NovelToon NovelToon
Stuck With You

Stuck With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri
Popularitas:42.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Ini squel dari novel : only you, my possessive husband dan the dark side of love. Anak anak mereka.

Hidup Adelion Zildzyan Febriano, dan kembarannya Anindhita cheisya Febriano berubah drastis ketika mengenal sosok Alula Carletta. Gadis cantik dengan segudang misteri.


Pertemuannya yang tidak sengaja dengan Alula membuat Adelion jatuh cinta. Namun, justru menyeret saudara kembar itu dalam kubangan teka-teki yang amat rumit dan membawa keluarga mereka dalam bahaya.


Siapakah Alula?

Mampukah Delion dan Dhita menyatukan kepingan puzzle itu, dan mengungkap jati diri Alula?

Ikuti kisahnya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengganggu

Evan membawa Joe ke dalam ruangan pribadinya, ruangan dimana dulu dirinya bertemu untuk pertama kalinya dengan Benedict setelah sekian lama.

"Katakan apa yang kau tau" Nada bicaranya pelan, tapi Joe tau persis jika Evan sedang berusaha menahan Iblis nya yang siap mengambil alih.

"Harus kah kau mengundang mereka juga?" Joe melirik dari ekor matanya ke arah empat pria yang berdiri di samping Evan.

Brian, Luke, Daren, and Petter serempak menatap Joe. Bukan tatapan membunuh atau mengejek, tapi menggoda.

"Why dadd?" Brian memanggil lembut dengan senyum mengembang.

"Ayah tidak merindukan kami?" Luke memasang wajah polos yang menjengkelkan.

Joe mendesis. Setelah kepergian Ben  anak anak nakal itu menganggap dirinya sebagai ayah. Ia tidak keberatan, tapi tidak perlu juga di panggil seperti itu.

Lelucon macam apa ini?

Evan dan ketiga saudaranya berusaha keras menahan tawa, melihat ekspresi Joe yang berusaha keras untuk tidak muntah.

Namun detik kemudian, Evan kembali merubah ekspresi nya.

"Katakanlah, abaikan mereka bertiga, anggap saja tidak ada." Evan merubah suasana hangat tadi menjadi serius lagi.

Joe pun kembali menatap Evan serius.

"Baiklah. Aku mendapat informasi dari orang orang ku, jika Matteo bekerjasama dengan orang Indonesia. Namanya Bagaskara." Joe menjeda kalimatnya, menunggu respon Evan.

"Lalu?" Evan mengerutkan keningnya masih belum paham. Dia sama sekali tidak mengenal makhluk bernama Bagaskara. Dia itu makhluk jenis apa.

"Matteo membawa gadis gadis muda darisana. Kau tentu tidak bodoh untuk menebak bagaimana Matteo bukan?"

Evan diam. Mencoba mengerti jalan pikiran klan Kenneth itu. Kenapa mereka mencari gadis gadis Indonesia? Apa yang sedang di rencanakan oleh mereka?

"Sebaiknya kita habisi saja bedebah itu." Luke menimpali, membuat Evan dan Joe reflek menoleh.

"no, not for now" Brian menyahut.

Peter  pun ikut membuka suara. "Mereka pintar, tidak seperti Anderson. Kita harus pahami permainannya."

Sementara Evan, Daren dan Joe masih larut dengan pikiran masing-masing. Yang di katakan Peter memang benar, Kenneth bersaudara tidak bodoh seperti Anderson yang mudah di tebak, namun yang di lakukan oleh Kenneth tentunya itu akan menimbulkan masalah yang lebih besar, karena sudah melibatkan negara lain.

Sebenarnya Evan, Brian, Daren dan Luke sama sekali tidak terkejut. Bisnis yang mereka jalani selama ini pun sama. Membunuh dan menjual organ dalam manusia. Tapi bukan dari negara lain. Korbannya pun acak. Salah satunya adalah musuh musuhnya, orang orang yang berperilaku buruk dan bertingkah menyebalkan, sudah pasti dengan senang hati Evan mengirim nya ke neraka.

"Lalu kaitannya dengan orang ku di Indonesia?" Sampe sini Evan juga belum paham. Efek bercinta dengan Jasmine pagi, siang, malam, membuat otaknya sedikit melambat.

"Wanita mu dan keluarganya." Ucap Joe singkat.

Evan tertegun. Ia teringat kembali sosok Kanaya, wanita pertama yang menumbuhkan cinta dalam hatinya setelah bertahun tahun rasa benci dan kecewa menguasai. Wanita yang nyaris Evan lupakan setelah mengenal Jasmine.

"Kau punya wanita lain, selain Jessy dude?" Luke berseru, membuyarkan lamunan Evan. Pria tampan itu menatap Luke dengan dahi berkerut.

"Kau ketinggalan gosip." Peter meledek sembari memainkan ponsel di tangannya, stalking Jeny.

