NovelToon NovelToon
Mami Kecil

Mami Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda
Popularitas:165.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Aniska

Zia, gadis cantik paling populer di sekolah terpaksa harus menikah dengan Reynan, teman sekolahnya karena sebuah insiden.
Mereka harus terpaksa terpisah karena dendam masa lalu antar kedua keluarganya.

Lima tahun menghilang dan meninggalkan Reynand, Zia kembali bersama seorang anak lelaki yang sangat tampan.
Mereka bertemu kembali dan hampir bersama. Namun lagi-lagi sebuah kejadian terpaksa memisahkan mereka lagi.

Bagaimana akhirnya? Akankah mereka bersama atau justru takdir berkata lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Aniska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mami kecil

Lima tahun kemudian, seorang wanita muda berusia sekitar 21 tahun berjalan di bandara Internasiol Soe-Ta. Di sampingnya berjalan seorang anak laki-laki yang sanga tampan. Semua orang yang melihat pasti mengira mereka adalah adik dan kakak.

Tapi salah, anak lelaki tampan dan imut yang belum genap berusia lima tahun itu adalah anak dari wanita cantik yang berada di sampingnya.

Zean Adhiyasta, anak lelaki berusia 4 tahun setengah. Berwajah imut mungil dan tampak beberapa kemiripan dengan sang mami. Beberapa bagian wajah juga sangat mirip dengan papinya.

Di usia yang masih balita ini, ia memiliki kejeniusan yang sangat tak mungkin dimiliki oleh anak seusianya. Kemampuan ITnya sangat tinggi.

Zia Maharani telah kembali. Bukan keinginannya kembali ke negara asalnya, namun pekerjaan mengharuskan ia datang.

Bertahun-tahun berada di negeri orang tak akan mampu menghapus segala kenangan yang pernah ia alami.

Hidup seorang diri. Kehilangan orang-orang yang sangat ia sayangi.

Suami dan kedua orang tua. Berpisah dengan suami karena kejadian di masa yang sangat lampau. Dan berpisah untuk selamanya dengan kedua orang tuanya.

Beruntung semasa hidupnya kedua orang tuanya memiliki berbagai koneksi di berbagai negara. Mereka juga orang yang baik. Jadi tak begitu sulit bagi Zia menjalani hidupnya.

Setelah lima tahun mencoba berdamai dengan hidupnya, kini Zia harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Zia kini telah menjadi seorang psikolog yang terkenal.

Ia kembali ke negeri ini juga karena profesinya itu. Salah satu rumah sakit jiwa mengundang khusus dirinya untuk membantu menangani suatu masalah yang sangat rumit.

Awalnya ia menolak, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia menerima tawaran itu.

"Mami aku ingin ke toilet", ucap Zean sambil mengapitkan kedua kakinya.

"Kamu kebelet? Ya udah mami antar", jawab Zia.

"Nggak usah, Zean sendiri aja. Mami tunggu di sini", ucap bocah mungil itu lalu berlari ke arah toilet.

Zean masuk ke salah satu bilik toilet laki-laki. Tentu saja Zia mengikuti putranya lalu menunggu di depan pintu toilet.

Zia menunggi Zean sambil memainkan ponselnya. Saat asyik bermain, ia melirik sekilas ke arah sampingnya. Ada seorang laki-laki yang berjalan santai ke arahnya.

Awalnya ia tak mau mempedulikannya, namun sepersekian detik kemudian Zia menyadari siapa lelaki itu.

Zia langsung bersembunyi ke balik tembok di sampingnya. Sepertinya lelaki tadi masuk ke dalam toilet.

"Gawat! Dia bisa ngenalin Zean nggak ya?", gumamnya khawatir.

Sementara di dalam toilet Zean yang telah selesai dengan buang hajatnya, melihat seorang pria yang masih cukup muda.

Wajahnya terlihat familiar menurutnya. Zean tampak berpikir dimana ia pernah melihat wajah itu.

