Berkisah tentang seorang pria berumur 23 tahun bernama Reynald, yang biasa saja kehidupannya namun di suatu hari di siang bolong ketika ia ingin pergi keuniversitas untuk belajar, ia melihat seorang wanita yang sedang melamun di jalan, lalu tiba-tiba saja ada sebuah mobil truk yang ingin menabraknya, Reynald yang tak memikirkan apapun lagi secara spontan ia berlari dan mendorong wanita tersebut, di akhir hayatnya ia bisa melihat wanita tersebut selamat, Reynald sedikit bangga dengan itu, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap dalam hatinya ia berkata "Apa ini akhir dari kehidupan seorang perjaka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NOTHING TO LOSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 KELUARGA YANG KOMPAK
SUDUT PANDANG REYNALD
Singkat cerita aku dan Alphonso sudah setuju aku juga sudah menerima uangnya dalam hatiku aku sangat bersyukur karna hanya dalam waktu satu hari saja aku bisa mendapatkan uang yang bisa dikatakan lebih dari cukup.
Tapi ada sesuatu yang membuatku penasaran, permata itu buat apa? Kenapa Alphonso sangat berani membeli permata itu dengan harga yang sangat mahal.
Tidak mungkin bukan permata itu hanya akan jadi pajangan saja, bukankah itu akan menjadi hal yang tidak berguna.
"Paman kalau boleh bertanya permata itu akan paman gunakan buat apa?"
"Eh apakah kau tidak tau permata ini untuk apa?" Alphonso yang bertanya balik.
"Iya paman aku tidak mengetahuinya."
"Aku hampir lupa bahwa kau masih anak kecil ternyata ada sesuatu yang tidak kau ketahui juga ya."
"Tentu saja paman." Haih tentu saja aku tidak tau itu semua karna aku baru saja bereinkarnasi kedunia ini.
Selain itu di ingatan Asmodeus aku sama sekali tak melihat penjelasan tentang permata atau apalah itu.
"Permata ini bisa di gunakan untuk apapun contohnya bisa di gunakan untuk membuat tongkat sihir atau bisa di gunakan untuk membuat pedang atau anak panah atau busur panah dan sebenarnya masih banyak lagi."
"Lalu paman ingin membuat apa dengan permata itu?"
"Paman akan membuat pedang."
"Kemarilah dan lihatlah pedang ini." Alphonso yang sambil mengambil pedang di sebuah rak.
"Bagaimana menurutmu Reynald?"
"Pedang ini seperti biasa saja." Ucapku yang masih keheranan dan bingung sebenarnya apa yang ingin Alphonso ajarkan padaku.
"Kau benar lalu bagaimana dengan ini?"
Tunggu tunggu apa? Kenapa pedang ini terlihat seperti memiliki aura, dan lagi aura yang di miliki pedang ini sangat kuat aura yang di keluarkan oleh pedang ini berwarna hijau muda.
"Paman kenapa bisa pedang ini mengeluarkan aura berwarna hijau muda sedangkan pedang itu sama sekali tidak memiliki aura?" Tanyaku yang penasaran ini adalah pertama kalinya aku melihat hal seperti ini.
"Itu karena pedang yang mengeluarkan aura berwarna hijau muda itu di buat dari permata yang seperti ini tapi kualitas permata itu masih jauh di bawah dengan permata yang kau bawa ini."
"Kau bisa melihat sendiri bukan pedang yang dibuat dari permata yang bisa dikatakan biasa saja sudah mengeluarkan aura seperti ini lalu bagaimana jika pedang yang dibuat menggunakan permata yang kau buat yang dimana kualitasnya sangat tinggi."
"Aku tak bisa membayangkannya sama sekali." Jawabku yang takjub.
"Ouh yah lihatlah ini." Ucap Alphonso sambil memegang kedua pedang yang berwarna hijau dan yang biasa berwarna putih.
Ia kemudian saling mengadukan kedua pedang tersebut dengan sekuat tenaga, dan alhasil pedang yang berwarna hijau muda itu berhasil membelah dua pedang biasa.
"Pedang yang dibuat dari permata biasanya lebih kuat intinya semakin bagus permatanya maka semakin kuat pedangnya selain itu kita juga bisa mengaliri mana kepedang kita dengan sangat mudah dan Efesien."