"What?!" Luke kaget lagi.

"Dia wanita pertama yang membuat iblis kecil ini menjadi manusia." Lanjut Peter lagi sambil menunjuk Evan dengan telunjuknya tanpa menoleh.

Luke pun menjadi semakin takut, dia berjalan mondar mandir seperti orang tidak waras. Sementara Evan dan yang lain hanya menonton saja.

"Ini sebuah bencana!" Luke mengoceh lagi. Bertahun-tahun mengenal Jasmine sebagai Mrs Evan, dia tau persis bagaimana wanita bar bar itu ketika cemburu. Bahkan amarahnya mengalahkan seorang psycho. Jasmine tidak akan mau di ajak bicara, Kemudian meracuni kami dengan masakan aneh yang tidak layak di makan hasil buatannya.

Sungguh kejam.

"Kau trauma?" Peter terkekeh.

"Ini lebih buruk dari itu"

Brian dan yang lain tak tahan untuk tidak tertawa. Hingga sedetik kemudian tawa itu berhenti saat seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu, membuka suaranya.

"Aku akan pergi ke Indonesia."

"Aku juga."

***

Setelah berbicara dengan dokter yang memeriksa Dewa, Adelion menghentikan seorang suster yang kebetulan lewat di sampingnya.

"Sus, tunggu sebentar." Adelion merentangkan sebelah tangannya di depan mbak suster.

Suster itu berhenti, dan tersenyum tipis. "Iya. Kenapa mas?"

"Dokter itu namanya siapa ya sus?" Adelion menunjuk punggung dokter yang di ajaknya bicara tadi.

Si mbak suster pun menengok ke arah yang di tunjuk Adelion.

"Ohh, itu namanya dokter Samuel, dia dokter spesialis bedah sekaligus pemilik rumah sakit ini."

Adelion cukup kaget, sampe mbak susternya jadi bingung.

"Kenapa mas? Ada yang mau di tanyain lagi?"

Adelion mengalihkan pandangannya dari punggung dokter Samuel, dan kembali menatap mbak suster. "Ohh, gak ada sus, makasih."

Mbak suster itu mengangguk, terus melipir dari hadapan Adelion.

Adelion mengulang rekaman di kepalanya, waktu ngobrol sama dokter Samuel tadi. Mengamati mimik sang dokter yang terkesan janggal saat menjawab pertanyaan darinya.

"Dokter itu aneh banget." Adelion bergumam sendiri sambil menatap ke ujung lorong dimana dokter Samuel menghilang.

"Dia pemilik rumah sakit segede ini, tapi masih ngurus pasien pake tangannya sendiri... Gak masuk akal."

"Apanya yang gak masuk akal?" Arsen merangkul bahu Adelion, bikin cowo berambut gondrong itu berjengit kaget.

"Bukan apa apa" Adelion membalas rangkulan Arsen dan berbalik badan, berusaha bersikap santai.

"Serius? Gak ada yang lagi Lo sembunyiin dari gua kan?" Arsen mengamati wajah Adelion sambil berjalan beriringan menuju ruang rawat Dewa.

"Duarius." Adelion tersenyum lebar sambil mengacungkan dua jarinya.

Arsen mengedikkan bahunya sambil tersenyum, meski dalam hatinya merasa ada yang mengganjal dengan sikap Adelion barusan. Entah itu apa Arsen tidak mau berpikir buruk tentang sepupunya itu. Dia mengerti jika tidak semua hal bisa bisa di ceritakan, setiap orang punya privasi meski dengan saudara sendiri.

Mereka berdua pun berjalan menuju ruangan Dewa dalam diam. Hingga akhirnya Adelion membuka suara, memecah keheningan di antara mereka berdua. "Cen, gua kayaknya gak jadi nginep. Gua ada urusan."

"Lah... Kok gitu? Terus gua gimana?"Arsen menghentikan langkahnya di depan pintu ruangan Dewa, menatap Adelion lekat. Dan di balas tepukan di pundak Arsen.

"Lo sama Jery dulu, atau gak sama Tom." Adelion menyentuh gagang pintu, dan membuka benda itu lebar.

Arsen bengong, menatap punggung Adelion yang masuk ke dalam ruangan langsung di sambut sama temen temen lain.

Aneh. Batin Arsen. Gak biasanya Adelion bersikap seperti itu.

Arsen pun melangkahkan kakinya menyusul Adelion masuk ke dalam ruangan Dewa. Dan duduk di samping si sepupu.

Di saat yang lain berbicara dan saling melempar candaan, Arsen diam diam terus memperhatikan Adelion yang fokus dengan ponselnya.

"Sibuk banget Lo, lagi banyak tugas?" Arsen menyenggol bahu Adelion, sengaja.

Adelion langsung menutup layar ponselnya, dan menoleh ke arah sang sepupu. "Biasa, chat sama Dhita. Bunda nanyain terus. Khawatir."