Ketika berada di depan cermin, ia memandangi wajahnya sendiri. Tak lama, pria tadi keluar lalu mencuci tangan di sebelahnya.

Ia perhatikan wajah pria itu melalui pantulan cermin. Bergantian Zean melihat wajahnya dan wajah pria itu.

Sekilas, Zean nampak seperti pria itu versi kecil. Dan pria itu seolah gambaran Zean saat dewasa nanti.

"Mirip. Apa itu papi ya? Ah aku harus menyelidikinya", batin Zean.

Pria itu nampak melirik sekilas ke arah Zean. Sepertinya ia tak peduli karena kembali fokus pada kegiatannya.

Zean telah berjalan keluar saat pria itu menyadari ada sesuatu yang bergetar ketika memandang wajah anak lelaki mungil tadi.

Ia segera berjalan keluar mencari keberadaan Zean. Tengok kanan dan kiri namun sudah tak tampak anak kecil itu.

"Kemana dia? Jangan-jangan dia anakku", gumamnya.

Ia kemudian mengeluarkan poselnya. Memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki kecurigaannya.

*

*

*

Zia baru saja sampai di sebuah apartemen. Tak terlalu besar namun cukup untuk ia dan Zean tinggal.

Rasa lelah membuat kantuknya muncul.

"Zean, mami sangat lelah. Bolehkah mami tidur?"

"Kenapa mami bertanya? Kalau mau tidur tinggal tidur kan?", jawab Zean acuh.

"Maksud mami kamu nggak apa-apa kan kalau mami tidur dan kamu bisa bermain sendiri? Atau mau tidur sini bareng mami?", ucap Zia menggoda pangeran kecilnya.

"Nggak, Zean mau main game", jawab anak mungil itu sambil mengerucutkan bibirnya.

"Hahahaa. Iya iya, kamu kan nggak mau ya dianggap seperti anak kecil meskipun kamu memang masih kecil, ups", goda Zia lagi.

"Mami ah nyebelin", ucap Zean lalu berjalan menuju kamarnya sendiri.

Sementara Zia telah mencari posisi ternyamannya untuk menggapai alam mimpi.

Di dalam kamarnya, Zean mengeluarkan laptop miliknya. Tangan mungil itu sangat terampil bermain di atas keyboard.

Sekian lama ia mengotak atik laptop dan berselancar di dunia maya. Mencari kebenaran atas kecurigaannya pada pria yang ia temui sewaktu di bandara itu.

Zean belum pernah melihat papinya. Bertanya pada maminya juga percuma karena pasti jawabannya selalu sama, suatu saat kamu akan bertemu, itu jawaban maminya.

Bahkan sekedar foto pun tak pernah ia dapatkan. Berkali-kali ia meng-hack akun sosmed pribadi milik maminya pun sama. Tak ada petunjuk di sana.

Tak ada petunjuk apa pun dan mau tanya juga sama siapa.

Selama ini selama hampir 5 tahun hidupnya, ia hanya hidup berdua dengan maminya. Oma dan opa dari pihak maminya telah tiada saat usianya baru lima bulan dalam kandungan. Menurut cerita maminya, mereka meninggal karena sebuah kecelakaan.

Sejak saat itu, maminya memilih tinggal di tempat asing. Saat ditinggal kuliah, Zean akan diasuh oleh pengasuh yang disewa maminya. Sekali lagi itu hanyalah cerita dari maminya, entah dengan kebenarannya.

"Ketemu", teriaknya girang setelah mendapatkan apa yang ia cari.

"Reynand Adhiyasta, pengusaha sukses berusia muda", gumam Zean membaca sebuah artikel.

"Benar, ini pasti papiku. Nama belakangku juga Adhiyasta bukan? Pria di bandara tadi adalah papiku", teriaknya semakin girang.

Namun Zean tak mungkin mengatakan pada maminya jika ia telah mengetahui tentang papinya.

