Rachel~
Tidak ada yang percaya padaku saat itu, aku begitu terpuruk bahkan rasanya hampir kering air mata ini karena terlalu banyak menangis...
Menceritakan tentang seorang gadis yang begitu menyedihkan, Ia hidup dalam kesendirian bahkan bisa dibilang dirinya tidak punya teman.
Pernah sekali ia merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang sahabat, tapi itu semua tidak berlangsung lama.
Orang tua yang tidak pernah menyayanginya tanpa alasan yang jelas, hingga suatu saat kebenarannya terungkap saat dirinya dijebak juga membuatnya hampir depresi.
Ia bukanlah seorang anak yang bisa melakukan semuanya, ia hanyalah seorang gadis yang lemah. Mempunyai IQ yang rata-rata atau bahkan bisa dibilang rendah membuatnya semakin merasa tidak berguna.
Hidup dari kecil dikalangan orang berada membuatnya tidak bisa membuat sesuatu sendiri, tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba semua kemewahan itu hilang dari pada hidupnya?
Simak selengkapnya disini yah, tentang gadis yang bernama Rachelle Audrey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29-Dijebak
Rachel mengerjabkan matanya, Ia menatap sekelilingnya yang terlihat asing. "dimana ini?" Rachel melihat kembali tubuhnya yang terbungkus selimut.
"syukurlah.." gumamnya saat mendapati dirinya baik-baik saja.
tingg
Bunyi notifikasi dari ponsel Rachel lalu dengan cepat ia mengambilnya dan membaca sebuah pesan.
Let's start this game...
kembali lagi ia dibuat bingung, apa yang dimaksud permainan dimulai? apakah game yang sering ia bermain di ponsel atau yang biasa dimainkan oleh anak-anak pada umumnya? Entahlah semuanya terlalu rumit untuk anak sepolos Rachel mengerti.
ting
be sound in your sleep, waiting for the coming of tomorrow that will be a mystery ..
ting
hope in God, that there will be no tomorrow...because...you will regret for the rest of your life having seen tomorrow come...
Rachel benar-benar ketakutan kali ini, rentetan pesan yang dikirimkan oleh orang asing padanya membuatnya merasa terus dihantui oleh isi pesan itu.
Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan 20:17.
"Ya Tuhan," Ia bangun dari tidurnya lalu kembali menyalakan ponselnya, membuka aplikasi google maps mencari dimana dirinya berada sekarang.
Ia bergegas bangun dan mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan itu dengan tergesa-gesa. Saat baru saja ia membuka pintu kamar itu, tiba-tiba saja ia dibuat terkejut dengan banyaknya orang didepan pintu kamar itu dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.
"lihat semuanya! lihat! inikah gadis sok polos dan pendiam itu?" terdengar suara seorang gadis yang membuat Rachel terkejut apalagi saat melihat pemilik suara itu.
"Renaa" gumamnya dengan mata yang berkaca-kaca. Gadis yang ia anggap baik ternyata hanya topengnya saja.
"Nata jaga bicaramu!" bentak pak Yusuf tak terima Rachel di bicarakan seperti itu.
Belum hilang keterkejutan Rachel,tapi kembali lagi ia dibuat terkejut. Ternyata Rena adalah Nata yang dari tadi dicari oleh Bianca dan saudaranya gadis yang adalah pacarnya Adit.
"itu kenyataannya om! kalau tidak percaya semuanya lihat saja di internet, fotonya sudah beredar tidur dengan seorang pria dan itu juga dikamar rumah ini!" Ucap Rena yang terus mengompori.
"tidak! dia bohong!" Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.
beberapa detik kemudian..
"cihh dasar murahan! kenapa coba harus membuat malu dipestanya Bianca" ucap seorang siswi dengan sinis.
"iya, tidak tau malu! kalau mau menjual diri jangan disini!" sambung yang lainnya sedangkan semua wajah yang disana menatap sinis kearahnya.
Pak Yusuf juga sudah melihat fotonya dan itu asli. Terlihat seorang pria tanpa atasan memeluk Rachel yang sedang tidur lelap dan wajah pria itu dikaburkan sehingga tidak terlihat siapa dia.
Plaakkk
kali ini Bianca yang menampar Rachel dengan wajah yang terlihat sangat marah. "gue nggak nyangka Rachel! ternyata Lo semurah itu, benar kata kak Cika, Lo itu penggoda!!" wajah Bianca hampir menangis, tak menyangka bahwa Rachel yang ia anggap saudara bisa melakukan hal serendah itu, dan dipestanya.
"Bi dengerin gue dulu" Rachel sudah menangis. Tak tau harus bersikap bagaimana. Dirinya ditatap dengan barbagai tatapan membuatnya semakin tersudutkan.
