" Aku sangat membenci mu aku berdoa semoga tidak pernah bertemu dengan mu lagi, lenyap lah dari hadapan ku."
Ucap Crystal yang menahan emosinya.
" Kamu tidak akan pergi jauh dariku karena selamanya kamu akan menjadi isteri ku selamanya."
Ucap Alexander sambil tersenyum
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Aurora
" Apakah di kerajaan ada masalah?" tanya Alex dengan datar.
Richard langsung memberikan sebuah berkas yang ia kerjakan selama Alex tidak berada di istana.
" Semua berjalan dengan baik, hasil emas kita melimpah, kita juga sudah mulai perbaikan jembatan yang rubuh di daerah pedesaan Yang Mulia." ucap Richard menjelaskan sesuai laporan.
Alex membaca laporan sambil mendengarkan penjelasan dari Richard. Setelah selesai membaca nya ia meletakkan dokumen tersebut di atas meja kerjanya.
" Richard apa kamu tahu mengapa putera mahkota sebelumnya bisa kecelakaan?" tanya Alex sambil menatap tajam Richard.
Richard yang di tatap secara intens oleh Rajanya mendadak menjadi gugup.
" Re....m pada mobilnya mengalami kerusakan, Yang Mulia." jawab Richard dengan tergagap.
Alex yang mendengar jawaban dari Richard diam diam menyeringai.
" Baiklah kau boleh pergi." ucap Alex menyuruh Richard pergi dari hadapannya.
Richard menggangguk kepalanya sebelum pergi dari ruangan Alex. Setelah Richard pergi Alex masih diam bergeming sambil bertopang dagunya di atas meja. Alex memikirkan teka teki istana yang menurutnya tidak akan habis.
" Siapa dalangnya." batin Alex yang bertanya dalam hati.
" Lebih baik aku kembali saja ke kamar." gumam Alex sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
...****************...
Sedangkan di kamar Crystal sedang membaca sebuah buku di sofa.
" Mommy, di mana Daddy?" tanya Aurora yang sedang tadi menunggu kehadiran Alex.
Crystal yang sedang asik membaca berhenti sambil melihat ke arah Aurora.
" Daddy sedang mengurus pekerjaan nya." jawab Crystal sambil tersenyum. Sebenarnya dalam hati ia tidak yakin keberadaan Alex dimana. Tapi tidak mau membuat Aurora.
Aurora mengangguk kepalanya bertanda ia mengerti.
" Rora pikir Daddy akan meninggalkan kita lagi." ucap Aurora dengan pelan.
Deg....
Crystal yang mendengarnya terdiam begitu juga Adelio langsung menghentikan bermain handphone nya. Crystal memandangi Aurora dengan sendu ia pikir keputusannya balik dengan Alex merupakan hal yang tepat. Karena ia bisa melihat pancaran takut Aurora kehilangan sosok seorang Ayah untuk kedua kalinya.
" Oh sayang Daddy tidak akan meninggalkan mu. Lagipula ini memang tempat tinggal Daddy mu. Benarkah Lio?" ucap Crystal yang memberikan pengertian bahwa Alex tidak akan pergi lagi dan meminta pendapat dari Adelio.
Adelio tersentak mendengar penuturan dari Mommy nya ia tidak ingin menjawabnya tetapi setelah melihat raut wajah Aurora yang terlihat sedih. Adelio menghela nafasnya lelah.
" Daddy tidak akan pergi lagipula dia seorang Raja." ucap Adelio yang terkesan acuh.
Aurora langsung kembali ceria lagi setelah mendengar perkataan dari Adelio. Ia langsung melompat ke dalam pelukan Adelio.
Bruk....
Adelio yang tidak siap menahan beban tubuh Aurora langsung terjungkal kebelakang.
" ADELIO, AURORA." bukan Crystal yang berteriak melainkan Alex yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.
Crystal dan Alex langsung berlari menghampiri kedua anaknya yang terjatuh.
" Aku baik baik saja Mom." ucap Adelio yang berusaha duduk karena tubuhnya tertimpa dengan tubuh Aurora.
" Hei lepaskan Aurora." ucap Adelio yang berusaha melepaskan tubuhnya dari tubuh Aurora.
Tidak lama kemudian....
" HUAAAA SAKIT MOMMY HIKS...." ucap Aurora sambil menangis kencang.
Membuat Crystal dan Adelio spontan menutup telinganya.
" Hei berisik." ucap Adelio yang berusaha menghentikan tangisan Aurora.
Tetapi sayangnya Aurora malah semakin kencang menangis membuat Alex mengangkat tubuhnya dan menggendong nya. Sedangkan Crystal membantu Adelio bangun.
" Apa kau baik-baik saja sayang?" tanya Crystal sambil menatap khawatir Adelio.
Adelio menjawab dengan gelengan kepala.
" Aku baik Mom... tetapi sepertinya Daddy tidak." ucap Adelio sambil melirik Alex yang menggendong Aurora yang masih menangis.
" Biarkan saja, sekali kali Daddy mu merasakannya mengurus anak kecil." ucap Crystal sambil menaik turunkan alisnya.
Adelio menggangguk kepalanya. Setelah itu sepasang ibu dan anak hanya memperhatikan sang Ayah yang berusaha menghentikan tangisan Puterinya.
Mereka tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan nya dari balik pintu.
Continue....
setelah cinta kedua'a metong,,hati verpindah kg kemantan,,ga oantas jd seorang raja