Disini hanya cerita ringan penghibur disaat hati yang sedang lelah saja ya genks...
Vio gadis berpipi Chubby dan body sedikit berisi yang berhasil mencuri pikiran Tuan Muda yang sudah tidak muda lagi.
Pertemuan tiba-tiba yang sering dengan Vio membuat Elan Moza CEO perusahaan Moza Company dan Petarung di salah satu kejuaraan bela diri itu penasaran dan timbul getaran aneh dalam dirinya tapi enggan mengakuinya
Akankan Vio punya rasa yang sama dengan El ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Apa Ini
Vio dan Elan sudah sampai di ruko tempat Vio.
" Vi besok Lea akan pulang, dia akan mengurus segala keperluan pernikahan kita. " Ujar Elan Santai.
" Hah cepet banget kak " ujar Vio.
" aku ga mau lama-lama Vi, aku mau cepat menikah sama kamu biar aku dan Lea ada temannya. karena kami hanya berdua Vi." ujar Elan sedih karena tiba-tiba teringat orang tuanya.
Vio yang melihat raut sedih Elan langsung bertanya. " kak El kenapa ? " Tanya Vioq
" cuma inget orang tua ku aja Vi " ujar Elan lalu tersenyum.
" Iya ya kak, rasanya hampa tanpa orang tua,mau ngadu kesiapa,mau minta pendapat sama siapa, mau cerita sama siapa " Vio pun terbawa sedih
" ssst aku loh yang lagi sedih " goda Elan agar Vio tak larut juga dalam kesedihannya.
Vio pun tersadar,
" eh iya ya ,koq malah aku yang lebih sedih hehe " kekeh Vio.
mereka pun tertawa berdua lalu terdiam.
Tiba-tiba Elan mendekatkan wajahnya ke Vio.
" Seat belt aku udah aku lepas kak, kak El ga perlu lepasin " Ucap Vio gugup melihat Elan mendekat ke wajahnya lalu Vio menutup matanya.
" Aku ga ingin lepasin seat belt aku cuma ingin lebih dekat sama kamu dan cup " Elan menncium pipi Vio.
Vio yang mengira akan dicium bibir lalu membuka matanya malu.
" Kamu berharap lebih yaaaa " goda Elan semakin membuat Jantung Vio naik turun.
" Ah eh mmm ngga koq " ucap Vio lalu memalingkan matanya.
" Baiklah aku turuti keinginan mu agar tidak penasaran " ucap Elan lalu mendekat lagi ke Viona dan " hmmmmppp hmmmmpp " Vio yang tak siap pun seperti kehabisan nafas.
" bernafas wahai pacar, jika tak bernafas nanti tak bisa merasakan bibirku lagi " ucap Elan
" Hah " Ucap Vio sambil geleng-geleng.
" Aku ga minta juga " Ujar Vio yang masih meraup oksigen sebanyak-banyaknya .
" tapi mau kan .. " goda Elan.
" Ckk Kak El nih.Udah ah aku mau turun kak " Vio pun mengerucutkan bibirnya.
Elan tersenyum. Lalu membuka kunci pintu tempat Vio duduk.
Vio langsung turun dan hendak berjalan .
" Udah diturutin permintaan nya koq ga ngucapin hati-hati sih " gerutu Elan agak berteriak biar Vio mendengar.
" haisss aku ga minta kakak... " Vio akhirnya kesal sambil menghentakkan kaki dan mengerucutkan bibirnya
" Hahaha " Elan pun tertawa puas
" ya udah kasih ucapan hati-hati dong sama pacarnya ini, Udah malem loh, aku pulang sendirian loh ini " Elan berusaha memelas .
" hmm iya hati-hati ya kak El ,jangan ngebut, kalau udah sampai rumah kabarin ya kak " terlihat agak prosesif ya gaes Vio ternyata.
Elan tersenyum mendengar titah dari Vio " siap nyonya.." Elan mengangkat 2 jari nya diletakkan di ujung dahinya
" bye kak, aku masuk ya " ucap Vio sambil melambaikan tangannya.
" Iya sayang masuk sana, langsung istirahat ya, kamu udah capek kan satu harian ini " Elan tersenyum manis ke arah Vio
Vio pun mengangguk.
***
Sampai dirumah Elan dan Vio saling berkirim pesan
#
Elan : Sayang pacarmu yang ganteng ini sudah sampai 😎
Vio : Ish aku ga nyangka Kak El narsis gini 🙄
Elan : biar kamu senyum-senyum trus mimpiin aku deh 🤪
Vio : hmm ... udah bersih-bersih belum kak?
Elan : Belum sayang ,kan kata pacar aku abis sampai langsung kabarin 🤗
( Vio guling-guling bacanya )
Vio : Ya udah bersih-bersih sana kak , aku tidur duluan ya kak
Elan : Iya sayang , Good night honey 😘
Vio : iya kak met tidur 🥱.
#
Elan pun senyum-senyum sendiri melihat isi percakapan nya dengan kekasihnya itu.
" Ga nyangka bisa dapetin kamu juga Vi " Gunam Elan sambil memeluk handphone nya.
***
Di ruang lain pun Vio sedang senyum-senyum sambil berfikir " Mudah-mudahan ini keputusan yang tepat , mudah-mudahan juga Kak El jodohku " Vio bergunam dan tak lama Vio pun tertidur sambil tersenyum.
Keesokan paginya Ruko Vio sudah ramai oleh pria-pria kekar lagi dan mereka sedang berdebat dengan Bodyguard yang Elan tempatkan di ruko Vio yang notabene memang itu adalah rukonya.
Vio dibiarkan tidur tenang oleh Ketiga pegawainya.biar mereka yang menghadapi.
Tapi karena ribut dan suara-suara semakin tinggi Vio pun terbangun dan langsung keluar dari kamarnya.
" Kak Rini, ini ada apa ? " Tanya Vio yang masih mengantuk.
" Itu Vi, ada yang mengaku sebagai kolektor dan minta dibayar hutang atas nama Rika Wati .
" HAAHH " Vio pun langsung kaget dan turun kebawah.
" haiss om-om ini lagi. kenapa sih Om gangguin saya terus " kesal Vio , sebenarnya Vio takut tapi karena banyak Bodyguard Elan Vio pun berani.
" Sudah jangan banyak bicara bayar saja uang yang Rika pinjam " Ucap salah satu pria penagih hutang itu.
Saat Vio ingin menjawab perkataan pria itu Elan pun datang .
" hey ada apa ini " ujar Elan
***
Jeng jeng jeng Pahlawan Vio datang ,hmm kira-kira apa ya yang akan terjadi setelah ini..
Bantu up novel ini yuk kakak biar bisa jadi seperti Sekertaris Kesayangan CEO 😘
klo ud gk biar d unfavorite aj ne
semangat ya thor, jangan lama2 lg up nya