NovelToon NovelToon
Aurora

Aurora

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 5
Nama Author: Era Nur agustina

Aurora gadis desa yang penuh dengan misteri tentang masa lalunya. Ia datang mencari apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya di masa lalu. Ia hidup dengan identitas orang lain di besarkan oleh mantan pembantu ibunya sekaligus orang kepercayaan ibunya. Setelah berusia 21 tahun ia datang untuk mencari tahu penyebab ibunya mendekap di penjara dan kematian ayahnya yang masih melekat di ingatannya. Aurora kecil yang hampir kehilangan nyawanya karna ulah kejam sang ayah namun ia paham jika sikap ayahnya bukan seperti yang nampak di matanya. Setelah mendapatkan surat ucapan ulan tahun dari ibunya ia mencari sendiri kebenaran tentang dirinya. Bi inah mantan pembantu ibunya yang telah membesarkannya telah bercerita tentang masa lalunya namun ia merasa ada yang janggal ia memutuskan untuk pergi menemui keluarga ayahnya yang tak lain adalah dalang dari kekacauan keluarganya di masa lalu. Mampukah ia mengungkapkan beneran tanpa membongkar identitasnya. Kisah ini akan di bumbui dengan cinta segitiga yang berakhir tragis. akankah Aurora si gadis jenius mampu menghadapi kesulitan yang akan menghadang jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Nur agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Rasa yang aneh terulang lagi

Aurora memilih beristirahat di kamar hotelnya sejak kejadian aneh yang di alaminya di taman membuat moodnya menjadi tak menentu ia masih mengelus pelan dadanya sambil berpikir rasa apa yang tadi menyerangnya. Ia mencoba memejamkan matanya namun tak berhasil,Ia berbalik ke kiri dan ke kanan namun tak juga menemukan kenyamanannya

"Aku kenapa sieh...huuuuffft" ocehnya sambil bangun dari posisinya. Tak berapa lama pintu di ketuk

"Masuk"

"Permisi Nona"

"Ya Ada apa Linda"

"Eemmm Saya izin ingin bertemu dengan orang tua saya untuk makan malam apa anda mengizinkan Nona" ujarnya

"Tidak...karna kau tak mengajak serta diriku...Masa sieh aku makan seorang diri..."

"Ya Ampun Nona anda membuatku takut saja, Jika anda mau mari ikut dengan saya Nona, orang tua saya pasti senang bertemu dengan Anda"

"Tunggu aku bersiap dan setelah makan malam kita balik ke Jakarta"

"Ada apa Nona kenapa terburu buru"

"Jangan banyak tanya... lakukan saja urusan kita di sini sudah selesai bukan, Urusan kontrak dan yang lainnya bisa di kirim lewat email saja."

"Ba.. Baik Nona" ujarnya. Aurora meneruskan langkahnya menuju kamar mandi dan bersiap untuk pergi bersama Linda

'Padahal aku masih rindu dengan ayah dan ibuku, Nona Muda kenapa sieh' gumamnya

Setelah beberapa saat Aurora keluar mereka pun pergi ke rumah kediaman orang tua Linda sepanjang perjalanan Aurora hanya terdiam sambil terus mengelus dadanya pelan hal itu membuat Linda sekertarisnya sedikit bingung. Ia teringat kejadian siang tadi di taman hal aneh yang baru pertama ia lihat dari sosok Nona Mudanya begitu rapuh. Ia melihat selama ini Nona Mudanya baik baik saja, penuh energik dan ya walaupun didepan bawahan dan lawannya ia akan terlihat dingin tapi yang pasti dia bukanlah gadis Arogan.

'Sampai kapan Nona akan bersikap Kuat seperti itu' gumamnya mengomentari pemikiran nya sendiri.

