NovelToon NovelToon
Benih Bayaran

Benih Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:447k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Farhan, divonis mandul. Agar bisa mempertahankan Marla, Farhan rela membayar adik tirinya Agustin untuk menikahi Marla selagi Marla dan Farhan bercerai sementara.
Sesuai perjanjian Agustin harus menghamili Marla, setelah mengandung dan melahirkan Marla akan dikembalikan ke Farhan.
Awalnya, Agustin setuju karna bayaran. Tapi lambat-laun berangsur berubah pikiran. Agustin malah berubah haluan, dan ingin menjaga keluarga kecilnya. Anaknya dan Marla istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Pengaruh Alkohol

“Jangan larut dalam kesedihan, Han.”

Devan menyodorkan segelas vodka untuk Farhan, yang meneliti setiap huruf yang tercetak di setiap lembaran sebuah buku tebal. Sepintas di luar Farhan memang membacanya, sekalipun bibirnya bergerak samar seperti mengeja kalimat demi kalimat, tapi lain di kepala Farhan, pikiran lelaki itu kosong dan beralih jauh ke sana.

Lagi-lagi, meratapi takdir.

Devan memutar gelas tembus pandang, yang cairan di dalamnya saling beradu dengan pembatas kaca.

“Minum ini, fly, dan kamu akan lupa segalanya.”

Devan mengangkat sebelah alis, menyodorkan gelas berisi cairan.

Farhan meliriknya, dan menepis gelas tersebut.

Sifat teguh diri akan agama itu membuat Devan tertawa dalam ketakjuban. “Sebelumnya, aku tidak pernah bertemu dengan lelaki sepertimu, Han.” Devan merangkai kata, jatuh bernostalgia, meletakkan kembali gelasnya yang sudah kosong, karena Devan yang menggantikan Farhan untuk menenggaknya. “Dingin bak bongkahan es, benci godaan dan teguh pada agama, parahnya tergila-gila pada satu wanita saat kamu bisa serong dengan banyak perempuan lain. Lelaki sepertimu, dimana lagi harus dicari?”

“Yah, memang disayangkan, sih.”

Devan tersenyum prihatin, “kamu lelaki mandul.”

“Karena itu,” Devan pura-pura mengabaikan wajah Farhan yang sudah mengeras, “kamu kehilangan wanitamu, keteguhan hatimu, dan rasa percaya dirimu itu--”

“Jangan mengejekku dengan wajah kasihan itu!”

Farhan menghempaskan bukunya.

“Jangan marah saat kamu tengah dikasihani.”

“Dev!” Farhan meraung, giginya saling bergemelutuk.

“Han,” Devan layaknya bisikan sesat yang ingin memengaruhi. Diraihnya gelas kosong dan menuangkan cairan memabukkan dari dalam botol memenuhi gelas tersebut bahkan isinya meluap-luap, “lupakan masalahmu. Teguh pada agama takkan selalu membantu--aku sudah berpengalaman akan itu. Yang bisa manusia seperti kita lakukan hanyalah … kabur dari kenyataan. Menolak kenyataan, sekalipun itu kenyataannya. Lupakan semuanya, dan saat-saat itulah waktu terbaikmu.”

Akhirnya Farhan merampas gelas tersebut, ditenggaknya alkohol yang disodorkan Devan.

Devan yang melihatnya menyeringai.

Farhan yang kali pertama minum, di gelas ke selanjutnya langsung sempoyongan.

Lelaki itu hilang akal, dan merintih, “lagi … lagi …” perasaan Farhan campur-aduk, kini menjadi tangisan, kadang menjadi tawa. Dan berakhir segukan, “ … lagi … lagi, woi!”

Devan menurutinya menuangkan tiap kali gelas itu kosong. Napas Farhan terengah, kini beban seperti melarikan diri dari hati dan pundaknya.

“Marla …” Farhan ngelantur menyebut nama Marla, Devan geli saat memperhatikannya.

“Bawa Marla kemari …” pinta Farhan, dengan nada sedikit mendesak. “Aku ingin memeluknya … menciumnya … menidihnya … bawa Marla ke sini!” Devan hanya memerhatikan, Farhan yang mengamuk melemparkan gelasnya ke dinding, lalu meraung-raung, “bawa Marla ke sini! Bawa istriku ke sini!”

“Kamu datangi saja sendiri!”

Devan menyahut sambil tertawa.

Ternyata Farhan yang kehilangan akal benar-benar beranjak dan menuruti permintaannya. Farhan mengambil kunci mobil dan menuruni lantai per lantai gedung hingga sampai di basement. Farhan menyalakan mobil, kendaraannya meraung dan melaju di jalan raya, sekalipun lajunya oleng dan beberapa kali nyaris kecelakaan--menabrak pengemudi lain, dan keluar jalur nyaris berakhir terjun ke dalam jurang.

