Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.
"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."
Alisha Puteri,
"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"
Dika Arya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelum Libur
Malam hari setelah Alisha menjenguk Dika, Alisha mendapatkan notifikasi dari grup kelas perihal pembagian rapor yang dipercepat. Tepatnya hari esok senin. Entah apa itu alasannya, yang jelas ia segera menghubungi Dika untuk memberitahukannya tanpa membaca informasi hingga selesai.
Dipanggilan pertama Dika langsung mengangkat teleponnya. "Hm?"
Alisha kemudian bertanya dengan nada semangatnya. "Kamu udah tidur?"
"Ada apa?" Dika tidak menjawab pertanyaan Alisha karena ia hanya ingin tahu apa yang akan disampaikan Alisha yang telah mengganggu tidurnya yang baru terpejam beberapa saat.
"Aku ganggu ya?" Tanya Alisha ragu ketika mendengar nada tak suka dari perkataan Dika.
"Gak." Dika mengelak kemudian terdiam sebentar dan bertanya lagi.
"Ada apa Lish?"
"Itu, katanya pembagian rapor dipercepat. Kamu udah tahu?"
Dika menjauhkan ponsel dari telinganya, kemudian ia mengusap wajahnya yang sedang menahan kantuk berat. Setelah itu ia kembali menjawab telepon Alisha.
"Hm udah."
"Oh." Jawab Alisha lemas. Ia berharap Dika akan menjawabnya dengan antusias. Alisha pun mencoba melupakannya dan berfikir bahwa Dika sedang dalam keadaan tidak mood.
"Yaudah aku tutup teleponnya ya?"
"Hm."
Selepas Alisha menutup telepon, ia memandang lekat ponselnya yang masih menampilkan daftar panggilan.
"Dika kenapa ya?" Pikir Alisha dengan lesu. Ia sedikit kecewa dengan respon Dika karena Alisha pikir sisa kesenangan di atap rumah Dika masih tersisa sampai malam ini yang akan membuat Dika meresponnya dengan baik. Namun sepertinya Alisha salah.
Padahal Alisha juga ingin menyampaikan perihal rencana makan malam di rumah Dika yang telah disetujui oleh orang tuanya.
Dengan langkah gontai Alisha menuju kasur dan berbaring disana dan memejamkan mata untuk memghalau rasa gundah di hati.
Keesokan paginya Alisha bangun kembali lagi dengan semangatnya. Namun kembali luntur ketika ia membuka ponsel dan tak mendapatkan pesan apapun dari Dika.
"Ish kirain mau minta maaf." Gerutu Alisha yang kini berjalan ke meja makan setelah lengkap dengan seragam sekolanya.
"Kamu kenapa Lish cemberut pagi pagi?" Tanya ayah menurunkan sedikit koran yang sedang ia baca dari wajahnya.
"Pasti gak baca do'a dulu sebelum tidur yah" Omel Mama Alisha yang kini duduk di samping Alisha setelah selesai menata menu sarapan di meja.
"Ih Mama, Alish baca do'a dulu kok." Seloroh Alisha yang semakin cemberut.
"Yaudah jangan cemberut terus." Ayah Alisha mencoba membujuk Alisha agar anaknya tidak terus menerus cemberut masam.
Kemudian Mama Alisha menyuruh Alisha untuk segera memakan sarapannya dan menghabiskannya agar segera cepat sampai di sekolah.
Karena hari ini ibu hamil itu nampak sangat bersemangat sekali untuk datang ke sekolah membawa hasil nilai akhir belajar sang anak selama satu tahun.
Mereka sekeluarga dengan cepat menghabiskan sarapan karena gertakan dari ibu hamil yang tidak ingin terjebak macet di jalan nanti.
"Dika." Seru Mama Alisha setelah turun dari mobil dan langsung berjalan cepat ke arah Dika tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada sang suami.
Alisha pun mengejar mamanya setelah berpamitan terlebih dahulu kepada ayahnya dan mengingatkan bahwa mamanya itu belum berpamitan kepada ayah.
"Oh lupa. Dika jangan kemana mana dulu ya." Setelah berpesan terlebih dahulu kepada Dika agar menunggunya, Mama Alisha segera berjalan lagi ka arah mobil dan berpamitan kepada suaminya dengan wajah tak berdosanya.