Mereka sudah sampai di sebuah kompleks perumahan nuansa eropa begitu kental dengan gaya modern klasik menambah pemandangan yang menakjubkan mata. Mobil sedan yang membawa mereka pun berbelok ke arah kanan dan setelah melewati tiga rumah mobil itupun berhenti tepat di sebuah rumah dengan pekarangan yang tidak begitu luas namun tertata dengan apik bunga bunga dan pagar kayu yang mempercantik taman mungil itu. Mereka turun dari mobil Linda lebih dulu berjalan menuju pintu namun Ketik hendak mengetuk pintu. Pintu itupun di buka oleh seseorang dari dalam dan mereka hanya saling memandang Aurora mengangkat bahunya tanda tak tahu. Seseorang itu muncul dari balik pintu menampilkan wanita paruh baya yang terlihat sangat modis di usianya dengan senyum ramah dan hangat terpancar dari wajah ayunya

"Ibu..." Seru Linda

"Kalian sudah sampai Ibu baru saja mau mengecek siapa yang datang ternyata Kalian"

"Iya,Bu...ogh ia kenalin Bu ini...."

"Ibu sudah tahu, Ini bos kamu bukan... Aduh sayang ayo kita masuk maaf jadi ngobrol di luar"

"Ngak apa kok Bu" ujar Aurora

"Ayo masuk kita ngobrol di dalam" ajak si empunya rumah. Mereka masuk ke ruang tamu suasana rumah yang begitu hangat dengan desain minimalis bergaya klasik modern. Aurora duduk di sofa itu sambil mengedarkan pandangannya di ikuti Linda dan ibunya.

"Bu,Ayah mana... "

"Lagi di Dapur tadi bantuin ibu masak. Katanya mau buatin makanan spesial buat kalian"

"Ayah memang terbaik" serunya sambil mengacungkan jempol

"Kalau begitu Ibu tinggal dulu ya"

"Linda bantuin bu Biar cepet"

"Jangan kasian Bos kamu ngak ada yang temenin" ujar Ibu Linda

"Ngak apa kok Bu. Biar saya menunggu di sini saja."

"Terima Kasih Nona." ujar Linda "Tuh kan di izinin aku gantiin ayah degh" ujarnya

"Iya... Iya... Nak Aulia tunggu sebentar Ya"

"Iya silahkan,Bu" ujar Aurora

Mereka lalu sibuk dengan membuat hidangan dan mengaturnya di meja makan. Keluarga yang begitu hangat banyak canda dan tawa dalam obrolan santai mereka. Di lanjutkan dengan menyantap hidangan yang tersedia di meja makan mereka hanya berempat adik Linda kini menempuh pendidikan kedokteran di Inggris mengikuti jejak sang Ayah.

"Ternyata Bos kamu ini seru juga yach kalau di ajak ngobrol" celetuk Ibu Linda

"Jarang - Jarang,Bu selagi mood ajakin ajah Bu" ujar Linda sambil senyum jahil terbit di bibirnya

'Awas ajah Yach Lin... sampai indonesia ngak bakalan kasih waktu buat tidur kamu' gumamnya dalam hati lalu membalas dengan senyum semanis mungkin.

"Ogh benarkah...Aduh tante seneng degh dapat teman ngobrol,Linda mana mau dia... Kamu udah baik cantik lagi"

"Aslinya lebih cantik,Bu" ujarnya.

"Maksudnya... " tanya Gunawan Ayah Linda yang sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik

" Iya,Ibu jadi bingung Asli.. emang muka Aulia ini palsu... tapi Ibu liat kok ngak ada yang salah" ujarnya sambil meneliti wajah Aurora dengan seksama

'Aduh pake acara keceplosan lagi... Aduh Mbak bos marah banget nih...gimana nih jelasinnya" gumamnya sambil menatap wajah Nona mudanya yang nampak biasa saja. Aurora hanya menejamkan mata dan mengangguk pelan. Seakan mereka berbicara dengan suara hati, mendapatkan persetujuan sang Bos akhirnya Linda mengatur posisi dan nafasnya

