Dikhianati oleh keluarga sendiri, tidak akan membuat Hasper Laurensya Veranichii gentar. Kunjungannya secara tidak sengaja ke sebuah mansion tua di tengah hutan, bertemu dengan Kaisar berwajah dingin, Neca Aguilera Levine sampai masuk ke dunia fantasi underground ... keajaiban tidak pernah berakhir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon иⱥиⱥツ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps Special - Subuh
Warning!
~Lotus dan Rafael~
Aduh rasanya tulangku mau remuk saja... Sakit sekali punggungku... Sepertinya aku sudah tak kuat berjalan... batin Lotus. Lotus berkali-kali menghela nafas kasar.
Rafael melihatnya tapi dia diam saja. Apa yang sedang dipikirkan omegaku? Apakah dia mendadak ragu untuk menikah denganku? Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi!
Mereka akhirnya sampai di rumah Caver di pesisir yang memang sudah mereka tinggali semalam.
Lotus sangat senang. Yeay! Akhirnya tidur! jeritnya dalam hati.
Sekarang dia malah tersenyum, apa sih yang ada dalam pikirannya? Jangan bilang dia benar-benar ingin meninggalkanku dan telah menemukan caranya, batin Rafael negatif.
Lotus segera berlari menuju kamar dan mengambil Wisteria merah muda kesayangannya. Saat ingin berlari keluar untuk berganti pakaian, wajah Lotus menabrak dada bidang Rafael. "Aw..!!! Sakit..!!!" Lotus meringis kesakitan. Dia menatap Rafael. "Ap-" Sebelum dia berkata, Rafael sudah mendorongnya ke atas *kasur (*kasur yang dipakai merupakan kasur dari Kayu. Bukan kasur empuk zaman modern).
Lotus terkejut, wanita itu menatap Rafael takut. Sang alpha menatap omeganya tajam. Rafael membuka kancing kemejanya satu per satu. Glek! Lotus menegak ludah kasar setelah melihat tubuh atletis Rafael. "Apa y-" Belum sempat Lotus menyelesaikan kata-katanya, Rafael sudah membungkam mulut Lotus dengan mulutnya. Rafael sigap melingkarkan tangan kanannya di pinggang Lotus, satu tangannya lagi mencengkram tangan Lotus yang ingin mendorongnya.
Lotus meronta di dekapan Rafael. Wajah pemilik manik splash yellow merona merah, seperti tomat matang. Sang omega merasa tak berkutik di depan alphanya.
Rafael mencium Lotus cukup lama sampai akhirnya melepaskan ciumannya. "Jangan berpikiran untuk meninggalkanku, velha. Aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkanmu," ancam Rafael.
"Apa maksudmu?" tanya Lotus tidak paham. Dia tidak pernah ingin meninggalkan Rafael, dan bahkan dia tidak memikirkannya sama sekali.
"Kamu tidak mengerti atau berpura-pura tidak mengerti?" Rafael menempelkan bibirnya di leher Lotus. menggigit kecil, meninggalkan tanda merah di sana. Rafael merobek pakaian yang dikenakan Lotus, menampakkan tubuh indahnya.
"Apa maksudmu? Aku? Berniat meninggalkanmu?" Lotus berusaha untuk tidak terisak ataupun menangis.
"Apa-apaan wajah cemberutmu tadi di jalan? Dan senyuman manismu saat di rumah, dan tiba-tiba kamu berlari?" tanya Rafael, sorot matanya tajam menusuk langsung ke dalam diri Lotus.
"A... Aku lelah budu! Badanku sangat sakit, remuk hingga aku ingin menangis! Aku bahagia saat sampai di sini karena akhirnya aku bisa berganti pakaian dan tidur..!!!" teriak Lotus seraya menutup sebagian tubuhnya dan wajahnya menggunakan wisteria yang sebenarnya ingin dikenakannya untuk tidur. Wanita itu terisak. Dia tidak menyangka Rafael akan berpikiran buruk hanya karena dia cemberut begitu.
Rafael membulatkan matanya. Jadi badannya hanya lelah? Dan aku berpikir bahwa Lotus akan meninggalkanku? Aku ini benar-benar, batin Rafael terkekeh.
Rafael memegang tangan Lotus lembut. Tangan itu melemas seketika. Rafael menyingkirkan wisteria yang menghalangi tubuh Lotus. Manik dark teal Rafael berbinar melihat ketidakberdayaan wanita yang dicintainya.
"Kumo-hon... Dera, jangan begini..." isak Lotus.
"Kamu adalah omegaku, velha. Dan kamu tidak berhak menghentikan sang alpha. Aku menginginkan dirimu. Kamu adalah omega satu-satunya yang membuatku menginginkan dirimu, sampai aku gila memikirkan bagaimana jika kamu meninggalkanku. Jadilah milikku baik-baik atau aku akan memaksamu," bisik Rafael. Sang alpha menggigit daun telinga Lotus
Deg! Deg! Deg! Jantung Lotus serasa ingin keluar dari tempatnya. Tubuhnya gemetaran hebat mendengar ucapan Rafael. Aku? Satu-satunya yang diinginkannya mynhear Rafael? pikir Lotus.
Rafael mengecup kening Lotus singkat, lalu beralih ke bibir mungil di hadapannya. Lidah Rafael dengan ganas masuk ke dalam mulut Lotus, mengabsen giginya satu persatu.
Pikiran Lotus langsung melayang. Perutnya seperti ada katak yang terus melompat-lompat. Dia merasa pusing sesaat. Seperti dunia berbalik dan menimpa dirinya yang sangat kecil itu.
