NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Berondong
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AURA PENGANTIN BARU

"Mbak? Sakit?" Bisa-bisanya Kala berhenti di tengah hawa panas yang sudah menjalar pada tubuh keduanya. Sungguh, Pevita ingin marah. Merusak mood saja. Kalau boleh mengomel, Pevita akan mencaci suami bocilnya itu Ya iyalah sakit, ini pertama kali bagi gue.

Selain terbawa suasana karena lumatan Kala, Pevita juga menahan gejolak hasrat yang sejak tadi ia tahan selepas pulang dari kos Astri, teman satu kelompok makalah. Yah, selepas kuliah, Pevita mampir ke kos Astri beserta beberapa teman satu kelompok. Awalnya mereka mengerjakan makalah, eh ternyata Desy sengaja membuka film barat yang penuh adegan dewasa.

Mereka berusia 20 tahunan, jelas penasaran dengan film 21+ itu. Makalah terbengkalai malah fokus pada film itu. Tidak hanya satu film, ada 3 film bergenre yang sama. Ternyata bikin nagih, sampai Pevita yang punya gengsi setinggi gunung Himalaya terbersit untuk mencoba dengan sang suami. Gayung bersambut, ternyata Kala memancingnya lebih dulu. Ia tak perlu drama, tinggal menyambut apa yang dilakukan Kala.

Pevita sendiri tak menyangka, Kala berani melakukan adegan dewasa ini, apa mungkin sudah naluri juga. Ah Pevita cukup menikmati saja, dia juga merasakan getaran dan hasrat sejak pulang dari kos Astri.

"Gak pa-pa lanjut saja," jawab Pevita pelan, ia berusaha menjaga mood agar tak terbawa emosi. Ia juga kaget ternyata bukti kelaki-lakian Kala bisa menegang secara sempurna, dan Pevita merasakan hal itu. Cuma satu kelemahannya, terlalu lama untuk mencapai progres kenikmatan. Pevita sudah tidak sabar, tapi Kala belum berhasil.

Pevita pun bangun, dan menatap sang suami, kabut gairah sudah memenuhi wajah bocah 18 tahun itu. Pevita mengambil alih, mendadak mendominasi, seolah mengajari Kala agar keduanya segera bisa menikmatinya. Tanpa rasa malu, Pevita duduk di pangkuan Kala, bayangan film berputar dalam benak gadis itu, dan ia mempraktikan bersama sang suami.

Bahkan Pevita mengarahkan junior Kala ke gerbang kegadisannya. "Bisa kan?" tanya Pevita, memaklumi sekali kemampuan Kala malam itu, biarlah dia yang menuntunnya. Seolah dipersilahkan, Kala pun mulai mendorong secara perlahan, sungguh sulit, namun tidak ada niatan untuk berhenti.

Sudah mencoba berkali-kali, dan Pevita sudah meringis kesakitan, naluri Kala untuk memaksa muncul, ia mencium kening Pevita terlebih dulu, "Maaf ya Sayang," bisiknya lalu mencium leher Pevita lama, seiring area bawah yang dipaksa untuk segera membobol pertahanan. Pevita menjerit, dan saat itulah keduanya menjadi pasutri sepenuhnya.

Kala pun mulai beraksi, Pevita masih menahan sakit, ia mencengkram lengan sang suami, sedikit merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan. Masih pemula, kenikmatan itu hanya bertahan beberapa menit saja, hingga Kala terkulai lemas di atas tubuh Pevita.

Pevita langsung memejamkan mata, malu. Dia yang tadi jutek sekali, eh suaranya berisik saat keduanya beraksi. "Malu ya?" ledek Kala sembari melepas penyatuan. Ia kembali mencium pipi sang istri, dan menarik tubuh polos itu dalam dekapannya.

"Setelah ini, panggilan kita harus berubah, gak boleh pakai lo gue lagi, dan satu lagi kamu harus pakai cincin nikah kita," ucap Kala tegas. Pevita mendongak, menatap Kala dan tak lama berdecak sebal, karena mau tak mau dia harus patuh dengan bocah cilik yang baru saja memberinya kenikmatan dunia.

"Aku mau panggil kamu, Sayang!" ucap Kala lalu mencium kening Pevita. "Kalau kamu mau panggil aku apa?" tanya Kala serius.

"Acil!"

"Ck, bisa gak sih gak ada embel-embel bocil. Aku udah dewasa loh, bahkan bisa ambil kegadisan kamu!" protes Kala, namun langsung dibungkam oleh Pevita. Telinganya belum familiar mendengar hal absurd dalam hubungan suami-istri. Kala tertawa, sembari menurunkan tangan sang istri.

"Suka-suka aku lah mau panggil apa, toh Acil tuh cocok sama kamu, Ayang cilik!"

"Cilik apanya nih? Punyaku gede kok, bahkan kamu tadi kaget saat pegang!" sumpah Pevita rasanya ingin menabok wajah tengil sang suami, masih saja membahas hal intim.

"Bisa diam gak, kenapa sih bahasannya menuju ke situ terus!" omel Pevita kesal, ia mau membersihkan diri, tapi saat kakinya diturunkan saja, ada rasa nyeri di area vitalnya hingga ia mengadu.

Kala bangun, dan langsung membopong sang istri ke kamar mandi. "Mau mandi langsung? Atau cuma bersihin itu saja?" tanya Kala dengan menurunkan tubuh polos sang istri.

"Mandi, ada pemanas air juga!" sewot Pevita, maklum masih pemula jadi gerah sekali kalau sampai menunda mandi hingga esok hari. "Udah keluar dulu!"

"Kenapa?"

"Gantian dong!"