" Tapi Ibu sama Ayah janji ngak ngomong ke siapapun tentang semua ini. "

"Ya Kami Janji, Nak"Serempak

Sebelum memulai ucapannya ia melihat ke arah Nona Mudanya. Lalu melanjutkan ucapannya itu

" Jadi Nona Aulia tidak menampakkan wajah aslinya karna sebuah alasan dan hanya beliau lah yang tahu itu bagian privasi jadi Linda ngak bisa ceritaiin detailnya. Nona Aulia hanya akan mengungkapkan jati dirinya yang asli jika Tujuannya tercapai" ujarnya. Orang Tua Linda masih saling bertukar pandang.

"Linda Benar Tante,Om.." ujarnya sambil melepaskan wig dan beberapa tempelan di wajahnya "Ini wajah asli Saya Tante,Om"

Ibu Linda menutup mulutnya karna merasa terkejut jauh sangat berbeda dengan wajah yang ia temui beberapa saat sebelumnya. Sedang wajah sang Ayah nampak terkejut dan sedang memikirkan sesuatu

"Kamu..."

"Iya, Om..."

" Wajah kamu..." ujarnya menggantung

"Ada apa dengan wajah saya, Om"

Namun saat ingin melanjutkan perkataannya ponselnya berdering

dreeet... dreeet.... dreeet

"Sebentar...Saya angkat telpon dulu, Sepertinya penting. Permisi"

Mereka sibuk dengan obrolan yang lain namun Ibu linda masih penasaran penjelasan Anaknya belum cukup memuaskan jiwa kekepoan ibu ibu. Sang Suami sedang sibuk menerima telpon dengan wajah yang amat serius sesekali ia mengusap kasar wajahnya

"Baik... saya akan segera ke sana pastikan semua alatnya terpasang jangan terlewat satupun. Pantau terus kondisinya laporkan pada saya secara berkala"

"......"

" Saya segera berangkat" ujarnya sambil menutup telpon dan mengambil tas kerjanya lalu menemui mereka di ruang tengah

"Maaf semua Ayah tidak bisa ikut gabung."

"Ada apa Yah... " tanya Ibu Linda

"Pasien VVIP ayah kolaps lagi ini kali kedua dalam sehari ini. Jadi Ayah harus berangkat sekarang. Aulia maaf Om Tinggal dulu, Linda ayah jalan dulu ya jaga diri kalian."

"Iya, Yah Malam ini kami akan terbang ke Jakarta ada urusan mendadak yang harus Nona Aulia tangani."

"Ayah Paham Nak jaga dirimu ya. Ayah pamit dulu"

"Iya Ayah.. "

Mereka mengantar kepergian Sang Ayah dr. Gunawan sampai ke halaman depan. Setelah kepergian Gunawan mereka kembali berbincang ringan setelah di rasa cukup akhirnya Aurora meminta izin untuk pamit. Mereka akan ke hotel sebelum ke bandara untuk mengambil barang barang mereka.

Di Rumah sakit

dokter gunawan sudah tiba di rumah sakit itu, ia langsung menuju ke ruang rawat vvip ruang pavilium nampak sesosok tubuh yang di lengkapi berbagai alat medis di tubuhnya dengan beberapa bekas luka di pelipis kanannya. Wajah pucat dengan ventilator yang terpasang di mulutnya. Kabel elektroda yang masih melekat di dadanya dan tangan sebelah kirinya yang terhubung langsung dengan monitor. Dokter gunawan pun melakukan pengecekkan riwayat perkembangan pasien itu lalu memberikannya pada perawat setelah itu ia berjalan mendekati ranjang itu. Sejenak ia mematung memperhatikan dengan seksama wajah yang sedang terpejam itu. sudah lebih dari enam bulan pasien itu tak kunjung sadar dari komanya. Hari Ini kali kedua ia mengalami trouble pada jantungnya hal itu di sebabkan karena pasca operasi pengankatan peluru yang bersarang di jantung kirinya belum stabil dan harus mendapat penanganan ekstra di tambah lagi pasien itu mengalami penyakit bawaan yang membuat ia harus terus melakukan pencucian darah secara berkala. Setelah memastikan keadaan pasiennya dokter gunawan pun duduk di kursi samping ranjang itu. Dan mulai bercerita sebagai dokter ia sangat yakin jika orang yang sedang mengalami koma mereka bisa mendengar suara jika di ajak berbicara atau bercerita.

