Pernikahan yang di dasarkan oleh perjodohan, membuat Max tak pernah menganggap Monica sebagai istrinya. Ia selalu memperlakukan Monica dengan begitu kasar. Bahkan, tak tanggung-tanggung Max selalu membawa wanita bayaran nya ke apartemen nya dan Monica untuk memuaskan nya.
Suara desahan dari dalam kamar Max, membuat Monica terisak. Ia benar-benar merasa tak di hargai sebagai seorang istri. Sudah hampir setahun pernikahan mereka, namun Max masih belum juga berubah.
"Ceraikan putri ku sekarang juga!" ucap Juan.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Max merasa tubuhnya begitu lemas saat mendengar ucapan Juan barusan. Kenapa di saat ia sudah mencintai Monica, Juan malah menyuruh nya untuk menceraikan Monica.
"Dad, ku mohon. Jangan pisahkan aku dengan Monica. Aku mencintai nya Dad. Aku sangat mencintai nya" ucap Max. Berlutut di hadapan ayah mertua nya. Namun, bukannya merasa iba, Juan malah menatap Max dengan sinis.
Bagaimana kah kisah nya? Akankah Max bisa mempertahankan pernikahan nya dengan Monica?
Yuk, simak ceritanya.
Update setiap hari senin-jumat!
Sabtu dan minggu libur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 30
Berikan vote, coment dan like ~
Malam harinya.....
"Ah Sayang. Lebih cepat ah" ucap Max mendesah. Saat Monica terus menari-nari di atas nya.
"Max, aku..... Lelah ah" ucap Monica. Yang merasa lelah di seluruh tubuh nya. Dalam keadaan kaki Max yang seperti itu pun, Max masih bersemangat untuk bercinta.
"Sebentar Sayang" ucap Max. Sambil membantu gerakan Monica dengan cara memegang b*k*ng wanita itu.
Aaahhh.
Keduanya mengerang bersama saat mereka mencapai pelepasan nya. Max menyemprotkan benih nya kedalam dan Monica pun ambruk di atas tubuh polos Max. Nafas keduanya terengah-engah akibat pergulatan panas mereka yang hanya satu jam saja.
"Jika kaki ku baik-baik saja. Ku pastikan, kau terus memanggil nama ku dengan nikmat" ucap Max.
"Huh! Aku lelah" ucap Monica. Melepaskan penyatuan nya dengan Max lalu tidur di samping pria itu.
"Tidurlah" ucap Max. Membawa Monica kedalam pelukan nya. Mereka pun akhirnya tertidur.
Ditempat lain. Jony baru saja tiba di mansion Chris. Bangunan yang tampak begitu mewah itu begitu banyak para penjaga yang ada disana. Hingga membuat Jony dan beberapa anak buah Max harus masuk kesana dengan hati-hati.
"Hati-hati, jangan lalai" ucap Jony. Para anak buah Max yang ikut dengan nya pun menganggukkan kepala mereka serempak.
DOR!
Baru saja mereka melangkahkan kaki mereka, anak buah Chris yang melihat kedatangan Jony pun langsung menembak salah satu anak buah Max. Hingga membuat ia terjatuh ke rerumputan itu dengan darah nya yang sudah mengalir.
"Sial! Sudah ku katakan jangan lalai" ucap Jony menggerutu. "Kenapa kalian masih diam! SERANG" ucap Jony lagi. Para anak buah Max pun langsung menyerang anak buah Chris dengan senjata mereka masing-masing.
DOR!
DOR!
DOR!
Suara tembakkan yang begitu nyaring membuat Chris dan Amber yang sedang tertidur pulas di dalam kamar pun terbangun. Chris turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya ke arah jendela untuk melihat apa yang terjadi di luar sana. Sedangkan Amber. Ia semakin mengeratkan selimut tebal itu untuk menutupi tubuh polos nya.
"Sial. Darimana mereka tau mansion ku" ucap Chris geram. Padahal, ia sudah membangun mansion nya itu jauh dari perkotaan. Tapi, kenapa Max dan anak buah nya masih bisa menemukan mansion nya.
