satu tahun kemudian.
''Saya terima nikah nya Iren Puspita Anggraini dengan mas kawin tersebut TUNAI"
''Sah...''
Penghulu dan tamu serentak mengucap kata sah berbarengan.
Doni mengucap ijab kabul,lancar tanpa hambatan apapun,tampak rona kebahagian dari keluarga mereka.
Iren tak kuasa menahan air mata nya, akhirnya dia menemukan kembali cinta nya yang sempat menghilang.
Begitupun dengan Nyonya Fatma yang ikut terharu, akhirnya Doni menikah dengan wanita pilihan nya sendiri, Putri yang duduk di pangkuan Nyonya Fatma menyaksikan Ibu dan ayah nya mengucap ijab kabul,hatinya merasa bahagia, akhirnya sekarang mereka menjadi keluarga utuh,seutuh utuh nya.
Setelah ijab kabul malam nya mereka mengadakan resepsi di sebuah hotel berbintang lima.
Resepsi di gelar dengan mengundang sekitar 5000 undangan, tak lupa Jenny pun hadir di sana bersama ayah nya Bapak Hartawan untuk mengucapkan selamat kepada Doni dan Iren.
Setelah Resepsi selesai Doni mengajak Iren ke suatu tempat.
Ckleek...
Doni membuka pintu sebuah kamar hotel,Iren kaget dengan apa yang ia lihat di depan mata nya,kamar ini adalah kamar yang sama dengan kamar 10 tahun yang lalu saat dia bermalam dengan Doni yang kini sudah menjadi suami nya.
''Doni... kamar ini?'' Iren memasuki kamar dan melihat keluar jendela,pemandangan nya pun masih sama persis seperti dahulu.
''Aku sengaja membawa kamu kembali ke sini, dulu kita di sini sebagai pasangan mesum, sekarang kita sudah menjadi sepasang suami istri'' Ucap Doni.
''Doni... Bisa tolong bantu aku ngelepasin gaun aku nggak,aku ga bisa buka in sendiri'' Ucap Iren sambil berusaha membuka resleting di belakang gaun yang di pakai nya.
Doni berusaha membantu,mengangkat gaun yang di pakai Iren,membuka resleting nya dan melepaskan dari badan Iren,gaun nya mang terlihat indah dan mewah,hingga membuat mereka harus berhati hati melepaskan nya.
''Kamu si langsung narik aku ke sini,jadi ga bisa nyuruh WO nya buat bantuan'' Ucap Iren dengan mengerucut kan bibir mungil nya.
Tak hanya itu,mereka juga harus melepaskan mahkota yang berada di kepala Iren,Mahkota permata yang harga nya tidak murah membuat Doni dan Iren harus extra hati hati dan menyimpan nya di tempat yang aman.
Doni sudah tidak sabar untuk malam pertama nya.
''Tunggu dulu..'' Ucap Iren '' Aku harus ke kamar mandi dulu,cuci muka,bersih bersih,capek tau'' Tambah nya lagi.
Doni langsung membenamkan wajah nya ke atas kasur dan menutupi seluruh badan nya dengan selimut tebal.
'Apaan si Iren,malam pertama doang kok ribet,pake cuci muka segala'
Ucap Doni dalam hati.
Dia sedikit kesal kepada Iren.
Hingga akhirnya Iren masuk ke dalam selimut dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun,sontak membuat mata Doni terasa akan melompat dari tempat nya,dengan gairah yang sudah memuncak mereka pun melakukan pertarungan mereka di dalam selimut sebagai suami istri sah secara agama dan negara.
Di kamar yang sama,ranjang yang sama dan selimut yang sama seperti 10 tahun lalu TAPI dalam keadaan dan situasi yang berbeda.
THE END
***
**Terima kasih yang sudah mampir di karya saya,mudah mudahan banyak hikmah yang bisa di petik.
Tetap dukung karya saya dengan cara rekomendasikan ke teman kerabat atau saudara.
Sampai jumpa lagi di karya karya saya selanjutnya.... Terima kasih atas dukungan nya**...(^_^)
komplit mendukungmu thor