"Hay... Kamu gadis yang sangat kuat bertahanlah. Jika tindakan medis terakhir ini berhasil maka kamu bisa melihat dunia lagi. agh aku jadi ingin mengenalkan mu pada anakku dia calon dokter muda. Dia sangat tampan.Eeemmm...Saya bertemu seorang gadis yang wajahnya sangat mirip denganmu. Dia sangat baik, ramah dan juga sangat pintar dan satu lagi dia sangat kuat pandai bela diri. Kami mengobrol cukup lama. Agh apa mungkin kalian saudara yach" oceh dr. Gunawan.

.

.

Bandara internasional Kanada

Aurora dan linda tengah bersiap mengudara dengan pesawat jet pribadinya setelah melakukan pengurusan perizinan penerbangan. Aurora nampak lelah dan memilih tidur di sebuah ruangan khusus di sana tersedia tempat tidur mini yang cukup untuk satu orang saja. Ia sangat Lelah namun pikirannya terusik kembali setelah mengingat ekspresi yang di tunjukkan oleh dr. Gunawan ia merasa ada sesuatu yang terjadi menyangkut dirinya namun ia hanya bisa menerka nerka sebab ini adalah kali pertama mereka bertemu. Ia berusaha memejamkan matanya namun sesak dan nyeri mulai melandanya kembali. Beribu tusukan pisau serasa menghujami dadanya semakin lama semakin sesak saja. Air matanya lolos begitu saja namun pikiran hati dan jiwanya bingung dengan apa yang terjadi padanya. Ada rasa yang sakit luar biasa di dadanya sesak yang membuat tangisannya tercekal di tenggorokan. Sekuat apapun ia melawan sekuat itu pula sakit yang menghujamnya. Ia menangis tersedu sedu lalu seisakkan

"Aku kenapa...hiks... hiks... hiks..."

"Rasanya ini sangat menyakitkan,Tuhan" ujarnya sambil merintih dan memukul mukul dadanya yang terasa sesak.

* * *

1
Nuriyani Nonong
sudah mulai tegang ceritanya
Azzikra
👍👍👍👍👍
Azzikra
🥺🥺🥺🥺
Azzikra
🤔🤔🤔🤔🤔
Azzikra
🤔🤔🤔🤔
Azzikra
👍👍👍
Azzikra
🥺🥺
mayra
kok end
Fa Rel
bagussss cerita nya
Fa Rel
oh prass yg dlu niat ngelecehin dia ya 🙄😂😂😂wah gk nyangka jodoh
Fa Rel
kok meninggal ih
nonanoera
hallo readers novel ini sedikit lagi akan tamat yach... insha Allah endingnya happy kok. salam dari aku... terima kasih selalu setia membaca karyaku
nonanoera
terima kasih
Rahmi Yetri Kasri
pras ini yang mana ya? kelamaan updatenya, jadi lupq
Fa Rel: yg dlupernah hampir melecehkan dia pas smA Trs di hajar smpet viral
total 1 replies
nonanoera
Ada yang penasaran ngak sieh di bab 55 si dokter Pras itu siapa...😬 tebak hayo...
sefra
selaluh setia menunggu up nya thor😊
Suparni
Ayo kak lanjut makin seru critanya
sefra
bikin penasaran aja de thor
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
Suparni
Lanjutkan lagi aku tunggu ya
Junika Harini
bagus cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!