Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GERBANG DIMENSI
Sebuah gulungan perkamen yang terbuat dari es tipis transparan dengan tulisan rune emas kuno muncul melayang di depan Raja Elidyr. Di ujung perkamen tersebut, terdapat sebuah pena belati yang terbuat dari es tajam.
"Tandatangani kontrak ini dengan darah jantungmu, Elidyr," perintah Elena, suaranya terdengar seperti lonceng kematian yang tak terbantahkan. "Serahkan setengah dari pasokan kristal mana dan energi sihir kerajaan kalian ke dalam pusat kota ini setiap bulan. Mulai hari ini, Tiga Belas Kerajaan Selatan tidak lagi memiliki kedaulatan independen. Kalian adalah wilayah jajahan terluar dari Kekaisaran Es Dewa."
Raja Elidyr menatap gulungan es tersebut dengan tangan yang bergetar hebat. Dia tahu, menandatangani kontrak ini berarti menyerahkan masa depan kerajaannya ke dalam genggaman sang Ratu Es selamanya. Namun jika dia menolak, hari ini juga badai salju Glacial Judgment akan meratakan seluruh kota asalnya tanpa sisa.
Dengan air mata keputusasaan yang mengalir di pipinya, Raja Elidyr mengambil pena belati es tersebut, menusukkannya sedikit ke dada kirinya, dan menorehkan tanda tangan darahnya di atas perkamen es dewa.
SHUUUUUSSH!
Begitu tanda tangan itu selesai, gulungan es itu pecah menjadi seberkas cahaya keperakan yang langsung melesat masuk ke dalam dada Raja Elidyr dan seluruh utusan di belakangnya. Elidyr merasakan sebuah segel dingin yang pekat kini bersarang tepat di samping jantungnya, mengawasi setiap detak dan pikirannya dengan ketat.
[Sistem: Kontrak Penundukan Jiwa Es Dewa Sukses Ditandatangani.]
[Tiga Belas Kerajaan Selatan telah resmi terdaftar sebagai Wilayah Vasal.]
[Pasokan Mana Bulanan yang Diperoleh. 150.000 Energi Sistem per bulan.]
[Loyalitas Wilayah Jajahan dikunci pada tingkat Kepatuhan Mutlak Akibat Ketakutan.]
Elena kembali ke atas singgasananya, duduk dengan anggun sambil menatap layar sistemnya yang terus memberikan pembaruan data kekuasaannya yang semakin meluas. "Sekarang, kembalilah ke tanah kalian. Sampaikan pada seluruh manusia di selatan, bahwa era penguasaan Cahaya Suci telah berakhir. Dunia ini sekarang berada di bawah pemerintahan es abadi milikku."
Raja Elidyr dan rombongannya tidak berani mengucapkan satu kata pun lagi. Mereka membungkuk sedalam-dalamnya, lalu merangkak mundur meninggalkan aula es yang mencekam itu dengan tubuh yang lemas. Mereka tahu, benua ini telah memiliki penguasa baru yang tidak akan pernah bisa dijatuhkan oleh taktik manusia mana pun.
Setelah para utusan pergi, keheningan kembali menguasai Aula Es Abadi. Frost menoleh ke arah Elena, matanya yang vertikal berkilat dengan kepuasan. "Kau telah menaklukkan seluruh benua ini tanpa perlu menumpahkan darah lagi, Elena. Lalu, apa langkah kita selanjutnya?"
Elena menatap sisa 2.000.000 poin sistemnya yang masih melayang di layar virtual. Senyuman dingin terukir di wajahnya yang cantik tak bercelah.
"Langkah selanjutnya?" Elena mengusap layar virtualnya, membuka menu eksplorasi dimensi yang baru saja terbuka setelah penaklukan benua selesai. "Frost, benua ini terlalu kecil untuk menampung kekuatan es dewa milikku. Kekaisaran Suci hanyalah sebuah cabang kecil dari organisasi yang lebih besar di Benua Atas. Kita akan mengumpulkan kekuatan penuh di sini, lalu kita akan membawa badai ini melintasi lautan dimensi untuk menyucikan mereka yang mengendalikan dunia ini dari balik bayang-bayang."
Elena mengepalkan tangannya, dan di seluruh penjuru Kekaisaran Es Dewa, menara-menara es memancarkan cahaya keperakan yang semakin terang ke langit, bersiap untuk era penaklukan semesta yang baru saja dimulai di bawah kepemimpinan sang Ratu Es Abadi.
Keberhasilan menundukkan Tiga Belas Kerajaan Selatan tidak membuat Elena von Silversnow berpuas diri. Baginya, penaklukan benua bawah ini hanyalah pembersihan halaman rumah dari hama-hama pengkhianat seperti Julian dan Alicia, serta para pelindung munafik mereka di Kekaisaran Suci.