"Bahkan kadang justru pedang ini dengan sendirinya akan menyerap mana kita, itu semua karna saking kuatnya pedang ini."
"Aku yakin jika aku membuat pedang dengan permata yang kau bawa itu maka pedang itu tidak akan terkalahkan." Alphonso yang terlihat sangat senang.
Kurang lebih aku mengerti dengan penjelasan Alphonso.
"Paman apakah aku boleh juga membuat pedang dari permata seperti itu soalnya aku memiliki satu lagi permata seperti itu."
"APA? KAU MEMILIKI DUA PERMATA SEPERTI INI?"
"Iya paman hehehe."
"Ehem ehem maafkan aku yang terkejut ini maklumi saja jika aku terkejut kau harus tau bahwa permata ini sangatlah langka."
"Ngomong-ngomong kau ingin membuat pedang juga dari permata yang seperti ini bukan?"
"Iya benar paman."
"Hmm sebelum itu ada hal yang kau harus tau terlebih dahulu."
"Apa itu paman?"
"Pertama biaya pembuatannya sangat mahal kedua pembuatannya sangatlah lama ketiga hanya orang tertentu saja yang dapat membuatnya."
"Hanya seorang pandai besi yang sangat ahli saja yang bisa membuat permata ini menjadi pedang yang indah dan hebat."
"Apa sesulit itu paman?"
"Iya tentu saja."
"Lalu siapa yang akan membuat permata itu menjadi sebuah pedang apa paman?"
"Hahhaahh tentu saja bukan, nanti siang ikutlah bersamaku akan ku kenalkan kau dengan seseorang pandai besi yang sangat hebat di kerajaan ini."
"Baiklah paman tapi sebelum itu aku ingin bertanya paman berapa kira-kira harga untuk membuat pedang?"
"Hmm mungkin sekitaran 400 koin emas."
"Apa? Bukankah itu terlalu mahal?"
"Tidak menurut paman justru itu murah apa kau tidak tau betapa susahnya membuat sebuah pedang dari permata ini."
"Apa kau tidak tau permata ini sangat keras lihatlah ini." Alphonso pun membantingkan permata itu ke tanah dengan sekuat tenaga sampai-sampai lantai disana hancur.
Dan membuat sebuah cekungan yang cukup dalam tapi yang aneh bukan itu melainkan permatanya, permatanya sama sekali tidak rusak.
Sedikit pun tidak rusak tidak lecet masih utuh seperti sedia kala.
Aku disini tidak terkejut sama sekali ya itu semua karna aku sudah tau, tidak mungkin bukan permata yang harganya sangat mahal bakalan mudah di hancurkan begitu saja.
Setelah berbincang lebih lama dan lebih banyak lagi aku pun pamit, tapi sebelum pamit Alphonso menahanku dia berkata kita akan pergi sekarang ke tempat pandai besi yang sangat hebat.
Aku pun hanya mengiyakannya dan mengikutinya, akhirnya kami pun pergi bersama dengan Gisel Giselen Alex Isabel intinya satu keluarga ikut kesana.
Mereka semua merengek ingin ikut, karna Alphonso adalah tipe orang yang sangat menyayangi keluarganya ia sama sekali tidak bisa menolak permintaan keluarganya tersebut.
Dan akhirnya ini bisa dikatakan sebagai liburan keluarga, jika kau bertanya kenapa Alex tidak sekolah dan bisa ikut.
Itu semua karna ia sirik dengan Gisel Giselen dan aku yang bisa libur sedangkan dia tidak, Sebenarnya aku tidak libur lebih tepatnya aku kena hukuman, tapi yah salah ku juga sik karna aku bilang kemereka bahwa aku mendapatkan libur selama dua hari.
Dan salahku juga karna telah menghasut Gisel dan Giselen supaya minta libur selama dua hari, sebenarnya itu bagus sih soalnya jika mereka berdua sekolah sedangkan aku tidak nanti siapa yang akan menjaga mereka.
Dan lagi di sekolah sangatlah berbahaya terlalu banyak buaya yang tidak punya otak humu humu.
Dan untuk masalah Alex yah ntah bagaimana caranya dia berhasil menggoda Alphonso agar ia ikut libur dan tidak sekolah selama dua hari.
Ntah kenapa aku merasa bahwa keluarga ini sangatlah kompak.
buat author semangat nulisnya
buat author semangat nulis nya