Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mungkin Membuka Hati
Sesampainya dirumah sakit, mereka semua bergegas masuk, Kenzie berada didepan Ella sedangkan Xyla berada disamping Ella, memeluk dirinya dengannya erat serta membuat wajah Ella berada di tengkuk lehernya
Reiner melihat semua yang dilakukan oleh Kenzie dan juga Xyla, ia tampak sedikit heran "Untuk apa mereka melakukan itu?" batin Reiner
Reiner mempercepat langkahnya untuk bisa berada disamping Ella, matanya membulat sempurna, ia melihat Ella bergetar hebat dalam pelukan Xyla
"Sampai separah ini" batin Reiner melihatnya dengan tidak tega
Xyla melihat Reiner tercengang melihat reaksi Ella "Tolong jangan membuat ekspresi seperti itu, kamu bantu Kenzie menghadang pandangan orang saja" ucap Xyla pada Reiner
"Mereka sangat menyayangi Ella" batin Reiner tersenyum tipis
Reiner mengangguk dan membantu Kenzie, setelah sampai, Xyla dan Ella langsung memasuki ruangan dokter
Sedangkan Reiner dan Kenzie hanya menunggu diluar ruangan "apa kalian selalu berbuat seperti itu jika membawa Ella keluar?" tanya Reiner pada Kenzie
"Benar, aku sangat kasihan padanya, kehidupan pernikahannya sangat mengerikan" ucap Kenzie sambil mendongakkan kepalanya
Reiner hanya mengangguk saja, keduanya tampak diam dengan pikiran masing-masing, setelah lama menunggu, Xyla dan Ella keluar dari ruangan itu
Reiner mendekati keduanya "Apa yang dibicarakan oleh dokter?" tanya Reiner penasaran
"Ella akan segera sembuh" ucap Xyla tersenyum sambil mengusap lengan Ella
Ella menoleh dan dengan menatap Xyla tidak percaya "benarkah?" tanya Ella dengan mata berbinar
"Tentu saja, aku tidak mungkin membohongimu" ucap Xyla sambil mencubit pipi Ella
Ella terlihat sangat senang, namun berbeda dengan raut wajah Xyla, Reiner melihat raut wajah Xyla yang menatap Ella dengan sedih
Reiner mengetahui jika ada yang tidak beres, ia memiliki sebuah ide "Bagaimana kalau kita pergi ke taman?" tanya Reiner
"Tidak bisa" ucap Kenzie dan Xyla secara bersamaan hingga keduanya saling menatap
Ella dan Reiner menatap keduanya secara pergantian "Kita akan mencari taman yang tidak terlalu ramai pengunjung" ucap Reiner
"Sepertinya aku tau" ucap Kenzie sambil memutuskan tatapannya pada Xyla
Reiner dan Kenzie kembali berjalan didepan, mereka menjadi penghalang untuk penglihatan Ella
Sedangkan Ella menatap punggung Reiner, ia seperti merasa hatinya jauh lebih tenang serta terlindungi "aku masih trauma dengan masa laluku, dan tidak mungkin membuka hati secepat ini" batin Ella
Xyla melihat kearah Ella, ia melihat Ella tersenyum sambil menatap punggung Reiner "Jangan katakan jika El menyukainya, tapi baru kali ini aku melihatnya tidak bergetar seperti biasa" batin Xyla
Keempatnya sampai diparkiran, mereka memasuki mobil dan mencari taman yang tidak ramai pengunjung
Sesampai di taman yang mereka inginkan, keempatnya turun dan berjalan beriringan.
Xyla melihat El dihimpit dua pemuda tampan, tapi El lebih mendekat pada Reiner, ia melihat El sangat nyaman berada di samping Reiner.
"Sepertinya El menyukainya" batin Xyla
Xyla menarik lengan Kenzie "Hei!, jangan menarikku seperti itu, aku bukan sapi!, aku ingin berjalan disamping El, jangan menghalangiku" ucap Kenzie dengan melepaskan tangan cyla
"Coba kamu lihat, El sangat nyaman bersamanya, bahkan saat dirumah sakit El hanya menatapnya tanpa ketakutan, sepertinya El tidak merasa takut saat berada disamping Rei" ucap Xyla berbisik pada Kenzie
Kenzie menoleh kebelakang, ia tidak melihat raut wajah ketakutan El, itu membuatnya senang namun ada rasa kecewa yang menggerogoti hatinya, kenapa bukan dirinya yang bisa membuat El seperti itu
Xyla melihat raut wajah kekecewaan di wajah Kenzie "Sudah, biarkan saja El sembuh lalu kita pikirkan yang lain" ucap Xyla sambil menepuk pelan lengan Kenzie
Kenzie mengangguk, ia dan Xyla berjalan didepan dengan jarak yang cukup jauh dari Ella dan Reiner
"Bisakah kamu memberitahuku apa yang telah terjadi?" tanya Reiner pada Ella
"Aku pernah dikhianati orang yang ku percaya dengan sepenuh hati, dan itu menghancurkan ku hingga aku bisa berada disini" ucap Ella singkat sambil menatap lurus kedepan
"Suamimu?" tanya Reiner memastikan
"Benar" jawab Ella sambil mengangguk
"Apa dia memperlakukanmu dengan buruk?" tanya Reiner sambil menatap Ella
"Lebih dari itu" jawab Ella sambil menundukkan kepalanya
Bersambung ...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