"stoopp! jangan pernah nunjukin muka menjijikan Lo didepan gue lagi! Lo tidak lebih dari seorang ******!! pantas gue sebut sebagai ******, pelacur!!"
Rachel menangis dengan hati yang terasa diremas dengan begitu kuatnya hingga menyebabkan luka yang tak berdarah.
Kali ini Rachel menghadap ke pak Yusuf, satu-satunya harapan yang ia punya. "Om, Om percaya sama Rachel kan? sumpah Rachel nggak salah apa-apa, Rachel dijebak" Ucap Rachel menangis tersedu-sedu.
Pak Yusuf memandangi gadis itu dengan begitu lama hingga air matanya mengalir seiring air mata Rachel mengalir. "jangan menyerah, tapi boleh jujur om kecewa sama Rachel" Pak Yusuf menepuk pelan pundak Rachel dan berlalu begitu saja.
"omm, Rachel nggak ngelakuin itu om!" teriak Rachel tapi sayangnya pak Yusuf tidak berpaling sedikitpun bahkan mendengarkan rasanya ia enggan.
Hati Rachel begitu sakit, saat ia membutuhkan seseorang, kini satu persatu mulai meninggalkannya.
"dasar ******! tempat Lo bukan disini! Lo cocoknya berada dirumah om om diluaran sana!"
"sumpah demi Tuhannnn gue nggak pernah lakuin hal sehina itu!!" teriak Rachel dengan wajah yang memerah. Bisa dilihat betapa marahnya gadis itu hingga urat lehernya terlihat.
"Lo bilangnya gitu Rachel, tapi tidak dengan tindakan lo! mulai saat ini Lo bukan lagi sahabat gue!!" Bianca lalu pergi meninggalkan Rachel.
'Apakah aku terlahir hanya untuk di permainkan? '
Rachel menatap penuh luka kearah Rena, gadis itu telah menghancurkannya. "Lo jahat Ren, gue nggak nyangka Lo bisa berbuat begini"
plakkkk
"jangan pernah mengatakan putriku jahat!! kamu manusia hina!! tak pantas hidup didunia ini!" bentak mamanya Rena.
"percaya atau tidak, tapi sungguh aku tidak pernah melakukan hal hina itu.." Rachel menatap Rena sebentar lalu kembali melanjutkan ucapannya. "Rena sudah menjebak saya" lanjutnya lagi membuat emosi Ranti kian meledak karena tidak terima putrinya di tuduh seperti itu.
Dengan kasar ia meraih rambut panjang Rachel dan menariknya kasar hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
"harusnya saya sudah percaya ucapan Cika tadi, tapi dengan bodohnya saya percaya dengan ular seperti kamu!!"
"hukuman apa yang pantas untuk memusnahkan ular berbisa?!" teriaknya lantang.
"pantasnya dilempari hingga matiii" teriak yang lainnya.
Ranti semakin memperkuat jambakannya lalu tanpa sadar sudah banyak sekali kue dan minuman yang dilemparkan kepadanya.
Ranti melepas jambakannya lalu pergi meninggalkan Rachel yang dilempar makanan dan minuman. Untungnya belum ada yang melemparkan gelas atau piring padanya.
Rachel terduduk dilantai dengan banyaknya orang yang mengelilinginya dan melemparinya dengan begitu banyak makanan hingga membuat wajahnya tak terbentuk lagi.
Ia merasa malu, merasa sangat hina diperlakukan layaknya binatang. Ia pasrah menerima lemparan dari begitu banyaknya orang-orang, dan tidak sedikit juga yang merekamnya.
Saat ia merasa sudah lelah, hampir menyerah, tiba-tiba saja ia merasakan sebuah tangan yang menarik tangannya. Tak mau berdiri karena banyaknya orang yang mengelilingi, tapi rasanya tangan itu begitu menuntutnya agar keluar dari lautan manusia itu.
Dengan pelan ia berdiri, keluar dari desakan orang-orang itu karena banyaknya mereka hingga tak sadar Rachel telah keluar.
Rachel berlari mengikuti langkah pria yang tadi menariknya, ia berlari dengan menunduk, rasanya tidak ada artinya lagi hidup didunia ini.
Rachel terus menunduk saat berlari hingga tak sadar keduanya sudah tiba diluar pagar belakang. Ia juga sampai lupa kalau ada seseorang yang menolongnya karena begitu terkejut dengan apa yang menimpanya kali ini.
Didengarnya banyak sekali suara yang mencari dan memanggil-manggil nya dengan sebutan ******.
...TO BE CONTINUED...