Rafael melepaskan ciumannya. Lotus bisa melihat ada taring yang keluar dari sudut bibir Rafael. Pemilik manik splash yellow membulatkan matanya.
"Kamu... Bukan... Murni alpha ya mynhear?" tanya Lotus. Sengaja memberi jeda sebentar. Tubuhnya sangat sakit. Terutama punggungnya. Malah Rafael mendorongnya hingga terjatuh ke kasur kayu sialan itu.
"Aku memang bukan alpha murni, setidaknya aku merupakan alpha terkuat setelah Ayahanda. Momma adalah putri vampir. Aku adalah gabungan keduanya," Rafael menggigit leher Lotus. Pemilik manik splash yellow langsung panas-dingin. Lehernya terasa panas sekali.
Dan...
.
.
.
Kalian tahu kelanjutannya...
.
.
.
Paginya, Lotus bangun dengan badan yang amat sakit, terutama di bagian bawahnya. Dia melihat dirinya sudah memakai wisteria. Wajahnya langsung memerah. Angannya kembali ke kejadian subuh tadi. Pemilik manik splash yellow menutup wajahnya memakai kedua tangannya. Apa yang sudah kulakukan?! Kenapa aku malah membiarkan mynhear Rafael berbuat hal itu padaku?! jerit Lotus dalam hatinya.
Lotus menatap kakinya, galau. Dia ingin sekali memukul Rafael. Wajahnya merona, sangat merah sekarang.
"Lady?" Sebuah suara berat memanggil Lotus. Lotus menoleh ke arah sumber suara. Rafael.
"Ah..." Lotus langsung memalingkan wajahnya, malu. Astaga, kenapa dia bertambah tampan saja? Ada apa dengan diriku hari ini? batin Lotus merutuki dirinya sendiri.
Rafael berjalan mendekati Lotus. Pria itu mengangkat Lotus ala bridal style. "Apa... yang mynhear lakukan?!" tanya Lotus setengah berteriak. Dirinya sungguh aneh hari ini, apa karena efek tadi subuh?
"Aku ingin mandi bersamamu."
Blush! Wajah Lotus merona. Dia tidak habis pikir dengan sifat Rafael yang sangat posesif.
"Tidak mau!" tolak Lotus.
"Kamu harus mau, lady. Harus."
***
Moonlitche yang dibelikan Hasper sangat cocok dipakai Lotus. Darimana velha tahu aku menyukai warna merah muda? batin Lotus bingung.
Lotus melihat pantulan dirinya di lempeng logam besar yang tersedia di kamarnya. Lady Hasper benar-benar membuatku kagum pada dirinya, dan diriku sendiri, ujar Lotus senang dalam hatinya. Dia tersenyum menawan.
"Ehem!" Rafael berdeham keras di depan pintu. "Sudah selesai memuji diri sendiri, velha?"
"Eh?! Maaf..." Lotus menundukkan wajahnya malu. Dia memainkan jari tangannya, gugup. Rafael begitu tampan dengan setelan khas kerajaan Litcherian berwarna aqua yang pas dengan tubuhnya. Rambutnya tersisir rapi ke belakang menambah kesan yang luar biasa.
Rafael mengulurkan tangannya. "Ayo pergi ke tempat Caver. Aku lapar."
Lotus mengangguk lalu membalas uluran tangan Rafael.
"Kamu cantik hari ini, milady," ujar Rafael.
"Ah... Terima kasih..." Lotus tersipu malu dikata cantik oleh Rafael.
Tak sengaja kaki Lotus tersandung batu, membuatnya hampir jatuh. Rafael sigap menangkap Lotus. Tangan pemilik manik dark teal melingkar di depan diafragma Lotus. Lotus kaget.
"Hati-hati, milady. Jangan melukai dirimu sendiri."
Lotus merasakan ada aura yang berbeda dari Rafael. Dia sekarang menjadi orang yang perhatian dan posesif. "Ah... Terima kasih," ujar Lotus canggung.
Rafael menahan Lotus sampai dia membenarkan posisinya, lalu melepas dekapannya. Wajah Rafael bersemu merah, Lotus tidak menyadarinya. Ah... Ada apa denganku hari ini? Apa karena kejadian subuh tadi aku jadi begini? batin Rafael kesal dengan dirinya sendiri.
Sesampainya di tempat Caver...
Lotus dan Rafael dikejutkan penampilan Hasper dan Xel bak pasangan dewa-dewi yang sangat serasi. Caveryone Cave dan Count Ange de la mort Crescent Moone merupakan kombinasi yang sangat cocok dan menawan.
Velha dan bruder begitu serasi!/Calon velha dan Raja Es sangat cocok! batin Lotus dan Rafael tercengang, bersamaan.
Hasper dan Xel terlihat sedang melayani Jevi di singel table. "Bon appétit, mademoiselle," ujar Hasper dan Xel bersamaan dengan aksen Prancis yang bagus. Lotus dan Rafael serta Jevi menatap bingung ke arah mereka berdua. "Itu artinya selamat menikmati," kekeh Hasper.
Hasper melirik ke arah Lotus dan Rafael, lalu menyikut Xel. "Ada tamu," kekeh Hasper.
"Bienvenue..." sapa Hasper dan Xel bersamaan lagi.
"Tunggu dulu, ada apa ini?" Rafael memegang kepalanya, pusing dengan kelakuan Hasper dan Xel.
Hasper hanya terkekeh, sedangkan Xel masih sama dengan wajah datarnya. "Itu artinya selamat datang!"
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
udah aku like , like back ya kak..