"Ayah hati hati ya. Mama mau masuk dulu ya." Ucap Mama Alisha setelah mencium tangan sang suami dengan senyum lebarnya. Kemudian Ayah Alisha melajukan mobilnya seraya memperhatikan istrinya dari kaca spion.
"Sepertinya perempuan lagi."
Mama Alisha kembali menghampiri Dika dan Alisha setelah mobil suaminya tak terlihat lagi. Ia memandang heran kepada Alisha yang memasang wajah ketus sementara Dika memasang wajah keheranan melihat Alisha.
"Lish?" Tanya Mama Alisha ketika Alisha belum menyadari mamanya sudah ada di dekatnya.
"Oh? Ayo ma." Ajak Alisha kepada mamanya tanpa mengajak Dika yang berdiri di sampingnya.
"Ayo Dik." Ajak Mama Alisha kemudian.
Sesampainya di depan kelas, Kina bersama mamanya menghampiri Alisha dan Mama Alisha.
"Tante, lama gak ketemu hehe." Sapa Kina sembari mencium tangan Mama Alisha. begitupun Alisha yang juga sama melakukannya pada Mama Kina.
Mama Alisha tersenyum dan berkata. "Iya nih kamu jarang main ke rumah."
Kina hanya tersenyum tak enak pada Mama Alisha karena memang itu faktanya.
"Eh Dik, orang tua kamu mana?" Tanya Kina yang menyadari ada Dika yang berdiri di belakang Mama Alisha sendirian.
"Oh, nanti ayah nyusul." Jawab Dika. Kemudian Dika berlalu masuk ke dalam kelas.
Setelah melihat Dika memasuki kelas, Kina kini memperhatikan penampilan Mama Alisha.
"Loh, aku baru nyadar kalau tante lebih berisi hehe."
"Iya dong, tante kan lagi hamil."
"Hah? Tante lagi hamil?" Tanya Kina sedikit keras membuat orang yang ada di sekeliling memusatkan perhatian pada mereka.
Alisha pun langsung menutup mulut Kina yang masih terbuka agar tidak mengeluarkan teriakan lagi.
Melihat respon anaknya yang terlalu membuat mata Mama Alisha berkaca kaca. "Lish, kamu gak suka Kina tahu mama hamil lagi?"
Alisha memandang mamanya merasa beralah. "Enggak ma, Alisha cuma gak mau jadi pusat perhatian."
Mama Alisha kembali tersenyum mendengar perkataan anaknya dan memaklumi tingkah Alisha sebelumnya.
Setelah itu terdengar informasi dari speaker di setiap sudut sekolah yang mewajibkan seluruh siswa pergi berbaris di lapangan. Sementara para orang tua memasuki kelas untuk pembagian rapor siswa.
Alisha dan Kina meminta izin untuk pergi ke lapangan kepada mamanya dan mamany Kina. Saat ini mereka belum melihat Dina di sekolah karena Dina sudah berpesan bahwa dia akan sedikit terlambat ke sekolah karena ada sesuatu yang tertinggal di rumah.
Alisha dan Kina berdiri di baris kedua di depan karena lebih dekat dengan sumber suara. Setelah dirasa semua murid berkumpul, pihak kesiswaan meminta perhatiannya kepada seluruh murid. Kemudian ia menyampaikan beberapa kata pengantar dan ucapan terima kasih atas semua perjuangan dan kerja keras dalam setiap pembelajaran.
Setelah itu di lanjutkan oleh sambutan dari kepala sekolah yang membicarakan beberapa hal. Diantaranya peningkatan nilai siswa yang beberapa orang mengalami penurunan masalah.
Dan kini, hal yang paling ditunggu tunggu oleh semua murid. Dimana kali ini adalah pengumuman untuk murid berprestasi tahun pembelajaran ini.
Alisha berharap harap cemas untuk mendengarkannya. Pasalnya ia berharap tahun ini ia bisa terdaftar dalam jajaran umum murid berprestasi karena di tahun kemarin ia kalah satu angka dengan murid kelas sebelah.
