Seorang wanita bekerja sebagai Pemandu Lagu di sebuah Club Malam.
Dia berjuang keras menjadi tulang punggung sebuah keluarga,Namun keluarga bibi dan pamannya.
Orang tuanya sendiri sudah meninggal dalam tragedi kecelakaan.
Dara Aulia nama wanita tersebut.Di panggil Dara.Bekerja sebagai Pemandu Lagu disebuah Club Malam.
Namun dirinya masih menjaga kesuciannya.
Pekerjaan Dara henyalah bernyanyi menemani om-om yang galau .Tidak lebih dari itu.Namun melihat dari pekerjaan yang di lakoninya,membuat dia dianggap sebelah mata.
Dara di pertemukan dengan seorang CEO yang super dingin dan arogan,Arthur namanya.Dia mencari seorang istri pura-pura untuk melancarkan sebuah ambisi balas dendam atas masa lalunya.
Menikah di atas Kontrak adalah jalan yang dia pilih.Karena tidak akan ada ikatan cinta di status mereka.Hingga ,sampai semuanya selesai.Arthur dengan mudah meninggalkannya.
Tidak ada kontak fisik itu adalah salah satu perjanjiannya.Namun Apakah mereka akan saling jatuh Cinta??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan (part 2)
Sekitar 20 menit Arthur harus antri dan rela berdesak-desakan dengan para pembeli lain.
Setelah mendapatkan makanan yang di pesan ,Arthur pun keluar dari restauran itu.
Dan menampakkan wajah yang masam di depan istrinya.
Dara yang melihat itu,tertawa geli melihat penampilan suaminya .
Mungkin karena efek berdesak-desakan membuat penampilan suaminya berantakan,seperti moodnya sekarang ini.
Dara membersihkan kursi di sampingnya,karena Dara tahu suaminya ini sangat cerewet kalau masalah kebersihan.
Di gandeng suaminya untuk duduk di samping dirinya.
Mengelap keringat di dahi suaminya dan membantu membenarkan baju suaminya yang kusut akibat berdesakkan tadi.
"Capek tidak?" tanya Dara.
"Tentu saja capek." jawab Arthur sambil memberengut.
"Ya sudah ,jangan marah-marah lagi !"
"Nanti tampanmu hilang !" sambil berbisik menggoda suaminya.
"Ish,kau ini !"
Dara terkekeh geli melihat suaminya yang terus ngambek sambil ngedumel.
"Mari kita makan !"
"Biar Dara suapi !" Dara membuka kantong makanan yang tadi di beli suaminya.
Ada dua burger dan dua minuman soda.
Dara menyuapi suaminya dengan sangat cekatan,karena Dara tahu betul kalau suaminya paling tidak bisa makan tanpa garpu dan sendok.
Arthur bilang nanti tangannya kotor lah,banyak kuman lah.
Dan macam - macam saja alasan suaminya.
Merasakan perhatian -perhatian yang di berikan istrinya ,membuat Arthur semakin nyaman dan semakin sayang kepada wanita di depannya ini.
Hari semakin gelap,waktunya mereka pulang.
Mobil melaju menyusuri kota J dengan kecepatan sedang.
Saat menoleh kearah istrinya,Dara sudah tertidur pulas di mobil.
Takut membangunkan sang istri,Arthur biarkan saja sang istri tertidur.
Sampai di rumah ,Arthur parkir kan mobilnya.
Istrinya masih tidur sangat pulas,Arthur tahu istrinya pasti lelah.
Dengan sangat hati-hati Arthur membopong tubuh istrinya.
Membawanya ke kamar,dan meletakkan tubuh istrinya di kasur.
Melepaskan sepatu sang istri dan menyelimuti tubuhnya.
Di kecup nya kening sang istri.
"Terimakasih,istriku !"
"Terimakasih untuk hari ini."
"Aku bahagia sekali."
"Ini adalah pertama kalinya aku mengajak wanita berkencan."
"Dan itu bersamamu." sambil mengecup kening istrinya kembali.
Arthur pun bersih-bersih di kamar mandi,mengganti bajunya dengan piyama.
Tidur di samping istrinya dan menyusul istrinya ke alam mimpi.
*********************************************
Seperti biasa di pagi hari, rumah keluarga Wijaya akan di ramaikan oleh suara Cherry.
"Cepat ,mommy."
"Chelly lapel."
"Cepat mommy ."
"Iya sebentar lagi Cherry,ini hampir selesai."kata mommy nya.
Hari ini Cherry ingin makan ayam crispy buatan mommy nya.
Tentu saja mommy nya harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan itu semua.
Cherry tidak mau pelayan yang membuatnya,katanya rasanya tidak enak.
Lebih enak buatan mommy nya.
Setelah selesai makanannya di buat,Cherry makan dengan lahap tentu saja dengan di bantu pelayan untuk menyuapi Cherry.