Di dalam Aula Es Abadi di Permafrost Capital, Elena duduk bermeditasi di atas singgasananya. Fisik Es Dewa miliknya yang telah mencapai 80% membuat tubuh fana gadis itu sepenuhnya bertransformasi. Aliran darahnya kini sewarna dengan kristal mana murni, dan Sumsum Es Dewa di dalam tulangnya memancarkan energi dingin, menolak segala bentuk penuaan atau kelemahan biologis. Di dalam inti mananya, Lingkaran 8 berputar dengan keheningan yang absolut, memancarkan fluktuasi magis yang sangat masif namun terkendali sempurna.
Di hadapan Elena, sebuah layar virtual emas dari sistem berkedip-kedip, menampilkan pemberitahuan yang menuntut perhatian penuhnya.
[Sistem: Deteksi Anomali Energi Dimensi Tinggi.]
[Sumber: Koordinat Spasial di atas wilayah bekas Kota Suci Luminaria.]
[Deskripsi: Sebuah robekan ruang dari Benua Atas (Elysium Realm) terdeteksi. Entitas yang memegang otoritas hukum dunia atas sedang mencoba menembus pelindung absolut Kekaisaran Es Dewa.]
[Peringatan: Energi musuh melampaui batas fana. Diperkirakan berada di ranah Penyihir Agung Lingkaran 9 (Tingkat Setengah Dewa).]
Elena membuka matanya perlahan. Sepasang manik mata perak dengan pola kepingan salju yang rumit itu berkilat penuh gairah bertarung. "Ranah Setengah Dewa... Benua Atas akhirnya menyadari bahwa anjing penjaga mereka di dunia bawah telah kupenggal."
Frost, yang sedang melingkar di atas pilar es raksasa di langit-langit aula, langsung mengepakkan sayapnya dan melompat turun. Tubuh naga kuno sepanjang lima belas meter itu mendarat dengan dentuman halus, matanya yang vertikal menatap tajam ke arah langit luar benteng. "Aku bisa merasakan riak magis yang sangat memuakkan, Elena. Ini adalah aroma yang sama dengan para bajingan yang menyegel ras naga es kuno kami ribuan tahun lalu di Benua Atas. Mereka menyebut diri mereka High Arbiters."
"Siapa pun mereka, jika mereka berani menginjakkan kaki di wilayahku, mereka hanya akan menjadi pupuk bagi perluasan sistemku," ucap Elena datar. Dia bangkit berdiri, jubah biru keperakannya berkibar anggun saat tubuhnya melayang perlahan menuju balkon istana.
"Kaelen, persiapkan seluruh legiun," perintah Elena tanpa menoleh.
Di balik bayang-bayang tahta, Ksatria Kuno Kaelen membungkuk dalam. "Sesuai kehendak Yang Mulia Ratu." Dengan satu entakan pedang besarnya, tiga puluh Frost Specter, dua puluh Ice Vanguard Knight, dan dua Ice Chimera yang bersiaga di halaman luar langsung masuk ke dalam formasi tempur yang sunyi namun mematikan.
Di langit di atas Permafrost Capital, awan perak mati mendadak terbelah oleh seberkas cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Berbeda dengan cahaya suci Paus Benediktus yang rapuh, cahaya kali ini memancarkan tekanan spasial yang begitu berat hingga membuat fondasi bumi di luar benteng es retak-retak.
Sebuah gerbang dimensi berbentuk roda matahari raksasa berdiameter seratus meter muncul di udara. Dari dalam gerbang tersebut, melangkah keluar seorang pria paruh baya mengenakan zhirah putih dengan sayap energi cahaya yang mengepak di punggungnya. Di tangannya, dia memegang sebuah tombak penghakiman yang memancarkan kilatan petir suci. Dia adalah Arbiter Malachai, penegak hukum dari Benua Atas yang dikirim untuk menyelidiki hilangnya pasokan mana dari dunia bawah.
"Penyihir sesat dari dunia fana!" suara Malachai menggelegar seperti guntur, meruntuhkan awan di sekitarnya. "Kau telah menghancurkan tatanan yang ditetapkan oleh para Dewa Elysium! Kau membantai pelayan suci kami dan mengotori tanah ini dengan sihir es terlarang! Berlututlah dan terima hukuman pengekstrakan jiwa!"
Elena menatap entitas Setengah Dewa itu dari atas menara istananya dengan pandangan penuh penghinaan. "Hukuman? Berisik sekali untuk seekor anjing yang baru keluar dari kandangnya."
"Lancang!" Malachai murka. Dia mengayunkan tombak cahayanya ke bawah. "Judgement Bolt: Divine Purge!"