Farhan memberhentikan kendaraannya di gedung apartemen Agustin. Saat mengerem, kap depan mobil Farhan malah menabrak pagar tembok. Farhan menghempaskan diri dan keluar dari mobilnya, langkah lunglainya menuju gedung apartemen tersebut, lalu tertawa menghina. “Apartemenmu masih jelek, Tin.” Dinaikinya anak tangga demi anak tangga, lalu menggedor salahsatu pintu.

Tanpa kata, gedoran Farhan semakin mengeras.

Ceklek! Hingga Marla membukanya, saat Agustin tengah bekerja.

.

.

“Mas Farhan?”

Marla terkejut, mendapat Farhan di muka pintu. Aroma alkohol berembas ke penciuman Marla, membuat hidung Marla mengernyit. “Kamu mabuk?” Marla menyahut tidak percaya.

Setahunya Farhan sangat menjauhi alkohol. Farhan yang Marla kenal, adalah lelaki yang paling berpegang teguh pada agama dan pantang melakukan apa yang dilarang oleh Tuhan.

“Sayang,” Farhan memanggil dengan bibir mengerut, diraihnya kedua pundak itu dan memeluknya ringan.

“Mas,” Marla menghindar, mendorong lengan Farhan dengan kedua sikunya.

Tidak mengelak Farhan malah menciumnya.

Membawa kepala Marla, mendekap erat pinggangnya dan seiring mereka terpaut Farhan melangkah masuk. Farhan menerjang pintu hingga tertutup, tangannya mengusap bahu Marla dengan begitu mendamba.

“Mas!” Marla mendorong Farhan menjauh.

Napasnya terengah-engah, memelas ke arah Farhan yang hilang kendali. “Kumohon, Mas … jangan lakukan ini.”

“Kenapa?” Tangan besar Farhan meraih dagu lancip itu, “kamu tidak merindukanku ‘kah?”

“Aku sangat merindukanmu,” Marla menghapus sudut matanya yang berair, “tapi aku tidak mau jatuh ke dalam zina bersamamu.” Dengan ragu tangan Marla meraih pipi Farhan yang ikut basah, “Mas Farhan yang kukenal, sangat menjagaku ‘kan? Saat dulu kita belum menikah, menyentuh tanganku saja kamu merasa bersalah, sekalipun kamu sangat ingin melakukannya. Menyatakan kalau kita pacaran saja Mas Farhan lebih suka dengan istilah kita terikat oleh ikatan kuat tanpa harus pacaran, karena di sana akan memunculkan rasa senonoh yang merasa berhak untuk melakukan hal lebih.”

Farhan seperti tersadarkan, matanya berkaca-kaca.

“Aku sangat mencintaimu, Mas.” Marla mengusap rahang Farhan dengan ujung-ujung jemari, sedikit ragu melayangkan sentuhan kecil yang tetap tidak diperbolehkan di sana, “tapi jangan menyalahi perasaan kita,” Farhan masih dipengaruhi oleh efek samping alkohol yang berat. Kurang mendengarkan Marla, dia malah menyapu bibir ke sudut bibir Marla, yang saat otaknya buntu, dalam pengaruh alkohol Farhan mengingat Marla sebagai istrinya, bukan mantan istrinya. Tapi tangisan dan perkataan Marla yang sedikit memengaruhi, menahan Farhan untuk tidak segera menuntaskan hal yang lebih.

“Aku sangat mencintaimu, istriku.”

1
Fitri Merry Lesar
endingnya mengecewakan
Fitri Merry Lesar
hampir setahun agak enggan buka NovelToon karna blum dapat cerita yg pas...
kali ini bersemangat lagi...tank you thoor🙏
Ollane
Cek cek
Uniie Gentra
namanya aga mirip² ya jadi kalo typo lumayan pusing
Zhifa Donat
lanjut....
Zenira Leony Fernandaz
lanjut dong Thor bagus ni ceritanya
penasaran dgn lanjutannya😭😭
Fitri Ichal
ditunggu selanjutnya
Sumiyati Ade Rombli
KK tolong nulis tuan izar di sinih
Sumiyati Ade Rombli
KK tolong si KK tulis cerita tuan izar
Lenabid Daeng Lumang
mampir Thor...semangat💪
Yuyun Haryanto
hubungannya kaku banget. bahasanya bersedia / tdk bersedia.
Vivi Dewi
👍👍👍👍👍
Juliha
kenapa nga di madu 😁😁😁😁sekali2 cowo di madu 😂😂😂
ida siz
lanjutt...bagus bngt novel nya
Riwid
pasti lucu ya , aq bacanya geli 😀😀
Shelvi Selly
Farhan aku mencintaimu......
plis deh jdi ikut sakit hati...
Shelvi Selly
dari FB cus...meluncur...
rinny
ayo semangat Augustin..... papa mertua mendukungmu 💪💪💪💪💪
Sitimusmiroh
farhan mempermainkan ikatan suci pernikahan
Sitimusmiroh
farhan egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!