Karena seperti biasa,Mira akan menyiapkan baju kantor untuk suaminya.
Saat masuk ke kamar,Mira melihat suaminya masih tidur di bawah selimut yang tebal.
"Mas,bangun !"
"Kamu ke kantor tidak?" tanya Mira.
"Iya sayang."
"Tentu saja aku ke kantor." jawabnya malas karena masih mengantuk.
"Kalau begitu,bangun dong mas !"
Dengan ide jahilnya Mira menggelitik telinga suaminya.
Sehingga berkali-kali suaminya ,menggaruk-garuk bagian yang geli itu.
Mira menahan tawanya , melihat suaminya tetap enggan bangun.
Lalu dengan jahilnya,Mira menciumi bibir suaminya agar bangun.
Namun yang bangun bukan hanya suaminya,tetapi adik kecilnya juga ikutan bangun.
Tanpa menunggu lama ,suaminya menarik Mira untuk lebih menempel pada nya.
Mencium bibir warna pink itu dengan rakus.
Tak memberikan waktu Mira untuk bernafas.
Sehingga Mira berusaha mendorong tubuh suaminya,untuk menjauh darinya.
Akibat ciuman panas tersebut,nafas Mira tersengal-sengal.
"OMG,aku membangunkan singa tidur !" batin Mira.
Tangan Mira ditarik oleh suaminya,dan suaminya memulai kembali aksinya .
Tangan suaminya yang nakal menggerayangi setiap inci tubuh istrinya,tepat di gundukan yang kenyal itu meremas nya dengan sangat kuat sehingga membuat yang empunya berkali-kali mendesah.
Dengan sekali tarik,baju tidur istrinya terlepas.
Suaminya melepaskan seluruh pakaiannya dan menindih tubuh istrinya yang sangat menggairahkan.
Terjadilah kegiatan olah raga pagi di dalam kamar.
Berkali-kali mereka mengalami pelepasan yang sangat nikmat,sehingga keringat mereka bercucuran.
Karena hari sudah agak siang dan pastinya di tunggu keluarga di meja makan untuk sarapan ,mereka pun memutuskan mandi bersama.
************************************************
Pagi yang cerah,secerah hati dua insan manusia yang sedang saling jatuh cinta.
Masih tidur dibawah selimut yang tebal,merasa silau karena cahaya yang masuk menebus korden jendela kamar.
Dara terbangun,karena merasa berat di bagian perutnya.
Saat menoleh kesamping,ternyata di samping adalah suaminya.
"Astaga ,tampannya !"
Mengagumi ketampanan suaminya,meskipun suaminya masih dalam keadaan tidur.
Dara menyentuh wajah suaminya,menyentuh bagian bibirnya yang seksi.
"Apakah kau sudah puas memandang dan menyentuhku?"
ternyata suaminya sudah terbangun dari tadi.
"Astaga,kau mengagetkanku saja mas !" Dara terkejut.
Dara sangat malu karena ketahuan sedang mengagumi ketampanan suaminya.
"Mas,siapa yang membopongku ke sini?" tanya Dara.
"Tentu saja aku."
"Kau berharap ada orang lain yang menggendong mu?" tanya Arthur sambil menatap tajam.
"Tidak !"
"Kenapa mas selalu berfikiran negatif kepada Dara?"
"Jika memang kau berpikir seperti itu??" Arthur dengan tatapan tajam mendekat kepada Dara,semakin mendekat.
Dara yang melihat Arthur menatapnya tajam dan mulai mendekat,Dara menutup matanya takut kena pukul oleh suaminya.
Peletak....
"Auw..." Dara merasakan sakit bagian dahinya,karena Arthur baru saja menyentil dahi istrinya.
"Jangan coba-coba !"
"Menyukai laki-laki lain !" ancam Arthur.
Arthur pun berlalu pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
"Ish,jahat sekali." sambil mengusap-usap dahinya yang sakit.
"Aku heran dengannya !"
"Kadang baik,kadang kasar,kadang lembut...."
"Benar-benar pria yang aneh."
Hari ini Arthur ke kantor sendiri,tanpa asisten Tony.
Saat akan berpamitan ke Dara,Arthur baru menyadari ada lebam di kening istrinya.
"Kenapa keningmu?" tanya Arthur.
"Oh,ini ." Dara gagap.
"Dara kurang hati-hati !"
"Kemarin terpeleset di kamar mandi." jawab Dara asal.
Arthur mengernyitkan alisnya,antara percaya dan tidak ucapan istrinya.
"Baiklah aku berangkat kerja."
"Kamu hati-hati di rumah."
"Hati-hati ya mas."
Dara melambaikan tangan ke suaminya,
"Untunglah mas Arthur percaya."sambil meraba keningnya yang lebam itu.
alana kan dojter kandungan madak ga ngeh kalo sedang hamil