jika memilih orang tua bisa dilakukan.. aku akan memilih dilahirkan oleh kedua orang tua yang saling menyayangi.
dilahirkan dalam lingkup keluarga yang kaya raya. dan tak memikirkan uang sepeserpun.
kehidupan yang sangat bahagia.. aku ingin memilikinya. kasih sayang dari kedua orang tua.. aku pun ingin mendapatkannya.
Bagi para pembaca yang suka genre novel perjuangan hidup boleh mampir ke karya receh "BUKAN SALAHKU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lee Min hoo
" hiks.. hiks... hikss... " bu hikmah yang mendengar ucapan laela pun kini menangis lebih kencang membuat suaminya semakin bingung.
sedangkan laela yang melihat ibunya menangis.. langsung datang dan memeluk berusaha menghiburnya.
Setelah proses yang panjang dan bujuk rayuan pak anton akhirnya bu hikmah mengikhlaskan laela kembali pulang.
"laela.. apa ini rumahmu? " tanya bu hikmah
" iya bu.. " jawab laela sembari melihat rumahnya yang megah tak ada perubahan sama sekali. bahkan kini rumahnya semakin menakjubkan bagaikan istana dongeng
" laela.. ayo kita pulang.. kau ikut ibu kau jadi anak ibu saja.. walau ibu tak sekaya orang tua kandungmu, tapi ibu sangat menyayangimu laela" bujuk bu hikmah kembali
" ibu.. " ucao pak anton yang mendengar ucapan istrinya
" pak.. ibu takut.. laela melupakan ibu.. " ucap bu hikmah yang melihat betapa kayanya orang tua laela.
"ibu.. laela janji.. laela tak akan pernah lupa karna ibu adalah ibu laela juga, laela sangat bersyukur karna laela memiliki ibu" ucao laela menegaskan kembali.
tinnnn.... suara klakson mobil sport berwarna putih mengangetkan ketiga manusia yang tengah berdiri didepan pintu gerbang
" astaghfirullah... " ucap pak anton dan bu hikmah sekaligus
" woy.... minggir.. ngapain didepan gerbang.. kita ga ngasih sumbangan" teriak cahaya
Seketika pak anton, bu hikmah dan laela menepi membiarkan cahaya memasuki.
" itu siapa nak.. kenapa ucapannya kasar? " tanya pak anton
"adik saya pak.. " jawab laela
" itu adik kamu.. kenapa kasar sekali.. " ucap bu hikmah tak percaya.
Karna pintu gerbang terbuka laela bu hikmah dan pak anton berinisiatif untuk masuk kedalam.. namun baru satu langkah.. laela dan orang tuanya diusir keluar. membuat ketiga manusia tersebut terpaksa menunggu didepan gerbang.
Dilain sisi cahaya yang sudah masuk kedalam rumah langsung menuju kamarnya.
" cahaya... " panggil Ratna yang melihat anaknya menaiki tangga begitu saja tanpa menyapa atau menghampiri dirinya
" apa ibu.. cahaya cape.. " jawab cahaya yang melangkah menuruni tangga kembali
" darimana kamu? "
"habis main ma.. sama teman teman" jawab cahaya enteng
" habis main.. atau balapan kamu"
" ish... mama jangan kolot kenapa jadi orang tua" gerutu cahaya
" mama bukan kolot tapi mama rt akut kamu kenapa kenapa, kamu anak perempuan tapi sukanya balap mobil" ucap Ratna
" iya.. iya.. ma cahaya ga bakal main balap mobil lagi" ucap cahaya
" janji atau hanya sekedar janji " tegas Ratna pada anaknya
" janji ma.. "
" lalu pelaharanmu bagaiman? "
" bagaimana apanya si ma.. ? " tanya balik cahaya
" sekertaris papa sudah datang untuk mengajarimu belum? "
" ish.. mama.. kenapa harus sekertaris papa sih ma.. cahaya aja ga pernah liat orangnya.. lagi pula sekertaris papa pasti om om tuirrr atau bapak bapak beranak tiga dengan perut buncit.. cahaya ga mau ah ma, diajarin sama sekertaris papa. " ucap cahaya menolak guru barunya
" emang kenapa kalau om om atau bapak beranak tiga? "
" ga mau ma.. yang pasti cahaya maunya sama guru yang ganteng seperti Lee Min hoo, "
" lee min hoo Lee Min hoo, Lee Min hoo pala mu, kalau mau Lee Min hoo menghayal sana" ucap Ratna kesal mendengar permintaan anak perempuannya
" haaaa.... " tawa cahaya mendengar omelan mama'ya
" sudah belum ma ngomel nya, kuping cahaya panas ni" tanya cahaya pada ibunya
" sini.. biar tambah panas mama, jewer sekalian kuping kamu, supaya bisa denger kata kata mama" ucap Ratna sembari melangkah menuju cahaya hendak menjewer daun telinga anaknya.
sedangkan cahaya yang merasa terancam langsung berlari menyelamatkan diri...
" cahaya... " teriak Ratna yang melihat anaknya pergi
" cahaya cape ma.. cahaya mau istirahat "teriak cahaya sembari mengunci pintu kamar...
.
.
.
bersambung... ☺☺
ada salam dari novel ZANN 🙏🙏
ini aku baca nyicil dulu ya 🙏🙏