Geng Bad Boy yang terkadang melakukan aktifitas - aktifitas sesuatu untuk berupaya mencari penghasilan namun tanpa ada yang tau termaksud lingkungan kampus LV universitas serikat Internasional hingga citranya mereka yang terlihat sekelompok cowok ganteng yang pintar dalam berbagai bidang.
Tapi mereka terjebak dengan balas dendam masa lalu dan berniat untuk membunuh, disaat itu juga mereka dekat dengan para gadis yang mempunyai keperibadian unik akankah para gadis itu bisa mebuat mereka sadar masa depan itu lebih penting dari masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L. T03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.KBB
Aku yang ingin menjauh....
Tapi kenapa aku yang tersiksa...
Haruskah dirimu begitu..
Bersifat sangat dingin padaku...
- Zea-
______________________________________
Bagaimana tidak Gavin dan Gladis menjadi satu kelompok.
" Lo... Ingat jangan buat rusuh, jadi beban lo nanti " seru Gladis yang memang dari awal tidak suka.
" Bukannya lo yang akan ngerecoki tugas ini " Gavin pasti tidak mau kalah.
" Kalian jangan berantem lebih baik kompak biar dapat nilai yang besar " seru anak lain yang satu kelompok dengan kami.
( Bagi yang udah lupa cuplikan terakhir)
Reades maaf sekali kalau ceritanya membingungkan, ini menceritakan ke satu arah seperti
Blen ~ Zea ~ Bec
Felix~Jovan
Gladis ~ Gavin
Saya pasti tanda bila masuk ke tokoh lain. Selamat menikmati.
______________________________________
Gavin
Hari ini jadi hari full berkat cewek rempong ini, aku sangat kesal bagaimana tidak.
Aku yang mengusulkan kalau membagi tugas saja lalu kerjai di rumah tapi dia dengan keras menentang saran yang aku ajuhkan.
Perdebatan di mulai.
" Lebih baik kita kerjai di rumah saja nanti baru besok kumpul lagi untuk menata hasil akhirnya " jawab Gavin santai dan yang lain hanya hanya menggut-manggut saja.
Tapi dengan nada ngegas Gladis membantah apa yang aku usul.
Aku tidak tau itu karena dia memang tidak suka denganku atau karena 100% untuk kelompok.
" Gak bisa, jangan begitulah setiap orang itu punya otak yang berbeda-beda kalau yang lain ngerjai di rumah dan pass itu juga mereka gak ngerti tentang materi, kalau kegitu apa pentingnya dibuat kelompok, ujung-ujungnya individukan " suara keras menggelegar anggota yang lain setujuh dengan Gavin kini berbalik mendukung Gladis dan melawan Gavin.
" Oke.. Oke.. Gue ngikut " Gavin mengalah.
" Seneng banget gue menang debat dari lo, gue pokoknya gak mau kalah. Gue tau lo pasti termaksud orang yang cerdas disini tapi pura-pura dan berlaku biasa-biasa ajah " Galadis membatin dihati.
" Gavin, lo gak pulang? " Felix, Blen dan Leon sudah bersiap akan pulang.
" Gue masih ada kerja kelompok, kalian duluan ajah gue akan naik taksi " melambaikan tangan untuk perpisahan.
Kerja kelompok merekapun dimulai diskusi demi diskusi berjalan hingga cahaya mulai minim hembuasan angin menerpa beberapa kali padahal ini ada di ruangan.
Ternyata hari mau hujan tapi kerjaan kami baru 80 % selesai.
" Gladis rumah gue jauh, gue permisi pulang dulu iya " Gladis hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
Semua berpamitan untuk pulang dengan alasan yang bervariasai.
Hingga tinggal Gavin dan Gladis.
" Lo gak pulang, udah mau hujan " Gladis membuka percakapan terlebih dahulu.
"Ini bukan tanggung jawab lo ajah, gue juga harus ambi ahli " Gavin measih fokus membuat ppt persentasi.
" Kalau kegini, aku merasa dia terlihat keren " membatin Gladis sambil memperhatikan dia yang menyalurkan pendapat padahal pas tadi ada nggota lain dia hanya diam mengikuti jalannya diskusi tapi kini dia mulai ambil alih dalam diskusi ini.
Terlihat Gladis tidur dalam ke adaan duduk karena alangkah konsennya Gavin baru menyadari kalau gadis itu sudah tertidur.
" Akhirnya selesai, nih anak udah tidur ajah. Sebenarnya enak satu kelompok dengannya terlihat dia orang yang cerdas tapi sikapnya yang suka memprovokasi orang membuat aku tidak mau terlalu dekat denganmu " membereskan pekerjaannya serta meja yang sudah penuh dengan kertas.