Pak Anton selaku guru bidang kesiswaan mulai menyebutkan satu persatu murid berprestasi dari masing masing tingkatan dan jurusan.
Kemudian kini giliran Pak Anton menyebutkan murid kelas sebelas jurusan IPS yang masuk peringkat. Dimulai dari peringkat sepuluh yang kemudian semakin naik dan naik menuju angka satu. Hal itu membuat Alisha sedih karena sudah penyebutan di peringkat empat namun ia tak juga di sebutkan namanya.
"Peringkat ke empat Farhan Abbas."
Alisha semakin lesu karena si Farhan yang malah di sebut. 'Pasti mama kecewa.' Batin Alisha berucap.
Alisha sudah menyerah karena tidak mungkin ia masuk peringkat tiga besar. Ia menyadari kemampuannya yang masih kurang. Kemudian ia milirik ke belakang sebelah kirinya. Ternyata Dika sedang memperhatikannya sedari tadi membuat Alisha termagu hingga Alisha kini mengabaikan pengumuman Pak Anton.
"Lish. Alish." Seru Kina menyadarkan Alisha. Alisha memandang penuh tanya pada Kina yang terus mengguncang bahunya sedari tadi.
"Kamu di panggil."
Alisha tidak mengerti apa yang dikatakan Kina barusan. Hingga Pak Anton mengulang kembali nama Alisha yang mendapatkan peringkat ke dua.
"Peringkat dua untuk tingkat kelas sebelas jurusan IPS Alisha Ayudia Putri. Silahkan maju ke depan."
Alisha melongo tak percaya kepada Kina. "Beneran Na?" Kini mata Alisha membulat terlihat binar bahagia.
"Iya, cepat maju. Selamat." Perintah Kina yang ikut senang sambil sedikit mendorong Alisha untuk segera maju ke depan.
Alisha maju ke depan dengan berbagai perasaan yang bercampur. Ia melihat ke arah Dika berdiri tadi dan mendapatkan senyuman bangga dari Dika yang membuat Alisha malu dan menundukkan kepalanya.
Alisha kembali tidak fokus dan tidak menyadari bahwa kini ada Dika yang tengah berdiri di sampingnya. Saat Alisha menyadari ada bayangan di samping kirinya, ia mendongak melihat siapa yang kini berdiri di sisinya.
"Dika?" Alisha bergumam tak percaya. Kemudian berganti dengan senyuman lebar menyadari bahwa Dika yang kini menduduki peringkat satu sebagai murid berprestasi dari tingkatan sebelas jurusan IPS.
Dika kemudian melirik ke arah Alisha dan tersenyum sama lebarnya dengan Alisha hingga mereka tidak menyadari bahwa pemyebutan untuk peringkat kelas dua belas telah selesai.
Kini Pak Anton dan beberapa guru lainnya memberi penghargaan dan ucapan selamat membuat pandangan keduanya terputus.
Setelah selesai memberikan semua penghargaan dan ucapan selamat, kini para siswa yang berada di depan kembali ke barisan.
Namun ternyata pengumuman belum selesai. Masih ada pengumuman peringkat yang mengakumulasikan seluruh nilai dari seluruh tingkatan.
Semua siswa kembali bersorak ramai ketika nama Dika kembali di sebut sebagai juara umum murid berprestasi tahun ini.
Alisha memandang takjub ke arah Dika yang baru saja menitipkan benda pemberian tadi kepadanya untuk kembali ke depan karena perintah dari Pak Anto.
Setelah selesai Dika kembali dan menghampiri Alisha dan membawa barang yang sempat dititipkan pada Alisha kemudian menyerahkan buket bunga yang tadi di berikan pihak sekolah sebagai penghargaan kepada Dika sebagai juara umum.
"Buat kamu." Ucap Dika melihat Alisha sedari tadi hanya melihatnya tanpa mau menerima.
Alisha pun menerimanya ragu. Namun Dika kembali menyodorkan agar Alisha segera menerimanya.
"Jangan ngambek lagi." Kata Dika setelah buket bunganya diterima Alisha kemudian mengacak ngacak rambut Alisha dengan senyuman hangatnya.
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!
Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣
ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
tpi kmu suka kn liiiiisssshhh