"Duhhh, anak Bunda jangan bobo malem malem ya..." Ledek Jery.

"Jangan lupa mamam anak bunda, nanti cakit." Tom ikut menggoda.

"Sialan Lo! Gak gitu juga woii..." Adelion tertawa sambil melempar keripik singkong ke arah Tom dan Jerry.

"Kotor woiii, nanti di marahin" Jerry ngomel, tapi dia sendiri membalas lemparin Adelion pake keripik tempe.

"Samanya anjirrr, Lo ngomel tapi ikutan ngelempar" Adelion nyamperin Jerry dan memiting leher cowo berambut pirang itu. Sontak yang lain ketawa, karena biasanya Adelion susah banget di ajak becanda, bawaannya serius mulu kaya orang lagi nahan boker, senggol bacok.

Cuma satu yang terpaksa ketawa, Arsen. Dia cuma senyum sambil memperhatikan Adelion yang berada di sudut sofa bareng sama si Tom and Jerry.

Dalam hati Adelion merasa sedikit bersalah karena sudah berbohong sama saudara sendiri. Tapi dia belum bisa menceritakan semuanya sama Arsen, terlalu rumit. Mungkin nanti.

"Wa, Tom, Jer, gua pamit dulu ya... Ada urusan." Adelion beranjak dari tempat duduknya.

"Masih sore yaelah, buru buru banget si? Mau ngebegal dimana?" Tanya Tom sambil ngunyah keripik.

"Mau mojok dia tuh ... Curiga gua " Jerry ikut menimpali.

Adelion menggelengkan kepalanya sambil senyum. "Pitnah aja gua, gak dosa..."

" Gua pamit Wa" Adelion mengadu kepalan sama Dewa.

"Ati ati, kalo ada apa apa langsung kabarin." Balas Dewa.

"Sip. Gua nitip Tom Jerry, kalo berantem getok aja palanya."

"Anying!!!" Balas Tom Jerry.

Arsen hanya diam menatap Adelion yang kini berjalan ke arah nya. "Gua balik Cen. Jagain Dewa ya, gua takut tuh anak di lecehin sama Tom Jerry."

"Anjriittt!! Najisss bat." Tom bergidik ngeri. Tapi Dewa dan Adelion malah ketawa puas.

"Bye..." Adelion mengangkat satu tangannya pamit, satu tangannya membuka pintu.

"Gua ikut." Arsen bangkit dari sofa.

🍁🍁🍁

Lanjut... jangan lupa tinggalin jejaknya buat Oby, biar Oby gak kesepian 😌

1
evita19
udah 3 tahun berlalu ternyata ceritanya gak dilanjutkan
Dewi Himawati
tp kayaknya sdh lama ngak up lagi ni novel ya kak
Maisyaroh
Bru mmpir thor....kisahnya seru!!!!tp gimana nasib pr cintaan Lula n Anin y??secara kn kisah mereka rumit Thor..Lula suka sama Ano,sementara Ano sukanya sama Anin,n si kembarnya Anin suka sama Lula jd gimana kelnjutn kisah mereka y Thor???aq jd pnsrn nih lnjt.....
Melan Kenzie
kok blm ada up lagi yah
siti muhlihah
wooooaaaah kak oby dirimu tapa nya blm kelar kelar kah,rindu nya sm karya mu,,,,smg sehat sll ya kak oby,,dn diberi kelncaran jd di dumay sm real nya,smngaaat💪
Shanty Alviani
bneran stuck dsini ieu teh by....lanjutan nya manaaaaa
Shanty Alviani
hallllllaaahhhhh lebaaayyyy.....kya lagu vina panduwinata aja ada kamu😂
αуʳⁱᵉ
seruuu bangettt
αуʳⁱᵉ
updatenya jgn lama” masthor .. aku rindu karyamu 😊
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Aku nmbacanya nunggu tamat aja ya thor... Daripada penasaran akut 😂... Semngat thooor.. Karyamu semua keren
Aydil Ayda
jangan lama"thor...
takut rindu🤭🤣🤣🤣
noona jekey💜💜💜
kalo Lula nikah ma Ano..yah kasian bang lion jadi sadboy dong😢,,
noona jekey💜💜💜
geser dikit kekiri z Jes biar bener dikit🤭
noona jekey💜💜💜
gass otw ..tunggu gw no ,gw jemput lu🤸
ryvii putriee
ko berasa dikit y,,,,, apa terlalu antenk gtu baca'y,,,,,
💎hart👑
"aku akan mengajarkan kalian menjadi iblis sebenarnya. " ujar louis🤪
jan kelamaan bang oby iklannya
💎hart👑
🤣🤣🤣
💎hart👑
ani... tunggu ani🤪
Imoest Yaya
aelah gantung by🙃
Siti Muhlihah
semngaaaat kak oby,mksh dh up kmbli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!