" Gue pulang dulu " Gavin menyelipkan jaketnya ke tubuh Gladis dan dia tidak mau mengganggu tidur pulasnya Gladis.
.
Kini kita kembali ke ceritanya Blen yang tadinya mau pulang bersama Felix dan Leon tapi di lorong kolidor dia berhadapan dengan Zea dan Jovan.
" Felix.... Hai... " senyum ceria dengan semangat menggebu-gebu menyapa Felix tapi sayangnya Felix malah membuang muka.
Sedangkan Zea dan Blen sama-sama diam saling menatap seakan mereka berdua masuk ke alam lain.
" Kenapa sih aku harus bertemu dengannya, hatiku rasanya sakit... Sakit banget " membatin Zea.
" Kenapa aku hanya bisa diam saat melihatnya, Sial... Apasih mau mu Zea, aku bisa gila dibuatmu " Membatin Blen.
Felix pergi terlebih dahulu Jovan mengikutinya dari belakang sambil terus memanggil nama Felix.
Perang dingin itu masih berlangsung sampai Leon mengajak Blen pergi.
" Blen yuk pergi kayaknya curut satu itu lagi sibuk " menyenggol lengan Blen agar di indahkan oleh Blen.
( Iss... Leon ini gak peka banget, mereka lo lagi ngomong dari hati ke hati tapi bohong mana lah dia tau isi hati seseorang 😁😁, tapi memang resek Leon ganggu akibat lama jomloh tuh )
Abaikan lanjut
Blen tanpa sepatah katapun meninggalkan Zea dan mengikuti Leon dari belakang.
Sedangkan Zea merasa langsung lemas seakan tatap-tatapan pandangan satu sama lain bisa sangat menguras tenagah Zea.
" Gue rindu sama lo Blen, kenapa sesulit ini menjahui lo dari pada ngejar-ngejar lo " Zea mengacak-acak rambutnya hingga sangat berantakkan tanpa disadari hujan deras datang.
" Sial banget belum juga pulang udah hujan ajah, hhhhuuu... Ini pasti kebanyakan galau " kini Zea duduk didekat parkiran untuk menunggu hujan.
Yang ditakuti Zea bukan airnya pasalnya iya dia bawah mobil gak masalah untuknya tapi anginnya seakan sangat kencang sangat berbahaya berjalan ditengah badai begini.
Pasti banyak pohon tumbang dan takutnya salah satu dari yang tumbang akan melukai kita.
Sudah lama menunggu dan hujan mulai berhenti saat akan pergi dia melihat Gavin yang semakin mendekat.
" Lo masih disini " dengan nada heran melihat Gavin tak ikut robongan.
" Kenapa kok lo yang nanya seharusnya aku yang nanya kenapa penampilanmu sangat kotor ? "
Melihat Zea dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Biar ajah, perasaan penampilan aku baik-baik saja " memonyongkan bibir dan berkomat-komat.
" Baik-baik ajah seperti itu, sebaiknya cepat kau pulang bersihkan rambutmu lalu rapikan. Penampilanmu membuatku sakit mata " Nada datar tapi terlihat Gavin sangat tidak suka dengan keadaan Zea yang berantakan.
" Ye elah, ini juga mau pulang siapa yang mau lo lihati, iyu.... " pergi meninggalkan Gavin.
" Ada-ada ajah tuh anak " Gavin melanjutkan pulang.
Zea saat di mobilnya berkaca pada kaca sepion.
" Aaahhhhh... Siapa ini, Zea kau kacau sekali untung yang lihat cuma Gavin. Pastes dia jadi rewel gitu ngeliat gue tadi " Zea menyalah kan diri sendiri karena dia baru sadar kini tampangnya begitu berantakan maskara luntur jadi hitam sekitar matanya, rambut acak-acakan sangat mengerikan itulah yang bisa mendeskribsikan dalam otak Zea.
.
Felix ternyata tidak ikut pulang dengan Blen dan Leon.
Jovan ternyata berhasil mengambil hati Felix sekaligus dia bersedia mengajar Jovan tentang teknik-teknik tekondow.
" Felix ayo ajaraiku " Senyum Jovan begitu semringah, dia merangkul lengan Felix.
" Iya gue ajari tapi lepas tangan lo dan jangan coba-coba bohong lagi ke gue " sedikit kesal pada Jovan.
# Wahhh... Pake pelet apaan tuh, Felixnya sampai mau ngajari Jovan ?
-Happy Reading -
masih setia menunggu🥰
sudah ku like semua ya.. jangan lupa mampir balik ke karya ku ya..🤗❤
zea~blen sama jovan~felix