"Chris" ucap Amber lirih. Chris menatap istrinya yang di atas ranjang itu sedang ketakutan.
"Jangan pernah keluar dari kamar! Apa kau mengerti?" ucap Chris. Ia melangkahkan kakinya ke arah walk in closed dan memakai pakaian nya.
"Chris" ucap Amber. Saat Chris keluar dari walk in closed. Chris menghela nafas nya dan mendekati Amber.
"Jangan khawatir" ucap Chris lembut. Semenjak mengetahui Amber sedang mengandung. Chris tidak pernah lagi memperlakukan wanita itu dengan kasar.
"Bagaimana jika kau terluka" ucap Amber.
"Maka, kau ada untuk mengobati nya bukan?" ucap Chris. Amber tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Jangan menangis" ucap Chris lagi. Menghapus air mata Amber yang mulai mengalir di pipi nya.
Amber mendekatkan wajahnya pada Chris dan memberanikan diri untuk mencium bibir pria itu. Chris sedikit terkejut. Namun, ia tetap membiarkan nya. Amber yang tidak mendapat penolakan dari Chris pun mulai m*l*m*t bibir Chris. Keduanya saling berciuman dengan lembut. Chris menahan tengkuk Amber, untuk memperdalam c*um*n mereka. Setelah cukup lama mereka berc*um*n. Chris pun melepaskan c*um*n mereka saat nafas Amber hampir habis.
"Jangan pernah keluar dari kamar" ucap Chris. Bangkit berdiri. Amber menganggukkan kepalanya dan Chris pun segera keluar dari kamar mereka.
Kau bergerak dengan cepat juga Max. Ucap Chris dalam hati. Ia mengepalkan kedua tangan nya.
Regand Mavier adalah nama asli Chris yang sebenarnya. Ia mengubah identitas nya untuk membalaskan dendam nya pada Max. Ellena Mavier, adalah nama sang Ibu. Kehidupan Regand dan adiknya, Cindy Mavier berubah seratus delapan puluh derajat semenjak kematian ibu mereka. Semenjak kematian Ellena. Regand dan Cindy beserta dengan Daddy mereka pindah ke Brazil. Daddy mereka yang bernama, David Mavier itu selalu memperlakukan Regand dan Cindy dengan begitu kasar. Hingga membuat Regand tumbuh menjadi pria yang begitu kejam. Bahkan, kekejaman nya melebihi Max. Ia tidak akan segan-segan menghabisi orang yang berani mengusik nya.
Regand ingin membalaskan dendam nya pada Max karena mengira bahwa Ameera lah penyebab kematian Ellena. Tanpa Regand ketahui bahwa kematian Ameera dan Ellena karena sebuah kesalahpahaman. Dan ia membalaskan dendam nya pun karena kesalahpahaman. Sejujurnya, Regand tau bahwa ia hanya terobsesi pada Monica. Ia ingin memiliki Monica hanya sebagai alat untuk balas dendam nya. Dan cara memiliki Monica adalah dengan cara menculik temannya Amber. Ia juga ingin menjadikan Amber sebagai alat, agar Monica menjadi milik nya. Karena ia tau, bahwa kelemahan seorang Maxi Martinez adalah Monica. Dan Monica tidak akan membiarkan orang lain tersakiti karena diri nya.
Namun, semenjak kehadiran Amber di dalam hidupnya. Membuat Regand mengurungkan niatnya yang ingin memiliki Monica. Walaupun ia selalu memperlakukan Amber dengan kasar. Wanita itu tetap masih bisa menampilkan senyuman di wajahnya yang membuat hati Regand menghangat. Senyuman yang begitu mirip dengan Mommy nya.
Sebenarnya, alasan Regand masih mengurung Amber di mansion nya karena ia tidak ingin wanita itu pergi dari hidupnya. Dan ia selalu mengancam Amber, bahwa ia akan membunuh Monica jika Amber berani kabur dari mansion nya. Dan semenjak mengetahui bahwa Amber sedang mengandung anaknya. Regand tidak pernah lagi memperlakukan Amber dengan kasar. Dan ia selalu menuruti apa yang Amber inginkan.