Zean tak pernah tahu alasan mami dan papinya tak hidup bersama membesarkan dirinya.

Yang ia ketahui hanyalah maminya terpaksa harus pergi dari hidup papinya demi kepentingan bersama. Itupun ia ketahui dari opa Jodi, paman maminya.

Zean semakin semangat membaca setiap artikel yang ia lihat. Bangga sudah pasti karena ia memiliki papibyang sangat tampan dan sukses. Pria itu juga pasti pria yang sangat baik.

Satu lagi yang Zean sangat ingin ketahui adalah mengapa usia maminya masih sangat muda dan sudah memiliki dirinya.

Zean sering sekali memanggil maminya itu mami kecil karena menurutnya maminya itu masih sangat imut untuk menjadi seorang mami.

Tak seperti mami teman-temannya yang terlihat lebih dewasa dari maminya.

Setiap kali Zean bertanya, maminya juga pasti akan mengelak. Sama halnya seperti saat ia menanyakan tentang papinya.

Zean menangkap ada suatu luka ketika ia bertanya hal semacamnya. Mulai saat itu, ia bertekad akan mencari tahu sendiri dengan kemampuan yang ia miliki.

*

*

*

"Bagaimana kalian sudah mendapatkan informasi yang aku minta?"

"Ini tuan informasi yang kami dapatkan ada dalam amplop ini", ucap seorang pria berbaju serba hitam.

"Baik, kalian boleh pergi", ucap lelaki yang tak lain adalah Reynand.

Reynand memeriksa semua berkas yang diberikan oleh anak buahnya. Sesekali dahinya berkerut heran.

"Zizi?"

"Zean Adhiyasta?"

"Apakah mereka, tapi kenapa Zizi? Dan nama belakang anaknya Adhiyasta?", gumam Reynand mencerna informasi yang ia baca.

Ia harus menyelidiki lagi, jika benar itu adalah anaknya berarti kemungkinan Zia menggunakan nama Zizi untuk menyembunyikan identitasnya.

Tapi kenapa nama anaknya justru menggunakan nama keluarganya?

1
Rinto Mamonto
tadi doni sekqrang bagas mana yg bener thor
Rinto Mamonto
crtanya bgus hanya ada yang ilang kok ngak di ceritain pas pertemuan keluarga viba dan rey saat di reatoran bertepatan ortunya rey ketemu zean
azkiya jeon🐰🐇
haii Thor...👋👋
Marnie Marsin
Lanjut
Lastri Gete
mita
Qomariyah Kom
lanjut thor
Lili Suryani Yahya
sapa yaaaa
mott_
Ohh ternyata, haishhh tp ngapa jd copet dah..
mott_
Wahh wahh rahasia apa yg tersimpan..
Lili Suryani Yahya
Siapa yaaaa
mott_
Wahh ada rahasia apa nih.. Kok hmmm..
Lili Suryani Yahya
kembarannya Reynand
Lili Suryani Yahya
bibit unggul bngettt
Lili Suryani Yahya
Jngan2 anak kembaran Papinya Zean kali yaaaa
Lili Suryani Yahya
Jngan sampai lagi ada pengganggu deeehh, malas jadinya pisahnya z lumayan lama kaaaannn
Rina Bita
semangat up thoorr🤗

2 likes mendarat dariSAHABAT TAK KASAT MATA😍
mott_
Nah kek nya papa naura yg onoh tuh gk mungkin rey.. Kl iya rey masa gk knal? Setidaknya kan.. Tapi ya pokoknya harus yg onoh papa naura 😁😁
Ambar Arum Sari: betul setuju banget,,, pasti bapaknya yang onoh🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Cimut
apa yang nabrak rey itu papa naura y????
mott_
Lho k-kok? Huuuh terkejut aku, semoga bukan deh..
lian asheeva
jangan ada masalah lagi ya thor😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!