"Kalau bisa bareng kenapa juga harus gantian," Pevita hendak protes, tapi Kala lebih dulu membungkam bibir sang istri. Keduanya kembali berpetualang, mengabaikan rasa sakit di bawah sana. Ternyata penyatuan atas nama cinta ini membuat candu. Pantas saja banyak pasangan belum halal terjebak dalam rasa ini, bikin nagih.

Keduanya keluar sudah dalam keadaan suci, selepas mandi wajib menjelang tengah malam. Wajah Pevita masih tak rama, ia mengeringkan rambut dengan cemberut. Pasalnya suami bocilnya itu wajahnya terlihat sumringah, ditambah usil sekali dengan menaik turunkan alis. Siapa coba yang gak salah tingkah.

Pagi menjelang, keduanya hampir saja terlewat sholat shubuh. Setelah menjalani ibadah halal, badan mereka butuh istirahat, sampai bunyi alarm tak terdengar. "Ada kuliah pagi?" tanya Kala sembari mengucek mata.

"Enggak, tapi janjian sama anak-anak buat ke pasar, bahan untuk praktik besok!" ujar Pevita buru-buru bersiap, bahkan mantan gadis itu mengabaikan rasa nyeri yang masih terasa.

"Kan beli di supermarket bisa, 24 jam lagi!" pikir Kala agar Pevita tak perlu repot-repot belanja.

"Gak semua mahasiswa keuangannya berlebih untuk beli di supermarket kali," jawab Pevita yang menghargai permintaan beberapa temannya untuk belanja di pasar tradisional saja. Toh, kalau menggunakan harga pasar, saat menjalani bisnis nanti ia bisa merencanakan biaya produksi dan menganalisis harga untuk satu porsi produk.

"Aku berangkat!" ujar Pevita berniat langsung keluar.

"Hei, tunggu!" cegah Kala, pemuda ganteng itu mendekati sang istri yang sebal sekali harus ditahan begini.

"Apa?" tanya Pevita sewot.

"Salim dulu," Kala menyodorkan tangannya agar Pevita pamit dengan benar pada suami.

"Ck," Pevita berdecak sebal, melirik sinis sembari salim. Kala tersenyum rese', menyadari sang istri termasuk perempuan patuh juga.

"Gak boleh nakal, i love you," ucap Kala dengan meninggalkan jejak kecupan singkat di bibir sang istri. Sungguh, Pevita dibuat tak berdaya oleh bocah cilik ini. "Udah segera berangkat, kok malah diam? Salting ya?" Kala si usil, makin meledek saja, dan tak berapa lama ia menjerit lantaran Pevita mencubit lengannya.

"Siapa suruh, rese!" ujar Pevita kesal, dan segera keluar kamar. Kala tertawa dan ia malah iseng mengambil ponsel.

Hati-hati Sayang. Habis kuliah langsung pulang ya. Aku tunggu 😘😘😘. Begitu pesan yang dikirim Kala untuk sang istri. Ia bisa membayangkan jika Pevita membaca pesan itu pasti langsung berdecak sebal. Hanya mengingat ekspresi sebal milik sang istri, membuat Kala semakin merindukannya. Aura pengantin baru, percaya deh!

1
Septyana Kartika
neeeek....aku bawa lakban nih..
yuk bisa yuk kita lakban bntar aja
Lel: gak bisa napas ntar
total 1 replies
apiii
Makan soto di sore hari,Ditambah kecap rasanya gurih.Para pembaca setia menanti,Ayo author ketik lagi dengan gigih🤭
Lel: capeeekkkk kriting akooohh
total 1 replies
apiii
dosa ga si kalo papa pevita bius neneknya kala?
Lel: bolej🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
ajak nenek ke tengah laut...... refresing..... pas di tengah laut.... ceburin
Lel: nguras laut sekalian
total 1 replies
Lel
jahat gak sih 🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
maaf typo g ini pev, boleh ngomong sm kala dl? tp yg tnya pevita🙏
Lel: oke mksh
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
🤣🤣🤣mlh bhs perihal gaya d ranjang
Lel: biasa anak gen z main ceplos aja
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh nenek crwet itu dr papa e kala? brti mm kala sm bunda pevita ipar?
Lel: iyes tul
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nk ra eling wes umur tak tempeleng🤣🤣 lambene ra duwe rem si nenek
Lel: ihhh tapi ada loh semakin tua semakin cerewet
total 1 replies
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
Septyana Kartika
nek pulang yuk
besok jadwal latihan Zumba lo
Lel: hwkwkkwklw pinggang copottt
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
gt g boleh d lawan ya , orgtua kolot merasa bener sndiri anak menghargai mlh mkn njengkeli kl nyakitin orgtua g dosa..minimal dksh sadar bentak aja biar degdeg ser jantungnya🤣🤣
Lel: serangan jantung dong nanti
total 1 replies
Vivi Zenidar
speechless..,.. ngadepin nenek
Lel
nanti dikira durhaka
Wahyuni Abuzar
🙄
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
pake tongkat g si nenek, kl iya ambil tongkatnya pev jgn buat mukul tp bkn nenek itu tersandung🤭
Lel: dijegal aja gitu kah🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
langkah yg benar pev , krg kasar mnrtku gtulah org tua d maklumi trs ngelunjak
Septyana Kartika
nek....jalan jalan yuk ...pake sepatu roda...aku dorong deh dari belakang
Lel: jatuh dong kakkkk🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Vivi Zenidar
Nenek bisa dibikin struk Thor??????
Lel: kayaknya butuh bantuan lantai kamar mandi ya🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jahat banget mulutnya , untung tua kl enggak udh pevita tampol kan
Lel: iya bakal ditampol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!