DOR!
DOR!
DOR!
Regand menembak ketiga anak buah Max yang sudah masuk kedalam mansion nya. Ia menyeringai saat melihat ketiga anak buah Max yang sudah terjatuh di lantai dengan berlumuran darah.
"Chris! Kau harus mati" ucap Jony. Yang datang dari arah belakang Regand.
"Bunuh aku jika kau berani" ucap Regand menyeringai.
"Ck! Aku tidak akan pernah takut untuk membunuh seseorang" ucap Jony. Ia pun menarik pelatuk nya dan bersiap untuk menembak Regand.
"Hentikan!" ucap Amber. Yang berada di atas tangga. Ia turun ke bawah dengan tergesa-gesa. Hingga membuat Regand mendekatinya.
"Amber! Sudah ku katakan jangan keluar dari kamar" ucap Regand. Menatap Amber dengan tajam.
"Ayo kita mati bersama Chris" ucap Amber. Membuat Regand membulatkan matanya.
"Apa maksud mu!" ucap Regand.
"Jika kau ingin mati, bawa aku bersama mu" ucap Amber.
"Ck! Nona Amber. Untuk apa anda ingin mati bersama dengan pria banjingan ini. Dia sudah menyakiti anda selama ini" ucap Jony. Amber menggelengkan kepalanya.
"Jika kau ingin menembak nya. Maka, kau juga harus menembak ku" ucap Amber.
"Amber! Masuk ke kamar. Kau tidak perlu ikut campur" ucap Regand.
"Tidak Chris. Jika kau mati, bagaimana dengan anak kita" ucap Amber. Membuat keadaan menjadi sunyi seketika.
Jony menurunkan pistol nya yang ia sodongkan ke arah Regand. Melihat Amber yang menatap Regand dengan sendu membuat Jony merasa tidak tega.
"Amber, jangan khawatir. Aku tidak apa-apa" ucap Regand. "Aku tidak akan mati sebelum melihat anak kita lahir" ucap Regand lagi.
"Kau janji?" ucap Amber. Regand menganggukkan kepalanya. "Baiklah, jangan sampai terluka. Karena aku tidak akan mengobati nya" ucap Amber lagi.
"Tidak akan Sayang" ucap Regand. Ia pun menyuruh pelayan di mansion itu untuk mengantarkan Amber kembali kedalam kamar.
Setelah Amber tidak ada lagi disana. Regand pun membalikkan tubuh nya dan menatap tajam pada Jony.
"Bunuh aku kalau kau berani" ucap Regand menyeringai.
"Ck! Jika bukan karena Nona Amber. Sudah saya pastikan anda mati sekarang ini juga" ucap Jony.
"Jangan salahkah aku. Jika aku ingin membunuh Tuan mu. Karena keluarga nya lah penyebab Mommy ku meninggal" ucap Regand.
"Bukankah, hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan? Jika seseorang mati, itu memang sudah takdir nya" ucap Jony.
"Kau....."
"Apa dengan cara membalas dendam, Mommy anda akan kembali? Tidak!" ucap Jony membuat Regand terdiam. "Seharusnya Tuan Max yang membalaskan dendam nya pada anda" ucap Jony lagi.
"Apa maksud mu" ucap Regand. Membuat Jony tersenyum sinis.
"Jika anda tidak keberatan. Anda bisa mengikuti saya menemui Tuan Max malam ini" ucap Jony.
"Aku tidak sudi bertemu dengan nya lagi" ucap Regand dingin.
"Terserah anda saja" ucap Jony. "Tadinya saya kesini untuk membawa Nona Amber keluar dari mansion ini. Tapi, melihat Nona Amber yang seperti nya sudah jatuh cinta pada anda. Membuat saya mengurungkan niat saya" ucap Jony lagi.
"Berani nya kau!" ucap Regand.
"Tentu saja saya berani. Bahkan saya bisa menikahi Nona Amber jika anda mati" ucap Jony. Membuat Regand menjadi geram.
"Mati kau"
DOR!
saya mampir lg thor
menang dasar,,,,, cerita ini Tdk ada mencerminkan adab yg baik.